Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Keaneragaman Hayati Berorientasi Problem Based Learning untuk Siswa Kelas X Sma
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yaitu pengembangan perangkat pembelajaran materi keanekaragaman hayati berorientasi problem based learning dengan tujuan; (1) untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran problem based learning (2) untuk menilai kualitas (kevalidan, ke praktisan, dan keefektifan) perangkat pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran problem based learning. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran problem based learning ini mengacu pada model pengembangan Thiagarajan, Semmel dan Semmel (model 4-D), yang terdiridari 4 tahapan yaitu pendefinisian/pembatasan (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi problem based learning menunjukkan bahwa (1) secara umum keseluruhan komponen perangkat pembelajaran problem based learning (prototipe I) dinyatakan valid. Hasil analisis validasi RPP M= 4,38 (valid), buku siswa M= 4,43 (valid), dan LKS M= 4,26 (valid), dan hasil validasi THB M = 4,39 (valid), (2) secara umum hasil uji coba terbatas prototipe II telah memenuhi kriteria kepraktisan. Hasil pengamatan terhadap keterlaksanaan perangkat pembelajaran problem based learning selama uji coba adalah M= 3,84 (terlaksana seluruhnya) dengan R= 0,78 (reliabel), (3) secara umum hasil uji coba terbatas prototipe II telah memenuhi kriteria keefektifan. Hasil pengamatan selama pembelajaran problem based learning adalah; (a) kemampuan guru mengelola pembelajaran problem based learning( x) ̅= 3,85 (tinggi) dengan R= 0,86 (reliabel) (b) aktivitas siswa telah memenuhi interval waktu ideal yang telah ditentukan, (c) persentase respon positif rata-rata total siswa terhadap kegiatan pembelajaran adalah 94,52 merespon positif dengan R= 0,95, persentase respon positif rata-rata total siswa terhadap buku siswa adalah 96,77 dan persentase respon positif rata-rata total siswa terhadap LKS adalah 91,61 merespon positif (d) hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan total 90,32%, artinya hasil belajar siswa memenuhi syarat ketuntasan individual yaitu minimal 68 dan ketuntasan secara klasikal minimal 85 % dari nilai KKM
Peningkatan Motivasi, Aktivitas, dan Hasil Belajar Biologi Siswa melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair And Share (TPS) pada Siswa Kelas VIII1 SMP Negeri 30 Makassar
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 SMP Negeri 30 Makassar semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 48 siswa. Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas dua siklus dan data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think, pair and share merupakan suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar biologi siswa kelas VIII1 SMP Negeri 30 Makassar. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian dari siklus I ke siklus II, yaitu (1) Rata-rata nilai motivasi siswa meningkat dari 77,21 ke 84,18 atau dari kategori baik menjadi baik sekali. (2) Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dalam bertanya, menjawab, dan menanggapi dalam kegiatan diskusi. (3) Rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat dari 58,33 ke 73,25 atau dari kategori cukup ke kategori baik dan peningkatan persentase siswa yang tuntas dari 33,33% ke 77,08%
Komparasi Proses dan Hasil Belajar Matematika yang Menerapkan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Tipe TPS Pada SIswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Palopo
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika yang dicapai siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palopo dengan menggunakan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered-Heads-Together dan tipe Think-Pair-Share. Hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palopo yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Numbered-Head-Together (NHT) termasuk dalam kategori sangat tinggi, yaitu dengan skor rata-rata 81,00 dari skor ideal 100, dengan standar deviasi sebesar 5,66. Hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palopo yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) termasuk dalam kategori sedang, yaitu dengan skor rata-rata 58,00 dari skor ideal 100, dengan standar deviasi sebesar 6,58. Keaktifan siswa tergolong tinggi dalam proses pembelajara
Uji Kekuatan Material dengan Injeksi Zat Putih Telur
Injeksi zat putih telur pada bahan bangunan diindikasi memperkuat dasar bangunan, seperti yang dilakukan di mesjid Jami’ tua Palopo. Hasil penelitian akan memberikan informasi tentang kekuatan material dengan injeksi zat putih telur. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Palopo. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Data diperoleh dengan mengunakan alat uji tekan Universal Testing Machine, kemudian membandingkan hasil yang diperoleh. Berdasarkan Penelitian ini menunjukkan bahwa disamping pasir halus yang digunakan sebagai satu bahan campuran semen, abu sekam padi yang merupakan limbah dari sekam padi dan tanah liat juga sangat bermanfaat untuk pencampuran ekosemen. Material-material ini memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding tanpa injeksi putih telur
