Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
    2054 research outputs found

    TANTANGAN MANAJEMEN RISIKO BENCANA DI RUMAH SAKIT AMAN BENCANA (RSAB)

    Get PDF
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui tantangan manajemen risiko bencana di Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB). Hasil studi menyatakan bahwa Manajemen Risiko Bencana adalah rangkaian tindakan yang meliputi perencanaan dan penanganan bencana sebelum, selama, dan setelah terjadinya bencana. Dalam implementasi manajemen risiko bencana, Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) menghadapi beragam tantangan. Pertama, RSAB harus mengatasi tantangan dalam penanganan bencana terhadap penyandang disabilitas. Hal ini mencakup aspek seperti aksesibilitas fisik, penyediaan peralatan medis khusus, pelatihan staf, dan komunikasi efektif. RSAB juga perlu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti handrails, guiding block, dan sistem peringatan dini untuk memastikan keselamatan dan pelayanan yang optimal bagi penyandang disabilitas. Kedua, RSAB juga dihadapkan pada tantangan dalam pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, termasuk masalah pembiayaan, aspek teknis, dan ketersediaan sumber daya. Ketiga, RSAB dihadapkan oleh tantangan implementasi Hospital Disaster Plan (HDP) dan standarisasi RSAB, hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, dan perubahan kondisi lingkungan yang tidak terduga. Keempat, tantangan dalam pembentukan klaster kesehatan dan penyusunan pedoman RSAB dimana sangat memerlukan koordinasi efektif antar berbagai pihak serta penanganan perbedaan kebutuhan dan kapasitas setiap rumah sakit. Kelima, tantangan yang dihadapi adalah RSAB harus memiliki ketersediaan sarana dan prasarana, seperti bangunan tahan bencana, sistem pemadam kebakaran, jalur evakuasi yang jelas, peralatan medis darurat, sistem peringatan dini, dan pasokan air dan listrik cadangan

    PEMULIHAN PERMUKAAN STRUKTUR ELEKTRIK GO TERHADAP MOLEKUL OKSIDA MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS)

    Get PDF
    Reduksi ramah lingkungan untuk mendapatkan lembaran graphene oxide yang direduksi (RGO) secara efisien menggunakan bahan organik. Bioinspirasi pengurangan stres oksidatif permukaan graphene oxide, direduksi menggunakan ekstrak daun Sauropus androgynus (SA) Leaf (daun Katuk). Zat pereduksi biorenewable yang mengandung molekul anti oksidan alami sehingga RGO yang disiapkan menjadi lebih energik. Karakterisasi graphene oxide yang disintesis dianalisis dengan menggunakan studi spektroskopi FT-IR, UV-vis dan Analisa DFT. Aplikasi reduksi dari GO yang tak jenuh disiapkan, menggunakan media berair. Terbukti dari data FT-IR, menunjukkan efisiensi pengurangan maksimum sekitar 83,3%. Lembaran oksida graphene tereduksi sebagian diperoleh menggunakan ekstrak SA 200 ml dan GO sebanyak 5 mg. Analisa Density Functional Theory (DFT) menunjukkan suatu tanda dapat meningkatkan kepadatan arus dan penurunan resistansi transfer muatan untuk sampel RGO-SA200. Area permukaan yang ditingkatkan berhubungan dengan phi - phi interaksi dan tarikan elektrostatis yang kuat berkorelasi dengan kemampuan menarik molekul dengan parsial dipol positif yang kuat seperti air. Strategi tersebut berhasil mendapatkan graphene yang selanjutnya dapat diaplikasikan.Environmentally friendly reduction to efficiently obtain reduced graphene oxide (RGO) sheets using organic materials. Bioinspired surface oxidative stress reduction of graphene oxide, reduced using Sauropus androgynus (SA) Leaf leaf extract. Biorenewable reducing substances that contain natural anti-oxidant molecules so that the prepared RGO becomes more energetic. The characterization of the synthesized graphene oxide was analyzed using FT-IR, UV-vis spectroscopy studies and DFT analysis. A reduction application of unsaturated GO is prepared, using aqueous media. It is evident from the FT-IR data, it shows a maximum reduction efficiency of around 83.3%. Partially reduced graphene oxide sheets were obtained using 200 ml of SA extract and 5 mg of GO. Density Functional Theory (DFT) analysis showed a sign that could increase current density and decrease charge transfer resistance for the RGO-SA200 sample. The enhanced surface area is associated with phi-phi interactions and strong electrostatic attraction correlated with the ability to attract molecules with strong positive dipole partials such as water. The strategy succeeded in obtaining graphene which can then be applied

