e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    SCHOOL CULTURE SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF DAN SOLUTIF DALAM MANAJEMEN KONFLIK DI SMK DARUL KAROMAH SINGOSARI

    No full text
    In management studies, the presence of educational conflicts cannot be separated from the daily problems felt by managers of educational institutions. This conflict occurs because the school is a gathering place for a variety of complex characteristics and characteristics, which meet with interactions within the school environment. SMK Darul Karomah is one of the vocational schools in the Randuagung area, Singosari, Malang which has good conflict management. This SMK is different from schools in general, where this school has certain steps or strategies in overcoming and preventing conflicts among students, or conflicts that occur inside or outside the school. One of the conflict management strategies contained in SMK Darul Karomah is the existence of School Culture.Based on the cases taken, the formulation of the research problem is to describe how the form of school culture at SMK Darul Karomah and to describe how school culture is a preventive and solution action in conflict management at SMK Darul Karomah. In this study, the method used is qualitative research located at SMK Darul Karomah Randuagung. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by collecting data which was then selected and simplified according to research findings, by presenting data that could be drawn conclusions. The data validity checking techniques used by the author in this study include: credibility, transfrability, independence, and confirmability.The results of this study can be concluded that: 1) school culture at SMK Darul Karomah has a pesantrenan nuance, there are daily, weekly, monthly and annual activities considering that this vocational school is in the middle of Darul Karomah Islamic boarding school. 2) school culture as a preventive and solution action in conflict management at SMK Darul Karomah in the form of cultivating habits, ishlah, tabayyun and punishment with pesantren nuances

    Cover dan Daftar Isi

    No full text

    Implementasi Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Ilmu Hadis Berbasis Kurikulum 2013

    No full text
    Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 diorientasikan pada penguasaan keterampilan Abad 21, terutama keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration). Implikasinya, guru dituntut menerapkan model pembelajaran kekinian yang relevan dengan karakteristik pembelajaran Abad 21. Discovery Learning adalah salah satu model pembelajaran kekinian yang memenuhi standar Kurikulum 2013 dan keterampilan Abad 21, sehingga relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam). Artikel ini mengetengahkan kilasan teori model Discovery Learning, disertai dengan alternatif implementasinya dalam pembelajaran Ilmu Hadis di Kelas X Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MA-PK) melalui 7 sintaks, yaitu: Sintaks 1: Stimulasi; Sintaks 2: Pernyataan atau Identifikasi Masalah (dan rumusan Hipotesis). Sintaks 3: Pengumpulan Data. Sintaks 4: Pengolahan Data. Sintaks 5: Pembuktian. Sintaks 6: Simpulan dan Generalisasi. Sintaks 7: Review dan Evaluasi. Sintaks 1 dan 7 dilaksanakan oleh pendidik, sedangkan sintaks 2-6 dilaksanakan oleh peserta didik. Temuan artikel ini dapat diduplikasi maupun diadaptasi oleh pendidik (guru, dosen, ustadz) dalam pembelajaran PAI, dengan memenuhi standar 7 (tujuh) sintaks model Discovery Learning

    Efektivitas Metode Sosiodrama Berbasis Project Film dalam Internalisasi Akhlak pada Siswa SMP Negeri 16 Malang

    No full text
    Tantangan zaman yang hadir di era melineal adalah dekadensi moral. Mirisnya hal tersebut juga menjangkiti kaum pelajar. Meningkatnya angka kriminalitas yang dilakukan pelajar adalah indikasi hal ini. Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan perangkat pendidikan akhlak yang melingkupi di dalamnya, harus muncul sebagai garda paling depan dalam ikut serta menanggulangi hal tersebut. Mengingat betapa pentingnya materi akhlak, maka harus diupayakan tingkat keberhasilan yang signifikan. Sayangnya, PAI masih kurang diterima oleh peserta didik, dikarenakan penyampaian guru PAI yang terkesan monoton dan membosankan dengan pendekatan teacher centered. Artikel ini mengulas implementasi metode sosiodrama berbasis project film, dalam mata pelajaran PAI dan efektivitasnya terhadap internalisasi akhlak peserta didik di SMP Negeri 16 Malang. Data diperoleh melalui penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Ada dua temuan utama artikel ini. Pertama, implementasi metode sosiodrama dapat dilakukan secara kreatif, tanpa harus terpaku pada teori-teori terkait metode sosiodrama. Misalnya, project film yang dikreasi oleh peserta didik dan ditayangkan melalui ruang virtual seperti google meet, sebagai alternatif pembelajaran daring saat pandemi. Kedua, efektivitas metode sosiodrama berbasis project film dalam internalisasi akhlak peserta didik pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sebagaimana yang terbukti pada peserta didik di SMP Negeri 16 Malang.

