Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
APLIKASI PERENDAMAN ZPT TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KAPAS (Gossypium hirsutum L.)
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan individu baru pada tanaman yang diawali munculnya radikel pada teste benih. Kulit biji kapas menebal membentuk lapisan serat berderet pada kulit bagian dalam. Biji kapas tidak hanya dilapisi kabu-kabu, tetapi diluarnya terdapat lapisan serabut yang disebut serat kapas (kapas). Lapisan yang menebal pada kulit biji kapas menyebabkan benih tersebut mengalami hambatan untuk tumbuh khususnya pada benih kapas dengan daya simpan yang lama. Sehingga, perlu menggunakan treatment berupa perendama zat pengatur tumbuh yang berperan dalam merangsang perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam ZPT terhadap peningkatan viabilitas benih kapas dan memperoleh zat pengatur tumbuh yang efektif untuk meningkatkan perkecambahan benih kapas. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium benih Balai Peneliti Tanaman Pemanis dan Serat, Malang bulan Januari sampai Mei 2018 menggunakan racangan acak lengkap yang terdiria atas lima macam zat pengatur tumbuh yaitu Z0 = kontrol, Z1 = Air biasa, Z3 = Air kelapa, Z4 = Giberelin, dan Z5 = Rootone. Hasil penelitian menunjukkan perendaman ZPT berpengaruh sangat nyata untuk parameter kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, jumlah kecambah abnormal, panjang hipokotil, panjang radikula, dan bobot basah kecambah. Perendaman menggunakan rootona (Z4) menghasilkan rata-rata keserempakan tumbuh, jumlah kecambah abnormal, panjang hipokotil, dan bobot basah kecambah terbaik masing-masing 87.50%, 4.00 kecambah, 13.80 cm, dan 33.84 g. Sehingga, perendaman menggunakan rootone lebih efektif untuk meningkatkan perkecambahan benih kapas.
Kata kunci: benih kapas (Gossypium sp.), perendaman, perkecambahan, ZP
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK POLAR BATANG NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLA LAMK ) SEBAGAI PENGAWET ALAMI SARI AREN (ARENGA PINNATA)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak polar batang nangka (Artocarpus heterophylla Lamk). Penelitian dilakukan melalui preparasi sampel, maserasi,dan ekstraksi. Analisis data penelitian menggunakan metode kualitatif melalui uji fitokimia kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak polar batang nangka. Pemanfaatan batang nangka sebagai bahan pengawet alami pada pembuatan gula aren oleh masyarakat luwu telah dilakukan sejak dulu. Ekstrak batang nangka dapat mengurangi proses oksidasi sari aren. Hasil penelitian diperoleh ekstrak polar batang nangka berwarna kuning. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak batang nangka positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, plavanoid dan terpenoid; negative terhadap uji saponin, tanin dan steroid.
