Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED
Penelitian ini pada dasarnya merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Uraian ini menyajikan tentang kemampuan berpikir matematis melalui pendekatan open-ended. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir matematis siswa dapat berkembang sesuai dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda karena pendekatan open-ended ini merupakan model pendekatan yang dimana terdapat lebih dari satu cara penyelesaian dan lebih dari satu jawaban yang benar sehingga siswa tidak terpacu pada satu jawaban saja tapi siswa lebih berkembang pemikirannya untuk terus mencari jawaban sesuai dengan pengetahuannya masing-masing.
Kata kunci: Kemampuan berpikir matematis, Pendekatan open-ended
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT(TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hasil belajar matematika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan pendekatan saintifik, dan juga untuk mengetahui hasil belajar matematika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan pendekatan saintifik telah mencapai standar minimal. Penelitian ini adalah penelitian pre eksperimen dengan desain One-shot case study yang melibatkan dua variabel yakni model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan pendekatan saintifik sebagai variabel bebas dan hasil belajar matematika sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Gantarangkeke tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 75 orang yang terbagi ke dalam tiga kelas, yaitu kelas VIIA dengan jumlah peserta didik 25 orang, kelas VIIB dengan jumlah peserta didik 25 orang dan kelas VIIC dengan jumlah peserta didik 25 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIA dimana penentuan kelas dilakukan secara random. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika peserta didik SMP Negeri 1 Gantarangkeke yang diajar menggunakan model kooperatif tipe TGT yaitu 75,20 termasuk kategori sedang dengan standar deviasinya 6,35. Dan hasil analisis inferensial menunjukkan bahawa hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Gantarangkeke tahun ajaran 2015/2016 yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooepratif tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan pendekatan saintifik telah mencapai standar minimal.
Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, Pendekatan Saintifik, Hasil Belaja
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI LESSON STUDY
Adanya gelombang globalisasi yang mengisyaratkan terjadinya persaingan disemua lini. Indonesia harus mempersiapkan guru sebagai pendidik yang memiliki profesionalisme yang tinggi dan mampu bersaing. Guru yang baik adalah guru yang profesional dalam bidangnya. Profesionalnisme guru sanagt dibutuhkan di dalam dunia pendidikan utamanya di sekolah, keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan profesionalisme hingga mutu pendidikan di sekolah-sekolah tidak berjalan ditempat. Dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki oleh seorang guru, melalui lesson study kinerja guru dalam menuangkan buah pikirannya dapat diukur dan dilihat dengan nyata oleh pendidik dan peserta didik. Selain itu guru yang melakukan lesson study wajib melalui tuga tahapan yaitu perencanaan (plan), yang dilakukan dengan merancang dan mempersiapkan kelengkapan pembalajaran, mulai dri silabus dan RPP, model, media, LKS, denah sisiwa, dan sebagainaya. Tehapan selanjutnya pelaksanaan (do), di dalam pelaksanaan guru harus melaksanakan semua perencanaan yang telah dibuat. Selanjutnya tahapan refleksi (see) pada tahapan ini guru dan dosen model mendiskusikan tentang proses pembelajaran yang baru dilaksanakan, bagiamana siswa menerima pelajaran, dan guru model menerima masukan dari observer untuk perbaikan pembelajran selanjutnya agar hasilnya labih baik lagi. Melalui lesson study akan tercipta guru yang profesional yang mampu bersaing baik secara nasional maupun intrnasional.