    DOSEN SEBAGAI DRIVING FORCE INTERNALISASI NILAI-NILAI AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK

    Get PDF
    Pendidikan masih menjadi intrumen terbaik, efektif dan efisien di dunia sebagai wadah transformasi dan transmisi untuk menghasilkan manusia yang bermutu baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dosen adalah sebagai sumber daya yang paling penting demi tercapainya visi dan misi pendidikan untuk mencapai internalisasi nilai-nilai sebagai upaya membangun karakter mahasiswa khususnya di Universitas Muhammadiyah Gresik yang juga pada akhirnya berimplikasi terhadap masyarakat umum. Penelitian ini, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode dan pendekatan tersebut dipilih karena masalah yang dikaji menyangkut masalah yang sedang berlangsung dalam kehidupan kampus Universitas Muhammadiyah Gresik. Temuan dari penelitian adalah adanya optimalisasi pelaksanaan 4 kompetensi pada dosen, yakni: kompetensi professional, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan komptensi pedagogis dalam aktualisasi diri berkehidupan dan bersosialisasi. Strategi internalisasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan adalah dengan mengoptimalkan peranan para dosen dalam proses pembentukan ekosistem nilai di lingkungan kampus serta penggunaan strategi-strategi yang didukung dengan pembelajaran yang bersifat filosofis dan sufistik dan mengejewantahkan dalam aksi nyata yakni panutan dalam berfikir dan bertindak dalam kesehariannya

    PEMIKIRAN FATIMA MERNISSI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF GENDER

    Get PDF
    Abstract : In the current era of globalization, gender studies are no longer unfamiliar, given that so many discourses will develop in the mainstream of gender in all aspects of life, especially education. Education which is a strategic tool in making changes, especially Islamic education is expected to be able to answer this challenge, where there is a discourse that Islam is a religion that upholds patriarchal culture, which raises female activists in Islam, one of which is Fatima Mernissi, which seeks to interpret the existence of bias gender in the scriptures. by borrowing the enthusiasm of Fatima Mernissi in interpreting patriarchal biased verses which state that it is not religion that causes problems but rather in its interpretation it is hoped that Islamic education will be able to be more wise in viewing holy verses that are gender biased and continue to strive to do a review in order to realize them. Islamic education in accordance with its objectives.Keyword : Fatima Mernissi, Islamic Education, Gende

    KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK BERBASIS KELUARGA ISLAMI ERA SOCIETY 5.0

    Get PDF
    Abstract: The period\u27s development makes society to use technology, moral degradation caused by the rapid development requires the development of more relevant concepts in education, especially the education of children\u27s characters in islamic families which in Islam is highly recommended for character building. Looking at the development of technology that can affect one\u27s life, then the character building becomes the responsibility for the family, especially the parents to the child. This literature research uses library research methods. The results that can be obtained from this study are: First) The Stage of Character Education of children based on islamic families, second) the challenges and obstacles of the application of character education era society 5.0, and third) the implementation of child character education based on islamic family. Abstrak: Perkembangan zaman memaksa masyarakat menggunakan teknologi, degradasi moral yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan ini membutuhkan adanya konsep yang lebih relevan dalam dunia pendidikan, terutama pada pendidikan karakter anak dalam keluarga islami yang mana dalam islam sangat ditekankan penanaman karakter mulia. Melihat perkembangan teknologi yang bisa mempengaruhi kehidupan seseorang, maka penanaman karakter yang mulia ini menjadi amanah bagi keluarga terutama orangtua kepada anaknya. Penelitian literatur  ini memakai metode library research (studi kepustakaan). Hasil yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah: Pertama) Tahapan Pendidikan Karakter anak berbasis keluarga islami, kedua) tantangan dan hambatan penerapan pendidikan karakter era society 5.0, dan ketiga) langkah-langkah implementasi pendidikan karakter anak berbasis keluarga islami

