Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
RESPON AKUT OLAHRAGA FUTSAL MALAM TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA INDIVIDU DEWASA MUDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon akut olahraga futsal
malam terhadap kadar interleukin-6 pada individu dewasa muda di Kota Palopo. Besar sampel sebanyak 10 orang yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sebelum diberikan intervensi, dilakukan anamnesa meliputi umur, tinggi badan dan berat badan, serta pemeriksaan fisik meliputi suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, frekuensi nafas, denyut jantung dan EKG. Intervensi olahraga futsal dilakukan pada malam
hari pada pukul 22.00-23.00 selama 2x20 menit. Sampel darah diambil 30 menit sebelum dan 30 menit setelah intervensi dan dianalisis menggunakan EnzimLinked Immunosorbent Assay (ELIZA). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perubahan kadar interleukin-6 yang bermakna pada kelompok kontrol malam (p=0,77) dan futsal malam setelah olahraga (p=0,23)
KEMAMPUAN MENENTUKAN UNSUR INTRINSIK CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA PALOPO
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menentukan unsur intrinsik cerpen melalui model pembelajaran inkuiri siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini didesain secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII B yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VIII B SMP Negeri 10 Kota Palopo dalam menentukan unsur intrinsik cerpen melalui model pembelajaran inkuiri, yaitu 75,31. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari sampel yang mendapat nilai 100 berjumlah 3 (19%); sampel yang mendapat nilai 80 berjumlah 1 (6%); sampel yang mendapat nilai 75 berjumlah 4 (25%); sampel yang mendapat nilai 70 berjumlah 2 (13%); sampel yang mendapat nilai 65 berjumlah 5 (31%); sampel yang mendapat nilai 60 berjumlah 1 (6%). Apabila dikonfirmasikan dengan KKM, maka kemampuan menentukan unsur intrinsik cerpen melalui model pembelajaran inkuiri siswa kelas VIII B SMP Negeri 10 Kota Palopo, yaitu yang mendapat nilai 77 ke atas sebanyak 4 sampel (25%), sedangkan yang mendapat nilai di bawah 77 sebanyak 12 sampel (75%). Dilihat dari tolok ukur kemampuan, siswa belum dapat dikatakan mampu karena siswa yang memperoleh nilai 77 ke atas tidak mencapai 85%
SISTEM FONOLOGIS BAHASA MAKASSAR DIALEK CIKOANG KABUPATEN TAKALAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan sistem fonetis bahasa Makassar dialek Turatea yang berfokus di daerah Cikoang Kabupaten Takalar. Data penelitian ini berupa cerita tentang asal usul Maudu’ Lompoa yang diadakan setiap tahunnya di Cikoang dengan memilih tokoh masyarakat yang memahami asal usul Maudu’ Lompoa sebagai informan. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dibantu dengan aplikasi IPA (International Phonetic Association). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pasangan minimal dan beberapa bunyi yang menempati awal suku kata, tengah suku kata dan akhir suku kata baik vokal dan konsonan bahasa Makassar. Huruf vokal paling dominan berada pada akhir kata, hanya ŋ dan ʔ dari huruf konsonan yang berada pada akhir kata. Dalam Bahasa Makassar dalam cerita ini terdapat beberapa konsonan rangkap
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE SISWA KELAS X SMA 1 BUAKECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan model Think-Talk-Write dalam pembelajaran menulis karangan narasi siswa kelas X SMAN 1 Bua yang berjumlah 30 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan deskriptif dan penelitian ini dianalisis dengan menggunakan data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum penerapan Think-Talk-Write pada pembelajaran diskusi nilai hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 64,86 dan setelah penerapan model Think-Talk-Write pada pembelajaran karangan narasi nilai hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 74,73. Jadi model penerapan Think-Talk-Write dalam pembelajaran menulis karangan narasi siswa kelas X SMAN 1 Bua bermanfaat. Selain itu setelah diadakan perlakuan perolehan nilai tertinggi yaitu mencapai 85,00 yang diperoleh 2 orang siswa dengan persentase 6,66%, sedangkan nilai terendah yaitu 60,00 yang hanya diperoleh 1 orang siswa dengan persentase 3,33%. Hasil perolehan nilai pembelajaran menulis karangan narasi pretest ke posttest berdasarkan pada 5 aspek penilaiaan menunjukkan bahwa dengan aspek ruang lingkup isi dengan perolehan nilai rata-rata pretest 12,86 dan nilai posttest 15,36, organisasi dan penyajian isi nilai rata-rata pretest 13,83 nilai posttest 15, gaya dan bentuk bahasa nilai rata-rata pretest 14,46, dan nilai posttest 14,7, tata bahasa, ejaan, dan kerapian tulisan memperoleh nilai rata-rata pretest 11,03, nilai posttest 14,3, dan aspek terakhir yaitu respon guru terhadap murid dengan nilai rata-rata pretest 12,66, sedangkan posttest 15,4. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari hasil pretest ke posttest, pada pretest juga dilihat dari persentase. Siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 8 orang dengan persentase 26,65% sedang siswa yang memperoleh nilai < 70 sebanyak 22 siswa dengan persentase 73,33 dan mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu sebanyak 29 siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 dengan persentase 96,66 dan siswa yang memperoleh nilai ≤ 70 hanya 1 orang siswa dengan persentase 3,33%. Apabila dikonfirmasikan dengan nilai KKM, maka kemampuan siswa kelas X SMAN 1 Bua dalam pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan model pembelajaran Think-Talk-Write efektif karena siswa yang memperoleh nilai lebih dari 70 mencapai mencapai 85%
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE ANTARA GURU DAN SISWA SMA NEGERI 3 PALOPO
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan alih kode dan campur kode antara guru dan siswa SMA Negeri 3 Palopo. Hasil analisis data penelitian yang telah dikemukakan dalam pembahasan yang sebelumnya, dapat diperoleh simpulan bahwa bentuk alih kode dan campur kode sering digunakan guru dan siswa SMA Negeri 3 Palopo dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Siswa dan guru sering melakukan peralihan bahasa dari bahasa Indonesia kebahasa daerah begitu juga sebaliknya. Bentuk alih kode yang ditemukan peneliti di lapangan, yaitu bentuk alih kode intern yang mana terjadi, peralihan dari bahasa Indonesia, kebahasa daerah atau sebaliknya, sedangkan campur kode yang terjadi, yaitu percampuran atau penyisipan kata-kata bahasa daerah kedalam percakapan bahasa Indonesia, baik disengaja atau pun tidak disengaja. Bentuk campur kode yang didapatkan oleh peneliti, yaitu berupa bentuk campur kode kedalam pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa daerah (Tae). Hal ini terjadi karena kebiasaan guru dan siswa menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, sehingga tejadinya alih kode dan campur kode dalam percakapan di lingkungan sekolah
DESKRIPSI HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 4 LUWU DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON (STAD)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya materi peluang dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi pada kegiatan pembelajaran matematika dan hasil observasi tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan pada SMK Negeri 4 Luwu, Kabupaten Luwu. Hasil pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, hal ini dapat diketahui dari (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil beajar adalah 79,94 dari skol ideal 100 dengan standar deviasi 5,01; (2) penerapan model pembelajaran koopertif tipe STAD menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) ketuntasan belajar siswa mencapai 88,24%; (4) respon siswa terhadap komponen pembelajaran seperti suasana pembelajaran, cara guru mengajar dan penampilan guru sebanyak 94,12% siswa menyatakan Senang dan 5,88% siswa menyatakan Tidak Senang, sementara tangggapan siswa tentang minat untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebanyak 88,24% menyatakan Berminat dan 11,76% siswa menyatakan Tidak Berminat.
Kata Kunci: kooperatif, STAD, hasil belajar
NILAI TOTAL KETIDAKTERATURAN-H PADA GRAF Cn x P3
Penentuan nilai total ketidakteraturan dari semua graf belum dapat dilakukan secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai total ketidakteraturan-H pada graf Cn x P3 untuk n ≥ 3. Penentuan nilai total ketidakteraturan-H pada graf Cn x P3 dengan menentukan batas bawah terbesar dan batas atas terkecil. Batas bawah dianalisis berdasarkan sifat-siat graf dan teorema pendukung lainnya. Sedangkan batas atas dianalisa dengan pemberian label pada titik dan sisi pada graf Cn x P3.Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh nilai total ketidakteraturan-H pada graf (Cn x P dengan n ≥ 3.
