e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
UPAYA KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA MELALUI PERSYARATAN KENAIKAN KELAS
Madrasah Aliyah Nurul Huda dalam kegiatan belajar mengajarnya biasanya ditandai dengan bermacam kegiatan salah satunya program persyaratan sebelum kenaikan kelas, yang dimana persyaratan tersebut dibuat oleh pihak yayasan langsung dan didistribusikan oleh kepala madrasah. Fokus analisis bagaimana upaya kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi siswa melalui persyaratan kenaikan kelas di Madrasah Aliyah Nurul Huda Al-Banat Peleyan Kapongan Situbondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskritif, dengan menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi kuesioner/angket. Hasil penelitian menunjukkan Kepala Madrasah Nurul Huda Al-Banat mempunyai tugas yaitu sebagai educator, manager, adminitrator, leader. Kepala Madrasah juga sudah memenuhi tugasnya yakni membuat perencanaan program, menempatkan tenaga pendidik sesuai kemampuannya. Strategi yang digunakan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi siswa di Madrasah Aliyah Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo sebagai berikut : 1. Melakukan pengontrolan terhadap berjalannya proses persyaratan baik pihak yang sudah dibebankan menjadi penanggung jawab atau peserta didik agar persyaratan mencapai target. 2. Kepala madrasah memberikan kewajiban kepada setiap guru pembimbing untuk mencapai target yang telah ditentukan Melakukan evaluasi program dan memberikan arahan kepada guru pembimbing
Falsafah Serat Sastra Gendhing sebagai Basis Kepemimpinan Pendidikan: Philosophy of Serat Sastra Gendhing as a Basis For Educational Leadership
Leadership is a form of art and culture in educational institutions. Leadership practices that tend to adopt leadership styles from the West have developed in the current era of globalization. Like a pearl buried by civilization and developments over time, the use of theories from outside seems to be increasingly sinking the existence of Javanese philosophy. Exploring Javanese leadership philosophy is an effort to revive a leadership philosophy based on local wisdom. It could be that the current leaders have jumped too far from their essential position. Serat Sastra Gendhing is a leadership philosophy that contains seven main mandates that can be upheld by a leader. Mastery of these seven characteristics is a characteristic of ideal leadership. This article was prepared based on library research, because it uses books as a data source. The data collection method is documentation. Meanwhile, the analysis method is content analysis. Serat Sastra Gendhing teaches the need for a leader to have social-spiritual intelligence, defend truth and justice, the ability to develop culture and be a pioneer of science.
Kepemimpinan merupakan bentuk kesenian dan kebudayaan dalam tatanan lembaga pendidikan. Praktik kepemimpinan yang cenderung mengadopsi gaya kepemimpinan dari Barat berkembang pada era globalisasi saat ini. Ibarat mutiara yang terkubur oleh peradaban dan perkembangan masa, penggunaan teori-teori dari luar nampaknya semakin menenggelamkan eksistensi falsafah Jawa. Penggalian falsafah kepemimpinan Jawa merupakan upaya untuk mengangkat kembali falsafah kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Bisa jadi pemimpin yang ada saat ini telah melompat terlalu jauh dari pijakan esensinya. Serat Sastra Gendhing merupakan falsafah kepemimpinan yang berisi tujuh amanah utama yang dapat dpegang oleh seorang pemimpin. Penguasaan tujuh karakteristik tersebut merupakan ciri kepemimpinan yang ideal. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kepustakaan, karena menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya adalah analisis isi. Serat Sastra Gendhing mengajarkan perlunya seorang pemimpin memiliki kecerdasan sosial-spiritual, membela kebenaran dan keadilan, kemampuan mengembangkan budaya dan pelopor ilmu pengetahuan.
Kata Kunci: Falsafah, Serat Sastra Gendhing, Kepemimpinan Pendidikan.Leadership is a form of art and culture in educational institutions. Leadership practices that tend to adopt leadership styles from the West have developed in the current era of globalization. Like a pearl buried by civilization and developments over time, the use of theories from outside seems to be increasingly sinking the existence of Javanese philosophy. Exploring Javanese leadership philosophy is an effort to revive a leadership philosophy based on local wisdom. It could be that the current leaders have jumped too far from their essential position. Serat Sastra Gendhing is a leadership philosophy that contains seven main mandates that can be upheld by a leader. Mastery of these seven characteristics is a characteristic of ideal leadership. This article was prepared based on library research, because it uses books as a data source. The data collection method is documentation. Meanwhile, the analysis method is content analysis. Serat Sastra Gendhing teaches the need for a leader to have social-spiritual intelligence, defend truth and justice, the ability to develop culture and be a pioneer of science.
