e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN DIMENSI KUALITAS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BINA INSAN MULIA BLITAR
Abstrak:Dimensi kualitas merupakan suatu hal utama yang perlu dikembangkan oleh suatu lembaga jika ingin menjadi pilihan pelanggan. Inilah yang dilakukan oleh SDIT Bina Insan Mulia Blitar, yakni mengembangkan dimensi kualitas ini. Pengembangan dimensi kualitias di SDIT Bina Insan Mulia ini meliputi performa, features, keandalan, konformitas, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika dan kualitas yang diperselisihkan. Dimensi performa mencakup layanan jasa dan sarana prasarana yang memadai. Dimensi features meliputi adanya kemudahan pelayanan administrasi melalui mobile banking. Dimensi keandalan mencakup tenaga pendidikyang berkarakter sehingga memiliki kekhasan dari lembaga pendidikan yang lain. Dimensi konformitas mencakup penyesuaian skill peserta didik terhadap tuntutan sosial keagamaan terutama saat ini adalah tuntutan hafalan al-Qur’an dan hadits. Dimensi daya tahan mencakup pertahanan nilai akreditasi A. Dimensi kemampuan pelayanan mencakup layanan konseling 24 jam. Dimensi estetika mencakup penciptaan nuansa Islami dalam aspek ritual maupun sosial. Dimensi kualitas yang diperselisihkan mencakup adanya factor enjoy dan nyaman dari pelanggan dalam pemilihan sekolah ini. Kata kunci: pengembangan, dimensi kualitas Abstract: The quality dimension is the main thing that needs to be developed by an institution if it wants to become the customer\u27s choice. This is what SDIT Bina Insan Mulia Blitar does, namely developing this quality dimension. The development of the quality dimension at SDIT Bina Insan Mulia includes performance, features, reliability, conformity, durability, serviceability, aesthetics and perceived quality. The performance dimension includes adequate services and infrastructure. The features dimension includes the ease of administrative services through mobile banking. The reliability dimension includes educators who have character so that they are unique from other educational institutions. The conformity dimension includes the adjustment of students\u27 skills to socio-religious demands, especially at this time the demands of memorizing the Qur\u27an and hadith. The durability dimension includes the defense of the A accreditation score. The service capability dimension includes 24-hour counseling services. The aesthetic dimension includes the creation of Islamic nuances in ritual and social aspects. The dimensions of perceived quality include the enjoyment and convenience of the customers in choosing this school. Keywords: development, quality dimensio
RELEVANSI PENDIDIKAN ISLAM AL-GHAZALI TERHADAP GROWTH MINDSET GENERASI Z PADA MASA COVID-19
ABSTRAK. Fenomena corona virus disease (Covid-19) telah mengubah produktivitas keseharian masyarakat dengan pola pelaksanaan dalam jaringan (Daring), Penularan virus berdampak pada aktivitas pembelajaran mengharuskan jutaan pelajar tidak terkecuali Indonesia melaksanakan pembelajaran secara e-learning, sehingga banyak pelajar tertekan, tidak percaya diri hingga ketakutan selama masa covid-19, sebab mengalami culture shock terhadap pembelajaran online yang belum pernah terjadi digolongan pelajar sebelumnya. Padahal pendidikan merupakan ukuran keberhasilan pelajar dalam menghadapi tantangan pada masa covid-19, oleh sebab itu peneliti ingin mengkaji pendidikan islam berdasarkan filosofi Al-Ghazali dari segi implementasi serta orisinalitas yang melampaui jaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan relevansi pendidikan islam yang memuat filosofi Al-Ghazali terhadap Growth Mindset para millennial dari adanya kejadian pandemi covid-19, adapun fokus permasalahan pada penelitian ini adalah sebagaimana menjawab permasalahan saat pembelajaran pada masa covid-19 tentunya ditemukan rumusan terbaru guna mencapai Growth Mindset yang optimal. metode yang digunakan peneliti adalah studi pustaka yaitu penelitian yang menggunakan penelusuran berupa buku, jurnal dan artikel yang mendukung adanya hasil penelitian, dengan menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan wawancara semi-struktur berdasarkan daftar pertanyaan yang disusun lalu wawancara tersebut dikembangkan berdasarkan literatur yang terkait. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan islam filosofi Al- Ghazali menekankan pada pendidikan agama serta pembentukan akhlak dengan pengembangan kebahagiaan dunia dan akhirat tanpa mengabaikan kebaikan dunia sebagai sarana mencapai tujuan kebahagiaan akhirat. Konsep ini, sejalan dengan Growth Mindset karena dalam proses pembelajaran selama peristiwa covid-19 dibutuhkan penguasaan keterampilan diri yang islami dengan pembinaan personalitas berpikir positif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa covid-19 telah memunculkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan secara eksplisit dan implisit yang telah dirancang dalam pendidikan islam sehingga berpengaruh pada Growth Mindset
