Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN METODE PERGESERAN TITIK BAYANGAN MATAHARI DALAM MENENTUKAN ARAH KIBLAT MESJID AGUNG DAN MESJID JAMI’ KOTA PALOPO
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan melalui eksperimen di mesjid
Agung dan mesjid Jami’ Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
arah kiblat pada mesjid Agung dan mesjid Jami’ Kota palopo dan ada tidaknya
perbedaan arah kiblat dari kedua mesjid tersebut dengan arah kiblat yang
diperoleh dari pergeseran titik bayangan matahari. Dalam penelitian ini digunakan
alat sederhana yang terdiri dari papan tripleks berdimensi 30 x 30 cm2 yang
ditengahnya ditancapkan sebuah tongkat homogen yang panjangnya 10 cm,
kemudian dibuat lingkaran yang berjarak 5 cm radial keluar. Dari penelitian ini
diperoleh arah kiblat pada mesjid Agung Kota Palopo sebesar 180 ± 0,50 ke arah
utara sedangkan pada mesjid Jami’ Kota Palopo sebesar 190 ± 0,50 ke arah utara.
Perbedaan arah kiblat yang diperoleh pada mesjid Agung dan mesjid Jami’ Kota
Palopo denngan arah kiblat yang diperoleh melalui metode pergeseran titik
bayangan matahari sebesar 30 ± 0,50 dan 40 ± 0,50, perbedaan ini sangat kecil
sehingga dianggap tidak berarti.
Kata kunci: arah kiblat, metode bayangan, palopo
PENERAPAN METODE ARIMA (AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE) BOX JENKINS UNTUK MEMPREDIKSI PERTAMBAHAN JUMLAH PENDUDUK TANSMIGRAN (JAWA DAN BALI) DI KECAMATAN SUKAMAJU, KABUPATEN LUWU UTARA PROPINSI SULAWESI SELATAN
Program transmigrasi lima tahun ke depan yang dicanangkan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi diharapkan menjadi salah satu solusi dari masalah bangsa. Ada beberapa aspek positif dari program transmigrasi ini. Program transmigrasi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan mulai dari lingkup Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, untuk mempercepat tumbuh kembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah baru sebagai prime mover perekonomian daerah. Kecamatan Sukamaju merupakan salah satu kecamatan terbesar di Kabupaten Luwu Utara Propinsi Sulawesi Selatan. Hampir sebagian besar penduduk di Sukamaju merupakan penduduk transmigran dari Jawa dan Bali.Dengan pertambahan penduduk yang semakin besar di Sukamaju maka dikhawatirkan akan terjadi kepadatan penduduk yang semakin besar sehingga akan menimbulkan pengangguran yang semakin meningkat jika luas lapangan kerja tidak bertambah. Memprediksi jumlah transmigran merupakan salah satu solusi dengan menggunakan model ARIMA
Box-Jenkis. Target luaran yangdiharapka adalah jurnal ilmiah dan laporan. Analisis yang ditekankan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif jumlah transmigran di Sukamaju dan analisis prediksi menggunakan ARIMA Box Jenkins. Hasil analisis
menggunakan model ARIMA diperoleh model prediksi jumlah transmigran yang tepat adalah ARIMA (0,1,1)(1,0,0
UJI FTIR BIOPLASTIK DARI LIMBAH AMPAS SAGU DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI GELATIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil degradasi dan karakteristik bioplastik
dari limbah ampas sagu dengan penambahan variasi konsentrasi gelatin. Penelitian ini
dimulai dengan mencampurkan hasil ekstraksi pati sagu kering sebanyak 10 gram,
gliserol konsentrasi 5%, dan gelatin konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15% w/v)
dengan pelarut asam asetat glasial 2% (v/v) selanjutnya dilakukan pemanasan pada
suhu 90oC dengan kecepatan 1500 rpm, kemudian dicetak di atas kaca ukuran 13x13
cm, kemudian dikeringkan selama 2 hari pada suhu ruang kemudian dilakukan
pengujian ketahanan air dan uji degredasi. Tahap selanjutnya karakterisasi plastik
dengan menggunakan FTIR. Hasil karakterisasi FTIR menunjukan bahwa semakin
tinggi konsentrasi gelatin maka jumlah pati semakin berkurang, penurunan pati
tertinggi sebesar 96,44%. dengan konsentrasi gelatin 15%
DESAIN BAHAN AJAR BERBASIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATA KULIAH KALKULUS VEKTOR
Kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah kalkulus vektor masih belum baik. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan mendesain suatu bahan ajar berbasis kemampuan pemahaman matematis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan learning obstacle mahasiswa terkait kemampuan pemahaman matematis, (2) untuk mendesain bahan ajar kalkulus vektor yang dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan pemahaman matematis mahasiswa dan wawancara. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan situasi dari berbagai respons dan mengaitkan dan menjabarkan prediksi respons serta antisipasi dengan respons mahasiswa saat desain didaktis diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Learning obstacle mahasiswa yang teridentifikasi adalah kesulitan dalam menggambarkan vektor secara grafis, menentukan hasil kali skalar/dot product dan hasil kali vektor/cross product dan penerapannya, menurunkan dan mengintegralkan fungsi trigonometri, fungsi eksponen, aturan rantai, integral rangkap dua dan tiga, menggambarkan kurva dan menentukan batas-batas daerah integral (2) Desain bahan ajar disusun berdasarkan learning obstacle terkait kemampuan pemahaman matematis yang kemudian diimplementasikan pada pembelajaran dan dapat mengatasi kekeliruan mahasiswa terkait materi kalkulus vektor.