Kata kunci : Selimut-H, Nilai total ketidakteraturan-
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN ANALISIS DATA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah analisis data dengan menerapkan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design. Populasinya adalah mahasiswa program studi pendidikan Bahasa dan sastra indonesia yang mengikuti mata kuliah analisis data pada tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 4 kelas dengan jumlah mahasiswa sebanyak 120 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel acak (random sampling) untuk menentukan kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep yang berbentuk pilihan ganda. Untuk menguji validitas tes digunakan validitas isi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pemahaman konsep mahsiswa sebelum diterapkan media audio visual mempunyai skor rata-rata sebesar 61,42 dari skor ideal 100 yang dikategorikan “sedang” dengan standar deviasi sebesar 9,172. Sedangkan pemahaman konsep mahasiswa setelah diajar dengan penerapan media audio visual mempunyai skor rata-rata sebesar 80,18 dari skor ideal 100 yang dikategorikan “tinggi” dengan standar deviasi sebesar 9,458. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatann pemahaman konsep mahasiswa setelah diterapkan media audio visual di dalam kelas. Dengan demikian media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah analisis data.
Kata Kunci: Media Audio Visual, Pemahaman Konsep Mahasiswa, Analisis Dat
POTENSI PEMANASAN AIR DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI PANAS DARI GAS BUANG MOTOR DIESEL
Pada setiap mesin termal, pendistribusian energi pada umumnya terdiri dari 4 bagian. Dari 100 persen energi yang dihasilkan oleh pembakaran, hanya 20 persen yang dipakai untuk menghasilkan daya poros, sedangkan sisanya sebagai losses. Diantara yang hilang, 30 persen keluar bersama dengan gas pembuangan. Temperatur gas buang mesin diesel untuk jenis Ranger 2 cylinder, dapat mencapai 300oC bahkan lebih tergantung beban mesin. Panas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk memanaskan air. Cara yang dapat dilakukan adalah mengalirkan air kedalam pipa yang berbentuk lilitan dan meletakkannya di dalam saluran gas buang yang bertemperatur tinggi untuk menaikkan entalpy air tersebut. Dengan desain yang sederhana alat dapat berfungsi sebagai heater namun lebih ekonomis karena tidak lagi menggunakan energi listrik tetapi memanfaatkan panas gas buang dari mesin yang beroperasi. Energi yang dibawa oleh gas buang hasil pembakaran Motor Diesel pada Mesin Las type Ranger 8 setara dengan pemanas air berkekuatan 3.9 kW.
Kata Kunci : Motor Diesel, Energi, Temperature Gas Buan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR SHARE (TPS) PADA POKOK BAHASAN PELUANG SISWA KELAS IX SMPN 3 BONE-BONE
Penelitian ini adalah penelitian tindakan Kelas ( Classroom Action ) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika melalui penggunaan Model Kooperatif Tipe Think- Pair Share ( TPS ). Penelitian ini diaksanakan dalam dua siklus dengan proses penelitian : ( a) mengadakan persiapan tindakan, b) melaksanakan tindakan pada siklus I dan II, c) mengadakan pengamatan selama berlangsungnya pembelajaran pada siklus I dan II, d) mengadakan evaluasi tiap akhir siklus, e) menganalisis data evaluasi dan hasil pengamatan, f) mengadakan refleksi berdasarkan hasil analisis dan sikap peserta didik. Pengambilan data dilakukan dengan mengunakan tes hasil belajar dan observasi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX SMPN 3 Bone-Bone. Tehnik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Think-Pair Share, siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (74,64), siklus II (82,19). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe Think-Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IX SMPN 3 Bone-Bone.
Kata Kunci : Hasil belajar matematika, model pembelajaran kooperatif Tipe Think-Pair Shar