e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    PENGEMBANGAN MADRASAH LITERAT BERBASIS PESANTREN

    Get PDF
    Leaders have a very strategic role in the success of every program, including madrasa education institutions. The Head of Islamic Senior High School Muallimin Muallimat carries out his managerial role in initiating the development of literate school that is supported by all elements of the school. This study aims to determine the role of school principals in developing literate Islamic school based on the GELEM program guidelines formulated by the Ministry of Religion of East Java Province. The research method used was field research with a descriptive qualitative approach. The data collection technique was done by observation, interviews, and documentation. The data obtained were then aAbstract: This study aims to find out how the implementation of the madrasa literacy movement in Islamic boarding schools is based, then to also find out the factors that influence the development of madrasa literacy culture in Islamic boarding schools. The research method used is field research with a descriptive qualitative approach. The results of this study indicate that the implementation of the literacy movement at Madrasah Aliyah Muallimin Muallimat Tambakberas includes the habituation stage, the development stage and the learning stage. Then there are several factors that influence the development of a pesantren-based madrasah literacy culture, including psychosocial factors, leadership factors, environmental factors, organizational factors, ecological factors, and government policies. These factors tend to have a positive impact on the process of developing a literacy culture at Madrasah Aliyah Muallimin Muallimat Tambakberas. The novelty of this study is that the effective leadership factor of the madrasa head is the main factor for optimizing the development of a literacy culture by achieving 8 out of 9 indicators according to the Madrasah Literacy Movement program guidelinesnalyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research indicate that there are several factors that influence the development of literacy culture islamic school, including psychosocial factors, leadership factors, environmental factors, organizational factors, ecological factors, and government policies. These factors tend to have a positive impact on the process of developing a literacy culture at Islamic Senior High School Muallimin Muallimat Tambakberas. The leadership role of the Islamic senior high school principal is the main foundation for optimizing the development of a literacy culture. The results of the study also showed that the leadership carried out by the Islamic school principal was quite good and effective, as evidenced by the achievement of 8 out of 9 indicators in accordance with the GELEM program guidelines

    INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN SALAF

    Get PDF
    Learning at the Pesantren Salaf is known as a learning system that uses traditional systems such as sorogan, bandongan, wetonan and tends not to use planned and systematically arranged learning tools. Therefore, even though the Pesantren Sidogiri is one of the pesantren salaf, this Islamic boarding school has learning innovations in the form of developing learning tools. The purpose of this research is to find out how the learning system is at the Pesantren Sidogiri and to find out how the learning innovations are at the Pesantren Sidogiri. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The results of this study are that the learning system at the Pesantren Sidogiri includes 2 systems, namely the Ma\u27hadiyah system and the Madrasiyah system. The learning innovations at the Pesantren Sidogiri include learning planning in the form of a syllabus designed by a special body called the Badan Tarbiyah wa al-Ta\u27lim Madrasy (BATARTAMA) and the implementation of innovations in the development of learning devices using a systems approach model. The findings of the systems approach model in the development of pesantren learning tools are at the same time a novelty in this research

    DAMPAK KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP SELF REGULATED LEARNING SISWA

    Get PDF
    This study aims to describe the personality competencies of PAI teachers at SMA PGRI 2 Sampit, Kotawaringin Timur district. In addition, to describe the impact of personality competence of PAI teachers on self-regulated learning of students at SMA PGRI 2 Sampit, East Kotawaringin district. This research method uses qualitative which produces descriptive data to understand a phenomenon naturally. The results of the study are that the personality competencies of PAI teachers at SMA PGRI 2 Sampit are in accordance with personality competency indicators, including a solid and stable personality, mature personality, wise and wise, authoritative and have noble character, PAI teachers have carried it out well. Then the impact of the personality competence of the PAI teacher on students\u27 self-regulated learning is that students can control their behavior in learning, have the independence to determine and assess the learning strategies needed, be disciplined, be responsible. In addition, students\u27 motivation and enthusiasm increased and students did not feel bored and reluctant to participate in learning activities

    STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK

    Get PDF
    Abstract: The aim of this research is to describe the use of inquiry methods in learning moral beliefs. This inquiry-based learning approach focuses on giving students the freedom to think critically, by giving them the opportunity to find their own information and solve their own problems to provide more interesting learning and make students feel included in the process. Because students must have broad or free connections, inquiry learning is very important for them. Through this learning method, they will gain good and practical ideas, develop group cohesion, and form friendships with other people from different social groups. The method used is a qualitative procedure which includes descriptive and analytical data collection. The results of this research are that this inquiry-based learning approach can encourage children to think more critically. The novelty of this research is that students can think independently and take full advantage of their cognitive abilities by using inquiry learning techniques. Therefore, the inquiry learning approach is very beneficial for students because it gives them the opportunity to debate and develop problem solving skills. Keywords:  Inquiry Learning, akidah akhlak Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran akidah akhlak. Pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri ini berfokus pada memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpikir kritis, dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menemukan informasi sendiri dan menyelesaikan permasalahannya sendiri untuk memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan membuat siswa merasa diikutsertakan dalam proses tersebut. Karena siswa harus mempunyai ikatan yang luas atau bebas, maka pembelajaran inkuiri sangat penting bagi mereka. Melalui metode pembelajaran ini, mereka akan memperoleh ide-ide yang baik dan praktis, mengembangkan kohesi kelompok, dan menjalin persahabatan dengan orang lain dari kelompok sosial yang berbeda. Metode yang digunakan adalah prosedur kualitatif yang meliputi pengumpulan data deskriptif dan analitis. Hasil dari penelitian ini yaitu pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri ini dapat mendorong anak untuk berpikir lebih kritis. Kebaruan dari penelitian ini yaitu bahwa siswa dapat berpikir mandiri dan memanfaatkan sepenuhnya kemampuan kognitifnya dengan menggunakan teknik pembelajaran inkuiri. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran inkuiri sangat bermanfaat bagi siswa karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdebat dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Kata Kunci: Pembelajaran Inkuiri, akidah akhla

    IMPLEMENTASI METODE FAMI BISYAUQIN DALAM MEMELIHARA HAFALAN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM SUMBERREJO BOJONEGORO

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya santri yang lalai dalam me-murojaah hafalan. Sehingga ayat-ayat yang sudah dihafal terlupakan. Mereka beranggapan mengejar setoran agar mencapai target khatam menjadi tujuan utama, namun sejatinya dalam menghafal Al-Qur’an bukan sekedar menghafal dan khatam melainkan juga memeliharanya dalam setiap sela sela kehidupan. Pondok Pesantren Darussalam Sumberrejo Bojonegoro merupakan salah satu lembaga Tahfidzul Qur\u27an yang mampu mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dengan cepat sekaligus mampu menumbuhkan pentingnya murojaah dalam sela sela kehidupan melalui penerapan metode fami bisyauqin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan alasan Pondok Pesantren Darussalam menerapkan metode fami bisyauqin, implementasi metode fami bisyauqin, serta faktor pendukung dan penghambat metode fami bisyauqin dalam memelihara hafalan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Darussalam Sumberrejo Bojonegoro. Jenis peneitian ini adalah penelitian lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Menurut Pondok Pesantren Darussalam, metode fami bisyauqin merupakan metode yang paling efektif dalam memelihara hafalan Al-Qur’an. Metode ini mampu membantu santri membiasakan lisan terampil membaca Al-Qur’an (2) Penerapan metode fami bisyauqin dalam memelihara hafalan Al-Qur’an dilakukan melalui pembiasaan muroqobahan, dzikrul qur’an, dan qiroatul qur’an fil sholah. (3) Faktor pendukung penerapan metode fami bisyauqin meliputi program wisuda tasmi’, lingkungan yang bernuansa Qur’ani, memiliki target murojaah hafalan, pembiasaaan Sholat Hajat, adanya takziran, rihlah, dan motivasi ustadzah pembimbing dan orang tua. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran dan kesunggulan, malas, merasa jenuh dan mengantuk, serta kesehatan fisik yang buruk

    ANALISIS KEGIATAN MUSYAWARAH MELALUI PRODUKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI JUAL BELI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MA’HAD ‘ALY PONDOK PESANTREN LIRBOYO KEDIRI

    Get PDF
    The success of learning can be seen from the increase of students\u27 mastery and understanding of subject’s matter that is manifested in values or numbers on student learning outcomes. The purpose of this study was improve student learning outcomes in muamalah material for Islamic Religious Education (PAI) subjects, as well as to determine the supporting and inhibiting factors in the development of deliberation activities at Ma\u27had \u27Aly Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. This paper is the result of Classroom Action Research (CAR) which places great emphasis on the learning process. The data analysis technique used is descriptive analysis with a qualitative approach. Based on the results of research and data analysis, the results showed that there was increase in learning outcomes for PAI subjects at Ma\u27had \u27Aly Pondok Pesantren Lirboyo Kediri after the problem based learning (PBL) learning’s model was applied. In this study also obtained 2 (two) types of deliberation models in learning muamalah material at Ma\u27had \u27Aly Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, namely: first, group’s deliberation; second, joint’s deliberation

    PENGUATAN LEMBAGA PESANTREN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, SANTRI DAN ALUMNI PONDOK PESANTREN AL-KHOIROT KARANGSUKO PAGELARAN MALANG

