Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
ANALISIS KUALITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM PENERAPAN TEKNIK SCAFFOLDING PADA PEMBELAJARAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas belajar mahasiswa dalam penerapan teknik scaffolding pada pembelajaran. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari beberapa aspek yaitu: lembar observasi aktifitas mahasiswa, angket respon mahasiswa, angket minat mahasiswa, tes hasil belajar tiap pertemuan. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa kelas 4B Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Kegruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo pada mata kuliah Persamaan Diferensial semester genap tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 34 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik scaffolding pada pembelajaran membuat belajar mahasiswa berkualitas sebanyak 91%. Hal ini terlihat dari terpenuhinya semua indikator yakni: (1) 91% mahasiswa mengalami peningkatan aktivitas
belajar dalam setiap pertemuan, (2) 17% mahasiswa memiliki respon sangat tinggi, 65% mahasiswa memiliki respon tinggi, 15 % memiliki respon sedang, dan sebanyak 3% mahasiswa memiliki respon rendah terhadap penerapan teknik scaffolding, (3) 23% mahasiswa memiliki minat sangat tinggi, 59% mahasiswa memiliki minat tinggi, 15 % memiliki minat sedang, dan sebanyak 3% mahasiswa memiliki minat rendah terhadap penerapan teknik scaffolding, dan (4) 6% mahasiswa memiliki rata-rata hasil belajar berada pada kategori sangat tinggi,
sebanyak 32% mahasiswa memiliki rata-rata hasil belajar berada pada kategori tinggi, sebanyak 47% mahasiswa memiliki rata-rata hasil belajar pada kategori sedang, sedangkan sebanyak 15% mahasiswa memiliki rata-rata hasil belajar yang berada pada kategori rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 91% mahasiswa yang belajar secara berkualitas dengan penerapan teknik scaffolding, dan terdapat 9% mahasiswa yang tidak belajar secara berkualitas dengan penerapan teknik scaffolding dalam pembelajaran.
Kata Kunci: Analisis Kualitas, Teknik scaffoldin
MEMBELAJARKAN MATEMATIKA PADA SISWA LAMBAN BELAJAR
Pendidikan merupakan hak dari semua putra-putri Indonesia. Oleh karena itu, bagaimana pun kondisi siswa, mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Tak terkecuali bagi siswa lamban belajar. Secara fisik, siswa lamban belajar tidak berbeda dengan siswa pada umumnya, namun mengalami hambatan atau keterlambatan dalam berpikir, dalam merespon rangsangan dan dalam kemampuan untuk beradaptasi. Artikel ini akan membahas mengenai pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa lamban belajar, khususnya dalam mempelajari matematika.
Kata Kunci: pembelajaran matematika, siswa lamban belaja
IDENTIFIKASI NILAI TUGAS KELOMPOK DAN INDIVIDU PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN YANG DIPEROLEH MAHASISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai tugas kelompok dan individu mahasiswa pada mata kuliah teori bilangan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNCP sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tugas secara kelompok dan secara individu dalam bentuk soal essay. Hasil yang diperoleh adalah nilai tugas kelompok mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNCP pada mata kuliah teori bilangan berada pada kategori sedang, nilai tugas individu mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNCP pada mata kuliah teori bilangan berada pada kategori sedang.
