Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 PALOPO
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui: (1) Hasil Penalaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palopo sebelum dan setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Generative Learning (GL), (2) Respon siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palopo terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GL (Generative Learning), (3) peningkatan hasil Penalaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palopo setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe GL (Generative Learning), (4) Aktivitas siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palopo setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe GL (Generative Learning). Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Desain penelitian ini menggunakan One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil penalaran, angket respon dan lembar observasi. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial. Berdasarkan kriteria efektivitas secara deskriptif yaitu (1) Skor rata-rata hasil penalaran siswa untuk posstest yaitu 82,50 melebihi KKM (70), (2) rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,74 melebihi 0,29,(3) rata-rata aktivitas dan respon siswa yaitu 3,35 dan 3,735 berada pada kategori aktif. (4) ketuntasan hasil penalaran siswa secara klasikal kurang dari 85% yaitu 82,50 yang berarti bahwa hasil penalaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palopo secara individu mengalami peningkatan tetapi secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan.
Kata kunci: Model Kooperatif, Generatif Learning (GL)
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYUSUN TEKS TANGGAPAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL THINKING
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan di MTs Husnul Khatimah Polewali Mandar yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menyusun teks tanggapan kritis dengan menggunakan metode Critical Thinking pada peserta didik kelas IXA. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IXA MTs Husnul Khatimah Kabupaten Polewali Mandar Tahun Ajaran 2016/2017, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 23 orang yang terdiri dari laki-laki 14 orang dan perempuan 9 orang. Pengumpulan data dilakukan melalaui teknik tes/tertulis dan teknik non tes/pedoman observasi. Kemudian analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan menyusun teks tanggapan kritis pada peserta didik dengan menggunakan metode Critical Thinking pada peserta didik kelas IXA MTs Husnul Khatimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas IXA MTs Husnul Khatimah dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun teks tanggapan kritis dengan menggunakan metode Critical Thinking. Nilai yang diperoleh pada tindakan pembelajaran siklus I yaitu rata-rata secara umum sebesar 60,00% dalam kategori kurang baik, dan mengalami peningkatan pada tindakan Siklus II dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 85,00% dalam kategori baik, dengan selisih jumlah peningkatan nilai rata-rata sebesar 25,00%.
Kata Kunci: hasil belajar, teks tanggapan kritis, critical thinkin
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR (SEBUAH STUDI KOMPARATIF INDONESIA DAN JEPANG)
Penelitian ini mengkaji peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dengan tujuan
membandingkan persamaan dan perbedaan partisipasi masyarakat Indonesia dan Jepang pada aspek
penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif
berdasarkan studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat bentuk-bentuk partisipasi
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan Sekolah Dasar di Jepang dan Indonesia, yakni: a) menjadi
Guru Pendamping (Tutor), b) terlibat dalam Kepanitiaan Sekolah, c) terlibat dalam Asosiasi Guru dan
Orangtua, d) menjadi Relawan (volunteers), e) membentuk Komite Sekolah, dan f) membentuk Asosiasi
Orangtua dan Anak. Adapun unsur-unsur masyarakat yang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan Sekolah Dasar di Jepang dan Indonesia, yakni: a) orang tua/wali siswa, b) tokoh masyarakat, c)
alumni, d) anggota komite sekolah, e) pemilik yayasan, f) para ahli, dan g) mahasiswa
ANALISIS UPAYA PAJAK DAERAH (TAX EFFORT) DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PAD KOTA PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti potensi apa yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan PAD dan Upaya Pajak apa yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan PAD Kota Palopo sehingga dalam kurung waktu 5 tahun (2011 – 2015) mengalami peningkatan yang cukup “Ekstrim” yaitu dari Rp 35.70 milyar pada tahun 2011 menjadi Rp. 92,28 milyar pada tahun 2015 atau meningkat 154 %, atau rata-rata meningkat 30 % pertahun, disisi lain pertumbuhan ekonomi/PDRB rata-rata 7 % pertahun. Terhadap hal ini penulis melakukan penelitian dengan menggunakan teknik triangulasi (memakai berbagai metode sekaligus), namun demikian payung utamanya adalah analisis diskriptif kuantitatif dan kualitatif Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa upaya peningkatan PAD Kota palopo rata-rata 393 % (sangat baik), elastisitas pajak daerah sebesar 4,08 artinya setiap pertumbuhan PDRB 1 % dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pertumbuhan pajak daerah 4,08 % (sangat baik), potensi pajak daerah kota palopo mencapai rata-rata 20 % (cukup Potensial) serta efektifitas pajak daerah mencapai rata-rata 108,9(sangat efektif). Pada peta potensi daerah sebagai perpaduan (matching) antara potensi pajak daerah dan kemampuan pengelola (upaya pajak) dengan menggunakan model kuadran peta potensi daerah maka pengelolaan pajak daerah kota palopo berada pada posisi kuadran 1 yakni potensi pajak tinggi dan kemampuan pengelola juga tinggi, demikian pula dengan model analisis tipologi klasen maka potensi pajak daerah Kota Palopo dikategorikan sebagai Sektor Unggulan yakni kontribusi pajak daerah terhadap total PAD 29,83 % (tinggi) dan laju pertumbuhan pajak daerah juga tinggi yakni sebesar 21,09%. Untuk daerah yang berada pada posisi dan kategori unggulan seperti ini, maka kebijakan dan strategi yang perlu dilakukan adalah promosi dan Ekspansi.