    METODE PENYUCIAN JIWA (TAZKIYAH AL-NAFS) DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Get PDF
     Abstract: Humans are creatures that have a physical dimension and a soul dimension (nafs). This dimension of the soul is what makes humans more noble than angels, but on the other hand, they can also be more despicable than animals. Therefore, this human soul (nafs) must be purified so that humans can become noble creatures. The term purification of the soul in Sufism is called tazkiyah al-nafs. This is where Islamic Education plays an important role, namely how to ensure that students have a clean soul so that they can become perfect humans. The type of research in this study is literature study by reviewing the literature related to the problem and then analyzed using content analysis techniques. The results of this research are the tazkiyah al-nafs method consisting of 3 stages, namely (1) cleansing the soul from reprehensible traits (takhalli), (2) adorning the soul with praiseworthy qualities of tahalli and (3) revealing the veil to Allah SWT, because the condition of the soul is already pure (tajalli). Then tazkiyah al-nafs has implications for Islamic Education, namely to make people who believe, have faith, and have noble character it is necessary to have a process of soul purification (tazkiyah al-nafs). If the mental condition of the students is clean, holy and healthy, the souls of these students will more easily accept, understand, and practice Islamic teachings and more easily receive guidance from educators to achieve their goals as abdullah as well as khalifatullah.  Keywords: Tazkiyah al-Nafs, Islamic Education Abstrak: Manusia merupakan makhluk yang memiliki dimensi fisik dan dimensi jiwa (nafs). Dimensi jiwa inilah yang menjadikan manusia bisa lebih mulia daripada malaikat, namun juga bisa lebih hina daripada binatang. Oleh karena itu, jiwa manusia ini harus disucikan agar manusia bisa menjadi makhluk yang mulia. Istilah penyucian jiwa ini dalam Tasawuf disebut dengan tazkiyah al-nafs. Di sinilah Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting, yakni bagaimana agar peserta didik memiliki jiwa yang bersih sehingga bisa menjadi manusia yang sempurna. Adapun jenis penelitian dalam studi ini yaitu studi pustaka dengan cara mengkaji literatur-literatur yang terkait dengan permasalahan kemudian di analisis dengan menggunakan teknik analisis isi atau content analysis. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu metode tazkiyah al-nafs terdiri dari 3 tahap yaitu (1) membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela (takhalli), (2) menghiasi jiwa dengan sifat-sifat terpuji tahalli dan (3) tersingkapnya tabir kepada Allah SWT karena kondisi jiwa sudah suci (tajalli). Kemudian tazkiyah al-nafs ini berimplikasi terhadap Pendidikan Agama Islam yakni untuk menjadikan manusia yang beriman, bertaqwa, serta berakhlak mulia diperlukan adanya proses penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs). Apabila kondisi jiwa peserta didik sudah bersih, suci dan sehat maka jiwa peserta didik ini akan lebih mudah menerima, memahami, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam serta lebih mudah menerima bimbingan dari pendidik untuk mencapai tujuannya sebagai abdullah sekaligus sebagai khalifatullah. Kata Kunci: Tazkiyah al-Nafs, Pendidikan Agama Isla

    MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN PRESTASI PESERTA DIDIK BIDANG NON AKADEMIK (STUDI KASUS DI MTs NEGERI 1 SAMPANG)

    Get PDF
    Penilitian ini memfokuskan kepada tiga poin utama yang sangat penting untuk dikaji lebih mendalam dalam tatanan manajemen ekstrakurikurikuler. pertama, Bagaimana perencanaan ekstrakurikuler di MTs Negeri 1 sampang dalam upaya meningkatkan prestasi siswa non akademik; Kedua, Bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler di MTs Negeri 1 sampang dalam upaya meningkatkan prestasi siswa non akademik; Ketiga, Bagaimana evaluasi ekstrakurikuler di MTs Negeri 1 sampang dalam upaya meningkatkan prestasi siswa non akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif dimana dalam penyajian datanya diformat dalam bentuk narasi yang berisi data-data yang didapat selama melakukan penelitian. Dalam tehnik pengumpulan data peneliti menggunakan tiga tehnik yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi sesuai dengan pedoman metodologi penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perencanaan kegiatan ekstrakurikuler dalam upaya meningkatkan prestasi non akademik siswa mencakup beberapa hal diantaranya adalah penyusunsn proker, perencanaan waktu, tempat, fasilitas, pembina bahkan biaya. Perencanaan yang disusun dengan baik sebagai upaya lembaga agar terwujudnya visi misi ekstrakurikuler. Kedua, Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler harus disesuaikan dengan sistem atau manajemen ekstrakurikuler yang sudah ditentukan. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler diharuskan tidak menganggu jalannya kegiatan intrakurikuler (kegiatan belajar mengajar didalam kelas) yang memang menjadi poin utama dalam sistem pendidikan nasional. Ketiga, bentuk evaluasi yang dilakukan menggunakan beberapa cara diantaranya adalah dengan menggunakan tes dan praktek dalam kegiatannya. Adapun dalam sistemnya akan direvisi kembali jika ada faktor yang menghambat tujuan madrasah dalam upaya meningkatkan prestasi non akademik

    Building Students’ Social Caring Character through Service-Learning Program / Penanaman Karakter Kepedulian Sosial Anak Melalui Pembelajaran Service Learning

    Get PDF
    To support children in understanding and having social caring attitudes, the character should be imparted earlier. Children were required to be trained and familiarized by regularly being exposed with real situations and conditions. Therefore, an approach combining the learning process with community service activities as an effort to shape the students’ social caring personality was needed; one of them was through service-learning programs. This study was aimed to describe the process of building the students’ social caring principles through implementing service-learning programs in Al Urwatul Wutsqo Jombang and Darussalam Kediri Islamic boarding schools. This research was a qualitative study with a multisite study design. The data was collected using in-depth interview techniques, participatory observation, and documentation. Furthermore, the data was analyzed through some stages, covering data collection, condensation, and presentation, drawing a conclusion, and validating the findings by extending participation, using triangulation techniques of sources, theories, and methods as well as conducting persistent observations. The research informants were pesantren caretakers, teachers, students, and society. The result showed that the implementation of building students’ social caring character through service learning model was carried out in three stages, namely habituation, evaluation (muhasabah), and modeling

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