Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
OBSERVASI PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 3 PALOPO
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis karakter dan kompetensi yang tidak hanya menekankan kepada pengusaan kompetensi siswa, melainkan juga pembentukkan karakter. Sesuai dengan kompetensi inti (KI) yang telah ditentukan oleh Kemendikbud, KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukkan karakter siswa sedangkan KI 3 dan KI 4 berkaitan dengan penguasaan kompetensi siswa. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum 2013 baik dalam hal penyusunan perangkat dan bahan ajar maupun cara mengajar yang baik. kegiatan observasi ini dilakukan di SMAN 3 Palopo. langkah dalam penelitian ini adalah 1. Mendatangi sekolah SMA Negeri 3 Palopo 2.Menyerahkan surat izin melakukan wawancara dengan guru biologi diruang tata usaha dan disetujui oleh kepala sekolah 3. merekam aktifitas kegiatan proses pembelajaran dalam kelas 3. melakukan wawancara dengan guru biologi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMAN 3 Palopo kelas XIIA dengan cara pengambilan sample Quasi Eksperimen Semu Dengan adanya observasi ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana kekurangan dan kelebihan kurikulum 2013
KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA PALOPO
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman melalui model pembelajaran pair check siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini didesain secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII.C yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VIII.C SMP Negeri 10 Kota Palopo dalam membaca pemahaman melalui model pembelajaran pair check, yaitu 76,60. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari sampel yang mendapat nilai 87 berjumlah 6 (40%); sampel yang mendapat nilai 80 berjumlah 3 (20%); sampel yang mendapat nilai 73 berjumlah 1 (6,7%); sampel yang mendapat nilai 67 berjumlah 2 (13,3%); sampel yang mendapat nilai 60 berjumlah 3 (20%). Apabila dikonfirmasikan dengan KKM, maka kemampuan membaca pemahaman melalui model pembelajaran pair check siswa kelas VIII.C SMP Negeri 10 Kota Palopo, yaitu yang mendapat nilai 77 ke atas sebanyak 9 sampel (60%), sedangkan yang mendapat nilai di bawah 77 sebanyak 6 sampel (40%). Dilihat dari tolok ukur kemampuan, siswa belum dapat dikatakan mampu karena siswa yang memperoleh nilai 77 ke atas tidak mencapai 85%
KEMAMPUAN MENYEMPURNAKAN KALIMAT RANCUMELALUI MODEL COMPLETE SENTENCE SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menyempurnakan kalimat rancu melalui model complete sentence siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian data yang berbentuk angka/skor atau menggunakan statistik dengan penguraiannya atau penjelasan menggunakan bahasa. Populasi dalam penenlitian ini berjumlah 117 siswa dan yang menjadi sampel adalah kelas VII A yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tes untuk mengukur kemampuan menyempurnakan kalimat rancu siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Bone-Bone dapat disimpulkan bahwa yang memperoleh nilai atau skor lebih besar atau sama dengan 75 berjumlah 11 (37,93%) dengan kategori tuntas dan siswa yang memperoleh nilai atau skor lebih kecil atau sama dengan 74 berjumlah 18 (62,06%) dengan kategori tidak tuntas. Dengan demikian disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara dalam melengkapi kalimat rancu melalui model complete sentence belum mampu apabila disesuaikan dengan taraf ketuntasan yang telah ditentukan
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MENGUNAKAN MEDIA WALL CHART (BAGAN DINDING) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MALANGKE BARAT KABUPATEN LUWU UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang kemampuan menulis karangan argumentasi mengunakan media Wall Chart (bagan dinding) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara sebanyak 99 dan ditarik sampel dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 25 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai 7,5 ke atas sebanyak 5 orang (20%) dan siswa yang memperoleh dibawah 7,5 sebanyak 20 orang (80%). Simpulan dari penelitian ini siswa tidak mampu menulis karangan argumentasi dengan menggunakan media Wall Chart (Bagan dinding)
ANALISIS INTERAKSI KELAS PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SISWA KELAS V SD INPRES BAKENGKENG KECAMATAN KALUKKU KABUPATEN MAMUJU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Mendeskripsikan wujud interaksi kelas dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas V SD Inpres Bakengkeng Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. (2) Mendeskripsikan problematik yang dialami dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas V SD Inpres Bakengkeng Kecamatan Kalukku Kabupaten Mauju, (3) Mendeskripsikan kompetensi guru dalam mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah hasil pengamatan yang telah dilakukan penelitian berupa penggamatan langsung terhadap kinerja guru dalam mengelola kelas khusus pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, teknik catatan, studi dokumentasi, ketiganya atau triagulasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan didasarkan pada indikator deskriptor dan aspek yang diteliti.