    AGRARIAN REFORM: LEGAL CHALLENGES IN TRANSMIGRATION LAND LEGALIZATION

    Get PDF
    This research examines various challenges related to the legalization and redistribution of transmigration land, using a normative juridical approach and secondary data. The research results show that the transmigration program, although based on strong laws and continuously being updated, only succeeded in achieving 23.14% of the set land area target, namely 138,834.72 hectares from the target of 0.6 million hectares. Several problems hinder this process, such as transfers and sales, illegal transfers, disputes with the business world, disputes between government agencies, overlapping claims on forest areas, and a lack of accurate legal and spatial data. This complexity causes legal uncertainty regarding transmigration land, thereby creating obstacles to land ownership. To overcome this problem, a multi-faceted strategy is needed that includes establishing a clearer legal framework, investing in infrastructure to speed up land registration, strengthening cooperation between institutions, increasing transparency in land administration, and increasing public awareness through education and empowerment. These strategic steps are important to ensure legal certainty, protect the rights of transmigrants, and support broader goals, namely fair land distribution and regional development.Penelitian ini mengkaji berbagai tantangan terkait legalisasi dan redistribusi tanah transmigrasi, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program transmigrasi meskipun didasarkan pada undang-undang yang kuat dan terus diperbarui, hanya berhasil mencapai 23,14% dari target luas lahan yang ditetapkan, yakni 138.834,72 hektar dari target 0,6 juta hektar. Beberapa permasalahan yang menghambat proses ini, seperti peralihan dan penjualan, peralihan di bawah tangan, sengketa dengan dunia usaha, perselisihan antar instansi pemerintah, klaim atas kawasan hutan yang tumpang tindih, dan kurangnya data hukum dan spasial yang akurat. Kompleksitas ini menyebabkan ketidakpastian hukum mengenai tanah transmigrasi, sehingga menciptakan hambatan terhadap kepemilikan hak atas tanah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi multi-aspek yang mencakup penyusunan kerangka hukum yang lebih jelas, investasi dalam infrastruktur untuk mempercepat pendaftaran tanah, penguatan kerja sama antar lembaga, peningkatan transparansi dalam administrasi tanah, serta peningkatan kesadaran publik melalui pendidikan dan pemberdayaan. Langkah-langkah strategis ini penting untuk memastikan kepastian hukum, melindungi hak-hak transmigran, dan mendukung tujuan yang lebih luas, yaitu distribusi tanah yang adil dan pembangunan daerah

    INTEGRASI KONTRAK TERAPEUTIK DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM LAYANAN MEDIS

    Get PDF
    The legal relationship between doctors and patients in medical practice is not merely ethical in nature but also establishes a contractual bond known as a therapeutic contract. Within the framework of civil law, this contract fulfills the elements of an agreement as regulated in Articles 1313 and 1320 of the Indonesian Civil Code. Patients, as recipients of medical services, can be classified as consumers as defined under Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection (UUPK). This study aims to analyze the construction of therapeutic contracts as service agreements in civil law, examine the legal status of patients as consumers, and formulate a model for strengthening legal protection for patients in healthcare services. The research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case study approaches. The findings indicate that although therapeutic contracts are valid under civil law, in practice they still generate imbalances in the doctor–patient relationship, particularly in terms of information and medical decision-making. This research proposes an integrative model of legal protection through written medical contracts, harmonization of regulations between the Health Law and UUPK, expansion of the authority of the Consumer Dispute Settlement Body (BPSK), and enhancement of patients’ legal literacy. This model is expected to foster a more balanced and just legal relationship in healthcare services.Hubungan hukum antara dokter dan pasien dalam praktik pelayanan medis tidak hanya bersifat etik, tetapi juga membentuk hubungan kontraktual yang dikenal sebagai kontrak terapeutik. Dalam kerangka hukum perdata, kontrak ini memenuhi unsur-unsur perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1313 dan 1320 KUH Perdata. Pasien sebagai penerima jasa medis dapat dikualifikasikan sebagai konsumen sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kontrak terapeutik sebagai bentuk perjanjian jasa dalam hukum perdata, serta mengkaji kedudukan hukum pasien sebagai konsumen, serta merumuskan model penguatan perlindungan hukum pasien dalam layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kontrak terapeutik sah menurut hukum perdata, dalam praktiknya masih menimbulkan ketimpangan relasi antara dokter dan pasien, terutama dalam aspek informasi dan pengambilan keputusan medis. Penelitian ini menawarkan model penguatan perlindungan hukum yang integratif melalui kontrak medis tertulis, harmonisasi regulasi antara UU Kesehatan dan UUPK, perluasan kewenangan BPSK, serta peningkatan literasi hukum pasien. Model tersebut diharapkan menciptakan hubungan hukum yang lebih seimbang dan adil dalam pelayanan kesehatan

    PERLINDUNGAN HUKUM HAK ULAYAT MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA PERSPEKTIF PERBANDINGAN DENGAN NEGARA LAIN

