e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
METODE PEMBELAJARAN AL-QUR’AN MELALUI MAJLIS TARBIYATUL QUR’AN UNTUK MENINGKATKAN BACAAN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM ATTHOHIRIN GONDANGLEGI MALANG
Education is the main foundation that can develop human resources and make one of the platforms for Indonesian people to learn. In the world of education it is not enough to learn formal science, so we must learn knowledge based on religious education. Especially students must be taught the knowledge of the Qur\u27an, because the Qur\u27an is a form of Islamic shi\u27ar to strengthen and strengthen aqidah and faith. Pesantren Miftahul Ulum Atthohirin is a Qur\u27anic educational institution that aims to boost Islamic boarding schools to give birth to a good generation based on the Qur\u27ani. This study used qualitative descriptive research with a type of field research. As for how to solve problems with interviews, observation, and documentation. Data reduction, data presentation, and verification or drawing conclusions are data analysis techniques used in this study. The results showed that: (1) The Qur\u27an learning method at MTQ Miftahul Ulum Atthohirin Islamic Boarding School includes planning, implementing and evaluating learning. (2) The supporting factors of MTQ Miftahul Ulum Atthohirin Islamic Boarding School are the provision of learning media and the provision of activities outside the classroom. While the inhibiting factor is that students do not meet the achievement target and not all students have a cellphone or laptop when conducting the exam at the end of the semester
Gaya Kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi dalam Pesantren, Organisasi dan Politik: Leadership Style of KH Hasyim Muzadi in Pesantren, Organizations and Politics
A Kyai who leads an Islamic boarding school (pesantren) has its own characteristics which cannot be separated from educational background, family and environmental factors. This article discusses the leadership of KH. Hasyim Muzadi in pesantren, organizations and politics. In this article, the author uses a qualitative approach and a descriptive type of literature study. The article’s findings show that the leadership of KH. Hasyim Muzadi has several styles, namely charismatic, populistic and democratic. Leadership of KH. Hasyim Muzadi succeeded in creating an independent pesantren, an organization with an international reputation and an ethical politics with a positive image.
Seorang Kyai yang memimpin pesantren memiliki karakteristik tersendiri yang tidak lepas dari faktor background pendidikan, keluarga dan lingkungan. Artikel ini membahas kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi dalam pesantren, organisasi dan politik. Dalam artikel ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka yang bersifat deskriptif. Temuan artikel menunjukkan bahwa kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi memiliki beberapa gaya, yaitu kharismatik, populistik dan demokratik. Kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi sukses mewujudkan pesantren yang mandiri, organisasi yang bereputasi internasional dan etika politik yang bercitra positif.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Hasyim Muzadi, Pesantren, Organisasi, Politik. A Kyai who leads an Islamic boarding school (pesantren) has its own characteristics which cannot be separated from educational background, family and environmental factors. This article discusses the leadership of KH. Hasyim Muzadi in pesantren, organizations and politics. In this article, the author uses a qualitative approach and a descriptive type of literature study. The article’s findings show that the leadership of KH. Hasyim Muzadi has several styles, namely charismatic, populistic and democratic. Leadership of KH. Hasyim Muzadi succeeded in creating an independent pesantren, an organization with an international reputation and an ethical politics with a positive image.
Seorang Kyai yang memimpin pesantren memiliki karakteristik tersendiri yang tidak lepas dari faktor background pendidikan, keluarga dan lingkungan. Artikel ini membahas kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi dalam pesantren, organisasi dan politik. Dalam artikel ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka yang bersifat deskriptif. Temuan artikel menunjukkan bahwa kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi memiliki beberapa gaya, yaitu kharismatik, populistik dan demokratik. Kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi sukses mewujudkan pesantren yang mandiri, organisasi yang bereputasi internasional dan etika politik yang bercitra positif.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Hasyim Muzadi, Pesantren, Organisasi, Politik.
