Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
OBSERVASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 2 PALOPO
Abstrak
Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam media yang digunakan guru mata pelajaran biologi di SMA Negeri 2 Palopo dan mengetahui kendala-kendala guru dalam menyiapkan dan menggunakan media pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Palopo. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi. Observasi yang dimaksud adalah observasi terhadap guru mata pelajaran biologi melalui wawancara unuk mendapatkan informasi kendala guru dalam penggunaan media pembelajaran. Observasi selanjutnya dilakukan pada siswa melalui pengisisan angket yang telah disediakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi ragam media pembelajaran biologi yang digunakan oleh guru selama proses pembelajaran. Teknik analisis data hasil observasi dilakukan secara deskriptif kuantitatif, hasil wawancara dan angket yang dibagikan kepada siswa diintrerretasikan oleh peneliti secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu kendala guru mata pelajaran biologi dalam penggunaan media selama proses pembelajaran adalah menjaga fokus siswa, karena siswa cenderung hanya tertarik pada gambar dan videonya saja sedangkan jika yang ditampilkan melalui media itu berupa tulisan fokus siswa akan berkurang. Adapun ragam media yang digunakan guru mata pelajaran biologi berdasarkan hasil angket yang dibagikan sangat bervariatif, diantaranya media gambar, alat peraga, demonstrasi, video, dan power point. Salah satu media yang menjadi fokus penelitian tidak mendapatkan respon positif dari responden adalah media audio.
Kata Kunci: Observasi, Penggunaan dan Media Pembelejaran Biolog
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BILANGAN PECAHAN KELAS VIII SMP 19 MANOKWARI
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Moya (2016) untuk mengukur kemampuan berhitung siswa diperoleh dari 38 siswa yang mengikuti tes kemampuan berhitung hanya satu siswa yang mampu mencapai kategori tingkat tinggi. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa persentase terendah kemampuan berhitung siswa terletak pada dimensi bilangan pecahan dan operasinya. Jika hal tersebut tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk pada hasil belajar matematika siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita bilangan pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di SMPN 19 Manokwari pada siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes tertulis dan pedoman wawancara. Jenis kesalahan dalam penelitian ini adalah (1) kesalahan dalam membaca soal, (2) kesalahan dalam memahami soal, (3) kesalahan dalam mentransformasi soal, (4) kesalahan dalam keterampilan proses, (5) kesalahan jawaban hasil akhir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa melakukan semua jenis kesalahan (kesalahan dalam membaca soal, kesalahan dalam memahami soal, kesalahan dalam mentransformasi soal, kesalahan dalam keterampilan proses, kesalahan jawaban hasil akhir) untuk semua nomor soal (1-5) yang diberikan pada tes diagnostik. Hal tersebut diperkuat melalui wawancara yang dilakukan pada 3 subjek penelitian, kesalahan yang dilakukan siswa disebabkan kurangnya kemampuan membaca dan tidak memahami konsep bilangan pecahan.
Kata kunci : analisis, kesalahan, soal cerita, bilangan pecaha
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA KULIAH TRIGONOMETRI MAHASISWA PRODI MATEMATIKA STKIP PARIS BARANTAI KOTABARU
Efektivitas pembelajaran portofolio pada mata kuliah Trigonometri mahasiswa prodi matematika STKIP Paris Barantai Kotabaru. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 2 Tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 37 orang. Penelitian ini dirancang dalam bentuk One Group Pretest-Posttest. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, portofolio, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai setelah menerapkan pembelajaran berbasis portofolio yaitu: (1) Pretest diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 6,5 dari skor ideal 10 dengan standar deviasi 1,5 sedangkan pada Postest diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 7,5 dari skor ideal 10 dengan standar deviasi 1,4; (2) skor rata-rata hasil portofolio pada pretest sebesar 6,2 dari skor ideal 10 dengan standar deviasi 1,1 sedangkan pada postest diperoleh skor rata-rata hasil portofolio sebesar 7,0 dari skor ideal 10 dengan standar deviasi 1,0; (3) terjadi perubahan sikap yang lebih baik pada setiap siswa dengan memperhatikan indikator yang diamati, yaitu kehadiran serta keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan baik kepada dosen maupun kepada teman, menawarkan ide/menjawab pertanyaan dosen maupun teman dan membantu teman dalam belajar mengalami peningkatan dari waktu ke waktu; (4) terjadi kemajuan tingkat kemampuan mahasiswa dalam memahami materi trigonometri berdasarkan pemantauan peneliti pada saat mahasiswa menyelesaikan portofolio serta isi portofolio mahasiswa. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis portofolio dapat mempengaruhi hasil belajar matematika mahasiswa semester 2 khususnya pada mata kuliah trigonometri
“KETIDAKADILAN GENDER PADA NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL, KARYA NAWAL EL-SAADAWI BERDASARKAN RESPON SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BUA PONRANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidakadilan gender pada novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El – Saadawi berdasarkan Respon siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bua Ponrang dan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang ketidakadilan gender itu sendiri.