    Get PDF
    Abstract This research comprehensively analyzes the legal protection of Indigenous Communal Land Rights (Hak Ulayat) in Indonesia and compares it with implementation mechanisms in Malaysia and Australia. The primary goal is to formulate an ideal institutional model for protecting Hak Ulayat in Indonesia, drawing upon best practices from Australia. The approach used is normative juridical, primarily employing comparative legal analysis and statutory review. The findings indicate that while Indonesia formally recognizes Hak Ulayat (UUD 1945 and UUPA 1960), practical protection is hampered by overlapping regulations, conflicts of interest (state-corporate), and administrative weaknesses. Comparatively, Malaysia grants formal legal status (Native Customary Rights/NCR) but maintains dominant state control. In contrast, Australia, through the Native Title Act 1993, offers a system that is more structured, participatory, and provides stronger legal certainty. The conclusion asserts that Indonesia urgently requires regulatory and institutional reform. The ideal institutional model, achievable through comparative learning, must involve an independent body that synergizes with the formal institution (BPN) to ensure more effective, just, and transparent protection of Indigenous Communal Land Rights.Abtsrak Penelitian ini menganalisis secara komprehensif perlindungan hukum Hak Ulayat masyarakat adat di Indonesia dan membandingkannya dengan mekanisme implementasi di Malaysia dan Australia. Tujuan utamanya adalah merumuskan model kelembagaan ideal bagi perlindungan Hak Ulayat di Indonesia, dengan mengambil praktik terbaik dari Australia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode utama analisis hukum perbandingan dan tinjauan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengakui Hak Ulayat secara formal (UUD 1945 dan UUPA 1960), perlindungan praktis terhambat oleh tumpang tindih regulasi, konflik kepentingan (negara-perusahaan), dan kelemahan administratif. Secara komparatif, Malaysia memberikan status hukum formal (Hak Adat Asli/NCR) namun kontrol negara tetap dominan. Sebaliknya, Australia melalui Native Title Act 1993 menawarkan sistem yang lebih terstruktur, partisipatif, dan memiliki kepastian hukum yang lebih kuat. Kesimpulan menegaskan bahwa Indonesia sangat membutuhkan reformasi regulasi dan kerangka kelembagaan yang diperkuat. Model kelembagaan yang ideal, yang dapat dicapai melalui pembelajaran komparatif, harus melibatkan lembaga independen yang sinergis dengan lembaga formal (BPN) untuk menjamin perlindungan Hak Ulayat yang lebih efektif, adil, dan transparan

    Optimalisasi Peran Library dalam Mendukung Program Musik TV pada MNC Channel

    Get PDF
    This study investigates the Library Division\u27s role in supporting MNC Channels\u27 TV Music programs and the challenges encountered. Employing a descriptive qualitative method, with data from interviews, observation, and literature review, the research reveals the Library\u27s crucial function in providing content for smooth production. Its responsibilities include managing, classifying, and updating digital catalog data, alongside supplying relevant, quality material. However, the division faces significant hurdles: limited human resources, technical issues with digitalization and storage, suboptimal communication with production teams, and cataloging/legality challenges. Production deadlines, insufficient staff training, and budget constraints also impede effectiveness. The study concludes that optimizing the Library\u27s role is vital for production efficiency and broadcast quality, necessitating improvements in internal competence, technology infrastructure, metadata systems, and coordination with production teams.Penelitian ini mengkaji peran Divisi Library dalam mendukung program Musik TV di MNC Channels dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan metode kualitatif deskriptif berupa data dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini menemukan bahwa Library sangat penting dalam menyediakan materi konten untuk kelancaran produksi. Tanggung jawabnya meliputi pengelolaan, klasifikasi, dan pembaruan data katalog digital, serta penyediaan materi yang relevan dan berkualitas. Namun, divisi ini menghadapi kendala signifikan: keterbatasan sumber daya manusia, masalah teknis digitalisasi dan penyimpanan, komunikasi yang kurang optimal dengan tim produksi, serta tantangan dalam sistem katalogisasi dan legalitas konten. Tekanan tenggat waktu produksi, kurangnya pelatihan staf, dan keterbatasan anggaran juga menghambat efektivitas. Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran Library krusial untuk efisiensi produksi dan kualitas siaran, memerlukan perbaikan dalam kompetensi internal, infrastruktur teknologi, sistem metadata, dan koordinasi dengan tim produksi

