e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    PEMANFAATAN APLIKASI KAHOOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

    Get PDF
    Learning media is one of the most important parts of the teaching and learning process (PBM) because through learning media it is easier for students to understand and absorb the subject matter. Currently, technology is developing very rapidly, so it can be used as an opportunity to develop innovative and creative learning media. Diera 4.0 is experiencing changes in learning styles during the teaching and learning process (PMB). Therefore, educators are required to create a fun learning atmosphere, namely by making interesting learning media. Because learning media is very important in the learning process, whether or not the material can also be influenced by the learning media used. The Kahoot application can be used as a medium for learning Arabic to support the achievement of learning objectives. This research is a research study on learning media using the Kahoot application based on an analysis of written material with primary sources, namely journals and scientific articles to analyze technology-based learning media, namely the Kahoot application. This study uses an embedded research strategy.Media pembelajaran merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses belajar mengajar (PBM), karena melalui media pembelajaran siswa lebih mudah memahami dan menyerap materi pelajaran. Saat ini teknologi berkembang sangat pesat, sehingga dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Diera 4.0 mengalami perubahan gaya belajar pada saat proses belajar mengajar (PMB). Oleh karena itu pendidik dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu dengan membuat media pembelajaran yang menarik. Karena media pembelajaran sangat penting dalam proses pembelajaran, baik tidaknya materi juga dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan. Aplikasi kahoot dapat digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Arab untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini merupakan kajian penelitian terhadap media pembelajaran menggunakan aplikasi kahoot berdasarkan analisis bahan tertulis dengan sumber primer yaitu jurnal dan artikel ilmiah untuk menganalisis media pembelajaran berbasis teknologi yaitu aplikasi kahoot. Dalam penelitian ini menggunakan strategi penelitian terpancang

    HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM BERDASARKAN SIKAP TOLERANSI SISWA

    Get PDF
    This study aims to analyze: 1) differences in learning outcomes of aqidah morals assisted by Google Classroom between students who study with problem-based learning models and students who study with active learning and conventional learning models in terms of student tolerance; and the effect of the interaction between the learning model and the attitude of tolerance on the learning outcomes of students\u27 aqidah morals assisted by google classroom. This research is a quantitative research with a descriptive method. The data collection technique used is a test of the results of learning aqidah morals through Google Classroom and a student tolerance attitude questionnaire using a Likert scale. Data analysis in this study used a non-parametric statistical test, namely the median test. The results showed that; 1) there are significant differences in learning outcomes of aqidah morality assisted by Google Classroom between students who study with problem-based learning models and students who learn with active and conventional learning models; 2) there is a significant difference in learning outcomes of Aqidah Morals assisted by Google Classroom between students with high tolerance attitudes and students with moderate tolerance attitudes, this shows that tolerance attitudes have an influence on student Aqidah Morals learning outcomes where the higher the student\u27s tolerance attitude, the learning outcomes moral aqidah will also increase, and vice versa; 3) the learning model factor and the tolerance attitude factor did not affect the students\u27 learning outcomes with the help of google classroom. However, students who have a high and moderate tolerance attitude in the problem-based learning model class are better than students who have a high and moderate tolerance attitude in the active and conventional learning model class.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan hasil belajar akidah akhlak berbantuan google classroom antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran active learning dan konvensional 2) perbedaan hasil belajar akidah akhlak siswa berbantuan google classroom ditinjau dari sikap toleransi siswa; 3) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan sikap toleransi terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa berbantuan google classroom. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar akidah akhlak melalui google classroom dan angket sikap toleransi siswa menggunakan skala likert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non-parametrik, yaitu uji median. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) terdapat perbedaan hasil belajar akidah akhlak berbantuan google classroom yang signifikan antara siswa yang belajarnya dengan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang belajarnya dengan model pembelajaran active learning dan konvensional; 2) terdapat perbedaan hasil belajar akidah akhlak berbantuan google classroom yang signifikan antara siswa yang sikap toleransi kategori tinggi dengan siswa yang sikap toleransi kategori sedang, ini menunjukan bahwa sikap toleransi memiliki pengaruh terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa yaitu semakin tinggi sikap toleransi siswa maka hasil belajar akidah akhlak pun akan meningkat, begitu juga sebaliknya; 3) faktor model pembelajaran dan faktor sikap toleransi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa berbantuan google classroom. Akan tetapi siswa yang memilki sikap toleransi kategori tinggi dan sedang di kelas model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki sikap toleransi kategori tinggi dan sedang di kelas model pembelajaran active learning dan konvensional

    PENERAPAN PENDAMPINGAN GURU TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE

