e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN OVERCOMING BULLYING IN SMP NEGERI 4 LUBUK PAKAM: Peran Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Bullying Di Smp Negeri 4 Lubuk Pakam

    No full text
    Bullying among junior high school students is still a serious problem that negatively affects the psychological and social well-being of students. This study aims to analyze the role of Islamic education in preventing and overcoming bullying behavior at SMP Negeri 4 Lubuk Pakam. The approach used in this research is qualitative with descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school policies related to bullying prevention. The results showed that the internalization of Islamic religious values contributes to shaping the character of students who are more tolerant, empathetic, and respectful of others. However, the approach used by schools in dealing with bullying is still reactive, focusing more on counseling and mediation after the incident rather than preventive strategies. Islamic education has provided a moral foundation for students, but its effectiveness is still affected by less interactive teaching methods. To increase the effectiveness of Islamic education in preventing bullying, innovations in learning methods are needed, such as group discussions, case simulations, and family involvement in building a positive social environment. The implication of this study shows that the integration of Islamic education with a more interactive and systematic approach can strengthen bullying prevention efforts in schools

    KEPEMIMPINAN KHARISMATIK BERDASARKAN AL-QURAN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH KARYA QURAISH SHIHAB

    Get PDF
    Kepemimpinan kharismatik memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan dan semangat kolektif, terutama di lingkungan daerah atau lembaga pendidikan Islam. dalam perspektif Al-Quran, pemimpin ideal adalah sosok yang jujur, adil, dan bijaksana, serta mampu menjalankan amanah dengan prinsip musyawarah dan keadilan. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk memahami konsep kepemimpinan kharismatik berdasarkan perspektif Al-Quran sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dengan konteks pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab sebagai data primer dan buku serta jurnal terkait sebagai data sekunder. Analisis teks dan interpretatif diterapkan untuk memahami konsep kepemimpinan kharismatik dalam Al-Quran dan membandingkannya dengan pandangan ulama lain. Dalam penelitian ini, ditemukan 98 artikel yang disaring menggunakan model prisma dan dianalisis lebih dalam tentang kepemimpinan kharismatik berdasarkan al-quran perspektif tafsir al-misbah karya quraish shihab dengan menelaah berbagai jurnal bereputasi dan tafsir tafsir al-misbah hingga jilid 15. Penelitian  ini  menunjukkan  hasil  bahwa gaya kepemimpinan dalam Al-Quran berdasarkan tafsir Al-Misbah dan relevansinya dengan teori kepemimpinan modern. Al-quran menekankan kepemimpinan yang amanah, adil, dan berdasarkan musyawarah (Surah An-Nisa, 4:58; Surah Ash-Shura, 42:38), yang sejalan dengan kepemimpinan transformasional dan partisipatif. tafsir Al-Misbah menekankan pentingnya pemimpin yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan dalam Al-Quran relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan islam, guna menciptakan pemimpin yang efektif dan berintegritas. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh kepemimpinan kharismatik terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. Fokus penelitian ini dapat memperdalam pemahaman mengenai mekanisme kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan

    DISSECTING SCHOOL DYNAMICS AS A SOCIAL INTERACTION SYSTEM: SOCIAL NETWORKS, POWER, AND IDENTITY AT JUNIOR HIGH SCHOOL

    Get PDF
    This study examines the classroom as a social system and the factors that influence social interaction in schools, especially in the classroom environment. From the perspective of the sociology of education, schools are understood as complex social systems with teachers, students, curriculum, and rules that interact with each other for educational purposes. The classroom not only functions as a place to learn, but also becomes a vital arena for social interaction between students and between students and teachers. Complex classroom dynamics are formed from the diversity of backgrounds, experiences, interests, personalities, and individual abilities of students. Positive interactions in the classroom are essential to creating a conducive and enjoyable learning environment, while less harmonious interactions can be an obstacle to the learning process. Through interviews with homeroom teachers, it was found that student heterogeneity (economic background, family, and learning readiness) is the main challenge that teachers must address wisely. The dynamics of communication between students vary, from those who are sociable to those who are selective in finding friends, requiring special guidance, especially in group work. The dynamics of communication between teachers and students are generally good, although there are differences in teaching styles among many subject teachers that require students to adapt. Individual differences in interests, personality, and abilities (IQ) also greatly affect social dynamics. Students with low abilities require more attention and motivation, while early interest direction is important to help students focus on the appropriate educational path. Understanding the class as a social system and the interactions within it is very relevant to creating a humanistic and meaningful learning environment. Keywords: Class as a Social System; Social Interaction; Class Dynamics; Sociology of Education; Learning Environment.   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang ruang kelas sebagai suatu sistem sosial dan faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial di sekolah, khususnya di lingkungan kelas. Dari sudut pandang sosiologi pendidikan, sekolah dipahami sebagai suatu sistem sosial yang kompleks yang terdiri dari guru, siswa, kurikulum, dan aturan yang saling berinteraksi untuk tujuan pendidikan. Ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi arena vital terjadinya interaksi sosial antar siswa dan antara siswa dengan guru. Dinamika ruang kelas yang kompleks terbentuk dari keberagaman latar belakang, pengalaman, minat, kepribadian, dan kemampuan individu siswa. Interaksi yang positif di dalam kelas sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sedangkan interaksi yang kurang harmonis dapat menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Melalui wawancara dengan wali kelas, ditemukan bahwa heterogenitas siswa (latar belakang ekonomi, keluarga, dan kesiapan belajar) merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh guru secara bijaksana. Dinamika komunikasi antar siswa bervariasi, ada yang mudah bergaul, ada yang selektif dalam mencari teman, sehingga memerlukan bimbingan khusus, terutama dalam kerja kelompok. Dinamika komunikasi antara guru dan siswa pada umumnya baik, meskipun terdapat perbedaan gaya mengajar di antara banyak guru mata pelajaran yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi. Perbedaan individu dalam hal minat, kepribadian, dan kemampuan (IQ) juga sangat memengaruhi dinamika sosial. Siswa dengan kemampuan rendah memerlukan lebih banyak perhatian dan motivasi, sedangkan arahan minat sejak dini penting untuk membantu siswa fokus pada jalur pendidikan yang tepat. Memahami kelas sebagai sistem sosial dan interaksi di dalamnya sangat relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang humanis dan bermakna. Kata Kunci: Kelas sebagai Sistem Sosial; Interaksi Sosial; Dinamika Kelas; Sosiologi Pendidikan; Lingkungan Belajar

    طرائق تعليم الإملاء لترقية كفائة الكتابة للطلبة في المعهد:  (Teaching Methods of Dictation to Improve Writing Skills for Students at Islamic Boarding School)

    No full text
    Abstract The teaching of Arabic language began in Indonesia a long time ago, when Islam entered this country, and we learn this language as the language of the Islamic Religion, then it is taught in schools and boarding schools, both under the supervision of the Ministry of Religion. Ministry of Education and Culture, both government and local. For good Arabic teaching, the teacher must pay attention to and think about the curriculum and teaching methods used in teaching Arabic language, because both are two means of success in the learning process along with other factors. Many Arabic teachers don\u27t really care about Arabic teaching methods. There are many schools and schools of Islamic education in Indonesia that revolve around the advancement of science and technology or philosophy, psychology and sociology so that Muslims who come are not late for things they will accept and explain in their future lives. Among them is Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar. This doctoral dissertation aims to reveal and find out the steps used in learning imla at Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar, to reveal and find out the steps used to teach vocabulary at Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar. Detect and find out about the method used to teach superposition at Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar.The results of this study are: The steps used for learning dictation are: Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar uses the method, listen, read and write for dictation letters, sentences and essay. The steps used for teaching vocabulary are: starting from the dormitory by giving vocabulary every day after the morning prayer. Each student repeats what the language movement from each dormitory says and writes it down and orders them to memorize it and put the vocabulary in sentences and continue teaching it in class according to their respective classes. and writing vocabulary in several places according to their vocabulary. The steps used for superposition learning at Al-Kamal Islamic Boarding School Kunir Blitar, the teacher starts writing examples on the blackboard then asks the lesson of yesterday\u27s lesson and explains the relationship between yesterday\u27s lesson and the new lesson and explains the rules of nahwu science and shorof by example. Keywords: Teaching Methods, Writing Skills

    ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MIT AR-ROIHAN LAWANG MALANG: Analysis of Differentiated Learning Strategies in Akidah Akhlak Subject at MIT Ar-Roihan Lawang Malang

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of differentiated learning strategies in the Akidah Akhlak subject for class II at MIT Ar-Roihan Lawang Malang. The primary focus of this study is to explore how the implementation of these strategies meets individual learning needs while enhancing motivation and learning outcomes. The research methodology used is a qualitative descriptive approach with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that learning strategies tailored to students’ learning styles, such as kinesthetic, linguistic, musical, and spatial-visual, have a positive impact on student engagement and understanding of the material. The implications of this study suggest the need for the development of a curriculum based on students\u27 needs and the adjustment of evaluation methods. This study provides a solid foundation for further innovations in value-based learning and supports the implementation of the Merdeka Curriculum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran Akidah Akhlak kelas II di MI Ar-Roihan Lawang Malang. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana penerapan strategi berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar individual siswa serta meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa, termasuk kinestetik, linguistik, musikal, dan spasial-visual, memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman materi siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan siswa yang lebih inklusif dan penyesuaian metode evaluasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran berbasis nilai di Indonesia dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.  Kata Kunci: Akidah Akhlak; Gaya Belajar; Multiple Intelligences; Pembelajaran Berdiferensiasi

    LITERASI DIGITAL GURU DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS SISTEMATIS ATAS KESIAPAN SDM DALAM MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 5.0: Teachers\u27 Digital Literacy in the Context of Islamic Education: A Systematic Analysis of Human Resource Readiness in Facing the Era of Education 5.0

    No full text
    The transformation of education towards the Education 5.0 era requires human resources, especially teachers, to be prepared in mastering digital literacy that is in line with Islamic values. This study aims to systematically review literature discussing teacher digital literacy in the context of Islamic education, with a focus on the level of Human Resource (HR) readiness in responding to the challenges of the Education 5.0 era. Using a qualitative method with a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study traces publications from the DOAJ, Scopus, and Google Scholar databases published between 2015 and 2025. The findings indicate that the readiness of Islamic education HR is still in a transitional phase and is not yet evenly distributed among individuals and institutions. Although there have been efforts to integrate digital technology in alignment with Islamic values by some teachers and institutions, its implementation is generally still limited to technical and administrative aspects. Digital literacy has not yet been fully internalized as part of strategic, reflective, and transformative pedagogical reform. These findings underscore the importance of strengthening digital literacy training based on Islamic values, as well as the need for institutional policies and visionary leadership that support the sustainable integration of technology in Islamic education. Transformasi pendidikan menuju era Pendidikan 5.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia, terutama guru, dalam menguasai literasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur yang membahas literasi digital guru dalam konteks pendidikan Islam, dengan fokus pada tingkat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam merespons tantangan era Pendidikan 5.0. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini menelusuri publikasi dari database DOAJ, Scopus, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa kesiapan SDM pendidikan Islam masih berada pada fase transisional dan belum merata antar individu maupun lembaga. Meskipun terdapat upaya integrasi teknologi digital yang selaras dengan nilai-nilai keIslaman oleh sebagian guru dan institusi, penerapannya secara umum masih terbatas pada aspek teknis dan administratif. Literasi digital belum sepenuhnya diinternalisasi sebagai bagian dari reformasi pedagogis yang strategis, reflektif, dan transformatif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelatihan literasi digital berbasis nilai Islam serta kebijakan kelembagaan dan kepemimpinan visioner yang mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan Islam secara berkelanjutan. Kata Kunci :  Era Pendidikan 5.0; Literasi Digital Guru; Pendidikan Islam; Sumber Daya Manusia

    Persepsi Mahasiswa terhadap Nilai Moderasi Beragama dalam Film Walid: Telaah Kritis Perspektif Pendidikan Islam

