Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
Learners' Attitude and Motivation in English: ESP Implementation
The research aimed at investigating two major problems which have correlation to the implementation of English for Specific Purposes at the computer science study program. They are: (1) the learners' attitude and motivation towards English, and (2) the correlation between the attitude and motivation of learners and their achievement in English
An Investigation of Students’ Language Learning Strategies Used in Mastering Speaking Skill
This research aimed to investigate the students’ language learning strategies used in mastering speaking skill by the students in mastering speaking skill. The researcher applied mixed method research, Qual-quan model. The Population of this research was the fourth semester students of English and Literature Department of UIN Alauddin Makassar. The Sample was the fourth semester students of English and Literature department, which consist of 15 students choosed randomly. This research used simple random sampling technique. This research applied think aloud and questionnaire as the instrument. The result of this study showed that students’ language learning strategies used in mastering speaking skill were (1) memorizing vocabularies and using picture categorized as memory strategies (2) listening to the music, watching English video, watching English movie, watching English TV program, listing difficult vocabularies, using dictionary, practicing, reading English text, speaking alone, repeating, guessing, doing conversation, repeating were categorized as cognitive strategies (3) Joining the club meeting and getting course, were categorized as metacognitive strategies (4) using similar word was categorized as compensation strategies. (5) Speaking with their friend and speaking alone or herself were categorized as social strategies and (6) discussing problem was categorized as affective strategies
Implementasi Mind Mapping dalam Kegiatan Pembelajaran dan Pengaruhnya terhadap Pendidikan Karakter
Karakter adalah kunci keberhasilan individu. Karakter tidak dapat dibentuk dalam sekejap, namun perlu ditanamkan sejak usia dini dan dipupuk hingga usia dewasa. Salah satu faktor yang berperan dalam membangun karakter adalah melalui kurikulum. Oleh karena itu, kurikulum 2013 memfokuskan pada pendidikan karakter. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji tentang implementasi mind mapping dalam kegiatan pembelajaran dan pengaruhnya terhadap pendidikan karakter. Mind mapping adalah teknik untuk memaksimalkan daya kerja otak dengan cara membuat alur-alur berpikir. Mind map ini dapat membangkitkan ide-ide original, memudahkan dalam menemukan hubungan dari dua atau lebih ide, dan memudahkan dalam mengingat sehingga mampu meningkatkan hasil belajar serta meningkatkan kreativitas peserta didik. Mind map juga menjadi kunci yang universal untuk membuka potensi dari seluruh otak. Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter, implementasi mind maping dalam kegiatan pembelajaran dianggap mampu menanamkan karakter diantaranya adalah jujur, kreatif, berpikir kritis, bertanggung jawab, dan menghargai sesama
Implikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah, Pendidikan Profesi dan Pendidikan Tinggi
Pemerintah telah memberlakukan Kurikulum baru mulai tahun ajaran 2013/2014, untuk kemudian disebut Kurikulum 2013. Beberapa alasan perlunya pengembangan Kurikulum 2013 adalah: a) Perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran; b) Kecenderungan banyak negara menambah jam pelajaran; dan c) Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia dengan Negara lain relatif lebih singkat.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Tahap kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan serta di depan Komisi X DPR RI. Tahap ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Tahap keempat, penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Implementasi kurikulum 2013 telah diselenggarakan di sekolah piloting mulai sekolah dasar sampai menengah atas, mulai bulan Juli 2013. Tahun ajaran 2014/2015, kurikulum baru ini serentak wajib diberlakukan di seluruh sekolah di Indonesia. Namun demikian, di berbagai daerah menunjukkan ketidaksiapan sekolah dalam mengimplementasikannya. Masih banyak pula perguruan tinggi yang menangani calon guru belum begitu memahami kurikulum tersebut. Seharusnya antisipasi