Akhirnya, disarankan (1) perlunya guru bahasa dan sastra indonesia tetap mempertahankan kompetensi mengelola interaksi kelas pembelajaran bahasa dan saatra pada ketiga aspek yang diteliti, bahkan lebih di tingkatkan lagi pada indikator yang dianggap belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik, (2) perlu kerja sama dinas pendidikan nasional kota dengan pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas mengajar guru melalui wadah KKG, pendidikan dan penelitian pada tingkat daerah maupun tingkat nasional, (3) penelitian ini di harapkan menjadi bahan acuan bagi guru mata pelajaran yang akan mengadakan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan relevan, khususnya penelitian yang lebih luas tentang kompetensi guru mengelola interaksi kelas dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia. (4) hasil penelitian ini dapat di dokumentasikan di dinas pendidikan nasional kabupaten, terutama di sekolah
RANCANG BANGUN ALAT ANGKAT (CRANE) DENGAN KAPASITAS MAKSIMUNM 150 KG
Akademi Teknik Soroako merupakan institusi pendidikan vokasi dan juga mengerjakan produk-produk pesanan dari industri yang mana proses pengerjaan produk tersebut dikerjakan dengan proses fabrikasi dan masining. Khusus untuk proses masining yang dilakukan di bengkel masining tidak jarang produk-produk yang dikerjakan cukup bervariasi baik ukuran, bentuk maupun berat produk atau material yang dikerjakan. Untuk mengangkat material yang berat khususnya pada proses pemesinan dibutuhkan tenaga yang cukup besar pula oleh sebab itu sangat dibutuhkan alat angkat. Dari tututan kerja di atas maka dirancang dan dibuat suatu alat angkat mekanik dengan kapasitas maksimum 150 kg yang dapat dimobilisasi ke area kerja mesin seperti mesin bubut, milling, surface grinding, shaping, dan beberapa mesin lainnya
Perancangan dan pembuatan alat angkat mekanik ini menggunakan bahan material berupa channel, angle, mild steel plate dan round bar yang dikerjakan dengan menggunakan mesin bubut, mesin milling, mesin shearing, mesin bending, mesin bor serta mesin las listrik untuk proses fabrikasi. Sistem transmisi yang digunakan berupa rangkaian roda gigi lurus dan pasangan roda gigi cacing dengan sistem penggerak menggunakan pemutar engkol. Dimensi alat yang dimaksud adalah panjang rangka kaki 1.575 mm, panjang lengan 1.100 mm, lebar kaki 800 mm, dan tinggi 1.787 mm. Dalam perancangan alat angkat ini dilakukan perhitungan pada bagian-bagian yang kritikal yaitu: tiang, lengan ayun, dan sistem transmisi roda gigi. Setelah alat ini dibuat, dilakukan pengujian dengan beban maksimum 150 kg dan uji coba mobilisasi di area pemesinan di Akademi Teknik Soroako
Kata kunci: Crane, Perancangan, Masinin
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DI SMA NEGERI 1 WALENRANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Walenrang setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (2) hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Walenrang setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), (3) perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Walenrang antara yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Jenis penelitian adalah eksperimen semu dan telah terlaksana di SMA Negeri 1 Walenrang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar siswa yang terdiri dari posttest dan lembar keterlaksanaan strategi pembelajaran. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik porposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar matematika siswa kelas XI/4 SMA Negeri 1 Walenrang setelah di ajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw dikategorikan sedang, (2) hasil belajar matematika siswa kelas XI/2 SMA Negeri 1 Walenrang setelah di ajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dikategorikan sedang, (3) hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw tidak jauh lebih efektif dari pada model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)
