E-Jurnal Unimor (Universitas Timor)
Not a member yet
2029 research outputs found
Sort by
PEMBERIAN ANTISEPTIK PHMB (POLYHEXAMTHYLENE BIGUANIDE) DENGAN RESIKO INFEKSI PADA PENDERITA ULKUS DIABETES MELLITUS
Background: Diabetic foot ulcers are a serious complication of Diabetes Mellitus (DM) that carry a high risk of infection Chronic hyperglycemia impairs the immune system, making wound healing slow and increasing susceptibility to microbial invasion An effective wound care strategy is essential to reduce the risk of complications One of the innovations used in wound treatment is the application of Polyhexamethylene Biguanide (PHMB), an antiseptic agent with strong antimicrobial properties that promotes tissue regeneration and infection control
Objective: To evaluate the effectiveness of PHMB application in reducing infection risk and enhancing wound healing in patients with diabetic foot ulcers.
Method: Case studies using a nursing care approach using descriptive methods include assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and documentation. Data were collected through participatory observation, interviews, literature studies, and supporting examinations of patients with diabetic ulcers.
Results: The use of dressings containing PHMB has been proven to reduce the amount of exudate, accelerate the process of tissue granulation, reduce pain, and significantly reduce the area of the wound. After 2 treatments, the results of the wound assessment by Bettes Jensen showed a decrease from 32 to 30.
Conclusion: Providing PHMB antiseptic is a diabetic ulcer treatment, can prevent the risk of infection, and accelerate the granulation process of new tissu
THE INFLUENCE OF COMPETENCE AND WORK ETHIC ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI MEKAR BRANCH PADANG
Population in this study is PNM Mekar Pekanbaru Branch employees totaling 100 people, The number of samples taken is 71 employees of PT. Madani Mekaar National Capital, Padang Branch as a respondent in this study. the calculated t value for Competence (X1) is 4.858 while the t table value for n = 71 is 1.950. So 4.858 > 1.950, then H0 is rejected and Ha is accepted, it can be stated that Competence (X1) has a significant effect on Employee Performance (Y), the calculated t value for Work Spirit (X2) is 9.758 while the t table value for n = 71 is 1.950. So 9.758 > 1.950, then H0 is rejected and Ha is accepted, it can be stated that Work Spirit (X2) has a significant effect on Employee Performance (Y), From the results of the analysis in the table above, namely the ANOVA test, the F calculated value is 97.976, while F table ( 0.05) for n = 71 is 3.312. So Fcount > from Ftable ( 0.05) or 97.976 > 3.312 with a significant level of 0.000 because 0.000 < 0.05, then it can be said that Competence (X1) and Work Spirit (X2) together have a positive effect on Employee Performance (Y). The R Square (R2) value is 0.742. This shows that 74.2% of Competence (X1) and Work Spirit simultaneously affect Employee Performance (Y) while the remaining 25.8% is influenced by other factors not examined in the study
DOES THE TIMING OF EQUITY ISSUES INFORM CORPORATE POLICY?
This study examines the timing of share issuances to meet corporate capital needs. The study uses specific data from share offering transactions in Indonesia for the period 2000-2020. This study provides an understanding of companies’ motivations for selling their shares, taking into account market timing in the dynamic stock markets of developing countries. The study’s findings have implications for capital market players, particularly potential investors, in understanding the information implied in the share prices offered by issuers at the time of issuance. The analysis reveals that companies offer larger shares when they are overvalued. Companies choose to offer shares when they are overvalued to maximize profits from the sale of their shares to meet their capital needs. Market timing considerations in share issuances are a share issuance policy that leverages investor perceptions in assessing market information. Companies intentionally offer shares when the share price is overvalued to profit from temporary pricing errors. The allocation of profits in these transactions reflects information about the company’s future policies. In general, the proceeds from these share sales are used by companies to increase capital for business development and, to some extent, to reduce corporate debt
THE ROLE OF PROFITABILITY IN MODERATING THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVERAGE AND COMPANY SIZE ON ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