oleh berbagai pihak telah mulai dilaksanakan sejak awal. Sekolah harus sudah mulai mempersiapkan gurunya untuk memahami kurikulum secara utuh. Demikian pula, pendidikan tinggi penghasil calon guru harus merespon dengan berbagai terobosan seperti mulai menata dan merevitalisasi kembali kurikulum dan pembelajarannya. Demikian pula, Pendidikan Program Profesi guru perlu pula mengantisipasinya dengan mengakomodasi kurikulum 2013 tersebut sebagai bagian dari materi penguatan profesi. Pada makalah ini akan dipaparkan berbagai kelemahan dalam implementasi kurikulum yang lalu, disertai dengan analisis bagaimana antisipasi harus dilakukan terkait implementasi kurikulum bar
Code Switching Types Used by the English Teacher in English Classroom at SMA 1 Malili
This research aimed at finding out: (1) the types of code switching used by the English teacher (2) the dominant types of code switching used by the teacher and (3) the teacher’s perceptions toward the use of teachers’ code switching in English classroom at SMA I Malili. This research took one of the English teachers as the subject of the research and the data were gathered through observation, interview, and recorded by using video recorder and field notes. The data were then analyzed using discourse analysis. The result of analysis showed that (1) the teacher used three types of code switching, namely: intrasentential code switching, inter-sentential code switching, and tag switching; (2) the dominant types of code switching used was intrasentential code switching followed by inter sentential code switching and tag switching (3) the interviewed teacher responded positively toward the use of code switching by the English teacher in English classroom
Revise and Re-evaluate Cross Cultural Understanding Curriculum at Akademi Bahasa Asing Balikpapan (Foriegn Language Academy of Balikpapan)
The study is about the project to revise and re-evaluate the unit of Cross Cultural Understanding curriculum which is taught in the Akademi Bahasa Asing Ballikpapan. The unit is for fifth semester students. The project aimed to provide students' perspectives of cross cultural differences in the workplace with the materials and knowledge that suitable for workplace demands. The information was gained by distributing questionnaires to 2 teachers and 2 employers of multinational companies in Balikpapan. The investigations for teachers were focused on the content, learning activities and materials of the current curriculum. The investigations for the employers were focused on their perspectives on the cross cultural understanding taught in the higher education. The project used Nicholls' cycle model that will be a useful tool to regularly evaluate curriculum based on the situational analysis. As the result, there were some of materials of American business cultural encounter should be revised to meet the companies demands and additional table manners in cultural perspectives should be included in the curriculum. Therefore, the new curriculum will be applied by these materials as the demands of the workplace
Linguistics Deviations in Kipling's Selected Poems
This study investigated Kipling's way of handling poetic language on his five selected poem (Fuzzy Wuzzy, Gunga Din, Mandalay, The White Burden Man, and If), which regarded as purposively samples from forty of the available familiar poems collection and relies on three main language levels: realization, form, and semantics Leech breaks down
Pembentukan Karakter Melalui Aplikasi Sains (Pemodelan 3d Anomali Gravitasi Magma Gunungapi Merapi dengan Software Grablox, Bloxer dan Rockwork
Pemodelan tiga dimensi (3D) mampu memberi informasi yang jelas pada target survei. Pada tahap pemodelan dilakukan setelah mendapatkan anomali lokal atau regional dari data penelitian, data anomali ditafsirkan agar mendapat gambaran struktur bawah permukaan berdasarkan distribusi rapat massa batuannya. Metode pemodelan tiga dimensi (3D) menggunakan dua tahapan yaitu pemodelan ke depan (forward modelling) dan pemodelan inversi (inverse modelling). Pemodelan ke depan dan invers menggunakan software Grablox dan Bloxer, selanjutnya anomali hasil pemodelan tersebut diproses kembali pada software Rockwork. Dari beberapa modifikasi software ini, dapat diperoleh gambaran magma Gunungapi Merapi
The Implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Method in Teaching Narrative Text to Improve Students’ Reading Comprehension at the Eleventh Grade Students of MAN 2 Model Makassar