    Get PDF
    This article aims to describe the application of teacher assistance to student discipline in online learning. The method used is descriptive qualitative with instruments of observation, interviews and documentation with the research subjects of the teachers\u27 council for class I-VI SDN 2 Sumbersuko Wagir Malang, Indonesia. The results of the study obtained data that the assistance of class teachers to students at SDN 2 Sumbersuko Wagir during online learning, namely every 07.00 o\u27clock the students must send photos of absences in their respective class WhatsApp groups, continued praying, then explanation of the material from the teacher, questions and answers between teachers and students, students do assignments from the teacher, the teacher corrects and gives an assessment of student assignments, finally the teacher invites students to pray after studying and ends with closing greetings. Learning activities are still carried out every day even though they often experience some obstacles. The obstacles faced by teachers in assisting students to learn online are that students have difficulty understanding the material that has been delivered, students who do not understand the material do not want to ask the teacher and the tasks given are not done by students themselves, and others. Keywords : Teacher Assistance, Student Discipline, Online Learnin

    PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN TUNGGULWULUNG 3 KOTA MALANG

    Get PDF
    Abstrack : Education is carried out as an effort to improve human dignity and dignity through family, school, and society. In the implementation of learning that takes place in schools, in general, there are still many problems, one of which is that the learning process is only centered on the teacher (teacher center). This study aims to describe the planning and implementation of Islamic Religious Education learning using the Mind Mapping method for sixth grade students of SDN Tunggulwulung 3 Malang City. And then to describe the results of Islamic Religious Education learning using the Mind Mapping method for sixth grade students of SDN Tunggulwulung 3 Malang City. This study uses a qualitative research approach, a case study type of research. Data collection in this study uses observation, interview and documentation techniques. Data analysis uses an interactive model (Miles, Huberman, and Saldana) which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Check the validity of the data by extending participation, persistence/consistency of observation, and triangulation. The results of the study show that: The use of the Mind Mapping method goes through three stages: 1) Planning which includes the creation of teaching modules in accordance with the material "Let\u27s Infaq and Give Alms", the preparation of learning outcome assessment instruments, and the KKM criteria sheet, preparing instruments for observing student activity, preparing tools and materials in the context of the implementation of the Mind Mapping method; 2) Implementation, according to the teaching module, the teacher explained the PAI material "Let\u27s Infaq and Give Alms", students made Mind Mapping in groups, group presentations and questions and answers, integrating religious values; 3) The results of the use of the Mind Mapping method, Mind Mapping students are creative and interesting, students understand the PAI material taught, the daily Summative Assessment (SH) score of grade VI students is 99% above KKM

    PENGELOLAAN WEBSITE DI IAIN SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk pengelolaan website dan subdomain dalam konteks akreditasi 9 kriteria terutama pada kriteria 4, kriteria 7 dan 8 terutama karya yang dihasilkan dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah analisis konten. Cara menelaahnya dengan mengamati konten yang ada di website perguruan tinggi dan subdomain dengan validasi teks-teks yang diunggah secara umum maupun secara khusus pada IAIN Surakarta. Website utama maupun subdomain ada 13 tetapi yang diambil hanya 7 buah dengan dasar unit kerja yang langsung bersinggungan dengan civitas akademika dan melaksanakan aktivitas tridharma perguruan tinggi. Data bersumber dari konten pada website dan subdomain dengan divalidasi melalui angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, dan dijelaskan dengan menggunakan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada akreditasi 9 kriteria dengan titik tekan pada kriteria 4, 7 dan 8. Hasil penelitian menunjukan bahwa website dan subdomain masih belum lengkap dilihat dari kriteria 4, 7 dan 8

    IMPLEMENTASI CONTINUOUS IMPROVEMENT PADA AKTIVITAS BELAJAR DI PONDOK PESANTREN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui implementasi dari continuous improvement pada aktivitas belajar di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap analisis data yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian dengan menggunakan teori PDCA (Plan, Do, Check, Act) yang diuraikan Plan meliputi: problem analysis identify dan juga tujuan atau goals yang hendak dicapai yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas dari aktivitas belajar. Do melalui implementasi yang sudah tersistem oleh lembaga dan juga do secara mandiri oleh santri. Check berarti mengukur seberapa efektif solusi dan diukur secara mandiri maupun evaluasi secara formal (tertulis) oleh Pondok Pesantren. Terakhir, Act yang memiliki arti proses implementasi dari solusi secara holistik yang di dalam implementasinya oleh santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an dirumuskan pada perbaikan dan penetapan standar

