Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
PENGARUH ALAT KOMUNIKASI HAND PHONE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 TOMONI
Penelitian ini adalah penelitian Expost-Facto yang bersipat korasional. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh alat komunikasi hand phone terhadap hasil belajar matematika pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tomoni. Populasi dalam penelitian ini adalah Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tomoni pada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling yakni dipilih sebanyak 40 orang dari sejumlah siswa yang ada pada sejumlah kelas tersebut. Untuk mengolah data hasil penelitian digunakan statistik deskriptif dan teknik statistik inferensial. Statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan karakteristik responden secara tunggal, dengan menggunakan rata-rata, standar deviasi, persentase, modus dan median. Sedangkan statistik inferensial yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskriptif prestasi belajar matematika berkisar antara 65,00 sampai 85,00, dengan median 76,00, modus 65,00, rata-rata 75,06, serta standar deviasi 6,18. Hasil statistik inferensial dengan model regresi menunjukkan bahwa Fhit = 0,226 dengan nilai P = 0,638. hal ini menunjukkan bahwa Ho di tolak H1 diterimah pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan keputusan ini bahwa sarana transportasi mempunyai pengaruh positif terhadap pretasi belajar matematika Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Tomoni tahun ajaran 2015/2016. Dimana koefesien korelasinya R=0,089 yang berarti 89% dan koefesien determinasi R2 = 0,008 yang berarti 0,8%
EFEKTIFITAS LIMBAH PADAT DAN CAIR KELAPA SAWIT SERTA AMPAS SAGU TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, bentuk dan kandungan serta pertumbuhan pemberian Limbah padat dan cair Kelapa sawit serta ampas sagu terhadap tanaman bawang merah. Percobaan ini di laksanakan di Kelurahan To, Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Berlangsung pada bulan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dari 7 perlakuan 3 ulangan, P0 = Kontrol, P1 = KS1 = 100 gr + KS2 = 100 ml dan ASC = 100 gr, P2 = KS1 = 200 gr + KS2 = 200 ml dan ASC = 200 gr, P3 = KS1 = 300 gr + KS2 = 300 ml dan ASC = 300 gr, P4 =
KS1 = 400 gr + KS2 = 400 ml dan ASC = 400 gr, P5 = KS1 = 500 gr + KS2 = 500 ml dan ASC =
500 gr, P6 = KS1 = 600 gr + KS2 = 600 ml dan ASC = 600 gr. Hasil menunjukkan bahwa pemberian Limbah padat, cair Kelapa sawit dan ampas sagu terhadap tanaman bawang merah pada aspek tinggi tanaman terdapat pada P1 dengan nilai tertinggi 3 kali pengamatan yakni 58,04 cm. Demikian juga jumlah anakan untuk P1 dengan nilai tertinggi 14,5. Pemberian limbah tersebut besar akan memberikan pertumbuhan lebih baik terhadap aspek agronominya termasuk tinggi tanaman dan jumlah anakannya jika faktor iklim mendukung terutama pada musim hujan.
Kata kunci : limbah padat dan cair, kelapa sawit, ampas sagu dan bawang mera
Analysis of Mathematics Teacher Problem in Learning Implementation Senior High School
Banyak penelitian yang mengkaji tentang permasalahan siswa dalam pembelajaran matematika. Tetapi jika melihat kondisi nyata yang terjadi di sekolah, Siswa tidak mampu berpikir secara matematis yangmengindikasikan bahwa terdapat proses pembelajaran yang tidak terstruktur sehingga banyak pihak menyalahkan tenaga pendidik dalam hal ini guru merupakan unsur penting dari keberhasilan siswa dalam pembelajaran dan ada indikasi bahwa siswa tersebut memang kurang mampu berpikir secara matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji secara detail tentang bagaimana permasalahan guru dalam menerapkan pembelajaran mateamatika di Sekolah. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh pedoman wawancara yang valid dan reliabel. Subjek penelitian ini adalah guru matematika di Kota Palopo. Proses penelitian ini mengikuti tahap-tahap: (a) merumuskan indikator permasalahan guru berdasarkan teori dan penelitian yang relevan; (b) merumuskan instrumen pendukung dalam hal ini pedoman wawancara; (c) melakukan pengambilan subjek penelitian; (d) melakukan pengambilan data untuk mengungkap permasalahan guru dalam menerapkan pembelajaran di sekolah; (e) melakukan triangulasi untuk mendapatkan data yang valid; (f) melakukan analisis data permasalahan guru dalam menerapkan pembelajaran matematika di sekolah; (g) melakukan pembahasan hasil analisis; (h) melakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru mengalami kesulitan dalam mengelolah kelas yang heterogen; (2) Minimnya sarana dan prasarana di sekolah; (3) Minimnya perhatian siswa terhadap kelengkapan buku-buku pelajaran; (4) Setiap permasalahan yang telah terjadi di sekolah menengah atas di kota Palopo terjadi karena adanya siswa memiliki dasar yang kurang; (5) Ada beberapa siswa di sekolah yang memiliki kemampuan rendah dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka permasalahan guru dalam menerapkan pembelajaran matematika di sekolah dapat dijadikan acuan dalam mengembangkankarakter, menumbuhkembangkan kemampuan penalaran,kreatifitas guru sertamenguatkan pemahaman siswa ditingkat dasar dalam hal konsep dasar matematika untuk siswa di Sekolah dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut yang bersifat modifikasi.