    Get PDF
    Pondok Pesantren Al-Khoirot yang berada di Desa Karangsuko Kecamatan Pegelaran Kabupaten Malang merupakan lembaga pendidikan yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dan melaksanakan pendidikan dengan perpaduan antara salaf dan modern. Pondok Pesantren Al-Khoirot melakukan penguatan kelembagaan melalui beberapa aspek, diantaranya adalah dengan mendirikan madrasah diniyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, taman pendidikan al-Qur’an, koperasi syariah ikmal dan ikatan keluarga ma’had Al-Khoirot yang di dalamnya terdapat beberapa divisi seperti pendidikan, ekonomi dan pembangunan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana penguatan lembaga pesantren melalui pemberdayaan masyarakat, santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Khoirot Karangsuko Pagelaran Malang, dengan sub fokus mencakup: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan lembaga pesantren melalui pemberdayaan masyarakat, santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Khoirot dilaksanakan dengan berlandaskan para perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan disusun setiap awal tahun atau ajaran baru yang berlandaskan hasil evaluasi kerja tahunan, hasil dari perencanaan kerja dilaksanakan dalam bentuk aksi yang memperhatikan hasil perencanaan dan dievaluasi setiap semester dan satu tahun satu kali bersama dengan masing-masing lembaga yang berada di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot.Kata kunci: Penguatan lembaga pesantren, pemberdayaan masyaraka

    MENCIPTAKAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN SEKOLAH/MADRASAH SECARA MANDIRI DALAM BINGKAI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH/MADRASAH.

    Get PDF
    This paper is to explore the importance of managing education financing in order to improve the quality or quality of education in educational institutions, but in managing education financing it has not yet implemented and optimized a school- or madrasah-based management model so that it has not shown independence in the development of education in schools/ madrasas through the utilization of Education financing. Therefore, in this case, this paper needs to be raised with the aim of analyzing in depth how to implement educational financing management within the framework of school or madrasah-based management in realizing the independence of educational institutions. The method used in this paper uses the Research library approach. The results of the study concluded that financial or financial management by implementing school-based management will create school/madrasah independence in regulating the direction of educational development through the use of school finance or funding. And the efforts that can be made by schools/madrasas to obtain funding do not only depend on the central or regional government, but can optimize the school\u27s internal circle or the surrounding community

    Penggunaan Reward and Punishment dalam Mengoptimalkan Motivasi Belajar Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Singosari Malang

    Get PDF
    Rendahnya motivasi belajar merupakan sesuatu yang akan berdampak buruk pada kualitas belajar seseorang. buruknya kualitas belajar seseorang akan memengaruhi proses belajarnya dan target yang ingin diraihnya. Dengan menggunakan metode pembelajaran Reward and Punishment santri bisa memaksimalkan materi pembelajaran sebelum dan sesudah proses belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bagaimana penggunaan reward and punishment di Pesantren Hidayatul Qur’an Singosari dan 2) mendeskripsikan bagaimana hasil penggunaan reward and punishment dalam mengoptimalkan motivasi belajar santri di Pesantren Hidayatul Qur’an Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah 1) Penggunaan reward and punishment di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Singosari sudah terlaksana dengan baik, hanya saja pada sistem reward masih belum dimaksimalkan. Punishment lebih diutamakan karena dapat memberikan pengaruh secara psikologi terhadap tingkah laku anak didik agar dapat segera melakukan perubahan sikap pada dirinya. Dan 2) hasil penggunaan reward and punishment di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Singosari adalah optimalnya motivasi belajar santri dan berkembangnya inovasi para pengajarnya. Keefektifan penggunaan reward and punishment menjadikan santri belajar dengan baik dan taat terhadap peraturan pembelajaran

    Implementasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Pembelajaran Ma’arif di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU) Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang: The Implementation of Aswaja Values Through Ma\u27arif Learning at Sekolah Dasar Nahdatul Ulama Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang

    Get PDF
    Currently, religion is one of the most frequently discussed issues. There are many divisions and animosities among Muslims because of different views, both from political views, religious views, and even culture. This condition is found in various cases of radical thought movements and ideas that have grown and developed in this country. Such as a series of cases of violence in the name of religion that often occur in various regions in Indonesia, the destruction of places of worship, the rejection of different groups, and several suicide bombings are cases that have captured the attention of the world public. This study aims to determine Aswaja values in Ma\u27arif learning, to know the implementation of Ma\u27arif learning in instilling Aswaja values. This descriptive qualitative article aims to identify the implementation of Ma’arif learning in instilling Aswaja values. The findings of this study include the Aswaja values applied to Ma’arif learning at SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang, including the value of tawassut, i’tidal, tawazun and tasamuh. The implementation of Ma’arif learning as a medium for instilling the value of Aswaja is in the subjects of Fiqh, Al-Quran Hadith, Islamic Civilization and Aqidah Akhlak. The supporting factors are the environment and daily Aswaja activities, while the inhibiting factors are the lack of time allocation and learning that is considered less interesting. From this study, schools can create programs that hone students\u27 knowledge and social skills. Schools can also provide more learning allocations and learning is implemented in a more attractive way for students. Saat ini, agama adalah salah satu isu yang paling sering dibicarakan. Banyak perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam karena perbedaan pandangan, baik dari pandangan politik, pandangan agama, bahkan budaya. Kondisi ini bisa dijumpai dari berbagai gerakan dan paham radikal yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Seperti serangkaian kasus kekerasan mengatasnamakan agama sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, perusakan rumah-rumah ibadah, penolakan terhadap kelompok yang berbeda, dan sejumlah tragedi bom bunuh diri merupakan kasus yang menyita perhatian publik dunia. Artikel ini bertujuan mengetahui nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran Ma’arif dan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Artikel kualitatif deskriptif ini bertujuan menjelaskan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang diterapkan dalam pembelajaran Ma’arif di SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang meliputi nilai-nilai tawassut, i’tidal, tawazun dan tasamuh. Implementasi pembelajaran Ma’arif sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja melalui mata pelajaran Fikih, Al-Quran Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah akhlak. Faktor-faktor pendukungnya adalah lingkungan sekitar dan kegiatan Aswaja harian, sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya alokasi waktu dan pembelajaran yang dirasa kurang menarik. Implikasi artikel ini, sekolah dapat menyusun program-program yang dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan sosial peserta didik. Serta menyediakan waktu pembelajaran yang memadai dan penerapan pembelajaran yang lebih menarik bagi para peserta didik. Kata Kunci: Aswaja, Implementasi Belajar, Pembelajaran Ma’arif, Nilai-Nilai Aswaja.Currently, religion is one of the most frequently discussed issues. There are many divisions and animosities among Muslims because of different views, both from political views, religious views, and even culture. This condition is found in various cases of radical thought movements and ideas that have grown and developed in this country. Such as a series of cases of violence in the name of religion that often occur in various regions in Indonesia, the destruction of places of worship, the rejection of different groups, and several suicide bombings are cases that have captured the attention of the world public. This study aims to determine Aswaja values in Ma\u27arif learning, to know the implementation of Ma\u27arif learning in instilling Aswaja values. This descriptive qualitative article aims to identify the implementation of Ma’arif learning in instilling Aswaja values. The findings of this study include the Aswaja values applied to Ma’arif learning at SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang, including the value of tawassut, i’tidal, tawazun and tasamuh. The implementation of Ma’arif learning as a medium for instilling the value of Aswaja is in the subjects of Fiqh, Al-Quran Hadith, Islamic Civilization and Aqidah Akhlak. The supporting factors are the environment and daily Aswaja activities, while the inhibiting factors are the lack of time allocation and learning that is considered less interesting. From this study, schools can create programs that hone students\u27 knowledge and social skills. Schools can also provide more learning allocations and learning is implemented in a more attractive way for students. Saat ini, agama adalah salah satu isu yang paling sering dibicarakan. Banyak perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam karena perbedaan pandangan, baik dari pandangan politik, pandangan agama, bahkan budaya. Kondisi ini bisa dijumpai dari berbagai gerakan dan paham radikal yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Seperti serangkaian kasus kekerasan mengatasnamakan agama sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, perusakan rumah-rumah ibadah, penolakan terhadap kelompok yang berbeda, dan sejumlah tragedi bom bunuh diri merupakan kasus yang menyita perhatian publik dunia. Artikel ini bertujuan mengetahui nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran Ma’arif dan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Artikel kualitatif deskriptif ini bertujuan menjelaskan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang diterapkan dalam pembelajaran Ma’arif di SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang meliputi nilai-nilai tawassut, i’tidal, tawazun dan tasamuh. Implementasi pembelajaran Ma’arif sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja melalui mata pelajaran Fikih, Al-Quran Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah akhlak. Faktor-faktor pendukungnya adalah lingkungan sekitar dan kegiatan Aswaja harian, sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya alokasi waktu dan pembelajaran yang dirasa kurang menarik. Implikasi artikel ini, sekolah dapat menyusun program-program yang dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan sosial peserta didik. Serta menyediakan waktu pembelajaran yang memadai dan penerapan pembelajaran yang lebih menarik bagi para peserta didik. Kata Kunci: Aswaja, Implementasi Belajar, Pembelajaran Ma’arif, Nilai-Nilai Aswaja.  

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