    No full text
    Religious moderation is a fundamental principle in fostering harmonious religious life within Indonesia\u27s plural society. Islamic education holds a strategic role in instilling these values, particularly in the digital era dominated by visual media and shifting learning patterns. This study aims to analyze the perceptions of Islamic Education students toward the representation of religious moderation in the Walid movie, and to assess the role of Islamic education in shaping a moderate religious worldview. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with students who had watched the movie of Walid. The findings reveal that Walid serves as a reflective medium that enhances critical awareness of the importance of religious moderation. However, the film also carries the risk of misinterpretation not supported by adequate religious and media literacy. Islamic education is perceived as a central force in forming a balanced understanding of religious issues, serving as a bulwark against both extremism and interpretive liberalism. The study concludes the necessity of integrating contextual Islamic education curricula and media literacy as strategies to cultivate a generation that is religiously moderate, critical, and inclusive

    Problematika Pendidikan Islam Anak Usia Dini

    No full text
    Early childhood aged 0-6 years have a complex and very unique phase of growth and development. Its growth and development has developed very rapidly and cannot be repeated in the future. At an early age it is also said that the golden age, where children at an early age can easily imitate and absorb various knowledge in their environment, both positive and negative, so that at an early age it is very good to be given positive knowledge. The aim of the research is to understand the Islamic problems of early childhood in learning at school. This research uses a qualitative method with a library research approach or literature research, with data collection tools in the form of primary data and secondary data such as observation of problematic books on the development of early childhood education and secondary data supporting data that is relevant to this research, such as books, magazines, documents and journal articles about research directly. The technical analysis of this research is in the form of content analysis techniques or content analysis. Based on the research results, it shows that ways to deal with the problems of early childhood Islamic education in learning include 1) learning methods & strategies, infrastructure, learning media, 3) teacher competency

    Penerapan Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Mutu Layanan di Perpustakaan SDN Jati: Implementation of Library Management in Improving Service Quality at the Jati Elementary School Library

    No full text
    Perpustakaan merupakan pusat informasi dan sumber belajar yang penting dalam mendukung kegiatan akademik dan peningkatan literasi masyarakat. Manajemen perpustakaan yang baik menjadi kunci dalam meningkatkan mutu layanan kepada pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen perpustakaan di Perpustakaan SDN Jati dan dampaknya terhadap peningkatan mutu layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen meliputi perencanaan layanan, pengorganisasian SDM, pengadaan koleksi, dan pemanfaatan teknologi digital telah berdampak positif terhadap peningkatan kepuasan pengguna. Dengan manajemen yang terstruktur dan adaptif, Perpustakaan SDN Jati mampu menghadirkan layanan yang lebih efektif dan efisien

    Media Digital dan Pelestarian Informasi Untuk Menjamin Akses Informasi di Era Teknologi: Digital Media and Information Preservation to Ensure Access to Information in the Technological Era

    No full text
    Di era teknologi yang semakin berkembang pesat, media digital menjadi salah satu dasar utama dalam penyebaran informasi. Namun, di tengah kemudahan dalam mengakses informasi tantangan pelestarian informasi juga muncul terutama dalam menjaga agar informasi dapat diakses di masa mendatang. Pelestarian informasi tidak hanya mencakup aspek penyimpanan namun juga mencakup peranan lembaga seperti perpustakaan, arsip dan museum dalam pelestarian informasi. Artikel ini membahas tentang keterkaitan antara media digital dan pelestarian informasi serta bagaimana faktor seperti literasi media, kebijakan, dan lembaga informasi berperan dalam menjamin akses informasi yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis fenomena media digital dan pelestarian informasi melalui kajian teoritis dan empiris dari berbagai sumber terpercaya. Pelestarian informasi dalam dunia digital menjadi hal yang sangat krusial karena informasi yang tidak terdokumentasi atau disimpan dengan baik dapat lenyap akibat perkembangan teknologi yang pesat. Digitalisasi telah mendorong munculnya berbagai bentuk media baru, seperti media sosial, blog, podcast, serta platform yang memungkinkan individu dan organisasi menyebarkan informasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