Pendidikan Akhlak Peserta Didik Perspektif Syekh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al Abaa Lil Abnaa
Abstract: Moral education has an important role to form students who are intellectually and behaviorally qualified. But what is happening now is the finding of a student\u27s moral crisis which is supported by various immoral between students in schools. This study aims to determine the concept of moral education of students in the book Washoya Al Abaa\u27 Lil Abnaa\u27 by Sheikh Muhammad Syakir. This study uses a qualitative descriptive approach and the type of research used is library research with the data analysis technique used is content analysis. The results of this study indicate that in the book Washoya Al Abaa\u27 Lil Abnaa\u27 by Sheikh Muhammad Syakir there are several concepts of moral education that must be possessed by students including: morals to teachers, morals in making friends, and morals in studying. Keywords: Moral Education, Students, Sheikh Muhammad Syakir Abstrak:. Pendidikan akhlak mempunyai peran penting dalam membentuk peserta didik yang berkualitas secara intelektual dan tingkah laku. Namun yang terjadi sekarang, ditemukannya krisis akhlak seorang peserta didik yang didukung dari berbagai peristiwa amoral di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan akhlak peserta didik dalam kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ karya Syekh Muhammad Syakir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan teknik analisis data yang dipakai adalah analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ karya Syekh Muhammad Syakir terdapat beberapa konsep pendidikan akhlak yang harus dimiliki oleh peserta didik di antaranya yaitu: akhlak kepada guru, akhlak dalam berteman, dan akhlak dalam menuntut ilmu. Kata kunci: Pendidikan Akhlak, Peserta Didik, Syekh Muhammad Syaki
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PENGANTAR PENDIDIKAN DENGAN MUATAN NILAI ISLAM
The purpose of this study was to determine the development of introductory educational textbooks and test the feasibility of introductory educational textbooks with Islamic values at the Balitar Islamic University. The research steps in the modified development model are eight: (1) collection of information as data for needs analysis, (2) planning, (3) product design development, (4) design validation (5) product revision, (6) trial product (7) product revision, (8) production of textbooks. The research instrument used the interview method. The results of the validation on media experts got an average of 3.5 which was stated in the good category. The results of the validation of the material experts got an average of 3.2 which was stated in the good category . The validation results for linguists got an average of 3.43 which was stated in the very good category
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAHFIZ AL QURAN DI SMP IT NURUL ILMI
Artikel ini berisi tentang implementasi pembelajaran tahfiz di SMP IT Nurul Ilmi. SMP IT Nurul Ilmi merupakan sekolah swasta menengah pertama yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim. Untuk masuk ke dalam sekolah ini, calon siswa diharuskan melalui tahapan rekruitmen di antaranya tes akademik dan tes bacaan/hafalan Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tahfiz di SMP IT Nurul llmi. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: a) metode yang dilakukan dalam pembelajaran tahfiz yaitu metode talaqqi, b) kesulitan- kesulitan yang dihadapi para siswa dalam menghafal Al-Quran yaitu: sulitnya menghafal ayatayat baru yang panjang dan kesibukan dalam kegiatan antara mempersiapkan tugas sekolah dan hafalan Al-Quran
Non-EFL Students’ Experience of Speaking English: A Project Based Learning in Making Video
The objective of this research is to know the non-EFL students’ experience in making a project of English Speaking video as Project-Based Learning (PBL). This research is descriptive qualitative. The analysis shows that: students feel that speaking is a difficult skill in English, but they agree that the topic of the speaking project about ‘Introduction Myself & Others is “interesting”. In making an English project video, students make an Indonesian script then translate it into English, students read scripts when recording videos and almost do 5 times repetitions of making an English video project. The duration of making an English video project about more than 1 minute and 2 minutes duration. During making an English project video, the students