Totalitas Manusia sebagai Objek Material Pendidikan Islam Perspektif Tafsir Tarbawi: The Totality of Human Beings as Material Object of Islamic Education from the Perspective of Qur’anic Educationl Interpretation
Hakikat manusia hingga kini masih belum tersingkap dengan jelas, meskipun sudah banyak konsep hingga teori dari berbagai disiplin keilmuan yang mengkajinya. Artikel ini sekadar urun rembug dalam memahami hakikat totalitas manusia dari perspektif Tafsir Tarbawi. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi pustaka, dan teknik analisis khas Tafsir Tarbawi yang melibatkan tiga jenis analisis, yaitu analisis linguistik (lughawi), tafsir (tafsiri) dan kependidikan (tarbawi). Ada dua temuan artikel ini. Pertama, totalitas manusia dalam perspektif Al-Qur’an adalah makhluk yang memiliki tiga dimensi, yaitu Jismiyyah yang mencakup fisik dan biologis; Nafsiyyah yang mencakup nafsu, akal dan hati; Ruhaniyyah yang mencakup ruh dan fitrah. Kedua, totalitas manusia sebagai objek material pendidikan Islam meniscayakan model pendidikan Islam yang menyentuh dimensi Jismiyyah, Nafsiyyah dan Ruhaniyyah. Wujud akhirnya adalah pendidikan Islam yang komprehensif-holistik, karena bertujuan mengaktualisasikan totalitas dimensi dalam diri manusia dalam bentuk fisik yang bersih, sehat dan terampil (Jismiyyah); psikis yang stabil nafsunya, cemerlang akalnya dan jernih hatinya (Nafsiyyah); serta ruhani terpelihara dari berbagai kontaminasi akidah, syariah maupun akhlak (Ruhaniyyah).
Kata Kunci: Totalitas Manusia, Objek Material Pendidikan, Pendidikan Islam, Tafsir Tarbawi, Pendidikan Komprehensif-Holistik.Hakikat manusia hingga kini masih belum tersingkap dengan jelas, meskipun sudah banyak konsep hingga teori dari berbagai disiplin keilmuan yang mengkajinya. Artikel ini sekadar urun rembug dalam memahami hakikat totalitas manusia dari perspektif Tafsir Tarbawi. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi pustaka, dan teknik analisis khas Tafsir Tarbawi yang melibatkan tiga jenis analisis, yaitu analisis linguistik (lughawi), tafsir (tafsiri) dan kependidikan (tarbawi). Ada dua temuan artikel ini. Pertama, totalitas manusia dalam perspektif Al-Qur’an adalah makhluk yang memiliki tiga dimensi, yaitu Jismiyyah yang mencakup fisik dan biologis; Nafsiyyah yang mencakup nafsu, akal dan hati; Ruhaniyyah yang mencakup ruh dan fitrah. Kedua, totalitas manusia sebagai objek material pendidikan Islam meniscayakan model pendidikan Islam yang menyentuh dimensi Jismiyyah, Nafsiyyah dan Ruhaniyyah. Wujud akhirnya adalah pendidikan Islam yang komprehensif-holistik, karena bertujuan mengaktualisasikan totalitas dimensi dalam diri manusia dalam bentuk fisik yang bersih, sehat dan terampil (Jismiyyah); psikis yang stabil nafsunya, cemerlang akalnya dan jernih hatinya (Nafsiyyah); serta ruhani terpelihara dari berbagai kontaminasi akidah, syariah maupun akhlak (Ruhaniyyah).
Kata Kunci: Totalitas Manusia, Objek Material Pendidikan, Pendidikan Islam, Tafsir Tarbawi, Pendidikan Komprehensif-Holistik
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN WUDHU DAN SHALAT PADA PESERTA DIDIK KELAS 5 DAN 6 DI MADRASAH DINIYAH NURUDH DHOLAM KRATON PASURUAN
Abstract
Learning ablution and prayer material at Islamic educational institutions is something that must be given to students from an early age. This assistance aims to provide assistance in learning ablution and prayer to students who have reached puberty and are still not serious about practicing it. This assistance was carried out at Madrasah Diniyah Nurudh dholam Kraton Pasuruan using several steps, namely: preparation, planning, implementation and assessment. The results of mentoring show that learning assistance can be done by motivating students, reviewing material, practicing material, and evaluating learning; Students\u27 ability to master, understand and practice ablution and prayer material is something that must be considered, as an important asset in strengthening daily worship in life.