Kepemimpinan merupakan bentuk kesenian dan kebudayaan dalam tatanan lembaga pendidikan. Praktik kepemimpinan yang cenderung mengadopsi gaya kepemimpinan dari Barat berkembang pada era globalisasi saat ini. Ibarat mutiara yang terkubur oleh peradaban dan perkembangan masa, penggunaan teori-teori dari luar nampaknya semakin menenggelamkan eksistensi falsafah Jawa. Penggalian falsafah kepemimpinan Jawa merupakan upaya untuk mengangkat kembali falsafah kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Bisa jadi pemimpin yang ada saat ini telah melompat terlalu jauh dari pijakan esensinya. Serat Sastra Gendhing merupakan falsafah kepemimpinan yang berisi tujuh amanah utama yang dapat dpegang oleh seorang pemimpin. Penguasaan tujuh karakteristik tersebut merupakan ciri kepemimpinan yang ideal. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kepustakaan, karena menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya adalah analisis isi. Serat Sastra Gendhing mengajarkan perlunya seorang pemimpin memiliki kecerdasan sosial-spiritual, membela kebenaran dan keadilan, kemampuan mengembangkan budaya dan pelopor ilmu pengetahuan.
Kata Kunci: Falsafah, Serat Sastra Gendhing, Kepemimpinan Pendidikan
Pola Asuh Orang Tua Yang Positif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak: Positive Parenting Patterns in Increasing Children’s Learning Motivation
Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan dan menganalisis pola asuh orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah studi kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data dari beberapa buku, artikel dan lain-lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, penulis melakukan analisis isi sehingga dapat menjawab dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh pola asuh yang positif dalam meningkatkan motivasi belajar anak: reasonable parents, encouraging parents, concistent parents, peacemaking parents, caring parents, relaxed parents, dan responsible parents. Wujud peningkatan motivasi belajar anak adalah munculnya kemandirian anak dalam bentuk kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) atau n-Ach sebagaimana yang dikemukakan oleh David McClelland.
Kata Kunci: Pola Asuh, Parenting, Motivasi Belajar, Kemandirian Anak.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan dan menganalisis pola asuh orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah studi kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data dari beberapa buku, artikel dan lain-lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, penulis melakukan analisis isi sehingga dapat menjawab dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh pola asuh yang positif dalam meningkatkan motivasi belajar anak: reasonable parents, encouraging parents, concistent parents, peacemaking parents, caring parents, relaxed parents, dan responsible parents. Wujud peningkatan motivasi belajar anak adalah munculnya kemandirian anak dalam bentuk kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) atau n-Ach sebagaimana yang dikemukakan oleh David McClelland.