face difficulties, such as doing pause (pauses the message while thinking about what to say), doing filler (filling the gap in speaking with a certain voice (eeeeee, emmmmm, hmmm, and others), doing a mispronunciation/spelling error, doing a grammatical error, having a limited vocabulary, having trouble using accents in English, and having difficulty when expressing ideas. While, external students’ difficulties such as having mental problems, being easily distracted by their surroundings, having problems related to media (the audio/image is not clear), and having problems with lighting. By using video projects, students can know the vocabularies and how to read it in English, can know better English grammar, students can express ideas in speaking English, students feel courageous and confident in speaking English and they can improve their English speaking skills
Manajemen Ekstrakurikuler Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari Malang
This study used qualitative descriptive method. The data were collected by means of observation, interview, and documentation. This study aims at describing the management of extracurricular activities in SMK Terpadu Al-Ishlahiyah Singosari. Extracurricular activities are performed outside the lesson haours that must be developed properly by a school, so that interest talent, and potential learners an be more optimally. In order to extracurricular activities an be run effectively then in the implementation required management functions of planning, organizing, actuating, and evaluation of extracurricular activities. The result achieved of implementation activities extracurricular in SMK Terpadu Al-Ishlahiyah is the active participation of students and development of talent learners in both academic and non academic
KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN DI PONDOK PESANTREN RIBATHUL QUR’AN WAL QIRAAT MALANG
Komunikasi sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dalam berorganisasi. Komunikasi yang baik juga sangatlah dibutuhkan dalam kepemimpinan. Apabila dalam kepemimpinannya seorang pemimpin dapat berkomunikasi dengan baik, maka pemimpin tersebut akan lebih mudah untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya ke arah yang lenbih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi dalam kepemimpinan pesantren di pondok pesantren Ribathul Qur’an Wal Qira’at. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif diskriptif yaitu dengan cara melakukan Pengamatan kemudian menganalisis komunikasi yang diterapkan di pondok pesantren Ribathul Qur’an Wal Qira’at. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi serta dokumentasi. Kemudian data tersebut diolah dan dipaparkan atau disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitiannya adalah menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi yang di lakukan oleh pengasuh pondok pesantren Ribathul Qur’an Wal Qira’at dengan komunikasi yang baik dan efektif
PROSES RECRUITMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MTS MUHAMMADIYAH WARU
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan di MTs Muhammadiyah Waru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Kepala Madrasah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem rekrutmen yang dilalukan di MTs Muhammadiyah Waru adalah dengan mengajukan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan kepada PCM Muhammadiyah cabang Waru, setelahnya madrasah melakukan penyebaran pamflet. Kemudian pengumpulan berkas oleh pelamar, dilanjutkan dengan seleksi wawancara dengan Kepala Madrasah hingga hasilnya seleksi yang direkomendasikan oleh madrasah diserahkan kembali kepada PCM Muhammadiyah untuk menentukan siapa yang sesuai dengan kriteria madrasah dan yayasan Muhammadiyah. Secara umum, apa yang menjadi rekomendasi sekolah itulah yang disetujui oleh PCM Muhammadiyah. Kata Kunci : Rekrutmen; Tenaga Pendidik; Tenaga Kependidika
KECAKAPAN KEPEMIMPINAN ISLAM DI ABAD 21 SESUAI AL-QURAN DAN SUNNAH
The term leadership in Islam has four words, namely caliph, imam, guardian, and ulul amri. From that word, meanings will be found that will provide an understanding that a leader is a must for every human civilization. With changing times and the advancement of science, an Islamic leadership must be able to hone its abilities according to the development of the times it faces. The 21st century makes a leader have multiple characters that are in line with advances in science and technology, but that progress does not change the foundation of his footing, namely the Koran and Sunnah. Times may change, but Islamic leadership skills must be imprinted in him, namely correct knowledge, safe aqidah and fixed faith, three skills as Islamic leaders in the 21st century must be guarded and maintained