This study is aimed to improve the reading comprehension of eleventh grade students at MAN 2 Model Makassar by using CIRC Method. CIRC Method is chosen to practice the communication in the target language. The research problems are: (1). Does the use of CIRC method improve reading comprehension of the eleventh grade students of MAN 2 Model Makassar? (2). Are the students interested in teaching Narrative text through CIRC method of the eleventh grade students of MAN 2 Model Makassar? The objectives of the research were (1) to find out whether or not the use of CIRC method can improve reading comprehension of the eleventh grade students of MAN 2 Model Makassar. (2) to find out the students’ interest toward teaching Narrative text through CIRC method. The research applied Quasi-experimental Design. The population of the research was the Eleventh Grade students of MAN 2 Model Makassar in academic year 2013/2014. The sample was IPS 2 as Experimental Group consisting of 33 students and IPA 2 as Control Group consisting of 37 students, with the total sample 70 students. The researcher used Cluster Random Sampling, two classes of the eleventh grade of MAN 2 Model Makassar were took as the experimental class and the control class. The experimental class taught by using CIRC Method while the control class taught by conventional learning method. The data were collected through reading tests namely Pre test and Post test, that were analyzed by using SPSS 20.0 version. The result of the data showed that there was significant difference between the students’ score who were taught CIRC method and non CIRC method. It proven by the mean score of the experimental group that was higher than control group in the post test. The result of the test indicated that using CIRC method significantly improved the students’ reading comprehension. Then, the questionnaires were analyzed by using Likert Scale that showed the students were interested in learning English through CIRC Method. The findings of this study indicated that the implementation of CIRC Method has improved the students’ reading comprehension
Etika dan Profesionalisme Pendidik Untuk Pendidikan Karakter dalam Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 yang telah ditetapkan pemerintah merupakan tantangan bagi kita sebagai guru dalam mengimplementasikannya. Kita harus mencermati dengan baik isi dari kurikulum 2013. Pemahaman kita yang baik tentang kurikulum tersebut akan memudahkan kita dalam menemukan inspirasi bagaimana mengimplementasikannya di dalam kelas. Bagaimanakah kita dapat memahami pembelajaran yang diamanatkan dalam kurikulum 2013 secara baik dan cepat ? Salah satu caranya adalah melalui kegiatan Lesson Study.
Lesson Study diartikan sebagai strategi pembinaan profesi pendidik berbasis kelas melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif yang dilakukan secara terus menerus berdasarkan prinsi-prinsip kolegalitas dan mutuallearning untuk membangun komunitas belajar. Berdasarkan pemahaman tersebut Lesson Study hanyalah intrumen untuk meningkatkan profesionalitas pendidik. Matode pembelajaran hanyalah salah satu kajian dalam kegiatan Lesson Study. Kata kajian pembelajaran sendiri mengandung makna penelitian sehingga tidak salah jika Lesson Study diartikan sebagai penelitian pembelajaran (research lesson) atau study pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan dalam Lesson Study adalah mengkaji semua aspek pembelajaran dengan harapan kita dapat membelajarakan siswa secara optimal, dalam hal ini Lesson Study dapat pula diartikan belajar dari pembelajaran.Melalui kegiatan Lesson Study kita dapat meningkatkan kemampuan diri sebagai guru profesional dalam memenuhi hak anak didik belajar. Jika kegiatan Lesson Study dilakukan secara konsisten maka tuntutan profesi kita sebagai guru profesional dapat terpenuhi.
Makalah ini akan memaparkan gagasan awal Lesson Study, aspek yang dikembangkan dalam Lesson Study, pembelajaran seperti apa yang dikembangkan dalam Lesson Study, serta bagaimanaLesson Study (plan-do-see)dalam implementasi Kurikulum 2013 dapat kita laksanakan dengan inovasi pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik belajar anak didik. Melalui pemahaman tersebut diharapkan kita dapat menjadi guru reflekektif yang pada akhirnyadapat meningkatkan kesadaran kita akan etika dan profesionalisme sebagai pendidi