E-Jurnal Unimor (Universitas Timor)
Not a member yet
    2029 research outputs found

    Keanekaragaman Jenis Fauna Di Kawasan Ekosistem Mangrove Pantai Atapupu Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

    No full text
    Keanekaragaman jenis fauna di Indonesia sangat beranekaragam, tetapi kehadiran setiap jenis di setiap wilayah sangat bervariasi berdasarkan ruang dan waktu. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Atapupu Desa Jenilu pada bulan Oktober 2015 dan bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis fauna yang ada di kawasan ekosistem mangrove; mengetahui tingkat keanekaragaman jenis fauna di kawasan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan penempatan plot-plot di sepanjang garis transek. Jumlah garis transek sebanyak empat (4) buah transek dan setiap transek terdapat 5 plot. Pada setiap plot pengamatan dicatat jenis dan jumlah individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 7 jenis fauna yaitu Scylla serrata, Cerithidea sp, Conus textile, Nerita lineata, Nassarius margaritifer, Vexillum curvilliratum dan Periophthalmodom schlosseri. Nilai keanekaragaman dari setiap jenis yaitu Scylla serrata dengan nilai keanekaragaman 1.29, Cerithidea sp dengan nilai keanekaragaman 1.28, Conus textile dengan nilai keanekaragaman 1.26, Nerita lineata dengan nilai keanekaragaman 1.24, Nassarius margaritifer dengan nilai keanekaragaman 1.29, Vexillum curvilliratum dengan nilai keanekaragaman 1.25 dan Periophthalmodom schlosseri dengan nilai keanekaragaman 1.27. ©20167dipublikasikan oleh Bio-Edu

    Peningkatan Hasil Belajar Biologi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas VIII SMP Aurora Kefamenanu

    No full text
    Judul peneltian adalah “Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas VIII SMP Aurora Kefemananu”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan pada semester II di SMP Aurora Kefamenanu tahun ajaran 2015/2016. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Aurora Kefamenanu yang berjumlah 21 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data nilai hasil tes biologi siswa sebagai subjek penelitian. Alat pengumpulan data yang dipakai dalam penelitin ini adalah tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar biologi mengalami peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan melalui presentasi ketuntasan siswa. Maka dari hasil tes yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar biolog

    Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Metode Demonstrasi pada Materi Klasifikasi Tumbuhan kelas VII SMPN Ankiko Kecamatan Miomaffo Tengah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas VII SMPN Ankiko dengan metode demonstrasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN Ankiko yang berjumlah 30 orang siswa. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas yaitu metode demonstrasi, variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. Jenis data yang diperoleh adalah data primer berupa data nilai hasil tes Biologi dari siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I dengan persentase ketuntasan kelas 33,33% meningkat menjadi 80% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VII SMPN Ankiko dapat ditingkatkan dengan metode demonstrasi

    Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Wini Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor penyebab kerusakan terumbu karang dan untuk mengatuhui hasil perbandingan akibat factor manusia dan faktor alam. Manfaat penelitian ini sebagai bahan informasi bagi nelayan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan sebagai informasi bagi pemerintah setempat dalam hal ini instansi terkait tentang kerusakan ekosistem terumbu karang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode jelajah dan metode deskriptif, sedangkan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, kuisioner dan jelajah. Analisa data yang diperoleh dari lokasi penelitian adalah teknik analisa sumber data yakni data kualitatif dan data kuantitatif, data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diteliti ditemukan dua faktor penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang yaitu faktor manusia dan faktor alam Faktor utama penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang di perairan Wini yang diakibatkan oleh faktor manusia yaitu masyarakat mengeksploitasi terumbu karang untuk dijadikkan sebagai bahan baku kapur, kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan olehfaktor alam yaitu terjadi hempasan ombak dan jumlah presentasi kerusakan akibat faktor alam dan faktor manusia yang lebih mendominasi adalah faktor mannusia dengan jumlah prosentase 12 atau 75%

    Inventarisasi Serangga Predator Hama Padi Pada Areal Pertanian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah

    No full text
    Kerusakan akibat serangan serangga hama telah seringkali dialami oleh para petani di Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah. Salah satu contoh tanaman pertanian yang mengalami kerusakan adalah tanaman padi yang di serang oleh hama putih, ulat penggerek, hama wereng coklat, wereng hijau, dan walang sangit. Upaya pengendalian yang dilakukan adalah dengan menggunakan serangga predator hama. Namun, sebelum melakukan upaya pengendalian , hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah mempelajari morfologi dan biologi serangga-serangga yang berperan sebagai hama pada tanaman pertanian. Data yang lengkap tentang inventarisasi serangga predator hama padi pada areal pertanian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah belum dilaporkan secara lengkap.. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa sajakah jenis- jenis serangga predator yang terdapat di areal persawahan padi. Metode yang di gunakan adalah metode jelajah dengan teknik observasi dalam pengamatan dan pengambilan sampel. Identifikasi jenis- jenis serangga predator yang terdapat di areal persawahan padi menggunakan kunci determinasi dari buku sumber Kanisius 1991. Selain itu dengan cara mencocokkan dengan gambar- gambar dan ciri- ciri yang ada dalam buku pedoman dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah ditemukan tujuh (7) jenis serangga predator. Jenis serangga predator ini sebagai serangga yang dapat mengurangi populasi hama padi. Ke tujuh (7) jenis serangga predator tersebut antara lain adalah : capung abdomen bengkak (Paragomphus lineatus Male.), Capung bermata besar (Orthetrum Sabina D.), Capung peluncur (Pantala flavescens L.), Capung jarum (Schnura senegalensis Rambur.), Kumbang kubah (Menochilus sexmaculatus L.), Jangkrik (Gryllus assimilis sp.), Belalang sembah (Mantis religiosa L.)

