e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
EVALUASI KINERJA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI: PENDEKATAN METODE IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS
Jumlah institusi perguruan tinggi tingkat nasional dan global cenderung terus meningkat yang berdampak kompetisi yang kuat. Dalam situasi kompetisi, kinerja layanan dalam perspektif mahasiswa merupakan key success factor perguruan tinggi berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layanan dari perspektif mahasiswa yang dilakukan di salah satu Universitas Islam Negeri di Jawa Timur . Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen berupa kuesioner yang berisi 45 item pernyataan yang terdistribusi ke dalam lima dimensi SERVQUAL. Populasi yaitu mahasiswa angkatan 2019–2021 dan sebanyak 385 mahasiswa berkontribusi dalam studi ini. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Berdasarkan editing, hanya 288 (74,81%) responden yang layak diproses lebih lanjut. Analisis data menggunakan metode Kategorisasi Indeks dan Importance-Performance Analysis. SPSS digunakan untuk membantu perhitungan data secara statistik. Hasil studi menunjukkan masih terjadi gap antara tingkat kepentingan yang diharapkan mahasiswa dengan kinerja layanan yang sesungguhnya. Sekitar 28% kinerja layanan mampu mempertemukan tingkat kepentingan mahasiswa. Selebihnya, kinerja layanan masih menunjukkan kinerja yang rendah dan ada beberapa atribut layanan yang kurang dipentingkan oleh mahasiswa
Urgensi Media Pembelajaran Pada Pembelajaran Matematika Ditinjau Dari Minat Siswa Belajar Matematika / The Urgency of Learning Media in Mathematics Learning in View of Students\u27 Interest in Learning Mathematics
Abstract and systematic characteristics make mathematics a difficult subject for students. Appropriate learning methods can affect students\u27 interest in mathematics. Such as using media. The use of media in learning mathematics can contribute positively and provide maximum results in increasing students\u27 understanding of the material being taught. The purpose of this study is to determine students\u27 interest in mathematics and the importance of media in learning mathematics. Learning mathematics can be said to be effective if there is an increase in student learning outcomes, namely the ability to solve mathematical problems, are skilled, creative, and are active in the learning process. This research uses qualitative research. Data collection techniques used questionnaires, interviews, and documentation which were carried out at SDI KHA Wahid Hasyim Bangil. The data obtained was that teacher used media in learning mathematics and students have an interested in learning mathematics by 96.30%. This shows that the media has a role in the learning process, especially mathematics
INQUIRY-BASED SCIENCE APPROACH IN KINDERGARTEN: A SYSTEMATIC REVIEW
Inquiry-based learning is a pedagogical approach that empowers learners to actively construct knowledge by engaging in problem-solving, critical thinking, questioning, and hands-on experiences. The inquiry-based approach in science emphasizes learners\u27 active role in creating their understanding of the natural world. This review critically examines the application and impact of inquiry-based science approaches in kindergarten education. Through a thorough analysis of 16 research articles, the study shed light on different aspects of inquiry-based learning, including subject areas, participants, methodologies, types of inquiry-based approaches, theoretical frameworks, and impacts on learning outcomes. Findings show a predominant focus on early years’ science, with kindergarten children being the primary participants. The use of qualitative research methods shows a trend toward a comprehensive understanding of the issue. The study underscore the significance of using inquiry-based learning approach in kindergarten education and offers helpful information for teachers, decision-makers, and researchers. It also emphasizes the need for further empirical studies, particularly those addressing instructional models, challenges faced in the classroom to execute inquiry-based learning, and longitudinal studies to evaluate the long-term impacts of inquiry-based science education on kindergarten children performance