Kata Kunci: Pola Asuh, Parenting, Motivasi Belajar, Kemandirian Anak
Pemikiran Pendidikan Islam Al-Kindi dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer
Artikel ini mengeksplorasi pemikiran Al-Kindi yang berkaitan dengan pendidikan Islam, dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Artikel ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif berbasis studi pustaka. Sumber data primernya adalah buku karya George N. Atiyeh yang berjudul Al-Kindi: The Philosopher of the Arabs yang sudah diterjemahkan oleh Kasidjo Djojosuwarno. Temuan artikel adalah: Pertama, Pemikiran Al-Kindi tentang filsafat ketuhanan, berimplikasi pada asas pertama rumusan kurikulum pendidikan Islam kontemporer adalah asas ketuhanan. Kedua, Pemikiran Al-Kindi tentang relasi filsafat dan agama, berimplikasi pada model pendidikan Islam kontemporer yang berparadigma integrasi-interkoneksi sains dan agama. Ketiga, Pemikiran Al-Kindi tentang filsafat manusia, berimplikasi pada upaya penciptaan umat muslim yang mampu mengaktualisasikan potensi pikirnya dan mampu merealisasikan akalnya dalam perbuatan nyata, bukan hanya pandai dalam teori.Artikel ini mengeksplorasi pemikiran Al-Kindi yang berkaitan dengan pendidikan Islam, dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Artikel ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif berbasis studi pustaka. Sumber data primernya adalah buku karya George N. Atiyeh yang berjudul Al-Kindi: The Philosopher of the Arabs yang sudah diterjemahkan oleh Kasidjo Djojosuwarno. Temuan artikel adalah: Pertama, Pemikiran Al-Kindi tentang filsafat ketuhanan, berimplikasi pada asas pertama rumusan kurikulum pendidikan Islam kontemporer adalah asas ketuhanan. Kedua, Pemikiran Al-Kindi tentang relasi filsafat dan agama, berimplikasi pada model pendidikan Islam kontemporer yang berparadigma integrasi-interkoneksi sains dan agama. Ketiga, Pemikiran Al-Kindi tentang filsafat manusia, berimplikasi pada upaya penciptaan umat muslim yang mampu mengaktualisasikan potensi pikirnya dan mampu merealisasikan akalnya dalam perbuatan nyata, bukan hanya pandai dalam teori
STRATEGI GURU PAI DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR DI SMAS DIPONEGORO TUMPANG KAB. MALANG
The most important component in learning is the Teacher. Teachers are not only to learn, but also educate, nurture, guide, and shape students\u27 personalities to prepare and develop human resources. The teacher\u27s mistake in understanding the profession, resulted in a very burdensome and boring learning atmosphere. Learning saturation can attack any kind of lesson that exists in school. One of them is the Subject of Islamic Religious Education. The problem of learning saturation related to Islamic Religious Education lessons occurred at Diponegoro Senior High School in Tumpang. The type of research used is Qualitative research, with a descriptive approach. Its data collection techniques are through observation, interviews, and documentation. Its data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions
URGENSI SANAD KEILMUAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
As technology develops, Islamic Religious Education teachers are challenged to further develop their intellectual abilities so they don\u27t lose their role to digital technology. One of the best and most appropriate methods for Islamic Religious Education teachers to increase knowledge is to study with teachers who are at a higher level or more experienced than them or are known as a sanad ‘ilm in Islam. The purpose of this research is to explain the importance of a sanad ‘ilm as one of the aspects that a teacher must have in order to become a professional teacher in his field. This study uses a literature approach (Library Research) and descriptive analysis in writing so that the results of this study are in the form of an explanation of the collected library data. The results of this study explain that the method takes a sanad ‘ilm with the aim of increasing aspects of a teacher\u27s knowledge is very important and has the basis of the arguments of the Koran and Hadith. It doesn\u27t end there, even with a sanad ‘ilm the scientific knowledge of a teacher will at least get three benefits, namely: Can improve intellectual aspects, scientific originality, objective in viewing, and principled in science.Seiring berkembangnya teknologi guru PAI mendapatkan tantangan untuk semakin mengembangkan kemampuan intelektualnya agar tidak kalah perannya dengan teknologi digital. Salah satu metode yang terbaik dan tepat bagi guru PAI dalam meningkatkan pengetahuan adalah dengan belajar dengan guru yang berada di tingkat lebih atas atau lebih berpengalaman darinya atau dikenal sebagai sanad keilmuan dalam Islam. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk menjelaskan akan pentingnya sanad keilmuan sebagai salah satu aspek yang harus dimiliki seorang guru agar dapat menjadi guru yang profesional dalam bidangnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research) dan analisis deskriptif dalam penulisannya sehingga hasil dari penelitian ini berupa penjelasan dari data-data pustaka yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa metode mengambil sanad keilmuan dengan tujuan meningkatkan aspek pengetahuan seorang guru sangatlah penting dan memiliki dasar dalil-dalil Al-Quran dan Hadis. Tidak sampai di situ, bahkan dengan sanad keilmuan seorang guru setidaknya mendapatkan empat manfaat yaitu: Dapat meningkatkan aspek intelektualitas guru PAI, Orisinalitas keilmuan, obyektif dalam memandang, dan berprinsip dalam ilmu pengetahuan
PENGUATAN NILAI – NILAI KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER HADRAH