Kata kunci: desain bahan ajar, kemampuan pemahaman matematis, kalkulus vekto
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PERUBAHAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SDN 104 KOTA UTARA KOTA GORONTALO
This study aims to determine the effect of student learning interest on Social Sciences. In research that becomes an indicator of research, namely perseverance in learning, awareness in learning; enthusiastic and like learning as an independent variable and learning outcomes as an indicator to see the extent of students' interest in learning social studies. The research method used in this research is quantitative by sampling using saturated sample methods because of the small population. As an instrument used to obtain valid data, namely the questionnaire so that the data in the study is primary data. Data analysis uses simple linear regression. The results of the analysis of this study indicate that there is a significant effect of Student Learning Interests on changes in student Learning Outcomes. The R Square number is 0.463. This value shows that as much as 46.3% of the variability in student learning outcomes can be explained by student learning interests, while the remaining 41.9% is influenced by other variables not examined in this study
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PROGRAM LINEAR BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA
This study aims to find and describe the effectiveness of geographic-assisted linear programming learning on student learning outcomes of FKIP Muslim University of Maros viewed from 3 aspects: student learning outcomes, student activities, and student responses. The type of research used was descriptive research with the subject of research FKIP students of Muslim University Maros who were taking linear program courses in the even semester of the academic year 2017/2018. Subjects in this study amounted to 23 people consisting of 2 men and 21 women. The research design used was one shot case study. To obtain the required data then the researcher uses test methods in the form of test results and non-test methods in the form of documentation, questionnaires and observation sheets. Furthermore, the collected data will be analyzed descriptively. The result of the research shows that the learning of geogebra-assisted linear program on students' learning result of FKIP Muslim University Maros was said to be effective. This can be observed from the average value of student learning outcomes after being given treatment of 88,51 was in the high category with the percentage of learning result completeness of 95,65%. In addition, the effectiveness can be seen from activity observation sheet and student response using geogebra software in linear program learning. From the observation sheet it appears that students enthusiastically follow the learning process activity by using the geogebra software that was the average percentage of student activity from 5 categories of observed activity reaches 100%. From the results of student responses also shows the percentage of student response rates were in either category or very good ie reach 100%
PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF ADVANCE ORGANIZER DAN SCIENTIFIC DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEBIASAAN BERPIKIR MATEMATIS SISWA KELAS VIII
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memiliki kemampuan pemecahan masalah oleh siswa dalam matematika dan kenyataan dilapangan yang mengungkapkan bahwa masih rendahnya kemampuan ini terutama pada siswa sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretes-postes-two treatment design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Sampel untuk penelitian ini diambil dua kelas yang memperoleh pembelajaran metakognitif AO dan scientific DL. Instrumen yang digunakan adalah GEFT, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket kebiasaan berfikir matematis. Analisis data kemampuan pemecahan masalah matematis dan kebiasaan berfikir matematis menggunakan uji-t. Temuan penelitian ini: Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PMAO dengan siswa yang memperoleh pembelajaran PSDL.Pembelajaran dengan PMAO lebih memfasilitasi peningkatan kemampuan pemecahan masalah untuk indikator merencanakan penyelesaian masalah dan memeriksa kembali, sedangkan pembelajaran dengan PSDL lebih memfasilitasi peningkatan kemampuan pemecahan masalah untuk indikator memahami masalah. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan gaya kognitif FI yang memperoleh pembelajaran PMAO dengan siswa yang memperoleh PSDL tidak berbeda secara signifikan. Sedangkan Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan gaya kognitif FD yang memperoleh pembelajaran PMAO dengan siswa yang memperoleh PSDL berbeda secara signifikan. Pada kelas eksperimen 1 dan 2, Kualitas kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya kognitif FI lebih baik daripada siswa yang memiliki gaya kognitif FD. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya kognitif FI berada pada kategori tinggi sedangkan siswa yang memiliki gaya kognitif FD berada pada kategori sedang. Terdapat asosiasi antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kebiasaan berpikir matematis siswa baik yang memperoleh PMAO maupun siswa yang memperoleh PSDL.Tidak terdapat perbedaan kebiasaan berpikir matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PMAO dengan siswa yang memperoleh pembelajaran PSDL
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA POLA INTERAKSI MULTI ARAH DAN DUA ARAH PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atau persamaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian ini mengunakan penelitian komparatif. Penelitian komparatif digunakan untuk menguji perbedaan atau persamaan dari dua variabel yang diteliti. Variabel-variabel dalam penelitian komparatif terpisah dimana anggota sampel yang satu tidak menjadi anggota pada sampel lainnya. Hasil yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan bahwa siswa memerlukan lebih banyak pengawasan pada penerapan pola interaksi multi arah dibandingkan dengan penerapan pola interaksi multi arah. Pengelompokan murid pada pola interaksi multi arah memungkinkan siswa lebih banyak interaksi dan dikhawatirkan mereka melakukan tindakan diluar materi pelajaran. Kemampuan guru dalam mengolah kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat berinteraksi sesuai yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi multi arah berbeda dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah. Perbedaan dibuktikan melalui uji hipotesis kesamaan dua rata-rata. Perbedaan hasil belajar matematika siswa merupakan dampak dari perbedaan perlakuan yang diberikan. Nilai rata-rata siswa yang diajar mengunakan pola interaksi multi arah berbeda dari nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI MAHASISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
The aim of this research to describe (1) student’ geometry conceptual understanding who had cognitive style field dependent, and (2) student’ geometry conceptual understanding who had cognitive style field independent. The method used in this research was a descriptive method using qualitative approach and data in this research obtained from test and interview. The result showed that geometry conceptual understanding ability of subject who had cognitive style field dependent only satisfy 4 indicators they were (a) stated verbally concept learned, (b) classified concept based of satisfy or not satisfy the requirements, (c) applied concept as algoritma (d) applied concept in various representation form. Indicators that had not SFD conducted was connecting various concept (mathematics internal and external). Geometry conceptual understanding of student who had cognitive style field independent could satisfied 5 indicators of conceptual understanding those were (a) stated verbally conceptual that learned, (b) classified concept based of satisfy or not satisfy, (c) applied concept as algoritma, (d) applied concept in various representation form, and (e) conducting various concept (mathematics internal and external
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMK NEGERI 7 PALOPO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sistem
informasi penerimaan siswa baru pada SMK Negeri 7 Palopo. Metode penelitian sistem
informasi Penerimaan Siswa Baru Online ini yaitu menggunakan metode wawancara dan
observasi, dimana metode wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data secara tatap
muka langsung dengan pihak sekolah. Sedangkan metode onservasi dilakukan untuk
mengetahui proses penerimaan siswa baru pada SMKN 7 Palopo saat ini. Adapun teknik
pengujian yang digunakan pada penelitian sistem informasi Penerimaan Siswa Baru Online
ini yaitu menggunakan Black Box Testing. Hasil yang diharapkan adanya sistem informasi
Penerimaan Siswa Baru Online ini adalah dapat membantu prodes penerimaan siswa baru
pada SMKN 7 Palopo sehingga dapat menjadi lebih efektif dan efesien dibanding sistem
sebelumnya.
Kata-kata Kunci:Sistem Informasi, Penerimaan Siswa Baru Online, SMKN 7 Palopo, Black
Box Testing