DESAIN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK KUE GAMBUNG UKM DESA LAMBARA HARAPAN
Jika dilihat dari globalisasi perdagangan dunia yang semakin tahun semakin mampu bersaing, suatu negara termasuk daerahnya harus mampu mengatasi atau menghadapi perkembangan dan persaingan globalisasi sekarang ini. Salah satunya adalah melalui industri yang berbasis teknologi dan didukung oleh iklim perdagangan sehat serta sistem distribusi yang makin meluas dan mantap. Sehingga industri dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat secara luas. Industri kue gambung kurang mampu bersaing dengan industri kecil lainnya. Hal ini dikarenakan pelaku industri kurang memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tambah dari produknya seperti desain produk dan kalkulasi harga pokok produk. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan pembinaan (pelatihan dan praktik). Solusi yang ditawarkan dalam program pengabdian ini adalah memberikan pelatihan mengenai desian produk, kemasan produk, dan desain kotak beserta warna serta ukurannya.Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah dihasilkannya kue gambung yang tahan lama, kemasan kotak yang menarik. Selain itu, juga menawarkan pelatihan manajemen, pencatatan keuangan, dan kerjasama dengan pemilik modal yang saling menguntungkan. Program pengabdian ini dilakukan di Desa Lambara Harapan dengan metode pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembinaan dapat meningkatkan pemahaman bagi penduduk Desa Lamabara Harapan terkait membuat desain produk dan perhitungan penetapan harga jual produk kue gambung.
Kata Kunci: Desain Produk, Harga Pokok Produk, Kue Gambun
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) NASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi mikroorganisme lokal nasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) yang dilaksanakan di Lahan Percobaan Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo, jln Lamaranginang, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penelitian ini dimulai pada bulan April sampai Juni 2018 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis mikroorganisme lokal nasi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Namun pada perlakuan P3 (200ml mol/500ml air) menunjukkan pertumbuhan dan jumlah produksi terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 30,392cm, rata-rata jumlah daun mencapai 32,125 helai, dan rata-rata jumlah polong mencapai 29,125 polong.
Kata kunci : nasi basi, mikroorganisme lokal, tanaman kacang hijau
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH CAIR PROSES PEMASAKAN BLEACHING EARTH SEBAGAI KOAGULAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah cair pemasakan bleaching earth sebagai koagulan tehadap penurunan kadar COD dan BOD, dalam limbah cair industri rumput laut berdasarkan penambahan volume koagulan dan waktu pengendapan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses koagulasi-flokulasi yaitu kondisi pH, jenis koagulan dan flokulan, tingkat kekeruhan timbal, waktu pengadukan, dan waktu pengendapan. Hasil penelitian pada proses koagulasi-flokulasi air limbah industri rumput laut dengan penambahan koagulan limbah pemasakan bleaching earth diperoleh kesimpulan yaitu: (1) limbah pemasakan bleaching earth dapat digunakan sebagai koagulan dalam pengolahan industri rumput laut, akan tetapi hasil yang didapat masih kurang maksimal, (2) kondisi terbaik dimana penurunan COD sebesar 51,41% dan BOD sebesar 57% diperoleh pada kondisi pH limbah=6,waktu pengadukan=40 menit,volume koagulan yang ditambahkan 50 ml, (3) berdasarkan baku mutu air limbah industri rumput laut, air hasil pengolahan pada penelitian ini masih kurang layak untuk dibuang ke badan perairan, (4) untuk TSS hasil yang didapatkan sudah memenuhi baku mutu air limbah industri rumput laut.
Kata kunci: limbah cair, rumput laut, koagulan, flokula