e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
PEMBIAYAAN MAKRO PENDIDIKAN
Pembiayaan pendidikan adalah suatu hal yang urgen didalam merkembangan dan pelaksanaan pendidikan. Pembiayaan makro pendidikan adalah pembiayaan yang dilakukan secara komperhensip dalam suatu negara. Penelitian ini mencoba untuk menguraikan hakekat pembiayaan makro pendidikan dan menganalisis redaksi-redaksi dari undang-undang Sisdiknas dan undang-undang pesantren mengenai pembiayaan pendidikan.Dari kajian literatur yang peneliti lakukan, penelitian ini menghasilkan pertama, hakekat pembiayaan makro pendidikan adalah pembiayaan yang di berikan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang semuanya dianggarkan 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dari pemerintah sendiri Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kedua, Analisis UU Sisdiknas dan UU Pesantren didalam pembiayaan pendidikan ada beberapa perbedaan, karena disetiap pemabasan baik dari Sumber Pendanaan, Pengelolaan Dana dan Gaji Pendidik dan Tenaga Kependidikan ada penjabaran-penjabaran yang berbeda dari kedua undang-undang tersebut
Pembelajaran Luring di Pesantren Masa Pandemi Covid-19 dari Perspektif Pemeliharaan Jiwa-Raga (Hifzh Al-Nafs)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam non-formal yang menyelenggarakan pembelajaran secara luring pada era new normal, kendati lembaga-lembaga pendidikan Islam formal seperti sekolah, madrasah dan perguruan tinggi, mayoritas menerapkan pembelajaran daring. Dalam artikel ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian pustaka dan teknik analisis isi yang disajikan secara deskriptif-analitik. Temuan artikel ini adalah kebijakan pembelajaran luring di pesantren dilandasi oleh pandangan teologis terkait relasi wabah dan ajal, seperti pemahaman terhadap Surat al-Baqarah [2]: 243. Sedangkan dalam praktiknya, pesantren mengedepankan prinsip Hifzh al-Nafs (memelihara jiwa-raga) pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran luring, sehingga pengelola pesantren melakukan langkah-langkah strategis sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Masa Pandemi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasilnya, pembelajaran luring di pesantren terlaksana dengan rutin, namun tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan nyawa civitas akademika pesantren.
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN FIQIH DI MTs NEGERI PUTUSSIBAU
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di MTs Negeri Putussibau Populasi pada kelas ini adalah kelas VIII MTs Negeri Putussibau Pada pengambilan sampel digunakan metode cluster random sampling, diperoleh kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen (model pembelajaran kooperatif learning tipe teams games tournament) dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional) dan kelas VIIIC sebagai kelas uji coba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, pada desain eksperimen peneliti dapat membandingkan kelompok yang mendapatkan perlakuan (kelas eksperimen) dan kelompok yang tidak mendapat perlakuan (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan berupa metode angket, metode observasi dan metode tes. Metode angket diberikan untuk mengetahui tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata kelas eksperimen diperoleh 65,88 dengan Standar Deviasi (SD)=11,51 dan rata-rata kelas kontrol diperoleh 58,82 dengan Standar Deviasi (SD)=9,05 untuk selanjutnya diuji dengan menggunakan uji t diperoleh thitung=2,811 dan dari tabel distribusi diperoleh tabel ttabel = 1,67 dengan α = 0,05 dan dk=34 + 34 —2=66. Hal ini menunjuk kan bahwa thitung > t tabel , jadi H 1 : m1 >m2 . Artinya, bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament materi makanan dan minuman berbeda secara nyata dari rata-rata hasil belajar kelas kontrol. Hal tersebut Nampak bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament lebih baik dari rata-rata hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament efektif lebih berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik
MEMBENTUK KARAKTER BELAJAR SISWA DI ERA PANDEMI