PERAN PERILAKU, IKLIM DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENCAPAI TUJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran perilaku, iklim dan budaya organisasi dalam mencapai tujuan lembaga pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian pustaka yang berisi teori-teori relevan mengenai masalah-masalah yang ada dalam penelitian. Kajian ini menemukan beberapa fakta, antara lain sebagai berikut: Setiap lembaga pendidikan memiliki iklim dan budaya tersendiri yang menjadi ciri khas dari sebuah lembaga atau organisasi. Iklim dan budaya ini dapat membedakan antara masing-masing organisasi dengan organisasi terkait. Organisasi iklim adalah struktur dasar, kondisi kerja, dan karakteristik karyawan dari organisasi mana pun. Sedangkan Budaya organisasi adalah kumpulan kepercayaan dan rasa hormat yang dimiliki bersama oleh semua anggota organisasi.Iklim dan budaya organisasi sangat penting dalam sebuah lembaga atau instansi, agar dapat membentuk sikap, nilai dan pola perilaku seseorang, sehingga para anggota dapat bekerja sama dengan baik untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Dalam kajian ini, disebutkan bahwa perilaku, iklim dan organisasi sebagai penentu kemajuan dari suatu lembaga atau organisasi. Namun, jika ketiga komponen ini lemah, maka akan terjadi penurunan kinerja dan sukar bagi perusahaan atau lembaga mencapai tujuannya.Kata Kunci: Budaya Organisasi; Iklim Organisasi; Lembaga Pendidikan; Perilaku Individu
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI MI MIFTAHUL ULUM KOTA BATU
The Adiwiyata program has a strategic role in increasing awareness of the environment which is currently experiencing a decline. This is of course supported by the contribution of the teacher\u27s role through the Adiwiyata Program in optimizing the character of caring for the environment that has been formed by the school. The purpose of this study is to examine the role of teachers through the adiwiyata program in optimizing the character of caring for the environment. This research is a qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. The analysis technique in this study is an interactive analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results of the study highlight that first, the role of the teacher through the adiwiyata program in optimizing the character of caring for the environment at MI Miftahul Ulum, Batu City, is at a fairly good level of concern for the environment. Second, the implementation of the teacher\u27s role through the adiwiyata program in optimizing the character of caring for the environment at MI Miftahul Ulum, Batu City, is at a fairly good level. Third, the obstacles to the teacher\u27s role through the adiwiyata program in optimizing the character of caring for the environment at MI Miftahul Ulum, Batu City, are the lack of school infrastructure. Therefore, the role of the teacher through the adiwiyata program in developing the character of caring for the environment is quite good. The implications of this research are that the character of caring for the environment can be optimized with the role of the teacher in working on the Adiwiyata program
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MI BUSTANUL ULUM KOTA BATU
This article aims: (1) To detect the students\u27 learning motivation in thematic subjects at MI Bustanul Ulum Batu City. (2) To find out the teacher\u27s strategy in increasing students\u27 motivation in thematic subjects at MI Bustanul Ulum Batu City. The method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interviews and documentation with the subject of the principal, third grade teacher and third grade student of MI Bustanul Ulum Batu city.
The results showed that: (1) Learning motivation in thematic subjects at MI Bustanul Ulum Batu City can be seen that the learning motivation is less than optimal. This can be seen from several attitudes that show a lack of enthusiasm for students in learning such as there were still students who chatted each other, did not do assignments, and some were even sleepy. (2) The strategies applied by teachers of thematic subjects to increase students\u27 learning motivation are: Expository Strategy, strategies for providing incentives or strengthening and utilizing adequate facilities and infrastructure
PERPADUAN SISTEMIK-ORGANIK MENUJU PERPADUAN EPISTEMIK: DILEMA INTEGRASI PESANTREN DAN PERGURUAN TINGGI
kajian ini dilatarbelakangi oleh penilaian yang di satu sisi menempatkan lembaga pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang jumud, sementara di sisi lain, tidak jarang yang memandang bahwa pesantren begitu adaptif dalam merespon tantang zaman. Salah satunya adalah eskalasi pesantren yang memiliki lembaga pendidikan tinggi, mulai dari yang berstatus sekolah tinggi hingga universitas. Namun tentu saja, berdirinya perguruan tinggi di lingkungan pesantren menjadi dilema tersendiri jika disadari sejak awal bahwa hadirnya lembaga pendidikan tersebut tentu sulit untuk menggeser “fanatisme” yang tertanam dalam civitas pesantren akan kepesantrenannya itu. Kemungkinan sebaliknya, bisa saja, “fanatisme” akan perguruan tinggi bagi para civitas akademiknya sedikit menguras “keberimanan” terhadap pesantren. Atas dasar itu, kajian ini mencoba untuk menelaah perpaduan antara pesantren dan perguruan tinggi dalam rangka membuktikan adanya dilema yang dimaksudkan. Melalui artikel ini, jika penelitian yang ada membuktikan keberhasilan integrasi pesantren dan perguruan tinggi melalui istilah perpaduan sistemik-organik, maka hemat penulis, yang harus dilakukan sebagai pengembangan integrasi keilmuan antara pesantren dan perguruan tinggi adalah integrasi pada tataran epistemik. Melalui perpaduan epistemik ini, diharapkan mampu melahirkan karya-karya orisinal dari pesantren melalui bahts al-kutub yang memadukan antara penguasaan konten dan kemampuan metodologis
