e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
Imajinasi Kreatif Perspektif Pembelajaran Pendidikan Islam Dalam Diskursus Ilmu Neurosains: Implikasinya Terhadap Perserta Didik di Sekolah
Imajinasi kreatif merupakan potensi dasar ide seseorang yang secara tidak sadar mengilhami jalan pemikiran dan potensi akal manusia. Sebagai peletak dasarnya, kenapa dapat dikatan demikian, karena otak manusia itu terdapat milliaran jaringan atau neoron otak yang tidak dimiliki oleh mahluk Allah, SWT yang lain kecuali manusia yang diberi akal dan budi untuk bisa berfkir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis imajinasi kreatif, (mimpi, motivasi dan aksi) peserta didik dalam pendidikan agama Islam pespektif diskursus ilmu neurosains. Data penelitian ini bersumber melalui pengamatan literature terkait deskripsi jurnal ilmiah maupun pencermatan terhadap referensi-referensi karya penelitian, baik secara manual maupun secara digital berkaitan dengan tema tersebut. Peneltian ini merupakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kata-kata dalam al-Qur’an yang berbunyi ‘ Afala ta’qilun” dan afala ttafakarun” itu, Allah menghendaki peserta didik mampu menagkap bahasa Allah, agar peserta didik mampu memahami ayat-ayat qouniyah, disamping ayat-ayat qouliyah. Oleh sebab itu dalam rangka mengoptimalkan “Imajinasi Kreatif, dalam pendidikan Islam , Mimpi ,Motivasi dan Aksi” sebagai mana peneliti angkat dalam penelitian ini, yang berimplikasi luas terhadap pengembangan otak peserta didik dalam pembelajaran pendidikan Islam
STRATEGI MANAJEMEN HUMAS DALAM MENINGKATKAN CITRA MADRASAH DI MTs AL MAARIF 01 SINGOSARI MALANG
This study originated from the author\u27s observations on the phenomenon of change in MTs Al Maarif 01, which was originally founded in 1923 AD, the Madrasah which was named Misbachul Wathon which continued to develop with demands for rules and regulations, so on July 1 1959 AD it changed to Madrasah Stanawiyah. Nahdlotul Ulama and continues to grow until now to become MTs Al Maarif 01 Singosari Malang. Based on this phenomenon, the writer intends to reveal the public relations strategy in enhancing the image of Madrasah Tsanawiyah Al Maarif Singosari Malang with sub focus: Public Relations Management Strategies in improving the image of Madrasah Tsanawiyah Al Maarif 01 Singosari, supporting and inhibiting factors in improving the image of MTs Al Maarif 01 Singosari.This research uses qualitative research with the type of case study research. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. While the data analysis technique, researchers used three interconnected components, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To obtain objective data, it is done checking the validity of the data by making continuous observations, triggering data sources, methods and theories, checking members, checking the adequacy of references.The results of the research that have been carried out show that: 1) public relations strategies in improving the image of Madrasah Tsanawiyah Al Maarif 01 Singosari, namely public relations working with all members in madrasas such as the principal, Deputy Curriculum, Student Assistant and other teachers and staff, and also have a work program. 2) supporting and inhibiting factors in improving Madrasah Image: supporting factors a. Big names of foundations and madrasah founders (the NU scholars in 1957) b. Fulfillment of facilities and infrastructure c. trusted by related agencies and trusted by the community d. good cooperation from all Madrasah, Pesantren and student guardians e. Assignment of assignments by the foundation in accordance with the experts. Inhibiting factors, namely: a. There are activities that coincide with the pesantren b. Home visit is not smooth because the guardian is far away (outside the city, outside the island) and limited time c. There are limited funds
PEMIKIRAN TAFSIR GENDER HUSEIN MUHAMMAD DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (STUDI PUSTAKA BUKU FIQH PEREMPUAN)
Melihat terjadinya berbagai perubahan sosial yang sangat besar, perempuan berhak memiliki peran yang sama terhadap kemajuan zaman sebagai khalifah di bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan pemikiran tafsir gender K.H. Husein Muhammad dalam buku Fiqh Perempuan, Refleksi Kiai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. Pemikiran tersebut berupa landasan dan produk pemikiran dalam berbagai penafsiran akan hukum islam berkaitan dengan permasalahan perempuan. Kemudian, tujuan kedua adalah menganalisis implikasi pemikiran tafsir gender beliau terhadap pendidikan Islam.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis kepustakaan dengan teknik analisis dokumentasi. Maka, hasil dari telaah pemikiran beliau akan memiliki banyak manfaat. Salah satunya akan menjadi sebuah materi pendidikan islam yang lebih relevan dan menjunjung maslahat. Karena para ahli fiqh islam sepakat, bahwasanya fiqh haruslah menjamin kemaslahatan bagi manusia secara sosial. Kemudian peran ini dihadapkan kepada setiap elemen agar membantu membentuk lingkungan yang mendukung generasi baru yang berwawasan kemanusiaan demi terciptanya Islam Rahmatan lil ‘Aalamiin
IMPLEMENTASI METODE TABARAK DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN BAGI ANAK
