e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
INOVASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MELALUI PROGRAM UNGGULAN
Lembaga pendidikan Islam merupakan institusi pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa spiritual dan intelektual yang tinggi. Maka eksistensi lembaga pendidikan Islam harus dipertahankan dengan adanya program unggulan, yang kemudian diharapkan mampu menjawab tantangan dan tuntutan modernisasi, kemajuan globalisasi, dan informasi saat ini. Metode kajian yang digunakan adalah kualitatif, dan metode penyajian datanya adalah deskriptif analisis, serta dirancang dengan pendekatan pustaka yang menelusuri beberapa pembahasan tentang pengembangan pendidikan, pendidikan Islam, dan program unggulan. Hasil dari pembahasan dalam kajian ini adalah 1) pengembangan pendidikan Islam memiliki makna secara kuantitatif dan kualitatif yang dapat diusahakan dengan cara menerapkan program unggulan; 2) dasar pemikiran pengembangan pendidikan Islam harus berpijak pada landasan preskriptif (landasan religius, filosofis, dan yuridis) dan landasan deskriptif (landasan ilmiah); 3) paradigma pengembangan pendidikan Islam yang menonjol adalah ortodoksi, islamisasi, atau modernisasi Islam, 4) strategi pengembangan pendidikan Islam dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan hal-hal yang bersifat prinsip dan dilanjutkan dengan melakukan usaha-usaha yang bersifat praktik, dan 5) inovasi pengembangan pendidikan Islam salah satunya dapat dilakukan dengan program madrasah ungulan
NILAI MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PESANTREN KULON BANON - KAJEN
Multiculturalism in pesantren Kulon Banon is a inevability by design or naturally. This study aims to produce a multicultural value inheritance construction built in the process of inheriting local wisdom values. This Ethographic research by sequence methods. Informants in this research are Kyai, asatidz, and santries by snowball sampling tecnique. Researchers were present to extract data from informants, its indept interviews and participatory observation. Data analysis used is domain analysis with technical of philosopy analysis by credibitity, transferabitity, dependability and confirmability. Validity data by persistent observation, triangulation, member check, peer reviewing; and referencial adequacy check. The results of study in local wisdom based multicultural values developed in the Pesantren Kulon Banon 6 key concept were identified: tawassut (moderate), iftitah (inclusive), tasamuh (tolerance), ukhuwwah (brotherhood), As Salam (peace) and masuliyah (responsibility). (2) The process of inheriting multicultural values based on local wisdom includes content, processes, methods and agents as elements that work in one cybernetics system, namely institutionalization, socialization, internalization and control carried out in an integrated process
PENERAPAN METODE DEVELOPMENTALLY APPRORIATE PRACTICES (DAP) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ABJAD ARAB ANAK USIA DINI DI TPQ SUBULUSSALAM SURABAYA
This research aims to improve the reading ability of students in TPQ Subulussalam Surabaya by using DAP (developmentally Appropriate Practices) through the medium of the flannel board. The subjects of this study were the early age students in TPQ Subulussalam Surabaya. The samples taken were 16 students with an engineering sample Matched Design Group (MG). The 16 students were divided into two groups, experimental and control group. Based on the tables of statistical tests on the experimental group stated that the exact Sig. (2-tailed) = 0.008 which means the exact sig. <Real level (α / 2 = 0.05) and control group stating that exact Sig. (2-tailed) = 0.125 which means the exact sig. > Real level (α / 2 = 0.05). the result is utterly rejected by Ho. The result obtained is that the application method of DAP (developmentally Appropriate Practices) through the flannel board can improve the reading skills of early age students in TPQ Subulussalam Surabaya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di TPQ Subulussalam Surabaya dengan menggunakan metode DAP (Developmentally Approriate Practices) melalui media papan flannel. Subyek penelitian ini adalah santri di TPQ Subulussalam Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 16 santri yang diambil dengan teknik sampel Matched Group Design (MG). 16 santri tersebut dibagi menjadi dua kelompok, eksperimen dan kontrol. Berdasarkan tabel Test statistic pada kelompok eksperimen yang menyatakan bahwa exact Sig. ( 2-tailed ) = 0,008 yang berarti exact sig. < taraf nyata ( α/2 = 0.05 ) dan kelompok kontrol yang menyatakan bahwa exact Sig. ( 2-tailed ) = 0,125 yang berarti exact sig. > taraf nyata ( α/2 = 0.05 ). maka hasilnya adalah tertolaknya Ho. Hasil yang dapat diperoleh adalah bahwa penerapan metode DAP (Developmentally Approriate Practices) melalui papan flanel dapat meningkatkan kemampuan membaca santri di TPQ Subulussalam Surabaya