Keywords: Prayer Material, Ablution Material, Islamic Education Learning.
Abstrak
Pembelajaran materi wudhu dan shalat pada lembaga pendidikan Islam menjadi sesuatu yang harus diberikan kepada peserta didik sejak dini. Pendampingan ini bertujuan memberikan pendampingan pembelajaran wudhu dan shalat kepada peserta didik yang sudah menginjak aqil baligh dan masih belum serius dalam mempraktikkannya. Pendampingan ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Nurudh dholam Kraton Pasuruan dengan menggunakan beberapa langkah yaitu: persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran dapat dilakukan dengan memotivasi peserta didik, mengulas materi, mempratikkan materi, dan mengevaluasi pembelajaran; kemampuan peserta didik dalam menguasai, memahami, dan mempraktikkan materi wudhu dan shalat menjadi hal yang harus diperhatikan, sebagai modal penting dalam penguatan ibadah sehari-hari dalam kehidupan.
Kata Kunci: Materi Shalat, Materi Wudhu, Pembelajaran Pendidikan Isla
PENDAMPINGAN PENERAPAN METODE YANBU’A PADA PEMBELAJARAN BACA QUR’AN SANTRI AL-HIDAYAH KARANG PLOSO MALANG
Abstract
To increase reading fluency in the Koran, a mentoring program was established to use the Yanbu\u27a method. The capacity of students to read the Qur\u27an has increased as a result of this support. This is because classes are grouped based on the skills of the students, and more santri who are completing community service projects are becoming teachers, which helps to create more organized and productive classroom environments. The first deterrent is that the Islamic boarding school (pesantren) does not require applicants to take a Qur\u27anic reading test before accepting them. Second, the activity schedule at the Al-Hidayah Islamic boarding school is very busy, which results in a lack of routine tadarus activities as a means for students to deepen and facilitate their reading of the Al-Qur\u27an.
Keywords: Yanbu\u27a method, reading al-Qur’an fluency
Abstrak
Program pendampingan penerapan metode Yanbu’a dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kefasihan membaca al-Qur’an. Hasil dari pendampingan ini adalah meningkatnya kemampuan baca al-Qur’an bagi santri. Hal ini dikarenakan adanya pengelompokan kelas sesuai dengan kemampuan santri dan juga jumlah guru yang bertambah dari mahasiswa sedang dalam tugas pengabdian kepada masyarakat, yang mampu menjadikan kelas semakin kondusif dan efisien. Adapun Faktor penghambatnya yaitu pertama, pihak pesantren ketika menerima santri baru tidak melakukan seleksi atau tes baca al-Qur’an. Kedua, jadwal kegiatan di pesantren Al-Hidayah sangat padat yang mengakibatkan kurangnya kegiatan tadarus rutin sebagai sarana santri untuk mendalami dan memperlancar bacaan al-Qur’an.
Kata Kunci: metode Yanbu’a, kefasihan membaca al-Qur’a
PEMBERDAYAAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM TADABUR ALAM PADA SISWA MADRASAH ALIYAH (MA) MA\u27ARIF DURENSEWU PANDAAN
Abstract
An attitude of caring for the environment is an attitude that must be instilled and introduced to every child from an early age to adulthood until it becomes a habit and obligation to protect and preserve the environment. This empowerment aims to produce environmentally caring behavior among MA Ma\u27arif Durensewu Pandaan students. This community service activity is carried out using the 5t PAR method (to know, to understand, to plan, to act, to reflect). The results of the empowerment are in the form of Socialization of the Tadabbur Alam Program, Introducing the Relationship between Humans and Nature, 1st Education on how to manage used bottles, 2nd Education on caring for the school environment, Assistance with tadabbur alam. Thus, through the assistance provided students to MA Ma\u27arif Durensewu Pandaan students become intelligent in science, but also have a deep sense of concern for nature conservation.