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penerapan metode Tabarak dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an bagi anak usia dini pada juz 29 dan 30 di Rumah Tahfidz Rutaba Sukun Kota Malang, 2) Untuk mengetahui keberhasilan metode Tabarak di Rumah Tahfidz Rutaba Sukun Kota Malang dalammeningkatkan hafalan Al-Qur’an bagi anak balita pada juz 29 dan 30.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Adapun instrument utama penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam meningkatkan hafalan Al- Qur’an bagi anak usia dini menggunakan metode Tabarak di Rumah Tahfidz Rutaba Sukun Kota Malang, yakni: Pertama, muraja’ah umum atau muraja’ah kubra yaitu membaca ayat-ayat yang akan dihafal. Kedua, dilanjutkan dengan Talaqqi melalui media video pembelajaran yang dibacakan oleh syekh Kamil. Beliau membacakan dengan penekanan-penekanan bacaan sesuai makharijul huruf dan shifatnya, kemudian dicontoh oleh anak-anak dan diulang per-ayat 3 kali pengulangan. Ketiga, dilanjut dengan muraja’ah khusus, muraja’ah ini hanya fokus mengulang ayat-ayat yang telah dihafal menggunakan aplikasi ayat. Keempat, Para pengajar melakukan bimbingan intensif dari masing-masing peserta didik. Sedangkan keberhasilan metode Tabarak di Rumah Tahfidz Rutaba Sukun Kota Malang, adalah: 1) Adanya target hafalan yang dapat dicapai dalam jangka waktu 6 bulan yaitu: 1,5 bulan pertama, santri hafal surat Al-Fatihah dan 5 surat pendek lainnya, hafal surat An-Naba’- At- Takwir. Kedua, 4 bulan santri hafal do’a makan, do’a belajar, do’a khotmul Qur’an dan do’a lainnya, hafal An-Naba’- Al-Qadr Ketiga, 6 bulan santri hafal juz 30
Hukum Pernikahan Antarumat Beragama di Indonesia: Studi Pemikiran Kontemporer dalam Konsep Islam dan Iman Muhammad Syahrur
The marriage laws problem between religious is still not in detail both in legislation and perceptions of religious people. Proven in theory and practice, there is still a polemic in the community. This long debate must be sought to settle up to the point of perception that can accommodate all religious people, for the realization of religious harmony in Indonesia. For this reason, this article offers a new methodology that can flex the tension and pros-cons of marriage between religious law. The concept of Muhammad Syahrur’s Islam and faith is considered able to pass and contribute legal solutions to marriage between religious in Indonesia. The difference in perception lies in the difficulty of categorizing the terms “who are Muslims?” And “who is non-Muslim?” In the Qur\u27an, the terms appear in three categories, namely: musyrik, ahl al-Kitab and ahl al-iman. With the concept of Syahrur’s Islam and faith, the root of the difference ranges not to the terms, but more on the categorization of “what is Islam?” And “what is faith?” According to Syahrur, Islam refers to the belief in God, days later and good deeds. The faith refers specifically to the actions that follow the teachings of the Prophet Muhammad. All who believe in God, the later days and do good deeds are Muslims. Those who follow the teachings of the Prophet Muhammad are Muslim-believers. Those who participated in the teachings of the Prophet Isa AS were Christian-Muslims, and those who participated in the teachings of the Prophet Musa AS were Jews-Muslim. This Syahrur’s concept needs to be observed and developed further, so that it can provide a complete and contextual legal point on the problem of contemporary Muslims, especially in Indonesia.Problematika hukum pernikahan antarumat beragama, sampai saat ini masih belum terperinci dengan jelas, baik dalam perundang-undangan maupun persepsi umat beragama. Terbukti dalam teori dan praktik, masih terjadi polemik di tengah masyarakat. Perdebatan panjang ini harus diupayakan penyelesaiannya sampai pada titik persepsi yang bisa mengakomodir seluruh umat beragama, demi terwujudnya kerukunan umat beragama di Indonesia. Untuk itu, artikel ini menawarkan metodologi baru yang bisa melenturkan ketegangan dan pro-kontra terkait hukum pernikahan antarumat beragama. Konsep islam dan iman Muhammad Syahrur dinilai mampu meneropong dan menyumbangkan solusi hukum atas pernikahan antarumat beragama di Indonesia. Alasannya, selama ini perbedaan persepsi terletak pada sulitnya mengkategorikan term-term siapa itu muslim? dan siapa itu non-muslim?. Dalam al-Qur’an, term-term itu muncul dalam tiga kategori, yakni: musyrik, ahl al-Kitab dan ahl al-Iman. Dengan konsep islam dan iman Syahrur, maka akar perbedaan berkisar bukan pada term-term tersebut, namun lebih pada pengkategorian apa itu Islam? dan apa itu iman?. Menurut Syahrur, Islam merujuk kepada keyakinan terhadap Tuhan, hari kemudian dan amal saleh. Sementara iman merujuk secara spesifik kepada tindakan yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Semua yang meyakini Tuhan, hari kemudian dan melakukan amal saleh adalah muslim. Mereka yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW adalah muslim-Mukmin. Mereka yang mengikuti ajaran Nabi Isa AS adalah muslim-Kristen, dan mereka yang mengikuti ajaran Nabi Musa AS adalah muslim-Yahudi. Konsep yang dibangun Syahrur ini perlu dicermati dan dikembangkan lebih lanjut, sehingga bisa memberikan titik tolak itjihad hukum yang baru dan kontekstual atas problematika umat muslim kontemporer, khususnya di Indonesia
AKULTURASI ARSITEKTUR MASJID DENGAN BUDAYA DAN PENDIDIKAN DALAM KONTEKS ISLAM JAWA
