Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
2054 research outputs found
Sort by
Built-In Content sebagai Pesan Komunikasi Pemasaran pada Program Rating 5 GTV
This study analyzes the effectiveness of built-in content strategies as a form of marketing communication in the "Rating 5" program on GTV. A descriptive qualitative approach is employed to explore audience perceptions and evaluate how effectively this strategy creates an emotional connection between the brand and viewers. Data were collected through in-depth interviews with key informants and analyzed using the Integrated Marketing Communication (IMC) framework. The findings reveal that the success of built-in content strategies is influenced by contextual relevance and seamless integration within the program’s narrative, which enhances positive brand perception without disrupting the viewing experience. This strategy also plays a role in strengthening consumer-brand relationships amid digital media disruption.Penelitian ini menganalisis efektivitas strategi built-in content sebagai bentuk komunikasi pemasaran dalam program "Rating 5" di GTV. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami persepsi penonton dan efektivitas strategi tersebut dalam menciptakan koneksi emosional antara merek dan audiens. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci serta analisis teori komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi built-in content dipengaruhi oleh kesesuaian konteks dan integrasi yang halus dalam narasi program, sehingga dapat meningkatkan persepsi positif terhadap merek tanpa mengganggu pengalaman menonton. Strategi ini juga berperan dalam memperkuat hubungan antara konsumen dan merek di tengah disrupsi media digital
NILAI KEARIFAN LOKAL MLIJO DALAM MENJALANKAN AKTIFITAS EKONOMI
Mlijo merupakan salah satu bentuk kegiatan sektor informal yang berkembang di masyarakat. Keberhasilan sektor informal dalam aktivitas ekonomi terutama dalam mengelola usaha sangat tergantung pada kemampuannya untuk bertahan atau tetap berada dalam lingkungan bisnisnya, dan bagaimana menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat membedakan usahanya dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendiskripsikan konteks sosial mlijo sebagai pelaku sektor informal dalam menjalankan profesinya; 2) mendiskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang dipraktekkan mlijo dalam menjalankan aktifitas ekonomi dan 3) mendiskripsikan makna aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan fungsi konsumsi, produksi, dan distribusi bagi mlijo dalam mengelola usahanya Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial yang melatarbelakangi mlijo adalah motif “sebab” (because to motives) dan motif “tujuan” (in order to motives). Sedangkan nilai-nilai kearifan lokal nampak dalam perilaku mlijo ketika melayani pelanggan seperti sifat sabar, telaten, tidak mudah marah, bahkan rela melepaskan barang dagangan dengan harga yang lebih rendah (merugi) demi menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, karena filosofi ynag dianut adalah tuna satak bathi sanak. Aktifitas ekonomi yang berkaitan dengan fingsi konsumsi, produksi dan distribusi dapat ditinjau dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan dan religiusitas
Wayang Kulit sebagai Media Pendidikan Moral untuk Generasi Muda : (Studi pada Dalang Senior Ki Sukron Suwondo)
Wayang kulit merupakan warisan budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapijuga sebagai media pendidikan moral yang sarat makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasiperan wayang kulit dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada generasi muda serta memahami persepsigenerasi muda terhadap pertunjukan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studikasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalampenelitian ini adalah Ki Sukron Suwondo, seorang dalang senior yang dikenal karena konsistensinya dalammenyisipkan nilai-nilai etika dan spiritual dalam setiap pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwatokoh-tokoh pewayangan seperti Semar, Bima, dan Kresna dimanfaatkan untuk merepresentasikan nilaikejujuran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Persepsi generasi muda terhadap wayang kulit cenderungpositif, terutama ketika pesan moral disampaikan secara simbolik dan disesuaikan dengan konteks kekinianmelalui humor dan pendekatan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wayang kulit memilikipotensi besar sebagai media pendidikan karakter yang kontekstual dan efektif dalam membentuk kesadaranmoral generasi muda
THE IMPLEMENTATION OF VOCABULARY JOURNAL IN ENGLISH LEARNING: A CASE STUDY AT SMP NEGERI 2 BLITAR
This study aims to explore the implementation of vocabulary journals as an alternative strategy for improving vocabulary acquisition in English language learning at SMP Negeri 2 Blitar. A qualitative case study approach was employed, with a sample consisting of one English teacher and four eighth-grade students selected for interviews. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis of students\u27 vocabulary journals. The findings indicate that vocabulary journals significantly improved students\u27 vocabulary acquisition. 80% of the students showed substantial progress in recalling and using new vocabulary, while 10% showed moderate progress, and another 10% demonstrated minimal improvement. The discussion emphasizes that vocabulary journals, when implemented with regular teacher feedback and review sessions, are an effective tool for enhancing vocabulary learning. Based on these findings, future research could explore the integration of vocabulary journals with other language learning strategies and investigate their impact across different educational contexts and age groups