PERAN FILSAFAT ISLAM DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN
Peran filsafat dalam pendidikan Islam disatukan oleh sebuah tujuan yang sama, yakni pencarian kebenaran. Namun perbedaannya, filsafat lebih kepada rasio sedangkan pendidikan Islam berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek), dan jasmani peserta didik yang harus selaras dengan lingkungan alam dan sosial kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran filsafat Islam dalam membangun pendidikan. Metode penelitian adalah kajian pustaka yang di dalamnya memuat beberapa gagasan dan proporsi yang berkaitan dengan kajian didukung oleh data dan informasi yang diperoleh dari sumber pustaka. Beberapa temuan yang dihasilkan diantaranya pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efesien. Problematika pendidikan Islam didekati dengan kerangka berfikir segitiga hadharah. Dari pengembangan konseptual tersebut dengan tujuan bisa berubah menjadi pendidikan Islam yang visioner, integratif-interkonektif, non dikotomis dan bisa menjawab isu-isu kontemporer. Prinsip-prinsip tersebut dirajut dalam suatu konsep pendidikan Islam yang berkemajuan dan berperadaban. Penelitian falsafah dimaksudkan untuk mengkaji pemikiran tokoh beserta konsep pendidikannya
PENERAPAN METODE AL BARQY DALAM MEMBACA AL-QUR’AN PADA ANAK DI RUTABA SUKUN MALANG
Muslim dianjurkan untuk mempelajari Al-Qur’an dengan kaidah ilmu tajwid. Namun tidak semua muslim dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran muslim akan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an sejak dini dengan metode yang tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan mengetahui hasil dari penerapan metode Al Barqy di Rutaba Sukun Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Instrumen utama peneliti sendiri. Lokasi penelitian di Rutaba Sukun Malang. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan data. Keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian penerapan metode Al Barqy dalam membaca Al Qur’an pada anak di Rutaba Sukun Malang terdapat 3 tahapan: pembelajaran Al Barqy klasikal, pembelajaran Al Barqy individu, pengambilan nilai dengan membangun komunikasi walisantri. Hasil penerapan metode Al Barqy bahwa pembelajaran membaca Al-Qur’an sudah mulai aktif walau terbata-bata dengan kemampuan penguasaan materi Al Barqy masih belum sepenuhnya optimal
TRANSFORMASI PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF NEO MODERNISME DI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH JERU TUMPANG
Budaya patriarki didalam masyarakat Indonesia telah mengakar kuat. Budaya tersebut cenderung meletakkan perempuan pada kelas dua, menyebabkan terjadinya bias gender hingga perempuan dinilai makruh untuk menjadi pemimpin. Pembaruan pemikiran Islam Neo Modernisme merupakan salah satu upaya untuk mengikis budaya patriarki. Neo Modernisme dalam aspek pendidikan telah diimplementasikan oleh pondok pesantren Nurul Hidayah. Pondok pesantren tersebut berusaha untuk mencetak generasi perempuan yang unggul dan berdaya saing melalui program pendidikan pesantren agar tidak ada lagi subordinasi terhadap perempuan. Hal tersebut ditempuh dengan cara melakukan transformasi pendidikan perempuan pesantren meski tanpa mengenyam pendidikan formal diluar pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bentuk-bentuk transformasi pendidikan perempuan dalam perspektif Neo Modernisme di pondok pesantren Nurul Hidayah, (2) menganalisis implementasi transformasi pendidikan perempuan dalam perspektif Neo Modernisme di pondok pesantren Nurul Hidayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan. Adapun teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan tekn Miles dan Huberman. Teknik keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, confirmability, triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu : (1) bentuk - bentuk transformasi pendidikan perempuan dalam perspektif Neo Modernisme di pondok pesantren Nurul Hidayah ditunjukkan dengan adanya transformasi kurikulum, transformasi metode pembelajaran, transformasi infrastruktur. (2) Implementasi pendidikan perempuan dalam perspektif Neo Modernisme di pondok pesantren Nurul Hidayah ditempuh dengan langkah-langkah berikut : perencanaan awal tahun ajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, laporan capaian pembelajara