dewan-redaksi-dan-daftar-isi volume 3 nomor 1 september 2020
dewan-redaksi-dan-daftar-isi volume 3 nomor 1 september 202
HOME LEARNING SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ERA PANDEMI
Pendidikan bagian dari kehidupan masyarakat yang sangat penting, tanpa pendidikan masyarakat sulit untuk menempuh kehidupan yang lebih maju dan lebih baik. Dilematisasi dialami oleh dunia pendidikan sangat menyulitkan, sudah satu tahun ini seluruh dunia mengalami bencana virus yang menyebabkan orang harus membatasi beberapa aktifitas tertentu, tidak terkecuali aktifitas dalam pendidikan. Di sini saya akan membicarakan dampak pandemic terhadap pendidikan, fokus pada pendidikan sekolah dasar di malang raya. Dampak dari pandemic, pendidikan di sekolah dasar mengalami hambatan yang luar biasa sehingga aktifitas yang biasa dilaksanakan terhambat dan dilaksanakan secara tidak normal. Solusi pembelajaran dengan sistem home learning menjadi sebuah pilihan demi berjalanya sistem pembelajaran secara menerus. Dengan berbagai strategi dan metode telah diterapkan sebagai langkah strategis, guna mensiasati jarak dan waktu antara guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran
Learning Arabic for Elementary Schools During the Covid-19 Outbreak / Pembelajaran Bahasa Arab untuk Madrasah Ibtidaiyah Pada Masa Wabah Covid-19
The Covid 19 emergency outbreak was imposed by the Indonesian government, and the minister of education launched a study from home since March 2020. Learning is done online / in accordance with government regulations to break the spread of the epidemic. In general, low-grade MI children still have problems recognizing Arabic letters. This will cause students difficulty learning Arabic subjects. This study describes the teaching of Arabic for elementary schools / MI, with research subjects in the class 3A MIN 3 Janti, Ponorogo-Indonesia totaling 24 students, and Arabic language teaching teachers. Data collection methods used observation and interviews to determine the teaching methods used, and the constraints faced by teachers and students. The results showed that online Arabic teaching for MI used the lecture method. The obstacles faced by teachers are the lack of opportunities to monitor one by one student and many students who cannot attend while the obstacle for students is the lack of understanding of the lessons conveyed by the teacher, internet network connections that do not support.Â
Konsep Kepemimpinan Otoriter Dalam Lembaga Pendidikan Di Sekolah atau Madrasah
Pada artikel ini berfokus pada usaha mendeksripsikan konsep kepemimpinan otoriter dari beberapa pustaka dan literatur yang kemudian ditelaah kembali dan mendekripsikan konsep kepemimpinan otoriter yang dianggap dapat diterapkan dalam lembaga pendidikan di sekolah atau madrasah. Dalam artikel ini, dasar dari kepemimpinan yang ideal dan dapat dikatakan berhasil, apabila dapat memenuhi arti kata kepemimpinan dan juga fungsi kepemimpinan. Arti dari kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuai dengan ketentuan untuk mencapai tujuan. Dari hal tersebut, terdapat unsur memaksakan sesuatu pada orang lain agar melakukan sesuatu, yang dapat dikatakan sebagai bagian dari sifat otoriter yang bahkan menjadi arti dari kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan otoriter dianggap sebagai cara atau gaya pemimpin yang memaksakan segala kebijakkan untuk diputuskan oleh dirinya sendiri dan harus dilaksanakan para anggota yang dipimpinnya, tanpa mau mendengarkan aspirasi dari para anggotanya. Tetapi dari studi atau kajian pustaka yang telah dilakukan dan yang kemudian ditelaah kembali, terbentuklah konsep kepemimpinan otoriter yang mungkin akan bisa diterapkan pada lingkungan sekolah atau madrasah, dan berpotensi untuk meningkatkan kualitas dari sekolah atau madrasah. Konsep kepmimpinan otoriter ini menekankan pada penyeimbangan antara hal – hal secara mutlak harus dilakukan dengan hal –hal yang perlu dipertimbangkan atau ditoleransi. Terdapat 5 (lima) point yang menjadi fokus utama dalam konsep kepemimpinan otoriter ini, yaitu bersedia mendengarkan keresahan warga sekolah, Kepala Sekolah menjadi teladan untuk para warga sekolah, Kepala Sekolah membuka diri tentang perspektif warga sekolah, Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri, dan Kepala Sekolah berusaha memberikan toleransi pada hal – hal tertentu pada kondisi – kondisi tertentu
