e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    Hermeneutika Gadamer dan Aplikasinya terhadap Tafsir Ayat Pendidikan: (Gadamer\u27s Hermeneutics and Its Application to the Interpretation of Educational Verses)

    Full text link
    This article investigates the application of Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics to Qur’anic verse Q.S. al-ʿAlaq:1, as interpreted in two contrasting commentaries: Tafsīr Jalālayn and Tafsīr al-Ibrīz. It asks how differing interpretive horizons shape educational meaning in Islamic exegesis. Positioning the study within philosophical Qur’anic hermeneutics, the analysis employs Gadamer’s key concepts—pre-understanding, fusion of horizons, and language as a medium of truth—to examine the textual and contextual layers of both tafsīrs. Jalālayn represents a classical, theological-legalist horizon, while al-Ibrīz embodies a Javanese pesantren-based cultural and spiritual horizon. The study finds that both commentaries reflect dynamic educational paradigms grounded in their respective historical and cultural contexts. It concludes that Gadamerian hermeneutics opens constructive avenues for dialogical, contextual Qur’anic interpretation and contributes to the development of culturally inclusive Islamic education. Artikel ini menelaah penerapan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer terhadap QS al-ʿAlaq:1 dalam Tafsīr Jalālayn dan Tafsīr al-Ibrīz. Pertanyaan utama yang diangkat adalah bagaimana perbedaan horizon penafsiran membentuk makna pendidikan dalam tafsir Al-Qur’an. Melalui pendekatan pre-understanding, fusion of horizons, dan bahasa sebagai medium kebenaran, ditemukan bahwa Jalālayn mewakili horizon klasik-teologis, sementara al-Ibrīz merefleksikan horizon budaya dan spiritual pesantren. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan hermeneutika Gadamer menawarkan kontribusi penting dalam pengembangan tafsir Al-Qur’an yang dialogis dan kontekstual untuk pendidikan Isla

    Pelatihan Strategi Promosi dan Pengelolaan Ruang Baca Untuk Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat Desa Jatisari Tajinan Malang

    Full text link
    Abstract Jatisari village, located in Tajinan sub-district, Malang district, has an economy dominated by agriculture and brick production. Although most residents are economically well-off, inequalities are still evident, showing the disparity of wealth distribution at the village level. In addition, reading interest in Jatisari village is a key focus. Observations and interviews with village officials revealed.  The Jatisari Village community has a low level of information literacy, especially among teenagers. Secondly, the Jatisari village government has a library/reading room, but it is not managed in accordance with applicable library/reading room standards. The implementation method includes preparation, implementation, and evaluation stages. By involving the community in every stage, it is hoped that this program can have a sustainable positive impact. Keywords: Digital Library, Literacy, Learning Abstrak Desa Jatisari yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, memiliki perekonomian yang didominasi oleh pertanian dan produksi batu bata. Meskipun sebagian besar penduduknya berkecukupan secara ekonomi, namun ketimpangan masih terlihat jelas, yang menunjukkan adanya ketimpangan distribusi kekayaan di tingkat desa. Selain itu, minat baca di Desa Jatisari menjadi fokus utama. Hasil observasi dan wawancara dengan perangkat desa mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Jatisari memiliki tingkat literasi informasi yang rendah, terutama di kalangan remaja. Kedua, Pemerintah Desa Jatisari memiliki perpustakaan/ruang baca, namun belum dikelola sesuai dengan standar perpustakaan/ruang baca yang berlaku. Metode pelaksanaannya meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kata Kunci: Perpustakaan Digital, Literasi, Pembelajara

    ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MIT AR-ROIHAN LAWANG MALANG: Analysis of Differentiated Learning Strategies in Akidah Akhlak Subject at MIT Ar-Roihan Lawang Malang

    Full text link
    This study aims to analyze the implementation of differentiated learning strategies in the Akidah Akhlak subject for class II at MIT Ar-Roihan Lawang Malang. The primary focus of this study is to explore how the implementation of these strategies meets individual learning needs while enhancing motivation and learning outcomes. The research methodology used is a qualitative descriptive approach with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that learning strategies tailored to students’ learning styles, such as kinesthetic, linguistic, musical, and spatial-visual, have a positive impact on student engagement and understanding of the material. The implications of this study suggest the need for the development of a curriculum based on students\u27 needs and the adjustment of evaluation methods. This study provides a solid foundation for further innovations in value-based learning and supports the implementation of the Merdeka Curriculum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran Akidah Akhlak kelas II di MI Ar-Roihan Lawang Malang. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana penerapan strategi berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar individual siswa serta meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa, termasuk kinestetik, linguistik, musikal, dan spasial-visual, memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman materi siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan siswa yang lebih inklusif dan penyesuaian metode evaluasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran berbasis nilai di Indonesia dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.  Kata Kunci: Akidah Akhlak; Gaya Belajar; Multiple Intelligences; Pembelajaran Berdiferensiasi