Kata kunci: profesionalisme, guru, lesson study
KONSTRUKSI PERSAMAAN GARIS LURUS MELALUI ANALISIS VEKTORIS DALAM RUANG BERDIMENSI DUA
Bertolak belakang dari berbagai fakta hasil penelitian pendidikan yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika sekolah pada materi persamaan garis lurus cenderung disajikan secara prosedural tanpa melibatkan proses analitik yang sesuai dengan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Sedangkan dalam beberapa buku ajar yang penulis amati, penyajian materi ini cenderung menampilkan kajian-kajian prosedural yang justru hanya membahas penggunaan rumus saja, tanpa diikuti oleh alur konsep yang terstruktur dan hierarki. Olehnya, penulis memandang bahwa artikel ini bertujuan membantu para mahasiswa, guru, bahkan dosen dalam mengkaji persamaan garis lurus secara utuh dan sistematis. Terkait dengan masalah-masalah tersebut, kiranya penting bagi kita terlebih dahulu untuk mengenali secara singkat tentang persamaan garis lurus. Persamaan garis lurus merupakan salah satu materi yang dimuat dalam mata kuliah geometri analitik. Pada dasarnya ada 3 bentuk persamaan garis lurus, yakni persamaan umum, persamaan parameter, dan persamaan simetris. Melalui konsep dot product, persamaan garis lurus dapat ditentukan dengan menggunakan teorema hasil kali titik antara suatu vektor normal [a,b] terhadap sebarang vektor [∆,∆] = [(x-x1), (y-y1)] yang dimuat pada garis tertentu. Jika persamaan ini diselesaikan, maka terbentuklah persamaan umum garis lurus dalam bentuk ax + by + c = 0. Sedangkan melalui konsep vektor posisi, persamaan garis lurus dapat ditentukan dengan pembagian ruas garis berarah sehingga terdapat perbandingan vektor-vektor , t sebagai parameter. Jika persamaan ini diuraikan ke dalam bentuk vektor-vektor posisi,
maka akan ditemukan bentuk (x – x1 = t ∆) dan (y – y1 = t ∆). Dengan menyelesaikan persamaan ini, maka diperoleh persamaan simetris . Inilah yang disebut sebagai persamaan bilangan arah/simetris. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, ketiga bentuk persamaan garis lurus di atas sebaiknya disajikan secara konseptual. Sehingga nampak jelas bahwa dari satu bentuk ke bentuk yang lain memiliki hubungan konsep yang terstruktur, bahkan ada kalanya satu bentuk menjadi syarat perlu atau syarat cukup dari bentuk yang lain. Oleh karena itu, penulisan artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan yang lebih baik. Sehingga dalam penerapannya, baik mahasiswa, guru bahkan dosen dapat menggunakannya sebagai salah satu literatur/sumber belajar demi mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik pula.
Kata Kunci : Persamaan garis Lurus, Vektor Bidang
Peran penyuluh pertanian terhadap pengelolaan budidaya kakao di Desa Pengkendekan Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara
pengelolaan budidaya Kakao di Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Kegunaa penelitian ini adalah: 1) Dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah daerah Kabupaten Luwu Utara dalam upaya peningkatan pelayanan penyuluh pertanian kepada kelompok tani, 2).Dapat mendorong penelitiannya yang berkeinginan untuk meneliti lebih dalam lagi tentang berbagai hal dalam pelayanan publik utamanya kelompok tani.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2014.Penelitian ini dilakukan di Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan mengambil 3 kelompok tani (Yakni sebanyak 60 orang) yang aktif dalam pengelolaan budidaya tanaman kakao dan satu informan tambahan adalah penyuluh yang bertugas bertugas di Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara yang melakukan aktifitas penyuluhan dalam pelayanan kelompok tani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian kepada kelompok tani dalam hal pengelolaan budidaya Kakao di Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara dalam hal pelaksanaan penyuluhan,evaluasi dan pelaporan serta pengembangan penyuluhan, peran penyuluh berkategori “tinggi”
DESAIN MPPT PADA SOLAR CELL KONDISI PARTIAL SHADING BERBASIS PERTURB AND OBSERVE (P&O)
Menipisnya persediaan energi konvensional serta meningkatnya polusi mengakibatkan peran dari energi terbarukan akan terus ditingkatkan. Salah satu sumber energi terbarukan yang marak digunakan adalah energi surya. Penelitian ini menyajikan metode untuk sistem photovoltaic pada kondisi partial shading yaitu maximum power point tracking (MPPT) berbasis algoritma perturb and observe (P&O). Teknik kontrol P&O MPPT diimplementasikan untuk menghasilkan daya optimal dalam sistem photovoltaic dengan mengatur duty cycle yang diterapkan pada sistem dc-dc converter. Algoritma P&O MPPT yang diusulkan memberikan operasi daya maksimum yang baik dari sistem PV. Hasil simulasi menunjukkan gelombang dan efektifitas dari teknik yang diusulkan.
Kata kunci: Photovoltaic, Partial shading, Perturb And Observe (P&O
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI
Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan literasi matematika dalam mata kuliah kalkulus dasar. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester I kelas IA pada program studi Matematika Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo tahun akademik 2015/2016. Penetapan subjek dilakukan dengan pertimbangan subjek dikenal memiliki kemampuan matematika yang relatif baik, aktif dalam pembelajaran di kelas, telah mempelajari materi fungsi trigonometri. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes turunan fungsi trigonometri, kemudian memilih salah satu hasil tes untuk di deskripsikan. Analisis data dilakukan dengan cara, mengumulkan data, mereduksi data, dan memverifikasi data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Subjek menggunakan pengetahuannya untuk meneyelesaikan soal sehingga subjek mampu menentukan posisi t1 dan t2, sesuai dengan level 1 PISA. Subjek dapat menggunakan informasi berdasarkan model kurva, melakukan representasi berdasarkan konsep, dan memuat generalisasi, merumuskan persamaan dari kurva tersebut, serta menuliskan berdasarkan hasil yang ditemukan, sesuai dengan level ke 6 PISA. Subjek menggunakan pengetahuan prosedural berupa manipulasi bentuk-bentuk trigonometri untuk menentukan turunan fungsi kecepatan gelombang, sesuai dengan level ke 3 PISA.