Character education is the most important part in the educational process, from an early age children are educated with character education, children will have potential behavior, with this pandemic condition children\u27s education is limited, so teachers must continue to carry out the educational process in addition to adding knowledge to children, teachers also instill character education in their students, to form a character that is not expected to be immediately understood by children, character education goes through several stages that will be carried out by children, in essence, the resistance that children will go through is religious, sensitive to the environment, friendship, discipline
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PROGRAM SKUA DI MA UMMUL QURO PUTRI PAMEKASAN
This study aims to analyze the implementation of SKUA program management in shaping the religious character of students at MA Ummul Quro Putri Pamekasan. The method used is a qualitative approach with descriptive analysis type. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. Then the data collected was analyzed with the stages of data condensation activities, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the research that have been conducted show that: First, the process of implementing the SKUA program management in shaping the religious character of students at MA Ummul Quro Putri consists of five stages, planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating. Second, the impact obtained is to deepen students scientific treasures, slowly students begin to learn daily practices with discipline, each student begins ti be directed ti have a religious character and students begin to get used ti religius attitudes and traits. Third, the inhibiting factor is the lack of awareness of students how important the SKUA program is in daily life, student personal differences and different environmental factors have a negative impact on the formation of students religious character. Solution that can be done to overcome these inhibiting factors are by firt identifying the problems faced by students and then looking for solutions, providing sanctions related to religion, and providing special guidance to overcome problems that cannot be solved by sanctions
PENINGKATAN KEMAMPUAN HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA MELALUI MEDIA MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST KELAS XI MA MU’ALLIMAT KOTA MALANG
The use of instructional media is very potential for the success of teaching and learning activities in schools. Mind Map is a method as well as a medium that is considered effective for improving memory, understanding concepts, increasing creativity, and freedom of imagination of students. This classroom action research aims to determine the effectiveness of the application of mind mapping in improving students\u27 higher-order thinking skills in the Al-Qur\u27an Hadith subject in class XI MA Mu\u27allimat Malang City. The results of the research conducted show that the application of effective mind mapping media can help achieve high-level thinking skills (HOTS) of students on the material of Muslim personal work ethics and halal and haram food with an increase in the average value in the pre-cycle 57.6% to 72 8% in cycle I and increasing with a percentage of 82.4% in cycle II.Penggunaan media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mind Map merupakan suatu metode sekaligus media yang dianggap efektif untuk meningkatkan daya ingat, pemahaman konsep, meningkatkan kreatifitas dan kebebasan berimanjinasi peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini betujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan mind mapping dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di kelas XI MA Mu’allimat Kota Malang. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan media mind mapping efektif dapat membantu tercapainya kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa terhadap materi etos kerja pribadi muslim dan makanan yang halal dan haram dengan peningkatan nilai rata-rata pada pra siklus 57,6% menjadi 72,8% pada siklus I dan semakin meningkat dengan presentase 82,4% pada siklus II
PEMBELAJARAN PAI KONTEKSTUAL DI SMP AR-RAHMAT BOJONEGORO