    BRANDING IMAGE STRATEGY PESANTREN SALAF WALISONGO SRAGEN DI ERA DISRUPSI; SEBUAH PERGESERAN PARADIGMA LEMBAGA

    Get PDF
    Abstract: This study aims to reveal the branding image strategy of the Salaf Pesantren of Walisongo Sragen, Central Java in the era of disruption and it’s impact on the paradigm shift of the institution. This is a qualitative case study research. Data collection techniques in this study were in the form of literature review, observation and interviews. The results showed that the branding image strategy in the Salaf Pesantren of Walisongo Sragen was carried out through several things including: redefining the meaning of salaf in pesantren, maintain the uniqeness of salaf pesantren in studying the turats books, develop fleksible curriculum, facilitate the development of students talent and interests, and utilize technology with various media to build the brand image of the institution. The branding image strategy then shifted the old paradigm of salaf pesantren which was originally imaged of a closed institution, less adaptive of changing times to become an adaptive, flexible institution, in line with the progress of the times but still maintains its salafiyah characteristics.Key words: branding image, pesantren salaf, disruption, paradigm    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap branding image strategy pada pesantren salaf Walisongo Sragen, Jawa Tengah di era disrupsi dan impact-nya pada pergeseran paradigma lembaga. Penelitian ini merupakan riset studi kasus yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan datanya berupa kajian literatur, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding image strategy di pesantren salaf Walisongo Sragen dilakukan melalui beberapa hal diantaranya: meredefinisi makna salaf pada pesantren, menjaga kekhasan pesantren salaf dalam hal kajian kitab-kitab turats, mengembangkan kurikulum yang fleksibel, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat santri, dan memanfaatkan teknologi melalui berbagai media untuk membangun brand image lembaganya. Branding image strategy tersebut kemudian menggeser paradigma lama pesantren salaf yang semula dicitrakan sebagai lembaga yang tertutup, kurang adaptif terhadap perubahan zaman menjadi lembaga yang adaptif, fleksibel, selaras dengan kemajuan zaman namun tetap memelihara ciri khas salafiyahnya.Kata Kunci: branding image, pesantren salaf, disrupsi, paradigm

    MANAJEMEN KURIKULUM TERPADU; Studi tentang Penerapan Model Kurikulum Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Al-Rosyid Bojonegoro

    Get PDF
    Kehidupan manusia telah memasuki era globalisasi, era dimana lembaga pendidikan Islam dihadapkan dengan berbagai tantangan yang krusial, oleh karenanya lembaga pendidikan Islam sejatinya memerlukan inovasi-inovasi baru agar dapat menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang handal sekaligus tanggap dalam menghadapi tantangan tersebut dengan langkah yang cerdas dan inovatif, salah satunnya yaitu melalui pengembangan kurikulum. Artikel ini dikaji dengan tujuan untuk mendeskripsikan terkait model manajemen kurikulum terpadu dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah, khususnya madrasah yang berada dibawah naungan pondok pesantren. Penelitian ini dilaksanakan di MA Al-Rosyid Bojonegoro dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif jenis studi kasus, tehnik pngumpulan datanya yaitu menggunakan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan pengujian transferability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mencapai mutu pendidikan madrasah di era zaman yang semakin berkembang ini, MA Al-Rosyid Bojonegoro menerapkan model kurikulum terpadu antara kurikulum kementrian Agama dengan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI), yang mana dalam pengimplementasiannya lembaga tersebut menfokuskan pada tiga tahapan fungsi manajemen, meliputi; pertama, perencanaan kurikulum KMI; kedua, pelaksanaan kurikulum KMI; dan ketiga, evaluasi kurikulum KMI

    RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DALAM KITAB ADĀB AL-‘ĀLIM WA AL-MUTA’ALIM KARYA KH. HASYIM ASY’ARI DENGAN KURIKULUM MERDEKA

    Get PDF
    Perubahan kurikulum menjadi kurikulum merdeka belum cukup efektif membentuk karakter yang baik. Kemrosotan moral kian mengkhawatirkan pada masa kini. Pendidik memiliki andil dalam membentuk karakter dengan memanfaatkan penanaman pendidikan karakter kepada peserta didik. KH. Hasyim Asy’ari merupakan tokoh pendidikan dalam perspektif Islam  yang mencetuskan banyak pemikiran di dunia pendidikan khususnya pendidikan karakter dalam karya yang berjudul Adāb Al-‘Ālim Wa Al-Muta’alim. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui konsep pendidikan karakter dalam Kitab Adāb Al-‘Ālim Wa Al-Muta’alim dan 2) Untuk mengetahui relevansi Kitab Adāb Al-‘Ālim Wa Al-Muta’alim dengan pendidikan karakter dalam kurikulum merdeka. Pendekatan penelitian yaitu menggunakan Penelitian pustaka dengan deskriptif kualitatif. Data yang ada dalam penelitian ini berasal dari buku relevan, jurnal ilmiah, dan internet

    METODE LEARNING BY DOING DALAM HADIS NABI

    Get PDF
    Abstract:In the current era, the development of learning methods is increasingly varied; by emphasizing two-way learning (student-centered-learning); so that what is targeted is mastery of the material and skills of students, including the learning by doing method which is considered appropriate to the needs of students in the 21st century. The hadith which is the reference for all actions also contains an explanation of the concept of learning by doing. Therefore, this study aims to find out how the concept of learning by doing actually works in the hadith of the Prophet. By using qualitative methods and content analysis approaches, this research concludes that the concept of learning by doing has actually been explained by the Prophet through a hadith that was recited by al Bukhari which was narrated from Anas bin Malik\u27s best friend. The findings of this study are that the Prophet educated his companions not only focusing on mastering the material, but also trying to strengthen the skills and creativity of the companions to prepare them to deal with the problems that occurred around them

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