Keywords: empowerment, Tadabbur Nature, Environmental Care Attitude
Abstrak
Sikap peduli lingkungan merupakan sikap yang harus ditanamkan dan dikenalkan pada setiap anak sejak usia dini hingga dewasa hingga menjadi suatu kebiasaan dan kewajiban menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Pemberdayaan ini bertujuan untuk menghasilkan perilaku peduli lingkungan di kalangan siswa Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Durensewu Pandaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode 5t PAR (to know, to understand, to plan, to act, to reflect). Hasil dari pemberdayaan tersebut berupa Sosialisasi Program Tadabbur Alam, Pengenalan Hubungan Manusia dan Alam, Edukasi I cara mengelola botol bekas, Edukasi II peduli lingkungan sekolah, Pendampingan tadabbur alam. Dengan demikian, melalui bantuan yang diberikan siswa MA Ma\u27arif Durensewu Pandaan menjadi siswa yang cerdas dalam bidang sains, serta memiliki rasa kepedulian yang mendalam terhadap kelestarian alam.
Kata Kunci: Pemberdayaan, Alam Tadabbur, Sikap Peduli Lingkunga
PENDAMPINGAN PRAKTEK IBADAH SHOLAT DHUHA PADA PESERTA DIDIK KELAS 1 DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) HIDAYATUL MUBTADIIN TASIKMADU LOWOKWARU KOTA MALANG
AbstractWorship (Islamic Prayers) is an obligation that must be carried out by religious people. In Islamic religious education, worship is a form of submission and obedience which reaches its peak as the impact of a sense of exaltation that grows deep in a person\u27s heart towards those to whom he submits. Religious education is very important both in schools and Outside of school, one of them is the habit of praying which is taught in school so that it can become a habit for students to worship. The aim in this case is to accompany the Duha prayer is to get used to performing the Sunnah Duha prayer. Through the habit of Duha prayer you can improve your attitude of discipline and responsibility. and an independent attitude. This dhuha prayer assistance program is carried out through several stages, namely preparation, program implementation and program evaluation. The target of this program is all grade 1 students at MI Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru. The methods used are observation, interviews, discussion and documentation. The result of implementing this mentoring program is that the implementation of the dhuha prayer is able to form an attitude of responsibility and the student\u27s personality becomes better, wiser and more orderly. The implementation of the dhuha prayer is able to improve students\u27 independent attitudes and student discipline in carrying out their duties as students.Keywords : Mentoring, Discipline, Dhuha Prayer Abstrak Ibadah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan umat beragama.Dalam pendidikan agama islam ibadah adalah suatu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya sebagai dampak dari rasa pengagungan yang bersemai dalam lubuk hati seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia tunduk.Pendidikan keagamaan sangatlah penting baik didalam sekolah maupun diluar sekolah salah satunya yaitu pmbiasaan sholat yang diajarkan dalam sekolah agar dapat dijadikan kebiasaan oleh siswa siswi untuk beribadah.Tujuan dalam hal ini untuk mendampingi sholat dhuha adalah untuk pembiasaan diri dalam mendirikan sholat Sunnah dhuha.Melalui pembiasaan sholat dhuha dapat meningkatkan sika disiplin,tanggung jawab dan sikap mandiri.Program pendampingan sholat dhuha ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan,pelaksanaan program,dan evaluasi program.Sasaran program ini adalah seluruh siswa siswi kelas 1 MI Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, diskusi dan dokumentasi. Hasil dari pelaksanaan program pendampingan ini adalah pelaksanan sholat dhuha mampu membentuk sikap tanggung jawab dan sikap kepribadian siswa menjadi lebih baik dan bijak serta teratur.Pelaksanaan shalah dhuha mampu meningkatkan sikap mandiri siswa,kedisiplinan siswa dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelajar.Kata Kunci : Pendampingan, Kedisiplinan, Sholat Dhuh