This research focuses on the implementation of contextual Islamic Education learning at SMP Al-Rahmat Bojonegoro. The results of this study indicate: 1) The paradigm shift of Islamic Education teachers from the conventional paradigm (students as objects), to the new paradigm of students as learning subjects. Teachers have an understanding that learners\u27 knowledge always develops according to experience; 2) Contextual learning activities are carried out in a conducive learning atmosphere, the assessment is carried out as a whole; cognitive, affective, and psychomotor. 3) Students have a good response to this contextual learning. With the perception and understanding of the importance of contextual learning from teachers, plus a positive response from students, the implementation of contextual Islamic Education learning can increase students\u27 motivation to learn and improve learning outcomes and provide students with social life skillsFokus Penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran PAI kontekstual di SMP Al-Rahmat Bojonegoro. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1) Perubahan paradigma Guru PAI dari paradigma konvensional (peserta didik sebagai objek), kepada paradigma baru peserta didik sebagai subyek belajar. Guru memiliki pemahaman bahwa pengetahuan peserta didik selalu berkembang sesuai dengan pengalaman; 2) Kegiatan pembelajaran kontekstual dilaksanakan dengan suasana pembelajaran yang kondusif, penilaian dilakukan secara menyeluruh; kognitif, afektif dan psikomotor. 3) Peserta didik memiliki respon yang baik terhadap pembelajaran kontekstual ini. Dengan adanya persepsi dan pemahaman pentingnya pembelajaran kontekstual dari para guru, ditambah respon positif dari peserta didik, implementasi pembelajaran PAI kontekstual dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan meningkatkan hasil akhir belajar serta memberi bekal peserta didik dengan sosial life skill
MANAJEMEN PESERTA DIDIK PADA PONDOK PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN IMAM ASY-SYAATHIBY WAHDAH ISLAMIYAH TINGKAT ‘ULYA BOTTOBADDO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat manajemen peserta didik di Pondok Pesantren Tahfizh Al Qur’an Imam Asy Syaathiby Wahdah Islamiyah Tingkat ‘Ulya. Metode penelitian mengaplikasikan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menerapkan flow model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah tingkat ‘Ulya melakukan perencanaan dan penetapan jumlah peserta didik yang akan diterima serta melakukan penentuan program kegiatan bagi peserta didik. Faktor pendukung penyelenggaraan manajemen peserta didik adalah besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren, tenaga pengajarnya merupakan alumni universitas ternama dan favorit baik di dalam maupun luar negeri, promosi kegiatan dan program pondok pesatren yang berjalan dengan baik, besarnya sokongan dana dari para donatur (muhsinin), afiliasi dengan ormas Wahdah Islamiyah yang memiliki citra positif sebagai ormas yang memiliki pesantren dan sekolah yang cukup berkualitas. Faktor penghambat penyelenggaraan manajemen peserta didik adalah keterbatasan sarana dan prasarana khususnya ruang kelas dan asrama, tidak adanya bantuan operasional dari pemerintah, keterbatasan sumber daya manusia khususnya tenaga pengajar. Penelitian ini dapat berkontribusi secara khusus bagi manajemen penyelenggaraan peserta didik (santri) dalam institusi pendidikan Islam (pesantren)
PENERAPAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MA MIFTAHUTTHOLIBIN KUNINGAN
Iip muhamad anwarul kholiq, Penerapan Pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Kearifan Lokal di MA Miftahuttholibin Program Studi Manajemen Kuningan , Magister Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Pascasarjana IAIN Syech Nurjati 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi observasi di MA Miftahuttholibin Kuningan. Menemukan kasus di MA Miftahuttholibin Kuningan adalah satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Kota Kuningan yang mengusung sejarah budaya dan kesenian Kuningan sebagai program keahliannya. Sekolah Menengah SMK yang mengusung teknologi dan jurusan yang ramai peminat, sekolah ini berpegang teguh pada Norma dan nilai luhur budaya khusus budaya Kuningan.Tujuan penelitian adalah membangun pembelajaran bahasa Inggris berbasis Kearifan Lokal adalah menyediakan pelajar dan masyarakat untuk cara belajar Bahasa Inggris dengan baik, serta meningkatkan ketertarikan pelajar dan masyarakat tentang pembelajaran bahasa berbasis Kearifan Lokal. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dimana yang menjadi subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X, XI, XII, di MA Miftahuttholibin Kuningan, yang dilengkapi 120 Siswa.Penelitian  ini  dilaksanakan  kurang lebih  3  bulan  mulai  dari  bulan  Juli sampai September 2018. Penelitian dimulai dari observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, karyawan/staf, siswa dan orang tua anak. Pengumpulan data dalam  penelitian  ini menggunakan  metode  observasi,  wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan verifikasi.Hasill  penelitian  Pertama,  pembelajaran  bahasa inggris berbasis Kearifan Lokal sangat penting diterapkan di MA Miftahuttholibin Kuningan, selain bahasa inggris yang sudah menjadi bahasa internasional tetapi merupakan salah satu bahasa wajib di praktekan sehari-hari di sekolah smk ini sehingga memudahkan peserta didik menerima dan mengaplikasikan pembelajaran bahasa inggris berbasis Kearifan Lokal di sekolah. Kedua, cara implementasi pembelajaran bahasa inggris berbasis Kearifan Lokal dengan pendekatan tiga pola yaitu pola pembiasaan/pengulangan,  pola contoh,  dan  pola  implementasi  dan  evaluasi. Ketiga, Guru tidak mendukung hasil belajar Akan tetapi produksi proses belajar Lingkungan juga berkolaborasi mulai dari Lingkungan Keluarga, Sekolah dan masyarakat. penghambat dalam pembelajaran berbasis Kearifan Lokal dengan menggunakan bahasa inggris pada pelajaran bahasa inggris. kurang media konkret dan buku yang dijadikan sumber untuk belajar.Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Kearifan Loka
Hubungan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Berbasis IT Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Pegawai (Studi Kasus di Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo)
Abstract This research aims to: 1) to know the relationship between facility management and IT-based infrastructures to increase employee work productivity after controlled loyalty; 2) know the relationship between facility management and IT-based infrastructure to employee work productivity. Quantitative research with this correlational study was conducted in the Ministry of Religion of Kulon Progo Regency with a target population of 75 employees. From 75, 66 of which used its data to be further analyzed in this study. Instruments used to collect research data through documentation and questionnaire. Testing the validity of instruments with the formula of Kendallu\u27s tau_b Correlations, while the reliability of instruments was tested with the Cronbach Alpha formula with the significance of the number of correlation coefficient 0.05. While in the Data Analysis section is done by the analysis techniques of bivariate correlation and partial correlation with the help of SPSS (Statistical Product and Social Science) application. The results showed that the management of IT-based facilities and infrastructures (X) was not directly related to increased work productivity (y) because the relationship was mediated by the loyalty of employees (Z). This can be noted from a comparison of bivariate correlation between x and Y variables with the partial correlation between x, y, and z variables. The correlates of Bivariate (ryx) was 0.493 and a partial correlation (ryx. z) of 0.386.  Keywords: IT-based facilities and infrastructure, work productivity, loyalty Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hubungan antara pengelolaan sarana dan prasarana berbasis IT terhadap peningkatan produktivitas kerja pegawai setelah dikontrol dengan loyalitas; 2) mengetahui besarnya hubungan antara pengelolaan sarana dan prasarana berbasis IT terhadap produktivitas kerja pegawai. Penelitian kuantitatif dengan studi korelasional ini dilakukan di Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo dengan populasi target sejumlah 75 pegawai. Dari 75, 66 di antaranya digunakan datanya untuk dianalisis lebih lanjut dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui dokumentasi dan kuisioner. Pengujian validitas instrumen dengan rumus Kendalls\u27s tau_b Correlations, sedangkan reliabilitas instrumen diuji dengan rumus Cronbach Alpha dengan signifikansi angka koefisien korelasi 0.05. Sementara pada bagian analisis data dilakukan dengan teknik analisis korelasi bivariat dan korelasi parsial dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Product and Social Science). Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa pengelolaan sarana dan prasarana berbasis IT (x) tidak berhubungan secara langsung terhadap peningkatan produktivitas kerja (y), karena hubungan keduanya dimediasi oleh loyalitas pegawai (z). Hal ini dapat diketahui dari perbandingan korelasi bivariat antara variabel x dan y dengan korelasi parsial antara variabel x, y, dan z. Besaran korelasi bivariat (ryx) adalah 0,493 dan korelasi parsial (ryx.z) 0,386. Kata Kunci: Sarana dan Prasarana Berbasis IT, Produktivitas Kerja, Loyalita