Abstract: This study aims to determine what character values are developed through hadroh extracurricular activities. In addition, it is also to find out the role of hadrah extracurricular coach teachers in order to strengthen student character. The research method uses qualitative research which is descriptive of a phenomenon that occurs at the research location. The results of this study are that the character of students that can be developed through hadrah extracurriculars is religious, hard working and communicative character. Then the role of the hadrah coach teacher in strengthening student character includes planning goals and determining competencies that must be mastered, assessing student participation in hadrah activities, providing explanations as well as giving examples, and assessing students\u27 cooperative attitudes. The novelty in this study are that strengthening the religious, hard work and communicative character of students is not only through intracurricular activities but also through religious extracurricular activities such as this hadrah extracurricular
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH
This research discusses the implementation of the 2013 curriculum in Islamic Religious Education (PAI) teaching. The implementation of the 2013 curriculum requires optimal cooperation among teachers, involving teamwork and compact collaboration. In this study, the author explains the concept of curriculum implementation, the requirements of teachers in Islam, the duties and roles of PAI teachers, and the teachers\u27 abilities in implementing the 2013 curriculum. This research also discusses the stages of planning and implementation of teaching in the 2013 curriculum, including introductory activities, core activities, and closing activities. This study is a descriptive research that aims to provide descriptions of situations or events. The author uses a qualitative descriptive approach in this research. The results of this study indicate that the implementation of the 2013 curriculum in PAI teaching requires collaboration among all stakeholders, including teachers, schools/madrasas, and the educational environment. Furthermore, this research emphasizes the importance of the teacher\u27s role in shaping the character and competence of students while considering the diversity of individuals in learning
TAFSIR TARBAWI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN
In an Islamic perspective, managerial terms are very popular. However, when approaching the Arabic term here we can mean the individual organization "yudabbiru", directing, managing, executing, governing. Islamic education management is a unique process that focuses on how Islamic education can achieve efficient and effective teaching. The use of the name Al-Tadbir in the Qur\u27an to describe management. Some of the management principles mentioned in the Qur\u27an are as follows: faith, sincerity, kindness, exemplary, unity of direction, deliberation, accountability, efficient and effective, open, participative, responsible, competent, and cooperation. and a flexible approach to Al-Qur\u27an education each described as planning, organizing, actuating, controlling, and referred to as a management system.
PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 KARAWANG BARAT
This research was conducted at SMPN 1 Karawang Barat from February to April 2023. This research used a quantitative research approach with a correlational research method to find the influence between variable X and variable Y. The research used two variables: the implementation of the independent learning curriculum as variable X and critical thinking skills as variable Y. The population in this study consisted of all 7th-grade students, with a sample size of 48 students. The data collection techniques used were observation, questionnaire distribution, and documentation. The data analysis techniques included descriptive analysis, normality test, linearity test, and simple linear regression test. This study showed that the highest result in implementing the independent learning curriculum was found in 17 students, categorized as low at a percentage of 33%. In contrast, the dominant effect on critical thinking skills was found in the high category, with 17 students accounting for 35%. The simple linear regression test yielded a significance value of 0,020 < 0,05. Thus it can be concluded that variable affects variable Y. The level of influence of implementing the independent learning curriculum on the critical thinking skills of 7th-grade students in Islamic education subject at SMPN 1 Karawang Barat is 11%Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Karawang Barat pada bulan Februari – April 2023. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional yang bertujuan mencari pengaruh antara variabel x dengan variabel y, penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu implementasi kurikulum merdeka belajar variabel x dan kemampuan berpikir kritis variabel y. populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik kelas VII, Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 peserta didik. selanjutnya teknik pengumpulan data dengan observasi, penyebaran angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif ,uji normalitas, uji linearitas dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil terbanyak pada implementasi kurikulum merdeka belajar yaitu 17 peserta didik dengan memperoleh kategori rendah berada dipresentase 33% dan hasil dominan pada kemampuan berpikir kritis terdapat pada kategori tinggi sebanyak 17 peserta didik dipresentase 35%. Hasil uji regresi linear sederhana dengan nilai signifikansi sebesar 0,020 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Adapun tingkat pengaruh Implementasi kurikulum merdeka belajar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Karawang Barat sebesar 11%