Antara Recognisi, Rekonstruksi dan Kekhawatiran Hilangnya Indigenousity Pondok Pesantren
The Pesantren are Islamic educational institutions that were born before Indonesian independence. Despite having a long history, skepticism always accompanies the output of pesantren in connection with its recognition. The independence and existence of Islamic boarding schools throughout their history has not yet become a consideration in terms of legality. The issuance of PMA policy number 18 of 2014 concerning the Mu\u27addalah education unit at Islamic Boarding School gives new hope to the recognition of graduates of pesantren. Changes that are a requirement for the legality of Pesantren Muddalah, provide its own problems and do not rule out reducing the indigenousity of the pesantren itself. This paper aims to analyze the Pesantren Mu\u27addalah policy based on literature review. The results of the study of this policy, first, the Muaddalah pesantren is a form of recognition (equalization / equality) for pesantren institutions, second, the policy requires curriculum changes to include general subjects, and third, the implementation of the policy must be understood in full so that recognition does not threaten indigenousity pesantren itself.Keyword : Policy, Muaddalah, pesantren
INTERNALISASI NILAI KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI KEGIATAN MENGHAFAL AL-QUR\u27AN
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi karakter disiplin siswa pada kegiatan menghafal Qur’an di Sekolah Dasar Sedunia. Paradigma penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru tahfidz SD Sedunia. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan Teknik purposive dengan memilih sejumlah informan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kegiatan menghafal Al-qur’an merupakan kegiatan yang bisa mengnternalisasi nilai karakter disiplin di sekolah dasar. Guru membuat perencanaan seperti rencana pelaksanaan pembelajaran, metode dan strategi yang jelas untuk mencapai target capaian hafalan siswa. Tahap pelaksanaan, guru menjaga konsistensi dalam penerapan aturan sekolah maupun kelas. Tahap akhir, guru melakukan refleksi terhadap hafalan dan perilaku disiplin siswa pada tiap pembelajaran. Kegiatan seperti menghafal Al-qur’an, muroja’ah, dan mengikuti aturan mampu menginternalisasi nilai disiplin siswa. Upaya internalisasi nilai disiplin ini tidak terlepas dari keteladanan guru-guru.Â
STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN SA‘ID ISMA‘IL ‘ALI TENTANG DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM
The crises and problems in Islamic education theories and practices can be solved through the thought of contemporary Islamic education experts. This paper examines Sa’id Isma’il ‘Ali’s thoughts on the Fundamentals of Islamic Education from an epistemological perspective involving three academic problems: sources, objects and methods of Islamic education. The contributions of the Formulation of Sa’id Isma’il ‘Ali’s thoughts on the Fundamentals of Islamic Education adopts the reasoning method of Islamic Law (Fiqh) and Islamic Jurisprudence (Usul al-Fiqh) scholars. More comprehensive than the ideas of other thinkers who tend to be general, i.e. the Qur’an and al-Sunnah. In terms of sources, the Fundamentals of Islamic Education are divine (Ilahi) and humane (Bashari). In terms of objects, the Fundamentals of Education aims to realize the content of the Holy Qur’an specifically and the teachings of Islam generally. In terms of methods, the Fundamentals of Islamic Education involves empirical, logical and intuitive methods.ABSTRAKKrisis dan problem yang mendera pendidikan Islam dapat dicarikan alternatif solusinya melalui kajian pemikiran pakar pendidikan Islam kontemporer. Tulisan ini menelaah pemikiran Sa’id Isma’il ‘Ali tentang Dasar-Dasar Pendidikan Islam dari perspektif epistemologis yang melibatkan tiga rumusan masalah: sumber, objek dan metode pendidikan Islam. Adapun kontribusi keilmuan Sa’id Isma’il ‘Ali tentang Dasar-Dasar Pendidikan Islam mengadopsi metode panalaran ulama Fikih dan Ushul Fikih. lebih komprehensif dibandingkan gagasan para pemikir lain yang cenderung general, yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah. Dari segi sumber, Dasar-Dasar Pendidikan Islam bersifat Ilahi (ketuhanan) dan Basyari (kemanusiaan). Dari segi objek, Dasar-Dasar Pendidikan bertujuan merealisasikan isi kandungan al-Qur’an secara khusus dan ajaran Islam secara umum. Dari segi metode, Dasar-Dasar Pendidikan Islam melibatkan metode empiris, logis dan intuitif