Masjid merupakan tempat peribadatan umat Islam yang mempunyai peran sangat penting dalam proses dakwah Islam. Pada zaman Rasulullah, selain untuk tempat beribadah, masjid juga merupakan wadah atau tempat untuk berdakwah dan untuk mempelajari ilmu-ilmu agama. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini adalah penyesuaian bangunan masjid yang dibangun bertujuan agar para wali dalam proses dakwahnya mudah diterima oleh masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan seperti itu para wali dengan wibawanya berdakwah dengan masyarakat secara mudah. Bentuk-bentuk dari beberapa masjid yang ada di Jawa umumnya mengadopsi bentuk bangunan dari Hindu-Budha, seperti atap masjid terdiri dari tiga bagian, bagian paling atas meruncing seperti atap piramida dan candi Hindu
PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: KONSEPSI DAN IMPLEMENTASINYA DI MI NEGERI PAJU PONOROGO
Penelitian ini memfokuskan kajian kepada upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik sebagai pengetahuan dan pengalaman yang harus dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data yang dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian berkaitan dengan model pendidikan multikultural di lembaga madrasah menunjukkan bahwa: pertama dalam membangun pendidikan multikultural ialah adanya pandangan paradigmatik atas pendidikan multikultural. Kedua kurikulum yang menawarkan nilai-nilai multikultural untuk diimplementasikan. Ketiga budaya madrasah yang dikembangkan untuk menghargai ragam proses dalam pembelajaran di dalam dan luar kelas. implikasi dari pendidikan multikultural di lingkungan madrasah yang menunjukkan nilai-nilai multikulturalisme seperti: kerukunan, kebersamaan, dan persaudaraan
MANAJEMEN PEMBIAYAAN OPERASIONAL BOARDING SCHOOL PUTRA DARUL HIKAM DAGO GIRI BANDUNG
This paper aims to reveal the management of education financing at the Putra Darul Hikam Dago Giri boarding school Bandung. This study uses a qualitative method with the type of field research. The results showed that the education financing management at the Putra Darul Hikam Dago Giri boarding school Bandung, includes: Planning based on the evaluation of the previous year\u27s budget, which was carried out by the Treasurer, Head of Bureau II and Head of Boarding school approved by the college director. Sources of funding are obtained from guardians of students, boarding, donors and foundations. Financing management includes entry and exit costs which include personnel, non-personnel and investment costs. Operational budget supervision is carried out by the Head of Bureau II and the Director of Darul Hikam College. Financial reports are carried out by two parties, namely by the foundation through the Darul Hikam college and by the chairman of the Boarding which is called the Balanced Scorecard (BSC) system
IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING MIX DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH PESERTA DIDIK DI TK AL HUDA KOTA MALANG
This research aims to explain the implementation of marketing mix strategy in an effort to increase the number of students in Al Huda Kindergarten malang. This type of research belongs to qualitative research. Data is collected using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis step consists of data presentation, data reduction, and then drawing conclusions. The results showed that Al Huda Kindergarten successfully used a marketing mix strategy in an effort to increase the number of students. In this effort, the marketing mix strategy used in the form of 7P method, which consists of: product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process. The products offered by Al Huda Kindergarten are Islamic religious-based schools and care about the environment with a superior program of junk blessings. The cost stipulated adjusts the economic level of the surrounding residents. The location of the school is strategic. Promotional activities are conducted with print media, online, and into the field. Quality human resources and continuous efforts to develop. The physical evidence of Al Huda Kindergarten has good infrastructure and is constantly updated. While the learning process is carried out using a group learning model based on the angles of the activity
MANAJEMEN SARANA PRASARANA MUTU PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 1 REJANG LEBONG
Good management of infrastructure is expected to create favorable conditions for teachers and students to be in school. the management of infrastructure in SMK 1 Curup is already maximal. Strengths: Facilitate the teacher in delivering learning material, facilitate students in understanding the material, facilitate in obtaining educational information, increase students \u27interest in reading, develop students\u27 talents, facilitate the implementation of practicum, develop psychomotor training participants in well-available family classes, first-class housing that is always conducive and comfortable, building maintenance one year ago can minimize maintenance costs. Weaknesses: Maintenance of media is less effective, instructions for the use of media are often not requested by students, infrastructure is poorly controlled. Authors\u27 expectations, For the use and maintenance of educational facilities and infrastructure, all school members need to pay attention to the rules and instructions that have been listed for the smooth creation of the learning process and have a sense of responsibility, need infrastructure that can be well maintained and minimize damage