Kata Kunci: Upaya Pajak, Elastisitas, Efektifitas, Peta potensi, Analisis Tipologi Klasse
IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH GEOMETRI TRANSFORMASI
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran pada mata kuliah Geometri Transformasi berbasis lesson study. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV kelas C, tahun akademik 2016/2017. Model pembelajaran yang diterapkan adalah model Investigasi kelompok, dimulai dengan tahapan orientasi masalah, penyusunan konjektur, pemecahan masalah (penyelidikan), dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tahapan perencanaan (plan), pelaksanaan (do) ,dan refleksi (see) yang memfokuskan pada aktivitas dan kemampuan mahasiswa. Proses penelitian mengikuti tahap-tahap: (a) menetapkan materi ajar, (b) menyusun instrumen pembelajaran, (c) merencanakan skenario pembelajaran (plan), (d) melakukan aktivitas pembelajaran (do), (e) menganalisa data hasil pembelajaran, (f) mereview aktivitas dan hasil belajar (see) (g) menarik kesimpulan. Hasil yang dicapai pada penelitian ini meliputi; (a)Aktivitas penyelidikan (investigasi) membutuhkan penguasaan materi prasyarat yang matang, menuntut setiap mahasiswa untuk memiliki pengetahuan konsep yang mendalam dan pengetahuan prosedur yang sistematis, (b) Lesson study memberikan gambaran kepada dosen tentang pemetaan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, membiasakan dosen untuk selalu memikirkan susunan konsep yang diajarkan secara hierarkis, untuk selanjutnya dituangkan dalam bentuk rencana pembelajaran yang relevan, (c) Lesson study memungkinkan para dosen untuk memperhatikan motivasi dan iklim sosial, yaitu faktor-faktor yang mungkin turut berkontribusi terhadap kesuksesan akademis mahasiswa dalam jangka panjang, (d) Lesson study memungkinkan para dosen untuk memperoleh masukan yang langsung dapat diterima, sesuai dengan kondisi mahasiswa saat itu, dan berdasarkan observasi terhadap keadaan nyata pembelajaran.
Kata Kunci: Lesson Study, Geometri Transformasi
PERAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) GURU UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN
Salah satu bagian penting yang mempengaruhi proses pembelajaran siswa adalah Pedagogical Content Knowledge (PCK). PCK terbentuk dari perpaduan pengetahuan isi (content knowledge), pengetahuan pedagogis (pedagogical knowledge) dan pengetahuan tentang siswa (Knowlegde of student). Untuk menjadi guru yang berkualitas dan professional maka dibutuhkan penguasaan materi pembelajaran sekaligus cara terbaik untuk mengajarkannya sehingga mampu mengatasi kendala sisiwa dalam memahami materi. Kemampuan PCK guru akan sangat menentukan keberhasilan membangun pemahaman siswa dengan menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa sesuai tingkat pemahaman dan kerumitan materi pembelajaran. Telah banyak penelitian PCK guru dalam rangka memahami secara mendalam inti dari PCK sekaligus upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru. Istilah PCK diperkenalkan pertama kali oleh Shulman pada tahun 1986. Artikel ini adalah artikel non penelitian yang mengkaji dan memaparkan mengenai peran penting kemampuan PCK dalam membantu calon guru dan guru pemula dalam praktek mengajar sekaligus dapat menjadi bahan refleksi bagi guru senior untuk lebih meningkatkan kualitas pengajarannya.