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Abstract: This study aims to determine the implementation and implications of the jigsaw cooperative learning model in increasing student motivation. The approach used in this study is a qualitative approach. The results obtained by researchers are: 1) the implementation of the jigsaw type of cooperative learning at MAN 2 Karawang, which is applied in learning Aqidah Akhlak and in accordance with the implementation of learning with the jigsaw type in general, 2) the implications of the jigsaw type method for collaborative learning activities that can motivate students to learn. The findings of the novelty of this study are that cooperative learning with the jigsaw type can increase student learning motivation in the form of motivation to understand the material in depth so that they become experts in the material, motivation to work together, and motivation to be able to convey information to others appropriately
PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY\u27ARI
Abstract: KH. Hasyim Asy\u27ari is a figure who contributes to the world of education, so research on his thoughts is very important and interesting to do. This study aims to analyze the essence of educators and students in KH. Hasyim Asy\u27ari thought. The research method uses library research. The result of this studi are the essence of educators or teachers from the perspective of KH. Hasyim Asy\u27ari is the person responsible for providing assistance to students in both physical and spiritual development. Meanwhile, students are members of the community who are trying to develop their own potential through a learning process that is available in certain paths, levels and types of education. The novelty of this research is being an educator and student requires self-preparedness; have good criteria for the provision of knowledge and try to practice it and have the right ethics that is in accordance with the rules or values in Islamic education
HADIS TARBAWI PERSPEKTIF TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI
Abstract: The Holy Qur’an and Hadith are the two main sources that shape Muslim culture and civilization. The problem is that there are still misunderstandings or misconceptions about the Al-Qur\u27an and Hadith, giving rise to a negative culture, such as terrorism under the guise of religion. The implication is that massive socialization is needed regarding the values in the Al-Qur\u27an and Hadith. This article is the result of literature research which focuses on the theme of the Tarbawi Hadith or Education Hadith from the perspective of the three principles of Higher Education known as Tridharma Perguruan Tinggi. There are three findings of the article: 1) From an educational and teaching perspective, Hadith Tarbawi is a Basic Education Course (MKDK) which is generally taught at the Tarbiyah Faculty, such as in the Department of Islamic Religious Education (PAI) at UIN Raden Intan Lampung with a weight of 2 credits. 2) From a research and writing perspective, the Tarbawi Hadith can be actualized through the publication of written works, such as final course assignments (undergraduate thesis, master thesis, dissertation), scientific papers (essays, posters, articles) and books (monographs, textbooks, references). 3) From the perspective of community service, Hadith Tarbawi is transmitted to the community through preaching (da’wa) Hadith Tarbawi material, Hadith Tarbawi methodology training and Living Sunnah-based community service programs.
Keywords: Hadith Tarbawi, Education Hadith, Three Principles, Tridharma Perguruan Tinggi.
Abstrak: Al-Qur’an dan Hadis merupakan dua sumber utama yang membentuk budaya dan peradaban umat muslim. Problemnya, masih dijumpai salah paham atau paham yang salah terhadap Al-Qur’an dan Hadis, sehingga menimbulkan budaya negatif, seperti terorisme berkedok agama. Implikasinya, dibutuhkan sosialisasi masif terkait nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan Hadis. Artikel ini merupakan hasil penelitian pustaka yang fokus pada tema Hadis Tarbawi atau Hadis Pendidikan dari perspektif tridharma perguruan tinggi. Temuan artikel ada tiga: 1) Dari perspektif pendidikan dan pengajaran, Hadis Tarbawi merupakan Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) yang umumnya diajarkan di Fakultas Tarbiyah, seperti pada Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Raden Intan Lampung dengan bobot 2 SKS. 2) Dari perspektif penelitian dan penulisan, Hadis Tarbawi dapat diaktualisasikan melalui publikasi karya tulis, seperti tugas akhir perkuliahan (skripsi, tesis, disertasi), karya tulis ilmiah (esai, poster, artikel) dan buku (monograf, buku ajar, referensi). 3) Dari perspektif pengabdian kepada masyarakat, Hadis Tarbawi ditransmisikan kepada masyarakat melalui pelatihan metodologi Hadis Tarbawi, dakwah materi Hadis Tarbawi dan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis Living Sunnah.
Kata Kunci: Hadis Tarbawi, Hadis Pendidikan, Tridharma Perguruan Tinggi