Metode yang digunakan adalah metode lapangan yang penyajiannya dilakukan dalam bentuk deskriptif dengan analisis statistik ragam persentase untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penyajian. Populasi adalah 113 orang, sampel adalah 53 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan tes sejumlah 25 nomor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas ada 47 orang atau 89%, sedangkan jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah 6,5 ada 6 orang atau 11%. Selain itu para siswa sampel juga telah mampu mengkategorikan beberapa kutipan yang mengandung unsur ketidakadilan gender dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el Saadawi, seperti pelecehan seksual, KDRT, Eksploitasi, Diskriminasi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bua Ponrang telah mampu memahami tentang ketidakadilan gender yang ada dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el Saadawi
ASPEK MORALITAS DAN NILAI BUDAYA CERITA ASAL USUL BATUSITANDUK KECAMATAN WALENRANG KABUPATEN LUWU
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan aspek moralitas dan nilai budaya cerita asal usul Batusitanduk. Penelitian ini didesain secara deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data-data yang ada sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek moralitas dan nilai budaya cerita asal usul Batusitanduk, sumber data dalam penelitian ini terbagi atas dua yaitu, data primer adalah aspek moralitas dan nilai budaya cerita asalusul Batusitanduk dan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek moralitas yakni tidak boleh mencuci piring di sungai dan membuang sisa makanan serta berkaitan dengan paham animisme. Sedangkan nilai budaya yang terdapat di dalamnya yakni berkaitan dengan pesta panen dan larangan keluar rumah pada saat malam Jum’at. Adapun cerita asal usul Batusitanduk yang bermula dari suara gemuruh yang sering didengar oleh masyarakat setempat sehingga masyarakat setempat sepakat menamakan daerah tersebut Batusitanduk
THE EFFECTIVENESS OF PAIRED STORY TELLING TO INCREASE STUDENTS ABILITY IN NARRATIVE WRITING
The objectives of the research are to find out whether Paired Story Telling can increase the student’s ability in narrative writing text. This research employed a quasi experimental method. The population of this research was the students at cokroaminoto palopo university in the academic year 2017/2018. It used cluster random sampling, taking two classes totalling 72 students. It involved two groups, namely experimental class and control class. The instruments of this research were pre-test, treatment, and post-test. The results of this research indicated that there was significant difference between the experimental class and control class. It can be indicated from the result of t-test and t-table. In experimental class, the result of t-test was greater than t-table (3,49>1,666914). Before doing treatment the students in experimental class get mean score 51,18. Then after giving treatment, the students get mean score 67,71. But it is different in control class. Before doing treatment, the students in control class get mean score 53,33. Then after giving treatment, the mean score was only 62,02. Thus, it is concluded that the Paired Story Telling technique enhances the students’ writing ability.
Key words: Narrative text, Writing Skill, Paired Story Telling
RANCANG BANGUN MEDIA PRAKTIKUM SISTEM PNEUMATIK BERBASIS PLC
Praktikum pada kurikulum pendidikan vokasi atau kejuruan mempunyai kedudukan yang sangat penting. Penyelenggaraan matakuliah praktikum khususnya pada perguruan tinggi bidang keteknikan dikembangkan untuk mewujudkan kompetensi dasar teknik yang yang relevan dengan kondisi yang akan dihadapi dalam dunia kerja. Untuk diperlukan media ajar atau media praktikum yang dapat menunjang dan menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai aplikasi teknis matakuliah tersebut dalam dunia nyata khususnya di industri. Matakuliah yang mengkaji tentang sistem pneumatik maupun Programmable Logic Control (PLC) memerlukan media praktikum yang dapat mensimulasikan proses-proses otomasi industri. Pada makalah ini akan disajikan mengenai perancangan media praktium yang dapat digunakan sebagai simulator sistem pneumatik dengan pengendali PLC. Penelitian experimental ini meliputi tahapan-tahapan yaitu : perencanaan, pembuatan, ujicoba dan finalisasi. Media praktikum didisain portabel menggunakan material yang ringan dan mudah diperoleh, dan cocok digunakan untuk skala laboratorium dengan tegangan kerja elektrik 220 V dan tekanan kerja pneumatik 4 bar (≈60 psi). Sistem otomatis diwakili oleh sistem elektro-pneumatik, yang dapat mengaplikasikan proses-proses industri seperti sistem pendorong barang, sistem belt conveyor dan sistem pencacah barang.