Kata Kunci: Pedagogical Content Knowledge (PCK), Pemahaman Siswa
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN LABORATORIUM IPA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA YAPIS MANOKWARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas pemanfaatan fungsi dan alat laboratorium IPA dalam pembelajaran fisika di SMA YAPIS Manokwari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Jenis penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, karena dapat mengukur dan mendeskripsikan efektivitas pemanfataan fungsi dan alat laboratorium IPA dalam pembelajaran fisika. Terdapat tiga tahap prosedur penelitian, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan akhir. Pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan model Rasch serta model Miles dan Huberman. Hasil analisis instrumen, angket peserta didik dan guru reliabilitasnya baik, dimana nilai reliabilitas berada di rentang nilai 0,80-0,90. Setelah analisis validasi uji coba, angket guru dan peserta didik valid secara konstruk dan konten. Berdasarkan indikator dari aspek pemanfaatan fungsi dan alat laboratorium IPA, antara lain memperkuat pemahaman peserta didik, menumbuhkan sikap ilmiah peserta didik, melatih keterampilan peserta didik, rasional pemanfaatan alat laboratorium IPA, dan prosedur pelaksanaan penggunaan alat laboratorium IPA, hasil penelitian efektivitas pemanfaatan fungsi dan alat laboratorium IPA di SMA YAPIS Manokwari telah dimanfaatkan secara efektif.
Kata Kunci : Efektivitas, Laboratorium IPA, Pembelajaran Fisik
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DANGE DI KABUPATEN LUWU UTARA
Kabupaten Luwu Utara merupakan sentra produksi sagu di Sulawesi Selatan dengan luas lahan 1.552 ha. Produk olahan sagu yang cukup diminati oleh masyarakat Luwu Utara.. Seiring isu potensial sagu untuk menjadikannya sebagai bahan pangan alternatif bagi masyarakat Indonesia selain padi, maka diperlukan upaya pengembangan usaha dange. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha dange serta merumuskan strategi pengembangan usaha dange. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini mengambil data dari responden dan informan. Hasil penelitian yaitu faktor-faktor internal yang mempengaruhi usaha “dange” meliputi aspek pemasaran, aspek keuangan, aspek produksi dan operasi, aspek sumberdaya manusia. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi; lingkungan politik, lingkungan ekonomi, lingkungan sosial, kekuatan tawar menawar pembeli, dan nilai pedagang. Adapun keputusan strategi untuk pengembangan usaha dange di Kabupaten Luwu Utara antara lain: (1). Peningkatan teknologi guna meningkatkan kapasitas , mutu dan variasi produk; (2). Melakukan Promosi produk dange melalui pameran guna memperluas wilayah pemasaran; (3). Mengikutsertakan pelaku usaha dange pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat; dan (4). Pelatihan Manajemen oleh Pemerintah Setempat bagi pelaku usaha dange. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk membina lebih lanjut para pelaku usaha dange melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama khusus untuk para pelaku usaha dange di Kabupaten Luwu Utara.
Kata Kunci: Dange, Strategi, Analisis SWO
OPTIMALISASI MESIN PENGGULUNG KUMPARAN MOTOR LISTRIK SISTEM OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER
Proses penggulungan kumparan motor secara manual memiliki beberapa kendala antara lain hasil penggulungan yang kurang akurat, dan durasi penggulungan yang tergantung pada teknisi atau operator. Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu hal yang dapat dilakuakn adalah dengan mengganti mekanisme kerja dari sistem manual menjadi sistem otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin penggulung kumparan motor berbasis mikrokontroler. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap perancangan dan pembuatan, tahap pengujian dan analisa serta tahap finalisasi. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kecepatan penggulungan dan keakuratan penggulungan. Penelitian ini menghasilkan mesin penggulung kumparan motor berbasis mikrokontroler. Mesin ini dibuat dengan penggerak motor stepper, keypad sebagai entry data jumlah lilitan, LCD sebagai penampil jumlah lilitan, dan opto-coupler sebagai penghitung jumlah lilitan kumparan. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh tingkat keakuratan sekitar 99 %, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menggulung 1 lilitan adalah 0,58 detik, dan kecepatan penggulungan sebesar 1,72 lilitan/detik. Proses penggulungan berlangsung otomatis tanpa perlu diawasi terus menerus oleh operator.
Kata Kunci: penggulung kumparan, sistem otomatis, mikrokontroler
EFEKTIVITAS EKSTRAK PANGSA KULIT BUAH DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI BAU BADAN
Body odor in the armpit arises when a person is sweating that supports activity of microbial. One of the archipelago plants that can be utilized to overcome the problem of body odor is durian (Durio zibethinus). Durian contains an activited compound that has potential as an antimicrobial. This study aims to provide scientific information about secondary metabolite content skin of durian portion and its bioactivity antimicrobial test for causes body odor. This research was conducted with several stages of collecting samples, maceration, extraction, phytochemical test, isolation and inoculation of sweat bacteria, gram staining, Polymerase Chain Reaction (PCR) examination and effectivited test extract skin of durian to growth of body odor bacteria. The results showed that the durian skin contains compounds dominant of flavonoid, phenolic, alkaloid, steroid, saponin and a few terpenoid group compounds. The results of isolation, inoculation and identification that cause body odor bacteria in sweat samples showed the presence of bacteria Staphylococcus aureus. The content of active compounds in extracts skin of durian is can to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria in the sweat that causes body odor