Kata Kunci: aren, ekstra, fitokimia, batang nangka, oksidas
PENGARUH SENYAWA BIOFUMIGAN DARI LIMBAH KUBIS-KUBISAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI SPORA PHYTOPHTHORA PALMIVORA DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO
Saat ini perkembangan kakao di Sulawesi selatan terutama dalam bentuk perluasan areal tanaman kakao tiga tahun terakhir berfluktuatif. Salah satu faktor penyebab utama ketidak stabilan produksi kakao di Sulawesi Selatan ialah penerapan teknologi produksi di tingkat petani yang masih rendah dan adanya serangan penyakit busuk buah kakao, hawar daun, dan kanker batang yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh limbah kubis-kubisan dalam mengurangi konsentrasi spora P. palmivora dan meningkatkan pertumbuhan bibit kakao . Limbah kubis-kubisan yang diperoleh dicacah dengan ukuran ± 1 cm dan diinkubasi selama 2 minggu dalam kondisi anaerob. Media tanah disterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121 oC. Limbah kubis-kubisan yang telah diinkubasi dicampurkan dengan media tanah steril sebanyak 5 kg per polybag, dengan perlakuan sebagai berikut: 1.00 kg, 1.50 kg, 2.00 kg, 2.50 kg, dan kontrol. Setelah itu, isolat P. palmivora yang berumur 7 hari disuspensikan dengan 100 ml akuades. Kemudian, suspensi P. palmivora yang mengandung 106 spora/ml diinokulasikan sebanyak 1 ml pada bibit kakao klon MCC02 berumur 27 hari dengan menggunakan handsprayer. Pengamatan dilakukan selama delapan minggu dengan mengukur tinggi bibit kakao, jumlah daun, dan konsentrasi spora P. palmivora tiap minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5% (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian limbah kubis-kubisan pada media tanam kakao berpegaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, dimana dosis 2.00 kg dan 2.50 kg menunjukkan hasil terbaik. Selain itu, gas yang dihasilkan oleh limbah kubis-kubisan dapat mereduksi konsentrasi spora P. palmivora tiap minggu hinngga 0,25 x 106/gr. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah kubis-kubisan dibidang pertanian tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi juga dapat mengendalikan patogen tular tanah khusunya P. palmivora.
Kata kunci: biofumigan, induksi pertumbuhan, kakao, limbah kubis-kubisa
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MBS DENGAN CARA INDIVIDU DAN KELOMPOK KECIL BERBASIS KARAKTER MEMPERTIMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan menghasilkan model pembelajaran MBS melalui pembelajaran individu dan kelompok kecil berbasis karakter yang mempertimbangkan kecerdasan emosional (model PIK4E) yang efektif; dan (2) mengembangkan dan menghasilkan perangkat pembelajaran MBS yang sesuai dengan model PIK4E. Survei dan uji coba dilakukan di Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo. Hasil uji coba menunjukkan model PIK4E memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran MBS dengan model PIK4E efektif. Perangkat pembelajaran sesuai dengan model PIK4E yang terdiri atas RPS, LKMI, LKMKK, LKM, dan materi pembelajaran. Implementasi model PIK4E, sudah dilakukan sejak investigasi awal, yaitu sejak kajian model pembelajaran, peneliti menemukan kelebihan dan keterbatasan model pembelajaran masing-masing, yaitu cara individu dan kelompok pembelajaran kecil, dan membuat rancangan untuk penelitian ini. Model PIK4E memiliki sintaks yang terdiri atas lima fase yang tersebar dalam tiga kegiatan, yaitu (1) kegiatan awal (fase satu: pengantar/pembukaan); (2) kegiatan inti (fase dua: informasi, demonstrasi, dan aktivitas individu; fase tiga: informasi dan aktivitas kelompok; fase empat: kuis evaluasi); (3) kegiatan akhir (fase lima: penutup). Model PIK4E dalam aktivitas individu mereka berbuat, mensintesis pengetahuan, dan membangun karakter diri, serta menumbuhkan kecerdasan emosional diri. Dalam aktivitas kelompok, dilanjutkan dengan kegiatan berinteraksi dengan anggota kelompok lain. Karena itu model PIK4E dapat dipakai sebagai satu alternatif model pembelajaran MBS berdasarkan kurikulum perguruan tinggi yang dapat membantu terlaksananya optimalisasi pembelajaran individu dan kelompok kecil berbasis karakter yang mempertimbangkan kecerdasan emosional secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran.
Kata Kunci: Pembelajaran Individu, Pembelajaran Kelompok, Karakter, Kecerdasan Emosiona
DINAMIKA POPULASI SERANGGA PADA FASE PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L.)