The purpose of this study is to examine the effect of leverage and company size on environmental performance, moderated by profitability. This study used a purposive sampling method, taking samples from raw material sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2023. The sample consisted of 30 companies, yielding 90 secondary data points. The analysis method employed in this research was PLS-SEM, including descriptive statistical analysis and path coefficient analysis, tested using SmartPLS 4.0. The study\u27s results indicate that leverage significantly affects environmental performance, and company size significantly affects environmental performance. However, profitability does not moderate the influence of leverage on environmental performance, nor does it moderate the influence of company size on environmental performance
Efektivitas Isolasi Trichoderma sp. Pada Substrat Tepung Singkong terhadap Jumlah Gula Pereduksi, pH, dan Total Hasil Fermentasi Sebagai Feed Additive Alami untuk Pakan Broiler
Isolasi Trichoderma sp. pada substrat tepung singkong merupakan salah satu inovasi teknologi alami untuk menghasilkan feed additive alami pada pakan broiler sebagai pengganti antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan Trichoderma sp. pada substrat tepung singkong dengan variabel yang diamati yaitu jumlah gula pereduksi, pH, dan total spora yang dihasilkan Trichoderma sp. dalam memfermentasi tepung singkong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor A adalah berat media tepung singkong (100 gram dan 150 gram) dengan Faktor B yaitu persentase Trichoderma sp. (0%, 3%, 5%, 7%). Setiap satuan percobaan diinkubasi selama 21 hari untuk kemudian diamati pengaruh pertumbuhannya terhadap uji hemositometer, pH, dan gula reduksi. Data dianalisis menggunakan Two Way Analysis of Variance (Two Way ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan menggunakan SPSS 2.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan persentase Trichoderma sp. berbeda nyata (P<0,05) dengan hasil perlakuan terbaik pada persentase Trichoderma sp 5%. dari berat total media tepung singkong yang diinkubasi selama 3 minggu dengan kadar gula reduksi 0,39%, nilai pH 4,40 dan jumlah spora optimum yang dihasilkan adalah 6,2 x 109 cfu/g
Analisis Dampak Pembangunan Infrastruktur Publik Terhadap Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sekitar Objek Wisata di Pesisir Barat dalam Perspektif Islam
Penelitian ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana dampak pembangunan infrastruktur terhadap tingkat pendapatan UMKM di Kabupaten Pesisir Barat Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Dampak dari adanya pembangunan infrastruktur bagi UMKM di Kabupaten Pesisir Barat yaitu membuat semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung sehingga dapat meningkatkan produktivitas perekonomian pelaku UMKM, basic UMKM di Kenjera yang dulunya masih tradisional, sekarang sudah lebih modern. Seperti contohnya UMKM di Kenjeran sudah ada yang bisa jual online, relokasi stand jualan para pelaku UMKM yang diarahkan ke stand SIB, sehingga membuat pedagang lebih tertib dan aman saat berjualan serta mudah dijangkau, Adanya pembangunan khusus untuk para pelaku UMKM membuat arus distribusi barang menjadi lebih efektif dan efisien. Pemerintah secara khusus memberikan program pelatihan bagi para pelaku UMKM, sehingga UMKM mampu berinovasi untuk produk daganganya, UMKM di Kabupaten Pesisir Barat di berikan legalitas atau di berikan surat ijin usaha secara gratis. Sehingga mereka di akui oleh Pemerintah Kota
Pengaruh Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan ( 2014-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2014-2023. Varibael independen yaitu kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, dan yang menjadi variabel dependen adalah Pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan bentuk time series yaitu runtun waktu selama 10 tahun yaitu dari tahun 2014-2023. Data yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, dan BI (Bank Indonesia). Analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi), regresi linier berganda dan uji statistic ( uji koefesien determinasi (R2),uji t dan uji F) dengan menggunakan eviews-10 sebagai alat analisis. Hasil koefesien regresi secara parsial (uji t) menunjukan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dari variabel Kemiskinan terhadap variabel Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan. tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan
Analisis Struktur Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Pendekatan Input - Output: Analysis of Economic Structure Based on the Input - Output Approach
Pembangunan berbasis pengembangan wilayah memandang pentingnya keterpaduan sektoral, spasial serta keterpaduan antar pelaku-pelaku pembangunan pada suatu wilayah. Keterpaduan sektoral menuntut adanya keterkaitan fungsional dan sinergis antar sektor-sektor pembangunan, sehingga program-program pembangunan sektoral selalu dilaksanakan dalam kerangka pembangunan wilayah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur ekonomi melalui permintaan antara dan permintaan akhir Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan pendekatan Input Output. Hasil analisis menunjukan bahwa Penelitian ini menemukan bahwa struktur permintaan antara didominasi oleh sektor pertanian yang memberikan kontribusi sebesar 40%. Struktur konsumsi rumah tangga tertinggi berada pada sektor industri dan transportasi, serta jasa pendidikan dan pertania
