Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
Implementasi Brain Based Learning dalam Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter
Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititikberatkan pada kecerdasan kognitif saja. Keistimewaaan terhebat manusia jika dibandingkan dengan makhluk lainnya terletak pada kemampuan berpikirnya sebagai manusia berbudaya dan berakhlak. Namun alangkah malangnya ketika potensi otak kita sebagai modalitas utama untuk berpikir tidak diberdayakan secara optimal. Brain Based Learning menawarkan sebuah konsep untuk menciptakan pembelajaran dengan berorientasi pada upaya pemberdayaan potensi otak siswa. Tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi brain based learning. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang kemampuan berpikir siswa. Kedua menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Ketiga menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi siswa (active learning). Dilihat dari sudut kebijakan, Undang-Undang menyatakan dengan tegas bahwa pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi setiap siswa agar menjadi warga Negara yang cerdas, kreatif dan berkahlak mulia yang berorientasi pada pengembangan pendidikan karakter. Sejalan dengan hal tersebut, tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis pendikan karakter. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman,bertakwa, berilmu. Untuk mengembalikan fungsi pendidikan kearah yang diharapkan, kita harus menciptakan atmosfer pembelajaran yang dapat terintegrasi antara model pembelajaran dengan kurikulum berbasis kompetensi pada pengembangan pendidikan karakter . Kondisi ini akan mendorong peserta didik untuk berkembang dan menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Ini yang menjadi salah satu sasaran implementasi Brain Based Learning berbasis pendidikan karakte
English Language Teaching Methods: State of the Art in Grammar Instruction
The teaching of grammar has fluctuated and shifted over years. This paper addresses issues such as different ways of teaching grammar, changes in ideas, and practices at the present stage of its development as well as the current state of the art in grammar instruction. Several grammar textbooks which were published in different years also are looked at in order to discover the extent of change in terms of the materials used to teach grammar from time to time. A considerable array of English language teaching methods is available for teacher to utilize since 1980s. Before deciding to employ a particular method, however, educational practitioners need to take several things into consideration such as the objectives of the instruction, the needs, the interests, the expectation, the age, and the level of the learners, and the available supporting facilities. Equally important, the possible constraints such as the environment where the students are learning, the time, and the expectation of the institution are also needed to be considered
Penilaian dalam Kurikulum 2013
Dari delapan standar pendidikan, ada dua standar yang merupakan tugas pokok bagi guru, yakni standar proses pembelajaran dan standar penilaian. Salah satu pembeda kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah proses penilaian. Kurikulum 2013 mengisyaratkan ada tiga ranah yang harus dinilai oleh guru pada peserta didiknya, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Untuk menilai ketiga ranah tersebut, kurikulum 2013 merekomendasikan lima karakteristik penilaian, yaitu: Belajar Tuntas, Autentik, Berkesinambungan, Berdasarkan acuan kriteria, Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi. Untuk menilai domain Sikap digunakan teknik: Observasi (langsung atau tidak langsung), Penilaian Diri, Penilaian teman sejawat, Jurnal. Untuk menilai domain Pengetahuan digunakan teknik: Tes Tulis, Tes Lisan, Penugasan. Sedang untuk menilai domain keterampilan digunakan teknik: Tes Praktik, Projek, Portofolio. Dalam makalah ini akan dibahas lebih rinci karakteristik penilaian, teknik penilaian, dan contoh-contoh rubrik penilaian terkait kurikulum 2013
Improving the Vocabulary Command of the Fourth Semester Student at Cokroaminoto Palopo University through Transearchuse Game
Improving the Vocabulary Command of the Fourth Semester Student at Cokroaminoto Palopo University through Transearchuse Gam
Penggunaan Metode Bermain Peran (Role Playing) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas IX SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo
Kemampuan menulis lebih sulit dikuasai bahkan oleh penutur asli bahasa yang bersangkutan sekalipun. Hal itu disebabkan kemampuan menulis menghendaki penguasan berbagai unsur diluar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi karangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemampuan menulis deskripsi dengan menggunakan metode bermain peran (Role Playing) pada siswa kelas IX SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Datok Sulaiman Palopo tahun ajaran 2013/2014. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 111 orang siswa. Penelitian ini menggunakan sampel 30 orang siswa dari jumlah populasi sebanyak 111 siswa yang dilakukan dengan sistim acak (Random Sampling). Hasil yang diperoleh melalui data yang terkumpul dari analisis yang telah diperoleh dari siswa kelas IX SMP Datok Sulaiman Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia pada aspek menulis melalui metode Role Playing yaitu pada siklus pertama dengan rata-rata 60% atau kategori rendah, kemudian kemampuan menulis meningkat diatas 75 % pada siklus kedua atau kategori sangat baik. Demikian pula partisipasi atau keaktifan siswa dalam kegiatan metode Role Playing mengalami peningkatan pada siklus kedua dibanding siklus pertama
Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan dan Pembentukan Karakter Manusia
Rokok adalah salah satu permasalahan nasional bahkan telah menjadi permasalahan internasional yang telah ada sejak revolusi industri. Rokok merupakan salah satupenyumbang terbesar penyebab kematian yang sulit dicegah dalam masyarakat. Kandungan senyawa penyusun rokok yang dapat mempengaruhi pemakai adalah golongan alkaloid yang bersifat perangsang (stimulant), antara lain: nikotin, nikotirin, anabasin, myosmin. Kebiasaan merokok yang bersifat adiktif dapat menyebabkan terbentuknya sifat egois dari para perokok, hal ini dapat terlihat dari kebiasaan merokok didepan umum dan ditempat-tempat terbuka (fasilitas umum). Pembentukan karakter seseorang dipengaruhi oleh faktor organis dan faktor non-organis, dimana faktor organis dibentuk oleh faktor genetik dan integritas kerja sistem organ tubuh misalnya, otak. Sedangkan faktor non-organisberhubungan dengan faktor lingkungan dimana seseorang itu bermukim.Berbagai pengaruh rokok terhadap kesehatan manusia, antara lain: menyebabkan penyakit jantung koroner, trombosis koroner, kanker, bronkitis atau radang cabang tenggorok, dan kematian pada janin. Selain itu efek lain bagi kesehatan yang ditimbulkan karena merokok antara lain: wajah keriput, gigi berbercak dan nafas bau, lingkungan menjadi bau, menjadi contoh yang buruk bagi anak, menjadi gerbang penggunaan obat-obatan terlarang.Upaya penganggulangan masalah rokok adalah (1)Metode penghentian merokok secara bertahap; (2) Metode pemakaian obat-obatan
Kemampuan Menulis Wacana Dialog Melalui Media Tayangan Video Siswa Kelas X SMA Frater Palopo
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai kemampuan menulis wacana dialog melalui media tayangan video siswa kelas X SMA Fratre Palopo. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Frater Palopo pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 31 orang. Cara penarikan sampel adalah total sampling. Metode penelitian ini berbentuk deskriptif kuantitatif. Data penelitian adalah hasil dari pengedaran angket berupa soal. Sumber data adalah siswa-siswi yang menjadi objek sampel peneliti. Diketahui bahwa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas berjumlah 21 siswa(68%), sedangkan yang memperoleh nilai 6,5 ke bawah berjumlah 10 siswa (32%). Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa kelas X SMA Frater Palopo mampu menulis wacana dialog melalui media tayangan video, karena jumlah siswa yang memperoleh nilai 6,5 ke atas mampu mencapai 68% sedangkan yang tidak mampu 32 %. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis wacana dialog melalui media tayangan video, lebih banyak yang cepat mengerti dibanding dengan hanya memberikan materi wacana dialog melalui buku. Jadi dengan adanya media tanyangan video dapat membantu pemahaman siswa dalam belajar. Hal ini memberikan masukan kepada guru bahasa Indonesia agar memberikan materi menulis wacana dialog berdasarkan media tayangan vide
The Effectiveness on The Implementation of Animation Media Using Cooperative Setting on Cobe and Rectangular Prisma Subject Material to Students Of SMPN 1 Segeri
Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan media animasi dengan setting kooperatif pada meteri pokok kubus dan balok siswa SMP Negeri 1 Segeri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Segeri dan sampel yakni kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen yang diplih menggunakan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri data atas hasil belajar siswa, data aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan data motivasi siswa terhadap perangkat dan pembelajaran. Data aktivitas siswa dianalisis menggunakan persentase sedangkan data hasil belajar siswa dan motivasi siswa dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang. Berdasarkan data hasil belajar matematika siswa pada pre-test bahwa nilai mean 30,07 dan standar deviasi 11,49, sedangkan pada post-test bahwa nilai mean 77,91 dan standar deviasi 7,62, tingkat ketuntasan secara klasikal pada pre-test sebesar 100% dalam kategori tidak tuntas sedangkan pada post-test sebesar 93% dalam kategori tuntas, rata-rata gain ternormalisasi berada pada kategori sedang, serta motivasi siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang. Berdasarkan data motivasi belajar matematika siswa pada pre-test bahwa nilai mean 47,06 dan standard deviasi 4,13 sedangkan pada post-test bahwa nilai mean 61,73 dan standar deviasi 5,32, persentase skor motivasi siswa pada pre-test yakni 3% dalam kategori tinggi, 77% dalam kategori sedang, dan 20% dalam kategori rendah sedangkan pada post-test yakni 17% dalam kategori sangat tinggi, 76% dalam kategori tinggi, dan 7% dalam kategori sedang, rata-rata gain ternormalisasi berada pada kategori sedang, aktivitas siswa dalam pembelajaran minimal berada pada kategori sangat baik. Secara umum disimpulkan bahwa penerapan media animasi dengan setting kooperatif pada materi pokok kubus dan balok siswa SMP Negeri 1 Segeri dengan kategori cukup efektif.
Hasil uji hipotesis pada taraf siginifikan Ξ±=0,025 dengan uji-t menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar matematika dan motivasi belajar matematika ternormalisasi gain setelah penggunaan media animasi dengan setting kooperatif pada materi pokok kubus dan balok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seger
Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa
Sebagai pembuka dari gagasan ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa menghaturkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa atas karunia yang diberikan kepada kita semua. Kesyukuran karena berkumpul di ruangan ini membicarakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Tugas yang amat mulia, yakni mendidik generasi bangsa untuk hidup dan berilmu pengetahuan dalam menjalani kehidupan agar berkelanjutan bagi generasi berikutnya hingga akhir zaman.
Suatu bangsa akan maju apabila generasi yang mengganti lebih baik daripada generasi yang diganti. Tugas generasi sekarang adalah mempersiapkan generasi mendatang yang lebih mampu, lebih baik, dan lebih berkualitas. Merekalah yang nantinya menerima βtongkat estafetβ untuk memimpin bangsa. Mereka yang nantinya harus bersaing dan bermitra dengan rekan-rekannya dari bangsa lain. Misi ini adalah misi generasi kita sekarang. Jalan alternatif mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik adalah melalui pendidikan. Secara filosofis, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (pasal 1, ayat 1). Tujuan mulia pendidikan ini diharapkan mencerdaskan kehidupan bangs
Penggunaan Fikosianin sebagai Light Harvesting pada Sel Surya Nanopartikel TiO2 Anatase
Telah dibuat film dye sensitized solar cell (DSSC) menggunakan film hibrid nanopartikel tatanium oksida (TiO2)/fikosianin. Sintesis TiO2 menggunakan metode sol gel dari titanium klorida (TiCl4) sebagai prekursor melalui tahap hidrolisis menggunakan asam sulfat (H2SO4). Pola XRD menunjukkan bahwa fase kristal TiO2 (fase anatase) ketika suhu kalsinasi 800 0C. Berdasarkan hasil XRD dan SEM diperoleh ukuran kristal dan partikel masing-masing 72,09 nm dan 64,99 nm. Pengukuran sifat optik film hibrid TiO2/fikosianin menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penambahan fikosianin mampu menambah lebar serapan dari daerah ultraviolet (UV) sampai daerah tampak (visible). Nilai efisiensi yang dihasilkan adalah 1,04%, hal ini mengindikasikan bahwa fikosianin memiliki peranan penting sebagai sensitiser dalam pembuatan sel surya