Keywords: Kemampuan literasi matematik
Profil Berpikir dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Berpandu pada Taksonomi Solo Ditinjau dari Tingkat Efikasi Diri pada Siswa SMP Al-Azhar Palu
Salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan siswa dalam belajar adalah rasa percaya diri (Self efficacy). Efikasi diri dapat mempengaruhi bentuk aktivitas, tujuan dan usaha yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah, khususnya dalam hal berpikir. Rasa percaya diri yang berbeda akan menyebabkan kecenderungan berpikir yang berbeda pula antara satu siswa dengan siswa lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil berpikir dengan cara mengungkap dan mengklasifikasikan setiap kecenderungan berpikir yang ditunjukkan siswa ke dalam 4 tingkatan berpikir menurut Taksonomi SOLO (Structure of Obsrved Learning Outcomes), yaitu unistruktural, multistruktural, relasional, dan abstrak yang diperluas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes superitem, skala efikasi diri, dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes dan diverifikasi dengan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Al-Azhar Palu yang terdiri dari empat orang (2 orang subjek dengan efikasi tinggi dan 2 orang subjek dengan efikasi rendah). Proses penelitian mengikuti tahap-tahap: (a) merumuskan indikator-indikator berpikir berdasarkan Taksonomi SOLO, (b) merumuskan instrumen pendukung (tes superitem, skala efikasi diri, dan pedoman wawancara) yang valid dan reliabel, (c) melakukan pengambilan subjek penelitian berdasarkan keadaan efikasi diri, (d) melakukan pengambilan data untuk mengungkap tingkatan berpikir siswa dengan tes superitem, (e) melakukan triangulasi metode untuk mendapatkan data yang valid, (f) melakukan analisis data (g) melakukan pembahasan hasil analisis data, (h) melakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukkan: (a) subjek dengan efikasi tinggi (ET) menunjukkan kecenderungan berpikir pada tingkat abstrak yang diperluas, (b) subjek dengan efikasi rendah (ER) menunjukkan kecenderungan berpikir pada tingkat relasional, (c) subjek dengan efikasi tinggi dan rendah menunjukkan kecenderungan berpikiryang relatif sama pada tingkatunistruktural, multistruktural, dan relasional dan kecenderungan berpikir yang berbeda pada tingkat abstrak yang diperluas.
Keywords: Profil Berpikir, Masalah Aljabar, Taksonomi SOLO, Efikasi Dir
KUIS INTERAKTIF TIPE PILIHAN GANDA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa kuis interaktif tipe pilihan ganda khususnya materi energi dan usaha. Energi dan usaha merupakan materi pada mata pelajaran IPA Fisika SMP kelas VIII. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan Macromedia flash 8. Kuis interaktif tipe pilihan ganda ini dapat menjadi alternatif bagi siswa dalam belajar fisika baik secara mandiri maupun kelompok. Adanya kuis interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kata kunci: Kuis interaktif, pilihan ganda
PENGENDALIAN OPT PADI RAMAH LINGKUNGAN
ABSTRAK
Program ini dapat membantu petani dalam pengendalian OPT pada tanaman padi tanpa menggunakan pestisida kimia, dalam hal ini memberikan bekal pengetahuan kepada petani berupa metode dalam mengendalikan OPT pada tanaman padi sehingga menghasilkan produk yang organik dan lingkungan tidak tercemar oleh bahan kimia. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi Kegiatan yang berupa pembinaan pengeloalaan OPT yang ramah lingkungan (tidak menggunakan pestisida kimia) kepada kelompok tani mitra. Metode yang dilakukan dalam hal ini memberikan pelatihan dalam melakukan pengendalian OPT pada tanaman padi tanpa menggunakan pestisida kimia. Pelatihan yang diberikan diawali dengan pelatihan pembuatan berbagai pestisida nabati dan bio pestisida untuk OPT padi. Kelompok tani mitra memiliki peran aktif dalam program ini, dimana kelompok tani mitra yang bekerja langsung mengelola lahan persawahan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan sampai panen. Program ini menghasilkan luaran berupa metode pengendalian OPT padi yang ramah lingkungan.
Kata Kunci: Organisme Pengganggu Tanaman, Pestisida nabati, Bio Pestisid