Kacang tunggak merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga leguminosa. Tanaman ini pada umumnya menghendaki kondisi kelembaban yang rendah. Salah satu masalah pada pertanaman kacang tunggak yang sering dikhawatirkan oleh petani adalah keberadaan serangga baik yang bersifat fitofagus maupun sebagai musuh alami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serangga pada tingkat ordo dan mengetahui dinamika populasi serangga di pertanaman kacang tunggak pada fase vegetatif. Pengamatan dilakukan. pada satu petakan lahan kacang tunggak berumur ±30 hari seluas 1000 m2 di Lahan Percobaan II Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo. Penentuan dan Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik diagonal sampling dengan cara mengambil sampel pada titik-titik sepanjang garis diagonal dengan interval dari satu sampel ke sampel lain yaitu ±5 tanaman. Empat jenis perangkap, yaitu pitfall, swep net, bottom yellow trap, dan top yellow trap dipasang pada pertanaman kacang tunggak sesuai dengan titik pengambilan sampel. Serangga yang terjerat pada masing-masing jenis perangkap kemudian dihitung dan diidentifikasi sampai tingkat ordo. Populasi serangga di pertanaman kacang tunggak sangat berfluktuasi dan didominasi oleh serangga dari ordo Coleoptera, Lepidoptera, Orthoptera, Diptera, Hymenoptera, Hemiptera, Odonata, dan Isoptera. Ordo serangga yang paling banyak ditemukan adalah Hymenoptera sebesar 29% dan paling rendah Odonata sebesar %. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam memantau populasi serangga baik yang bersifat fitofagus maupun yang bersifat musuh alami.
Kata kunci: Fluktuasi, Hama, Kacang Tunggak, Orthoptera, Hymenopter
ANALISIS TINGKAT BERPIKIR SISWA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemikiran siswa berdasarkan teori Van Hiele pada materi dimensi tiga ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Tingkat berpikir yang dimaksud adalah tingkat berpikir menurut teori Van Hiele yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), tahap 2 (deduksi informal), tahap 3 (deduksi), dan tahap 4 (rigor). Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas XII di SMAN 1 Pangkajene yang terdiri 2 orang siswa yang mewakili kelompok Field Independent (FI) dan 2 orang siswa yang mewakili kelompok Field Dependent (FD). Instrumen dalam penelitian ini adalah GEFT (Group Embedded Figure Test), uji Geometri dan wawancara berbasis tes. Tes GEFT digunakan untuk mengukur gaya kognitif siswa apakah termasuk Field Independent (FI) atau Field Dependent (FD). Tes Geometri disusun sesuai dengan indikator tingkat berpikir berdasarkan teori Van Hiele. Tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat berpikir siswa ditinjau dari gaya kognitifnya. Sedangkan pedoman wawancara berisi sejumlah panduan yang bertujuan menelusuri dan mengklarifikasi jawaban siswa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) subjek pertama dan subjek kedua dengan gaya kognitif Field Independent (FI-1 dan FI-2) berada pada tingkat deduksi, (b) subjek pertama dengan gaya kognitif Dependent Dependent (FD) berada pada tingkat analisis sedangkan subjek kedua dengan gaya kognitif Dependent Dependent (FD) berada pada tingkat visualisasi.
Kata Kunci : Tingkat berpikir teori van Hiele, gaya kognitif, Field Independent (FI) , Field Dependent (FD
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BULUKUMBA
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam (1) menentukan hal yang diketahui, (2) menentukan yang ditanyakan, (3) membuat model matematika, (4) menyelesaikan model matematika, (5) menyimpulkan jawaban dari soal cerita matematika. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampan menyelesaikan soal cerita matematika yang telah memenuhi validitas isi dan validitas konstruk. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis statistik deskriptif disimpulkan bahwa: (1) kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba dalam menentukan hal yang diketahui dikategorikan tinggi dengan selang kepercayaan 6,96 ≤ μ ≤ 7,60, (2) kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba dalam menentukan yang ditanyakan dikategorikan tinggi dengan selang kepercayaan 4,93 ≤ μ ≤ 5,36, (3) kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba dalam membuat model matematika dikategorikan tinggi dengan selang kepercayaan 9,54 ≤ μ ≤ 10,67, (4) kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bulukumba dalam menyelesaikan model matematika dikategorikan rendah dengan selang kepercayaan 12,93 ≤ μ ≤ 21,79, (5) kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 bulukumba dalam menyimpulkan jawaban dari soal cerita matematika dikategorikan rendah dengan selang kepercayaan 10,69 ≤ μ ≤ 16,95.