Kata kunci: Permasalahan Guru Matematika, Penalara
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (allium ascalonicum l.) Terhadap limbah padat dan limbah cair kelapa sawit serta ampas sagu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan bahan lokal yang mampu meningkatkan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dan bersifat organik, mengetahui renspon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berbagai dosis limbah padat kelapa sawit dan limbah cair kelapa sawit serta ampas sagu pada pertumbuhan serta hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan To, Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo pada bulan Maret-Juni 2016. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga jumlah ulangan terdapat 21 unit percobaan. P1 = Tanpa perlakuan (Kontrol), P2 = Dosis KS1 = 100 gr + KS2 = 100 ml dan ASC = 100 gr, P3 = Dosis KS1 = 200 gr + KS2 = 200 ml dan ASC = 200 gr, P4 = Dosis KS1 = 300 gr + KS2 = 300 ml dan ASC = 300 gr, P5 = Dosis KS1 = 400 gr + KS2 = 400 ml dan ASC = 400 gr, P6 = Dosis KS1 = 500 gr + KS2 = 500 ml dan ASC = 500 gr, P7 = Dosis KS1 = 600 gr + KS2 = 600 ml dan ASC = 600 gr. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk karakter pertumbuhan tanaman merah perlakuan P1 memberikan pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah umbi terbaik yaitu 19.35 cm, 4.92 anakan, dan 6,43 buah. Sedangkan untuk karakter produksi perlakuan P6 memberikan rata-rata jumlah daun dan bobot umbi yang terbaik yaitu 5.10 helai dan 43.94 gr.
Kata Kunci: bawang merah, limbah cair kelapa sawit, limbah padat kelapa sawit, ampas sag
Efektifitas tiga ekstrak tumbuhan dalam menekanan intensitas serangan hama Riptortus Linearis Fab pada tanaman kedelai
Salah satu hama yang paling mengkhawatirkan pada pertanaman kedelai di Sulawesi-Selatan yaitu Riptortus linearis ( Kepik penghisap polong) merupakan hama yang tergolong dalam ordo Hemiptera famili Alydidae tersebar di seluruh sentra pertanaman kedelai dan kacang hijau Keberadaan hama pada pertanaman kedelai merupakan kendala dalam memajukan usaha pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan tiga ektrak tumbuhan yang berasal dari daun nimba, mahoni,dan tehprosia sebagai insektisida nabati terhadap aspek intensitas serangan hama R linearis. Penelitian ini terdiri dari 7 perlakuan yaitu ekstrak segar tanaman daun nimba, ekstrak segar tanaman daun tephorisa, ekstrak segar daun mahoni, ekstrak fermentasi daun nimba, ekstrak fermentasi daun tephorisa, dan ekstrak fermentasi daun mahoni selanjutnya perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 21 unit satuan percobaan dan masing-masing perlakuan menggunakan konsentrasi aplikasi sebesar 25 % .Penelitian ini menunjukkan bahwa pada perlakuan ekstrak berbeda nyata dengan kontrol. Pada perlakuan ekstrak segar daun nimba dapat menekan jumlah intensitas serangan R linearis sebesar 4,89 %, ekstrak segar daun mahoni sebesar 5,64%, ekstrak segar daun tephorisa sebesar 5,56 %, ekstrak fermentasi daun nimba 3,00%, ekstrak fermentasi daun mahoni 4,45%, ekstrak fermentasi daun tephorisa 4,91%, kontrol 9,64%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak fermentasi daun nimba dapat menekan jumlah intensitas serangan hama R Linearis
Peranan penyuluh dan efektivitas pelaksanaan penyuluhan bagi petani jagung Di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara
Penelitian ini bertujuan : 1) Menganalisis peranan penyuluh bagi petani jagung di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, 2) Menganalisis efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian terhadap petani jagung di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara
Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa kelompok tani ini sudah lama terbentuk dan masih eksis sampai sekarang, yaitu Kelompok Tani Bina Marga sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 orang responden.Untuk menganalisis peranan penyuluh pertanian dan efektivitas pelaksanaan penyuluhan bagi petani jagung di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara digunakan skala pengukuran semantic diferensial (Simamora, 2004) yaitu 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju), dan untuk menginterpretasi data digunakan skala interval.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peranan penyuluh pertanian terhadappetani jagung di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara adalah kuat yaitu senilai 42,76. (2) Efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara adalah sangat efektif, yaitu senilai 29,88
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam proses pembelajaran trigonometri mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yaitu mengambarkan faktor-faktor penghambat dalam proses pembelajaran trigonometri mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Cokroaminoto Palopo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Cokroaminoto Palopo. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyampelan acak (random sampling) dan diperoleh sampel 30 orang siswa. Penelitian ini diuraikan 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal tergolong rendah dan sangat rendah. Hal tersebut terlihat pada skor rata-rata faktor-faktor penghambat dalam proses pembelajaran trigonometri dari faktor internal sebesar 3,69 dari skor maksimum 43 dengan standar deviasi 33,80. Sedangkan dari faktor eksternal tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat pada skor rata-rata faktor-faktor penghambat dalam proses pembelajaran trigonometri dari faktor internal sebesar 11,13 dari skor maksimum 14 dengan standar deviasi 1,99.