Kata Kunci: media praktikum, sistem pneumatik, PLC, proses otomasi industri
KARAKTERISTIK MODUL BERBASIS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul matematika dengan pendekatan pemecahan masalah untuk melatihkan berpikir reflektif siswa kelas VII SMP pada materi keliling dan luas persegipanjang dan persegi. Modul yang dihasilkan dalam bentuk cetak yang memiliki karakteristik berpikir reflektif sehingga modul yang dihasilkan dapat memandu dan membimbing siswa untuk terlatih berpikir reflektif. Adapun komponen berpikir reflektif yang akan dilatihkan dalam modul matematika ini adalah; (1) Formulation and synthesis of the experience; (2) Orderliness of experience; (3) Evaluation of experience; dan (4) Testing the selected solution based on the experience. Untuk mengetahui bagaimana mengembangkan modul dengan kualitas yang ditentukan maka tiga kriteria harus terpenuhi yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengembangan modul dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan langkah-langkah: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data pengembangan dan kualitas modul, yaitu: lembar penilaian modul, angket pendapat siswa, wawancara guru, dan pretest-postest. Pengembangan modul matematika dengan pendekatan pemecahan masalah untuk melatihkan berpikir reflektif siswa kelas VII SMP dilakukan sebagai berikut: analysis (analisis) meliputi analisis kurikulum,dan analisis situasi pembelajaran; design (perencanaan) meliputi pengumpulan referensi, menyusun materi, melengkapi unsur-unsur modul, dan merancang layout (tampilan); development (pengembangan) meliputi pengembangan modul awal, validitas ahli, dan revisi produk; implementation (implementasi) meliputi penerapan modul dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII sebagai kelas uji coba dan pengisian angket pendapat siswa; tahap terakhir adalah evaluation (evaluasi) meliputi evaluasi semua tahapan dan revisi kembali berdasarkan hasil evaluasi tersebut hingga mendapatkan produk akhir yaitu modul matematika yang dapat melatihkan berpikir reflektif siswa kelas VII SMP.
Kata Kunci: modul, berpikir reflektif, pemecahan masala
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI GEOMETRI BERBASIS TEORI BELAJAR VAN HIELE UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA KELAS VII1 SMP MUHAMMADIYAH BUNGORO
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika materi geometri berbasis teori belajar Van Hiele untuk mengembangkan karakter yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Produk yang dikehendaki dalam penelitian ini terdiri dari empat komponen yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Proses pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif berdasarkan penilaian validator dan hasil uji coba yang dilaksanakan. Kevalidan perangkat diukur berdasarkan penilaian hasil validasi para ahli yang memenuhi kriteria kevalidan, yaitu (1) RPP, (2) Buku Siswa (3) LKS dan (4) THB dengan dengan masing-masing Validitas isi lebih dari 75% atau V > 75%. Ini menunjukkan bahwa keempat komponen perangkat yang dihasilkan berada pada kategori valid atau inferensia yang dilakukan adalah sahih. Kepraktisan perangkat diukur berdasarkan lembar pengelolaan pembelajaran yang ditunjukkan dengan terpenuhinya setiap aspek yang berada pada kategori baik dan sangat baik. Keefektifan perangkat ditunjukkan dengan terpenuhinya 3 dari 4 indikator kefektifan yang ditetapkan, antara lain: (1) Persentase rata-rata kelulusan klasikal tes hasil belajar lebih dari 85%, (2) terpenuhinya 7 dari 9 kategori aktivitas siswa, (3) Semua siswa memberikan respon positif sebesar 100% dari tiap aspek yang direspon.
Kata Kunci : Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Model Pengembangan, Teori Van Hiele, Pendidikan Karakte
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PPSI (PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL) DAN MODEL PEMBELAJARAN GERLACH DAN ELY PADA MATA KULIAH KALKULUS
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Pretest-Posttest Comparison Group Design, suatu penelitian yang membandingkan dua model pembelajaran, yaitu model pembelajaran PPSI dan model pembelajaran Gerlach dan Ely yang dilaksanakan pada Mahasiswa pendidikan Matematika semester III Universitas Cokroaminoto Palopo. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika dengan jumlah siswa 69 orang yang terdiri dari 34 mahasiswa kelas IIIA dan 35 siswa kelas IIIB. Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Kalkulus pokok bahasan Integral tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar matematika dimana data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Adapun hasil belajar matematika setelah diajar dengan menggunakan model PPSI pada mahasiswa kelas IIIA (eksperimen I) menunjukkan skor rata-rata 65,735, dan hasil belajar matematika yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Gerlach dan Ely pada mahasiswa kelas IIIB (eksperimen II) dengan skor rata-rata 65,571. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran PPSI dan model pembelajaran Gerlach dan Ely. Dari hasil analisis uji hipotesis menunjukkan t Hitung t Tabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima.
Kata kunci: PPSI, Gerlach dan Ely, dan Hasil Belajar