Strategi Optimalisasi Kawasan Agropolitan Lereng Gunung Slamet Di Kabupaten Purbalingga
Kawasan agropolitan di Lereng Gunung Slamet memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang berkelanjutan dengan sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis. Namun, data menunjukan bahwa adanya penurunan signifikan jumlah pelaku usaha tani dan rumah tangga pertanian dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi optimalisasi kawasan agropolitan Lereng Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Analisis SWOT berbasis data sekunder yang mencakup data terkait potensi lahan, jenis komoditas, tenaga kerja pertanian, dan akses infrastruktur. Hasil analisis menunjukan perlunya sinergi antara kekuatan internal dan peluang eksternal serta upaya untuk mengatasi kelemahan dan ancaman. Strategi pengembangan yang dibutuhkan kawasan agropolitan Lereng Gunung Slamet ini mencakup optimalisasi lahan subur, pemanfaatan teknologi digitalisasi, pengembangan kawasan edukasi agrowisata, memfasilitasi akses permodalan dan pasar digital, meningkatkan partisipasi generasi muda, peningkatan kapasitas pelatihan pertanian, pemanfaatan kapasitas SDM, Penyusunan regulasi perlindungan harga, memperkuat lembaga tani, penyusunan program revitalisasi infrastruktur pertanian, dan pengembangan sistem informasi pertanian terpadu
The SPEAKING DELL HYMES TAYANGAN MEMBONGKAR PERDAGANGAN MANUSIA DALAM PODCAST “CURHAT BANG DENNY SUMARGO”
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan makna wacana perdagangan manusia melalui analisis kritis terhadap komunikasi verbal dalam podcast “Curhat Bang Denny Sumargo”. Dengan menggabungkan model SPEAKING dari Dell Hymes dan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK), penelitian ini menyoroti bagaimana unsur linguistik dan sosiokultural membentuk narasi tentang trauma, ketidakadilan, dan perlawanan dalam media digital. Data diperoleh dari sebuah episode podcast yang menampilkan seorang ibu yang menceritakan pengalaman anaknya yang menjadi korban perdagangan manusia dan dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, transkripsi, dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam model SPEAKING: setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, dan genre mengungkap bagaimana unsur verbal dan nonverbal berkontribusi membangun narasi yang penuh emosi, sadar sosial, dan berpihak secara ideologis. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan kerangka etnografi komunikasi dalam konteks podcast nonfiksi yang emosional wilayah yang jarang disentuh dalam kajian linguistik tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan pembelajarannya dengan menawarkan model analisis wacana autentik dalam konteks digital, sehingga menjembatani teori linguistik dengan realitas sosial kontemporer. Integrasi ini memperkuat literasi kritis dan kesadaran wacana peserta didik, khususnya dalam memahami dinamika kekuasaan dan pembingkaian narasi dalam media modern.
Kata kunci : Model SPEAKING, perdagangan manusia, podcast, analisis wacana kritis
Abstract
This study aims to investigate the structure and meaning of discourse on human trafficking through a critical analysis of verbal communication in the podcast “Curhat Bang Denny Sumargo”. Using Dell Hymes SPEAKING model in combination with Critical Discourse Analysis (CDA), the research focuses on how linguistic and sociocultural elements construct narratives of trauma, injustice, and resistance within digital media. The data were collected from a podcast episode featuring a mother recounting her child’s experience of being trafficked and returned in a body bag. The research applies a descriptive qualitative method, using documentation, transcription, and non-participant observation techniques. Findings show that each element of the SPEAKING model: setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, and genre reveals how verbal and nonverbal cues contribute to constructing a narrative that is emotionally charged, socially conscious, and ideologically positioned. The novelty of this study lies in its application of ethnographic communication frameworks within emotionally intense, non-fictional podcast settings an area often overlooked in traditional linguistic studies. The study contributes to the development of language, literature, and language learning by offering a model for analyzing authentic discourse in digital contexts, thus bridging linguistic theory with contemporary social realities. This integration enhances students’ critical literacy and discourse awareness, especially in understanding power dynamics and narrative framing in modern media.
Keywords : SPEAKING model, human trafficking, podcast, critical discourse analysi