    Analysis of the Factors Affecting the Motivation of Indonesian Migrant Workers to Work Abroad: (A Study on Prospective Migrant Workers at PT Indonaker Mandiri)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja ke luar negeri. Penelitian dilakukan di PT Indonaker Mandiri dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan, dan dokumentasi dengan Teknik memilik informan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi calon TKI tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh kebutuhan akan pengembangan diri, pengakuan profesional, serta harapan akan perubahan hidup yang lebih baik. Kelima indikator tersebut saling berkaitan dan memperkuat dorongan internal maupun eksternal dalam memutuskan bekerja ke luar negeri.This study aims to analyze the factors influencing the motivation of prospective Indonesian Migrant Workers (TKI) to work abroad. The study was conducted at PT Indonaker Mandiri using a descriptive qualitative approach and data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The data were collected using purposive sampling techniques. The results indicate that the motivation of prospective TKI is influenced not only by economic factors, but also by the need for self-development, professional recognition, and the hope for a better life. These five indicators are interrelated and strengthen both internal and external motivations in deciding to work abroad

    ANALISIS PENGARUH LOYALTY, PERSEPSI HARGA DAN TRUST TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

    Get PDF
    This research aims to determine the influence of loyalty, price pereception and consumer trust on purchasing decisions. This research was conducted by analyzing loyalty, price pereception, and trust variables on consumer purchasing decisions at Kedai Ndalung. Sampling was carried out using a non-probability sampling technique with a total of 40 respondents. The analytical tool in this research uses multiple linear regression analysis based on SPSS 21. The results of this research conclude that the variables loyalty(X1), price pereception(X2), and trust(X3) simultaneously have a significant effect on consumer purchasing decisions (Y).  Partially from the results of this research, it can be concluded that the loyalty(X1), and trust (X3) has a positive and significant effect on consumers\u27 purchasing decisions (Y), while the variables price pereception (X2) have a positive and insignificant effect on consumers\u27 purchasing decisions (Y)

    Penerapan Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Edukasi dan Teknologi di Desa Ngadipuro Kabupaten Blitar

    Get PDF
    Desa Ngadipuro memiliki potensi wisata yang signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan, namun masyarakat dalam mengelola pariwisata masih kurang optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Konsep dengan sentuhan edukasi dan teknologi yang diterapkan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta masyarakat desa, mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam setiap pengelolaan wisata mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas wisata. Penerapan strategi pengembangan di Desa Wisata Ngadipuro dalam menerpakan pelatihan dan pendampingan dalam mengelola desa wisata telah memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka terhadap pengembangan wisata yang ada. Dengan memberi mereka sentuhan edukasi dan teknologi, memudahkan mereka dalam proses pengembangan destinasi wisata yang ada dan memperbanyak jaringan promosi yang efektif. Meski terdapat beberapa hambatan seperti, keterbatas keterampilan dan SDM, akses modal dan promosi yang kurang, dan pengelolaan sampah yang kurang memadai. Untuk mengatasi hambatan ini, dibutuhkan penerapan strategi pengembangan desa wisata secara berkelanjutan. Dengan menerapkan strategi tersebut, potensi Desa Wisata Ngadipuro dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat berupa ekonomi dan sosial, serta menjaga kelestarian lingkungan bagi mayarakat Desa Ngadipuro

    PENGARUH BERBAGAI KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

    No full text
    Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultural yang memiliki nilai komersial yang cukup baik. Namun budidaya yang kurang baik dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan menyebabkan kendala dalam produksi dan kesehatan. Penggunaan pupuk NPK menjadi solusi dan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran. Perakaran selada yang pendek menyebabkan selada membutuhkan media tanam dengan struktur gembur agar perkembangan akar baik dan dapat menembus tanah dengan mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dan dosis pupuk NPK, serta interaksi antara berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dengan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pekarangan Rumah desa Dilem kecamatan Kepanjen kabupaten Malang mulai bulan Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan medote faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu. Faktor pertama (K) adalah kombinasi media tanam yang terdiri dari 3 kombinasi (Tanah + cocopeat  (K1), Tanah + pupuk kandang kambing (K2), dan Tanah  + arang sekam padi (K3)). Faktor kedua ialah konsentrasi pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf (terdiri atas 4 taraf yaitu N0 : tanpa pemberian pupuk NPK 16:16:16 (kontrol), N1 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 200 kg/ha setara 1 g/polybag, N2 : pemberian pupuk NPK  16:16:16 dengan dosis 300 kg/ha setara 1,5 g/ polibag dan N3 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 400 kg/ha setara 2 g/ polibag). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% jika ketiga perlakuan berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan (P) berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang , dan berat segar konsumsi. Pada hasil penelitian ini juga melihat perlakuan (N) berepengaruh nyata terhadap semua variabel. dan interaksi (KxN) berepengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik diperoleh pada K1N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan cocopeat (K1) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) untuk tinggi tanaman sedangkan untuk  jumlah daun, diameter batang dan bobot segar konsumsi interaksi perlakuan terbaik nya pada K2N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan Pupuk kandang (K2) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) yaitu dengan rata-rata berat konsumsi pertanaman 93,67gram

    1,646

    full texts

    2,054

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