Kata kunci: Tugas Kelompok, Tugas Individu, Teori Bilanga
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
This study uses a quantitative approach with Randomized Control Group Design experimental method. The experimental class was treated using the GI model, the control class used the STAD model with the material of technological development. Sample This study used 2 experimental classes involving 40 students and 2 control classes involving 40 students taken from 91 selected by purposive random sampling. Research instruments, affective and psychomotor observation sheets, response questionnaires and cognitive test pre-test and post-test results. Data analysis uses the two-way Anava Test. The results of the analysis of the social studies learning process on the technological developments taught by the GI type cooperative learning model encourage students to be more creative and critical. Students are more focused and directly involved in determining the topics they like to investigate. Effectiveness test results show classical learning completeness above 75%. The value of cognitive improvement in student learning is the gain value of the four groups at 0.3 ≤
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA DAN HABBITS OF MIND (STRIVING FOR ACCURACY) MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
The type of this research is experiment research that aims to know (1) critical thinking ability and habits of mind (striving for accuracy) before and after implementation of problem based learning at students’ class VIII MTs Neegeri Kota Palopo, (2) critical thinking ability and habits of mind (striving for accuracy) before and after implementation of conventional learning at students’ class VIII MTs Neegeri Kota Palopo, (3) the different of improvement critical thinking ability between students’ learned by problem based learning and conventional learning. The design researched that used was pretest-posttest design. Experimental unit of this research are the whole students class VIII academic year 2017/2018 that contained nine class. Sampling method that used is purposive sampling. Class VIIIE as a experimental class and Class VIIID as a control class. The result are (1) questionnare of habits of mind (striving for accuracy) result at experimental class after implementation of problem based learning is at student category, (2) questionnare of habits of mind (striving for accuracy) result at control class after implementation of conventional learning is at student category, (3) there was different of critical thinking average improvement between students at class VIIIE taught by problem based learning and students at class VIIID taught by conventional learning
PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIS SISWA: SUATU EKSPERIMEN PADA SALAH SATU SEKOLAH DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Sungguminasa melalui pembelajaran matematika melalui pendekatan matematika realistik. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Sungguminasa pada semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa 43 orang yang terdaftar. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus yaitu siklus I dan siklus II dimana pada siklus I terdiri atas 3 kali pertemuan untuk pelaksanaan pembelajaran serta 1 kali pertemuan untuk tes siklus I, dan pada siklus II terdiri dari terdiri atas 3 kali pertemuan untuk pelaksanaan pembelajaran serta 1 kali pertemuan untuk tes siklus II. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Setelah dilakukan pembelajaran selama dua siklus maka diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Hasil belajar matematika siswa pada siklus pertama berada pada kategori sedang, dengan skor rata-rata 59,56 dari skor tertinggi 88 dan skor terendah 40 untuk skor maksimal yang mungkin dicapai yaitu 100, (2) Hasil belajar matematika siswa pada siklus kedua berada pada kategori tinggi, dengan skor rata-rata 74,69 dari skor tertinggi 100 dan skor terendah 58 untuk skor maksimal yang mungkin dicapai yaitu 100. (3) Persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I lebih rendah yaitu hanya 41,86% siswa yang memperoleh ketuntasan dibandingkan dengan persentase ketuntasan klasikal pada siklus II yang mencapai 88,37% siswa memperoleh ketuntasan, atau dengan kata lain ketuntasan klasikal 85% tercapai setelah siklus II. (4) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II meningkat dilihat dari Persentase kehadiran siswa tiap pertemuan dan juga siswa yang memperhatikan materi pelajaran.Dari hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas kelas VIIA SMP Negeri 2 Sungguminasa meningkat setelah mengikuti pembelajaran matematika melalui pendekatan matematika realistik
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS IX5 SMP NEGERI 24 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan ujicoba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share pada pokok bahasan Statistika dan Peluang yang meliputi Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan Tes Hasil Belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX5 SMP Negeri 24 Makassar. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thiagarajan atau model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang meliputi empat tahap, yaitu tahap pembatasan, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share yang telah dikembangkan telah divalidasi dan mengalami revisi berulang-ulang kali sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share bersifat efektif dan praktis, yaitu (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 80,09 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 10,10. Dimana 33 dari 35 siswa atau 94,29% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai.; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share, siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (4) guru dapat membimbing kelompok bekerja dan belajar: dan (5) tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share termasuk dalam kategori sangat tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan
PERANCANGAN MODEL BELAJAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS ONLINE UNTUK SEKOLAH PENDIDIKAN MENENGAH ATAS
Tujuan penelitian ini adalah membangun Model Pembelajaran PLH berbasis website untuk Sekolah Tingkat Atas digunakan oleh guru dalam menyampikan pembelajaran pengelolaan lingkungan hidup secara valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini, penelitian pengembangan (developmental research), dimana dalam penelitian ini menghasilkan produk ajar, dan Model Pembelajaran pengelolaan lingkungan hidup diberi nama Model PLH berbasis website yang akan menghasilkan tiga komponen produk, yaitu: perangkat pembelajaran, instrument, dan program website (www. asri-uncp.com) yang digunaan untuk mengukur tingakat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan model. Uji Coba I Model PLH sudah memenuhi kriteria praktis, walaupun hasil penilaian pengamat masih ada beberapa komponen yang perlu ditingkatkan. Efektif, Model PLH belum efektif dinilai dari hasil kegiatan aktivitas siswa, dimana aktivitas siswa belum tercapai secara keseluruhan dari delapan aktivitas siswa yang dinilai. Walaupun respon siswa terhadap pembelajaran sudah pada kategori positif, dan kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran juga sudah berada pada kategori tinggi. Hasil Uji Coba II Model PLH sudah praktis, berdasarkan penilaian seluruh aspek komponen model, yaitu sudah terlaksana dengan baik sesuai apa yang diharapkan. Efektif, Model PLH sudah efektif, karena ketuntasan kegiatan aktivitas siswa sudah sesuai yang diharapkan, kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran dalam kategori tinggi, dan respon siswa terhadap pembelajaran sudah ketegori positif. Rancangan pengembangan Model PLH terpenuhi kevalidan dari seluruh aspek yang dinilai dinyatakan valid, Model PLH praktis digunakan pada Sekolah Tingkat Atas, berdasarkan hasil Uji Coba I dan Uji Coba II menurut penilaian dari pengamat. Model PLH efektif telah terpenuhi ketuntasan hasil belajar, dan kemampuan guru mengelolah pemebelajaran
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL BERBASIS GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR STATISTIK DASAR
This research is Pre-Experimental Design with the form of One Group Pretest - Posttest Design to know whether there is influence of the treatment given to the subject under study. The problems discussed in this research are 1) how the learning outcomes before applied mathematics learning methods Socrates Contextual based on cognitive style in the second semester students Mathematics education program, 2) how the result of learning mathematics after applied learning method of socrates Contextual based on cognitive style in the second semester students Mathematics education program, and 3) whether the application of contextual teaching method based on cognitive style effectively applied in improving student's mathematics learning result second semester Mathematics education program. In this research, there are two variables that will be studied, that is contextual learning method based on cognitive style as X variable and mathematics learning result as Y variable. Population and sample in this research is all students of second semester Mathematics education program. The research instrument used is the test of learning result and observation guideline. The data found in this study were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic analysis using t test formula.
Result of data analysis of test result of learning show that level of ability of student of second semester Mathematics education program before applying cognitive style contextual based learning method categorized very low with percentage 36,00% with average result score 50,2. Learning outcomes after application of contextual learning method based on cognitive style categorized high with percentage of 76.00% and average learning result score 86.92. The result of inferential statistical analysis using t test formula, it can be seen that the value of Sig (2-tailed = 0,000
TAKSONOMI SOLO (STRUCTURE OF OBSERVED LEARNING OUTCOMES) SEBAGAI ASSESSMENT AUTENTIK UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA DALAM MENGIDENTIFIKASI GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI
Konteks dalam asesmen literasi matematika adalah hal yang penting, sebab konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Oleh karena itu, konteks dalam suatu asesmen berpengaruh terhadap hasil asesmen. Salah satu teknik assesmen yang dapat membangun konteks literasi adalah Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan taksonomi SOLO dalam membangun kemampuan literasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Trigonometri. Subjeknya adalah satu orang mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains, Universitas Cokroaminoto Palopo. Untuk itu, penelitian in didesain secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa setiap level kognitif dalam taksonomi SOLO berperan dalam membangun kemampuan literasi dalam hal menganalisa informasi, menyusun konjektur matematis, mengintegrasi informasi, melakukan operasi prosedural berdasarkan pengetahuan konseptual, dan membuat penafsiran atas hasil yang diperoleh sesuai dengan konteks masalah yang diberikan