    LITERASI DIGITAL GURU DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS SISTEMATIS ATAS KESIAPAN SDM DALAM MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 5.0: Teachers\u27 Digital Literacy in the Context of Islamic Education: A Systematic Analysis of Human Resource Readiness in Facing the Era of Education 5.0

    No full text
    The transformation of education towards the Education 5.0 era requires human resources, especially teachers, to be prepared in mastering digital literacy that is in line with Islamic values. This study aims to systematically review literature discussing teacher digital literacy in the context of Islamic education, with a focus on the level of Human Resource (HR) readiness in responding to the challenges of the Education 5.0 era. Using a qualitative method with a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study traces publications from the DOAJ, Scopus, and Google Scholar databases published between 2015 and 2025. The findings indicate that the readiness of Islamic education HR is still in a transitional phase and is not yet evenly distributed among individuals and institutions. Although there have been efforts to integrate digital technology in alignment with Islamic values by some teachers and institutions, its implementation is generally still limited to technical and administrative aspects. Digital literacy has not yet been fully internalized as part of strategic, reflective, and transformative pedagogical reform. These findings underscore the importance of strengthening digital literacy training based on Islamic values, as well as the need for institutional policies and visionary leadership that support the sustainable integration of technology in Islamic education. Transformasi pendidikan menuju era Pendidikan 5.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia, terutama guru, dalam menguasai literasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur yang membahas literasi digital guru dalam konteks pendidikan Islam, dengan fokus pada tingkat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam merespons tantangan era Pendidikan 5.0. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini menelusuri publikasi dari database DOAJ, Scopus, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa kesiapan SDM pendidikan Islam masih berada pada fase transisional dan belum merata antar individu maupun lembaga. Meskipun terdapat upaya integrasi teknologi digital yang selaras dengan nilai-nilai keIslaman oleh sebagian guru dan institusi, penerapannya secara umum masih terbatas pada aspek teknis dan administratif. Literasi digital belum sepenuhnya diinternalisasi sebagai bagian dari reformasi pedagogis yang strategis, reflektif, dan transformatif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelatihan literasi digital berbasis nilai Islam serta kebijakan kelembagaan dan kepemimpinan visioner yang mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan Islam secara berkelanjutan. Kata Kunci :  Era Pendidikan 5.0; Literasi Digital Guru; Pendidikan Islam; Sumber Daya Manusia

    Persepsi Mahasiswa terhadap Nilai Moderasi Beragama dalam Film Walid: Telaah Kritis Perspektif Pendidikan Islam

    No full text
    Religious moderation is a fundamental principle in fostering harmonious religious life within Indonesia\u27s plural society. Islamic education holds a strategic role in instilling these values, particularly in the digital era dominated by visual media and shifting learning patterns. This study aims to analyze the perceptions of Islamic Education students toward the representation of religious moderation in the Walid movie, and to assess the role of Islamic education in shaping a moderate religious worldview. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with students who had watched the movie of Walid. The findings reveal that Walid serves as a reflective medium that enhances critical awareness of the importance of religious moderation. However, the film also carries the risk of misinterpretation not supported by adequate religious and media literacy. Islamic education is perceived as a central force in forming a balanced understanding of religious issues, serving as a bulwark against both extremism and interpretive liberalism. The study concludes the necessity of integrating contextual Islamic education curricula and media literacy as strategies to cultivate a generation that is religiously moderate, critical, and inclusive

    Problematika Pendidikan Islam Anak Usia Dini

    No full text
    Early childhood aged 0-6 years have a complex and very unique phase of growth and development. Its growth and development has developed very rapidly and cannot be repeated in the future. At an early age it is also said that the golden age, where children at an early age can easily imitate and absorb various knowledge in their environment, both positive and negative, so that at an early age it is very good to be given positive knowledge. The aim of the research is to understand the Islamic problems of early childhood in learning at school. This research uses a qualitative method with a library research approach or literature research, with data collection tools in the form of primary data and secondary data such as observation of problematic books on the development of early childhood education and secondary data supporting data that is relevant to this research, such as books, magazines, documents and journal articles about research directly. The technical analysis of this research is in the form of content analysis techniques or content analysis. Based on the research results, it shows that ways to deal with the problems of early childhood Islamic education in learning include 1) learning methods & strategies, infrastructure, learning media, 3) teacher competency

    Penerapan Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Mutu Layanan di Perpustakaan SDN Jati: Implementation of Library Management in Improving Service Quality at the Jati Elementary School Library