Analisis Tingkat Partisipasi Guru dalam Mengikuti Pelatihan Mandiri untuk Pengembangan Kompetensi
Pengembangan kompetensi yang diterapkan oleh guru sebagian besar belum memahami konsep filosofi kurikulum yang ada di sekolah yang disebabkan kurangnya pelatihan dan sosialisasi yang komprehensif, dengan mengikuti pelatihan mandiri merupakan suatu solusi untuk meningkatkan tingkat partisipasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi guru dalam pelatihan mandiri yang diukur dari jumlah sertifikat yang diperoleh dengan persepsi guru terhadap manfaat pelatihan untuk pengembangan kompetensi profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi Rank Spearman. Data diperoleh dari 23 guru di SD Negeri Gebang Raya 2, Kota Tangerang dengan kuesioner dan analisis ordinal terhadap dua variabel, yaitu jumlah sertifikat dan persepsi manfaat penelitian. Hasil penelitian adalah terdapat korelasi positif yang signifikan (ρ =0,578; p=0,004) antara jumlah pelatihan yang diikuti guru dan persepsi manfaat pelatihan. Terdapat ketimpangan yang menonjol pada guru PJOK mengenai persepsi manfaat pelatihan yang tinggi tetapi perolehan sertifikat rendah yang mengindikasikan keterbatasan akses dan relevansi pelatihan. Kesimpulan adalah pengembangan akses dan penyesuaian topik pelatihan terutama pada guru yang tingkat partisipasinya masih kurang sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan.Pengembangan kompetensi yang diterapkan oleh guru sebagian besar belum memahami konsep filosofi kurikulum yang ada di sekolah yang disebabkan kurangnya pelatihan dan sosialisasi yang komprehensif, dengan mengikuti pelatihan mandiri merupakan suatu solusi untuk meningkatkan tingkat partisipasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi guru dalam pelatihan mandiri yang diukur dari jumlah sertifikat yang diperoleh dengan persepsi guru terhadap manfaat pelatihan untuk pengembangan kompetensi profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi Rank Spearman. Data diperoleh dari 23 guru di SD Negeri Gebang Raya 2, Kota Tangerang dengan kuesioner dan analisis ordinal terhadap dua variabel, yaitu jumlah sertifikat dan persepsi manfaat penelitian. Hasil penelitian adalah terdapat korelasi positif yang signifikan (ρ =0,578; p=0,004) antara jumlah pelatihan yang diikuti guru dan persepsi manfaat pelatihan. Terdapat ketimpangan yang menonjol pada guru PJOK mengenai persepsi manfaat pelatihan yang tinggi tetapi perolehan sertifikat rendah yang mengindikasikan keterbatasan akses dan relevansi pelatihan. Kesimpulan adalah pengembangan akses dan penyesuaian topik pelatihan terutama pada guru yang tingkat partisipasinya masih kurang sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan
DOI Komunikasi Pariwisata antara Pemerintah, Pengelola dan Masyarakat dalam Mengembangkan Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Bengkulu Selatan
The development of local wisdom-based tourism in South Bengkulu through the Ayiak Manna Cultural Festival is still incomplete due to the lack of cooperation between the government, managers and the community. The research uses the Pentahelix model using qualitative descriptive methods based on observation, documentation and interviews. Academics were less involved in planning, the industrial sector did not collaborate enough with government, the arts community received limited guidance, and the media carried out limited promotion. Therefore, academics support research-based policies, industry promotes culture through innovations such as Sekundang batik, arts groups will preserve traditions, the government organizes festivals and the media increases visibility. Better collaboration is needed to support local cultural preservation and economic development. Further research is recommended using quantitative methods to measure the effectiveness of the Pentahelix model.Pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Bengkulu Selatan melalui Festival Budaya Ayiak Manna masih belum tuntas karena kurangnya kerjasama antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat. Penelitian menggunakan model Pentahelix dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan observasi, dokumentasi dan wawancara. Akademisi kurang terlibat dalam perencanaan, sektor industri tidak cukup berkolaborasi dengan pemerintah, komunitas seni menerima arahan yang terbatas, dan media hanya melakukan promosi terbatas. Oleh karena itu, akademisi mendukung kebijakan berbasis penelitian, industri mempromosikan budaya melalui inovasi seperti batik Sekundang, kelompok seni akan melestarikan tradisi, pemerintah menyelenggarakan festival dan media meningkatkan visibilitas. Diperlukan kolaborasi yang lebih baik untuk mendukung pelestarian budaya lokal dan pembangunan ekonomi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur efektivitas model Pentahelix
KECERNAAN IN VITRO DAUN KELOR YANG DIFERMENTASI TRICHODERMA KONINGIOPSIS AA1