Kata kunci : soal cerita, model matematik
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTIRAN PADA JALAN DR. RATULANGI KABUPATEN MAROS
Pedestiran merupakan fasilitas kota yang diperuntukan bagi pejalan kaki memisahkan lintasan kendaraan dengan pejalan. Walaupun aktivitas pergerakan dengan kendaraan bermotor meningkat dan mendominasi, tetapi aktivitas berjalan tetap menjadi moda transportasi dasar dalam mengakomodasi pergerakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen yang memfokuskan pada fasilitas pejalan kaki. Lokasi penelitian di Jl. Dr. Ratulangi Kabupaten Maros. Populasi dalam penelitiannya adalah pengguna fasilitas yang melintas menggunakan teknik pengambilan sampel snowball. Variabel penelitian adalah karakteristik pejalan kaki dan fasilitas pedestiran. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Komponen variabel dalam penelitian indikator kenyamanan. Kegiatan analisa data dengan deskripsi persentase. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: karakteristik pejalan kaki pada jalur pedestiran adalah Karateristik pendidikan responden yaitu SMTA sebanyak 70 orang, S1/S2 sebanyak 8 orang. Hasil analisis deskriptif yang telah diperoleh dari 57 responden menyatakan bahwa tingkat kenyamanan jalur pedestiran pada Jl. Dr. Ratulangi Kabupaten Maros sebesar 54,87% yang tergolong dalam kriteria Cukup Baik
Kata Kunci: kenyamanan, pedestiran, pejalan kak
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 1 BUA
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik Problem Based Instruction. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bua. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes uraian sebelum pembelajaran dan posttest setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes penalaran matematika, lembar observasi aktivitas, serta angket respons siswa. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bua dan yang menjadi perlakuan adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bua tahun 2016/2017. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan mengambil secara acak dan langsung satu kelas dari seluruh kelas VII yang ada di SMP Negeri 1 Bua. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial sehingga diperoleh rata-rata hasil penalaran matematis siswa lebih baik setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI).
Kata Kunci: Model Kooperatif, Problem Based Instruction (PBI
INVENTARISASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN YANG BERSASOSIASI DENGAN TANAMAN WORTEL ASAL JAWA BARAT DAN SULAWESI SELATAN
Nematoda parasit tumbuhan atau sering disebut fitonematoda merupakan salah satu golongan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan kerugian pada tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nematoda parasit yang beraosiasi dengan tanaman wortel asal Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling dilakukan di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Pertanaman Wortel di Dataran Tinggi Malino, Sulawesi Sealatan. Ekstraksi nematoda dilakukan berdasarkan metode flotasi sentrifugasi dan metode Baerman. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi nematoda dan tipe gejala pada tanaman wortel. Tipe gejala nematoda pada wortel yang ditemukan, yaitu umbi bercabang, bulat dan bercabang, pendek dan membulat, pecah, serta berambut, selain itu juga ditemukan gejala lesion dan puru pada umbi mulai dari ukuran kecil, sedang, dan besar. Tujuh genus nematoda parasit yang berasosiasi dengan tanaman wortel, yaitu Meloidogyne spp., Pratylenchus spp., Rotylenchulus spp., Helicotylenchus spp., Haplolaimus spp., Criconemoides, dan Xiphinema. Tipe gejala dan jenis nematoda pada wortel yang ditemukan di daerah Jawa Barat lebih bervariasi dibanding di Sulawesi Selatan.
Kata kunci: Fitonematoda, Karakter morfologi, Jawa Barat, Meloidogyne, Sulawesi Selata