Studi Tentang Unit Eksperimen Momen Inersia Pada Bidang Miring Dan Unit Eksperimen Ayunan Bandul Dalam Menentukan Percepatan Gravitasi Bumi
Penelitian ini merupakan penelitian dengan membandingkan dua unit eksperimen dalam menentukan percepatan gravitasi bumi yaitu unit eksperimen momen inersia pada bidang miring dan unit eksperimen ayunan bandul. Penelitian ini dilakukan di laboratorium MIPA Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat ketelitian dan tingkat valliditas alat dari kedua eksperimen tersebut. Hasil analisis deskriptif dari penelitian ini diperoleh percepatan gravitasi dari unit eksperimen momen inersia pada bidang miring sebesar 970.11 cm/s2 sedangkan untuk eksperimen ayunan bandul diperoleh sebesar 971.05 cm/s2. Pada penelitian ini diperoleh bahwa tingkat ketelitian dan validitas dari kedua unit eksperimen tergolong tinggi dengan penyimpangan yang jauh di bawah harga yang diperkenankan terjadinya penyimpangan. Dari uji hipotesis diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang cukup berarti dari tingkat ketelitian dan tingkat validitas dari kedua unit eksperime
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DALAM WILAYAH KOTA PALOPO
Pembangunan daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan pembangunan nasional pada dasarnya dilakukan untuk membangun suatu tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk mewujudkan kemajuan disegala bidang untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, oleh karena itu perencanaan pembangunan daerah seperti halnya di Kota Palopo telah disusun dengan memperlihatkan berbagai aspek, mulai dari daya dukung lingkungan, tingkat kebutuhan, kemampuan potensi daerah dan keterpaduan dengan perencanaan program pembangunan nasional.Mengakselerasikan program pembangunan daerah dengan program nasional adalah merupakan prinsip dasar yang harus senantiasa diupayakan sebagaimana telah diatur dalam UU.No. 23/2004 serta Peraturan Pemerintah No. 28/2007 terkait dengan pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sejak diberlakukannya kebijakan pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah, setidaknya Pemerintah Kota Palopo telah mampuh mencover 23 urusan wajib, yang salah satu diantaranya adalah program pembangunan pertanian secara berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palopo tahun 2008-201
Strategi Pengembangan Pilar-Pilar Kehidupan Masyarakat Madani
Konsep masyarakat madani dapat dipahami dalam berbagai perspektif yang berbeda namun gambaran mengenai bentuk masyarakat .yang diinginkan untuk masa depan adalah masyarakat yang mengakui akan harkat manusia yaitu hak-hak dan kewajiban setiap individu dalam masyarakat. Pilar-pilar kehidupan masyarakat madani yang menjadi suatu keharusan untuk dikembangkan antara lain: pelaksanaan demokratisasi dan keterbukaan; penghormatan dan penghargaan hal-hak azasi manusia; semangat pluralistik dan toleransi yang tinggi; dan penegakan supreniasi hukum
Meningkatkan Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga Untuk Pengembangan Kemandirian Generasi Muda
Perubahan struktural yang tetjadi dalam Iingkungan keluarga perlu diantisipasi lebih dini, sehingga dampak negatif yang tidak diharapkan dapat diatasi, Keluarga adalah suatu lembagauniversal, dimana-mana keluarga itu sarna dan menarnpilkan fungsi universal dan fungsi-fungsi penting lainnya yang tidak terpisah. Fungsi sosialisasi adalah bagian yang sangat penting dan kompleks dalarn keseluruhan analisis fungsional keluarga;. rnerupakan kornitmen dasar rnembangun dan mengembangkan kemandirian generasi muda
Perspektif Budaya dalam Pengembangan Sumberdaya Manusia pada Lembaga Pendidikan di Sulawesi Selatan
Ide dasar tulisan ini bcrsumber dari teori Emile Durkheim (1933) yang menyangkut solidaritas mekanik (masyarakat tradisional) dan solidaritas organik (masyarakat modem) yang secara nyata telah berlaku umum, kemudian diadaptasi ke dalam disiplin ilmu administrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya berpengaruh terhadap interaksi anggota lembaga pendidikan dalam pengembangan SDM. Dalam hal ini, perspektif budaya organik cenderung menyebabkan anggota lcmbaga pendidikan iebih intensif berinteraksi dengan Iingkungannya dalam pengembangan SDM. Lebih organik di sekolah dibanding pada Dinas Pendidikan, dan terdapat korelasi secara positif antara kondisi sosial ekonomi politik lokal dengan kecenderungan budaya lembaga menuju ke perspektif organik
Pendekatan Stakeholder dalam Kebijakan Pembangunan
Pendekatan terhadap pembangunan yang berkelanjutan rnernbutuhkan teknik anal isis pengelolaan lingkungan, sistem pemerintahan, serta aturan dalam pengambilan keputusan dan proses perencanaan. Untuk itu diperlukan kajian yang komprehensif dan mendalam dengan melibatkan semua stakeholder yang terkait dengan kegiatan pembangunan. Analisis stakeholder digunakan untuk mengidentifikasi stakeholder dan penilaian konflik untuk menentukan interest stakeholder dan potensi konflik. Inforrnasi . dari anal isis ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk merumuskan skenario pembangunan di masa depan