Moringa oleifera leaves, which are rich in protein, vitamins, and minerals, have the potential to be an alternative feed for livestock. However, moringa leaves contain anti-nutrients such as tannins, saponins, and oxalates that can inhibit the digestion process. To overcome this problem, fermentation using Trichoderma koningiopsis AA1 can be a solution. This study aims to evaluate the in vitro digestibility of moringa leaves fermented with Trichoderma koningiopsis AA1. This study used an experiment designed using a Completely Randomized Design (CRD). The experiment conducted in this study was the fermentation of moringa leaf flour with a fermentation time treatment of 0 days (P0) and 6 days (P1). Each treatment was repeated 3 times. The variables observed included dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), and crude protein digestibility (CPD). The results showed that fermentation of moringa leaves for 6 days with Trichoderma koningiopsis AA1 can significantly reduce DMD and OMD. Meanwhile, fermentation of moringa leaves can significantly increase CPD
EFEKTIVITAS INOKULASI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA HIJAUAN PAKAN Cichorium intybus L DENGAN DOSIS DAN FREKUENSI PENYIRAMAN YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi mikoriza arbuskula pada stress kekeringan terhadap pertumbuhan, produktivitas dan efektivitas inokulasi FMA pada hijauan pakan Cichorium intybus L.. Penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama: Dosis inokulasi spora FMA terdiri dari 4 taraf yaitu D0: tanpa mikoriza; D1: 100 spora/ tanaman/ polybag; D2: 200 spora/ tanaman/ polybag; D3: 300 spora/ tanaman/ polybag. Faktor kedua: waktu penyiraman terdiri dari 2 taraf yaitu A1: 1 minggu; A2: 2 minggu, dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur pertumbuhan tanaman (jumlah daun, lebar daun dan panjang tanaman), produktivitas (biomassa segar tajuk) dan efektivitas inokulasi FMA. Data yang diperoleh dianalisis variansi menurut rancangan acak lengkap pola faktorial, bila terdapat perbedaan dilakukan uji Duncan’s new Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), biomassa (g), dan efektifitas inokulasi FMA (%). Dosis inokulasi tidak menunjukan perbedaan yang nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah inokulasi FMA memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, lebar daun, pajang tanaman chikori, serta meningkatkan biomassa segar dan efektivitas inokulasi meskipun pada kondisi ketersediaan air yang terbatas. Perlakuan D2 memberikan hasil terbaik. Secara dosis pemakaian perlakuan D1 lebih menguntungkan dan efisien dari segi penggunaannya
EVALUASI PRODUKTIVITAS SAPI POTONG YANG DI IB BERDASARKAN NILAI SERVICE PER CONCEPTION DAN CONCEPTION RATE
One of the technologies commonly used in beef cattle breeding is artificial insemination technology. Efforts have been made to increase the population and improve the genetics of Bali cattle in Barru Regency, including the application of artificial insemination technology. The success of the artificial insemination program in Barru Regency requires objective and systematic evaluation to determine its level of achievement. Common methods used to measure the artificial insemination success rate are to examine the Service pers Conception (S/C) and Conception Rate (CR) values. The material used in this study came from farmers who raised Bali cattle and whose cattle had been inseminated by an inseminator. The method used is a survey method by collecting primary and secondary data. Primary data were obtained from interviews and questionnaires completed by farmers who participated in the artificial insemination program, as well as through direct observation by observing the condition of livestock that had been artificial insemination accompanied by inseminating agents. The data obtained were tabulated and discussed descriptively. The results of the study showed that the success rate of artificial insemination of c in Barru Regency was classified as good based on the conception rate (CR) value with a percentage of 67.09% and the service per conception (S/C) with a value of 1.43. The success rate of artificial insemination in Barru Regency is influenced by farmers\u27 openness to adopting technology in the livestock sector and the availability of skilled inseminators active in implementing artificial insemination
MANAJEMEN KEUANGAN UMKM: LOVE OF MONEY, FINANCIAL SELF-EFFICACY, DAN FINANCIAL TECHNOLOGY PAYMENT
Penelitian ini ditujukan dalam rangka menyelidiki pengaruh Love of Money, Financial Self-Efficacy, dan Financial Technology Payment terhadap manajemen keuangan UMKM di Madura. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun sering menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan akibat keterbatasan pengetahuan finansial. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM di Kabupaten Pamekasan.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa secara parsial, ketiga variabel independen tersebut memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan UMKM. Secara simultan, kombinasi Love of Money, Financial Self-Efficacy, dan Financial Technology Payment juga memberi pengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Studi ini menunjukkan, peningkatan orientasi terhadap uang, kepercayaan diri dalam mengelola keuangan, serta pemanfaatan teknologi pembayaran dapat memperbaiki praktik manajemen keuangan di kalangan UMKM Madura. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain hanya dilakukan di satu kabupaten sehingga tidak mewakili seluruh wilayah Madura, serta adanya beberapa item kuesioner yang kurang dipahami oleh responden. untuk itu, disarankan agar penelitian dilakukan lebih lanjut dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan penyusunan kuesioner yang lebih jelas