    No full text
    Perpustakaan merupakan pusat informasi dan sumber belajar yang penting dalam mendukung kegiatan akademik dan peningkatan literasi masyarakat. Manajemen perpustakaan yang baik menjadi kunci dalam meningkatkan mutu layanan kepada pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen perpustakaan di Perpustakaan SDN Jati dan dampaknya terhadap peningkatan mutu layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen meliputi perencanaan layanan, pengorganisasian SDM, pengadaan koleksi, dan pemanfaatan teknologi digital telah berdampak positif terhadap peningkatan kepuasan pengguna. Dengan manajemen yang terstruktur dan adaptif, Perpustakaan SDN Jati mampu menghadirkan layanan yang lebih efektif dan efisien

    Media Digital dan Pelestarian Informasi Untuk Menjamin Akses Informasi di Era Teknologi: Digital Media and Information Preservation to Ensure Access to Information in the Technological Era

    No full text
    Di era teknologi yang semakin berkembang pesat, media digital menjadi salah satu dasar utama dalam penyebaran informasi. Namun, di tengah kemudahan dalam mengakses informasi tantangan pelestarian informasi juga muncul terutama dalam menjaga agar informasi dapat diakses di masa mendatang. Pelestarian informasi tidak hanya mencakup aspek penyimpanan namun juga mencakup peranan lembaga seperti perpustakaan, arsip dan museum dalam pelestarian informasi. Artikel ini membahas tentang keterkaitan antara media digital dan pelestarian informasi serta bagaimana faktor seperti literasi media, kebijakan, dan lembaga informasi berperan dalam menjamin akses informasi yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis fenomena media digital dan pelestarian informasi melalui kajian teoritis dan empiris dari berbagai sumber terpercaya. Pelestarian informasi dalam dunia digital menjadi hal yang sangat krusial karena informasi yang tidak terdokumentasi atau disimpan dengan baik dapat lenyap akibat perkembangan teknologi yang pesat. Digitalisasi telah mendorong munculnya berbagai bentuk media baru, seperti media sosial, blog, podcast, serta platform yang memungkinkan individu dan organisasi menyebarkan informasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya

    THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN OVERCOMING BULLYING IN SMP NEGERI 4 LUBUK PAKAM: Peran Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Bullying Di Smp Negeri 4 Lubuk Pakam

    No full text
    Bullying among junior high school students is still a serious problem that negatively affects the psychological and social well-being of students. This study aims to analyze the role of Islamic education in preventing and overcoming bullying behavior at SMP Negeri 4 Lubuk Pakam. The approach used in this research is qualitative with descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school policies related to bullying prevention. The results showed that the internalization of Islamic religious values contributes to shaping the character of students who are more tolerant, empathetic, and respectful of others. However, the approach used by schools in dealing with bullying is still reactive, focusing more on counseling and mediation after the incident rather than preventive strategies. Islamic education has provided a moral foundation for students, but its effectiveness is still affected by less interactive teaching methods. To increase the effectiveness of Islamic education in preventing bullying, innovations in learning methods are needed, such as group discussions, case simulations, and family involvement in building a positive social environment. The implication of this study shows that the integration of Islamic education with a more interactive and systematic approach can strengthen bullying prevention efforts in schools

    KEPEMIMPINAN KHARISMATIK BERDASARKAN AL-QURAN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH KARYA QURAISH SHIHAB

    Full text link
    Kepemimpinan kharismatik memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan dan semangat kolektif, terutama di lingkungan daerah atau lembaga pendidikan Islam. dalam perspektif Al-Quran, pemimpin ideal adalah sosok yang jujur, adil, dan bijaksana, serta mampu menjalankan amanah dengan prinsip musyawarah dan keadilan. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk memahami konsep kepemimpinan kharismatik berdasarkan perspektif Al-Quran sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dengan konteks pendidikan Islam dan pembangunan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab sebagai data primer dan buku serta jurnal terkait sebagai data sekunder. Analisis teks dan interpretatif diterapkan untuk memahami konsep kepemimpinan kharismatik dalam Al-Quran dan membandingkannya dengan pandangan ulama lain. Dalam penelitian ini, ditemukan 98 artikel yang disaring menggunakan model prisma dan dianalisis lebih dalam tentang kepemimpinan kharismatik berdasarkan al-quran perspektif tafsir al-misbah karya quraish shihab dengan menelaah berbagai jurnal bereputasi dan tafsir tafsir al-misbah hingga jilid 15. Penelitian  ini  menunjukkan  hasil  bahwa gaya kepemimpinan dalam Al-Quran berdasarkan tafsir Al-Misbah dan relevansinya dengan teori kepemimpinan modern. Al-quran menekankan kepemimpinan yang amanah, adil, dan berdasarkan musyawarah (Surah An-Nisa, 4:58; Surah Ash-Shura, 42:38), yang sejalan dengan kepemimpinan transformasional dan partisipatif. tafsir Al-Misbah menekankan pentingnya pemimpin yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan dalam Al-Quran relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan islam, guna menciptakan pemimpin yang efektif dan berintegritas. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh kepemimpinan kharismatik terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. Fokus penelitian ini dapat memperdalam pemahaman mengenai mekanisme kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