Kata Kunci: Proses pembelajaran, Trigonometr
Potensi pemanfaatan lebah (trigona sp) pada penyerbukan terhadap produksi wijen
Abstrak
Tanaman wijen (Sesamum indicum L) merupakan penghasil minyak dan juga menyediakan nektar dan pollen bagi lebah sehingga integrasi lebah pada pertanaman wijen diharapkan mampu mengatasi rendahnya produkstivitas wijen dengan membantu penyerbukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi antara varietas dengan cara penyerbukan pada tanaman wijen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan rancangan petak terpisah. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu cara penyerbukan yang terdiri dari penyerbukan alami, penyerbukan terbuka atau alami, penyerbukan yang dibantu oleh lebah Trigona sp dan penyerbukan tertutup. Faktor kedua sebagai anak petak adalah varietas yang terdiri dari varietas Sumberrejo 2, Sumberrejo 3 dan Sumberrejo 4. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan mengamati 10 sampel tanaman, jadi terdapat 270 unit tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Sumberrejo 3 menunujukkan jumlah bunga tertinggi dibandingkan varietas lainnya. Penyerbukan dengan bantuan Trigona sp menunjukkan hasil tertinggi untuk parameter panjang polong, diameter polong, jumlah biji dan bobot 1000 biji. Interaksi antara varietas dan penyerbukan terlihat pada varietas Sumberrejo 3 dengan penyerbukan yang dibantu oleh Trigona sp pada parameter jumlah polong.
Kata kunci : penyerbukan wijen, Lebah Trigona sp, varieta
EFEKTIVITAS LIMBAH PULP KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI HERBISIDA GULMA RUMPUT TEKI (cyperus kyllingia)
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara Kota Paolopo yang dimulai pada bulan April sampai dengan Juli 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pulp kakao sebagai herbisida gulma rumput teki. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yakni P0 (control), P1 (200 ml fermentasi pulp kakao), P2 (300 ml fermentasi pulp kakao), P3 (400 ml fermentasi pulp kakao), P4 (500 ml fermentasi pulp kakao) yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf 5% dan 1%, dan apabila F hitung perlakuan lebih besar dari F tabel 5% dan 1%, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keracunan gulma tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (500 ml fermentasi pulp kakao), dan yang terendah terdapat pada perlakuan P0 sedangkan untuk berat kering gulma tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dan yang terendah terdapat pada perlakuan P2 (300 ml fermentasi pulp
TEACHERS’ MANAGEMENT TALK IN GENDER SCHEME IN ENGLISH CLASSROOM INTERACTION
Management talk is essential part for teachers in teaching and learning process. It is used to manage classroom activities, manage time and space, manage students’ behavior and encourage all students who are actively engaged in learning. Management talk here wants to figure out teachers’ management talk in gender scheme in English classroom interaction. The research aimed at finding and analyzing the management talks that female and male teacher use in the three phases of classroom interaction namely: beginning the class, running the class and ending the class. This research employed descriptive qualitative method. The participants of this research were 2 teachers and students of SMP Negeri 6 Makassar. The data were collected through the use of video camera, and then it was transcribed to be analyzed. Besides recording the participants’ interaction in the classroom, interview was also conducted to gain the relevant data. The finding indicated that there were sixteen language types of management talk used by the female teacher and there were fourteen languages types of teacher management talk used by male teacher. It was concluded that female teacher gave more response to students by used some management talk while male teacher gave limited response to students during teaching and learning process.
Key words: Management talk, Gender and Classroom interactio