    Analisis Struktur Komposisi Vegetasi Tingkat Pohon di Hutan Lindung Oehala Kelurahan Karangsiri Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis – jenis vegetasi tingkat pohon yang terdapat dihutan lindung Oehala, dan untuk mengetahui implementasi hasil dari struktur komposisi vegetasi tingkat pohon dihutan lindung Oehala, Kelurahan Karangsiri, Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan. Manfaat penelitian ini adalah sebagai data informasi tentang struktur dan komposisi vegetasi tingkat pohon dihutan lindung Oehala dan sebagai bahan pengetahuan praktis mengenai ekologi khususnya ekologi hutan yang terdapat dihutan lindung Oehala, kelurahan Karangsiri, kecamatan kota Soe kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat dengan menempatkan plot – plot disepanjang garis transek. teknik pengumpulan data yaitu pada setiap plot dicatat jenis, jumlah individu setiap jenis dan mengukur diameter batang tiap – tiap pohon. Untuk mengetahui struktur komunitas teknik analisis data dilakukan dengan cara menghitung kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting (INP). Berdasarkan hasil penelitian struktur komposisi tingkat pohon dihutan lindung Oehala, kelurahan Karangsiri, kecamatan kota Soe, kabupaten Timor Tengan Selatan terdapat satu spesies yaitu jenis Eucalyptus Urophylla terdiri dari 228 individu, jenis Syzgium Aquaeum terdapat 10 individu, Mangifera Indica L terdapat 7 individu , dan jenis Swietenia Mahagoni L terdapat 24 individu. Struktur vegetasi hutan lindung Oehala kelurahan Karangsiri, kecamatan kota Soe, kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki nilai kerapatan relatif pada tingkat pohon didominansi oleh Eucalyptus Urophylla yaitu 85,07%, Swietenia Mahagoni L 8,96%, Syzgium Aquaeum 3,36%, dan Mangifera Indica L 2,61%. Dengan total INP tingkat pohon didominansi oleh Eucalyptus Urophylla 392,20%, Mangifera Indica L 34,40%, Swietenia Mahagoni L 24,47%, Syzgium Aquaeum 23,85

    Isolasi dan Uji Biokimia Bakteri Selulolitik Asal Saluran Pencernaan Rayap Pekerja (Macrotermes spp.)

    No full text
    Di alam, rayap sangat berguna mengubah kayu mati dan bahan organik lainnya yang mengandung selulosa untuk dijadikan humus. Rayap mampu mendegradasi selulosa karena pada saluran pencernaannya terdapat mikroorganisme simbion seperti bakteri dan protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis dengan rayap, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi, fisiologi dan biokimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Rayap yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rayap pekerja (Macrotermes spp.) yang diambil dari tanah. Isolasi dilakukan melalui dua cara yaitu tusuk dan gerus. Isolat tunggal yang diperoleh kemudian diinokulasikan pada media agar miring TSA untuk dilakukan uji fisiologis berupa uji indol, MR-VP, simmon sitrat, urease, fermentasi. Hasil isolasi diperoleh satu isolat dengan ciri koloni berwarna putih dengan bintik hitam di tengah, berbentuk sirkular dengan tepi periferal, tepi luar koloni undulate bergelombang dengan elevasi cembung . Hasil uji bioki

    Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum MiII )

    No full text
    Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2015 di Kelurahan Sasi, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik pada pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan., Po : Kontrol, P1 : Pupuk Organik 10 gram/ liter air, P2:15 gram/liter air, P3:20 gram/liter air. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dimana dari hasil analisis menunjukkan bahwa setiap waktu pengamatan 28 HST dan 42 HST memberikan pertumbuhan tanaman tomat yang paling baik dan berbeda nyata dengan dosis lain. Sedangkan pemberian pupuk organik dengan dosis 10 gram/liter air tidak pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mil

    Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi di Hutan Jati Desa Naikasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu

    No full text
    Penelitian ini bertujuna mengetahui jenis-jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi dan implementasi hasil penelitian tentang analisis struktur dan komposisi vegetasi di hutan jati Desa Naikasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau transek dengan menentukan plot-plot pengamatan disepanjang garis transek. Pada setiap transek digunakan plot-plot pengamatan dengan ukuran 20m x 20m untuk vegetasi tingkat pohon, 10m x 10m untuk vegetasi tingkat tiang, 5m x 5m untuk vegetasi tingkat pancang dan 2m x 2m untuk vegetasi tingkat anakan. Teknik pengumpulan data yaitu mencatat semua jenis tumbuhan yang terdapat pada tiap plot, menghitung individu tiap jenis dan mengukur diameter batang. Untuk mengetahui jenis–jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi, maka teknik analisis data dilakukan dengan cara menghitung kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting. Hasil penelitian dan analisa data ini menunjukan bahwa di hutan jati ditemukan 3 jenis tumbuhan dengan jumlah yang berbeda pada semua tegakan. Pada vegetasi tingkat pohon ditemukan 147 individu, vegetasi tingkat tiang sebanyak 46 individu, vegetasi tingkat pancang sebanyak 27 individu, dan vegetasi tingkat anakan sebanyak 16 individu. Komposisi jenis untuk vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 237,55%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 12,27%. Vegetasi tingkat tiang didominasi oleh jenis Tectona grandis,L dengan jumlah INP sebesar 215,13%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 7,23%. Vegetasi tingkat pancang didominasi oleh jenis Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 179,20%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 34,76%. Dan untuk vegetasi tingkat anakan didominasi oleh jenis tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 124,04%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 13,94%

    0

    full texts

    2,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Unimor (Universitas Timor)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