e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
The Importance of Al-’Ilm in Smart Society 5.0 Era: Reviews from The Qur’an and Hadith: Pentingnya Ilmu di Era Masyarakat Cerdas 5.0: Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis
Smart Society 5.0 Era is a new thing that contains good and bad impacts. The focus of this Era is to promote human resources. This research aims to analyze and roll out the urgency of science in the Smart Society 5.0 Era. This qualitative literature study was used to collect data and analyze the urgency of science by Al-Qur’an and Hadith. This research finds out that even all the chapters of the Al-Qur’an contain any educational meaning, but the researcher focuses on: 1) Surah al-Baqarah: 31; 2) Surah al Mujadalah:11; 3) Hadith narrated by al-Bukhari; 4) Hadith narrated by Ibn Majah. The conclusion is: 1) Smart Society 5.0 Era as the urgency of al-’ilm implication; 2) As Muslims must be well prepared and able to face any challenges and look for opportunities in this era; 3) A lot of silver linings in Al-Qur’an and Hadith as motivation to face this era. 4) Exploring talent to find out the urgency of science and reach glory through science.
Kata Kunci: Al-’Ilm, Al-Qur’an, Hadith, Smart Society 5.0
PELATIHAN PROGRAM LDK (LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN) SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA DALAM ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) BAHRUL ULUM TAJINAN KABUPATEN MALANG
AbstractLeadership in an organization is an important factor in the success of the organization towards its stated goals. To answer and overcome various problems that occur in organizational leadership at Bahrul Ulum Tajinan middle schools (MTs) and high schools (MA), a special training program is needed. This useful training provides a comprehensive and in-depth understanding of the basics of leadership. All OSIS leaders are required to learn to understand the basics of leadership so that later in their daily lives leading members can have a disciplined and responsible attitude in achieving organizational goals. Apart from that, this program is implemented to shape personality traits and hone soft skills which will be useful to them after graduating and entering the world of work. Apart from that, this program is carried out to shape personality traits and hone soft skills which will be useful to them after graduating and entering the world of work. It is hoped that the results of this service activity will provide a comprehensive picture of the basics of leadership. With this leadership training, it is hoped that it will be able to ground student members of the OSIS in understanding leadership knowledge and developing leadership within themselves.Keywords: Leadership, Training, Character. AbstrakKepemimpinan dalam sebuah organisasi adalah faktor penting dalam keberhasilan organisasi menuju tujuan yang ditetapkan. Untuk menjawab serta mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam kepemimpinan organisasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Bahrul Ulum Tajinan membutuhkan program pelatihan khusus. Pelatihan yang berguna ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan mendalam tentang dasar-dasar kepemimpinan. Seluruh pimpinan OSIS dituntut untuk belajar memahami dasar-dasar tentang kepemimpinan sehingga nantinya dalam keseharian memimpin anggotanya bisa memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan organisasi. Selain itu program ini dilaksanakan untuk membentuk karakter kepribadian dan mengasah soft skill yang mana akan berguna kepada mereka setelah lulus dan masuk ke dalam dunia kerja. Disamping itu program ini dilaksanakan untuk membentuk karakter kepribadian dan mengasah soft skill yang mana akan berguna kepada mereka setelah lulus dan masuk ke dalam dunia kerja. Hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang dasar-dasar kepemimpinan, dengan pelatihan kepemimpinan ini nantinya diharapkan mampu mendasari para siswa anggota OSIS dalam memahami pengetahuan kepemimpinan dan membina kepemimpinan dalam dirinya.Kata Kunci: Kepemimpinan, Pelatihan, Karakter
EFEK BEKERJA PARUH WAKTU TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA
Abstract: The aims of the research are: 1) to find out the causes of students working part time, 2) to find out whether work activities while studying have an effect on the academic achievement of STAI Ma\u27had Aly Al-Hikam Malang students. This type of research uses a qualitative approach. Where the informants were all students of the Ma\u27had Aly Malang Islamic College who were working part time. The results of this research are 1) the factors causing students to do part-time work are as follows: economic background, study activities, free time not used to develop skills, attractiveness of part-time work, support from people around (family and friends) and for development self. 2) the effect of students working part time is that students\u27 academic performance after working part time in terms of GPA decreases. The decline in academic achievement is because students after working have problems related to the difficulty of dividing their time between studying and working.Keywords: effect, working part time, academic achievement Abstrak: Tujuan penelitian adalah: 1) untuk mengetahui penyebab mahasiswa bekerja paruh waktu, 2) untuk mengetahui apakah aktivitas kerja sambil kuliah mempunyai efek terhadap prestasi akademik mahasiswa STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana informan adalah seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Malang yang sudah bekerja paruh waktu. Hasil dari penelitian ini adalah 1) factor penyebab mahasiswa melakukan kerja paruh waktu adalah sebagai berikut: latar belakang ekonomi, aktivitas belajar, waktu luang tidak digunakan untuk mengembangkan skill, daya Tarik kerja paruh waktu, dukungan orang sekitar (keluarga dan teman) dan untuk pengembangan diri. 2) efek dari mahasiswa kerja paruh waktu adalah prestasi akademik mahasiswa setelah bekerja paruh waktu ditinjau dari IPK mengalami penurunan. Penurunan prestasi akademik tersebut dikarenakan mahasiswa setelah bekerja, mahasiswa memiliki masalah terkait sulitnya membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Katakunci: efek, bekerja paruh waktu, prestasi akademik
THE INFLUENCE OF PRINCIPAL LEADERSHIP AND WORK MOTIVATION ON TEACHER PROFESSIONALISM AT MADRASAH ALIYAH ULUL ALBAB LUBUKLINGGAU
Principal leadership is a leader\u27s behavior pattern when directing and controlling his subordinates to follow his will in achieving goals. The next important element in the world of education is the teacher. Teachers are an important part of the education system, especially in schools. The purpose of this study was to determine the influence of the principal\u27s leadership and work motivation on teacher professionalism at Madrasah Aliyah Ulul Albab Lubuklinggau. The method used in this research is quantitative. The research subjects were teachers at Madrasah Aliyah Ulul Albab Lubuklinggau. The sample in the study consisted of 40 teachers. Data collection techniques using a questionnaire. Descriptive analysis and inferential analysis were used for data analysis. The results of the study show that: (1) Principal leadership has a positive effect on teacher professionalism at 68.2%. (2) There is a positive and significant influence between the principal\u27s work motivation on teacher professionalism of 69.8%. (3) There is a mutual influence between the principal\u27s leadership and work motivation on teacher professionalism of 86.9%. The r value is smaller than the level used, namely 0.000 or 0.000 <0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH PADA SMA NEGERI 2 REJANG LEBONG BENGKULU
This study aims to measure the influence of principal leadership and teacher performance on school effectiveness. This study obtained data from 60 educators who served as respondents at SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Data obtained by questionnaire and processed using SPSS software. From the research it was found that leadership (X1) and teacher performance (X2) significantly influence school effectiveness (Y) with F count = 13.807. The school principal\u27s leadership and teacher performance variables contribute to increasing the value of school effectiveness (Y), this can be seen from the value of the determinant index (R2), which is 0.303 or 30.3%
PENGARUH SUPERVISI KEPALA MADRASAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SE-KABUPATEN MALANG
Abstrak
Salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai supervisor yang membantu guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain kepala madrasah, guru sebagai sumber daya manusia (human resources) merupakan aset investasi terbesar yang jika dimanfaatkan akan menjadi modal yang berharga dalam mencapai tujuan-tujuan lembaga pendidikan. Selain standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru motivasi kerja memainkan peranan yang cukup signifikan dalam membentuk kinerja seorang guru. Dengan motivasi kerja yang baik bisa membentuk karakteristik psikologis yang bisa memberikan kontribusi pada tingkat kinerja seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang (1) supervisi kepala madrasah, motivasi kerja guru dan kinerja guru, (2) pengaruh supervisi kepala madrasah terhadap kinerja guru, (3) menjelaskan pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, dan (4) pengaruh supervisi kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru pada MAN se-Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari variabel supervisi kepala madrasah, motivasi kerja, dan kinerja guru. Untuk uji hipotesis digunakan teknik analisis jalur (path analysis) dengan menggunakan tekhnik analisis regresi linier berganda (multiple regression). Hasil penelitian menyatakan (1) supervisi kepala madrasah tergolong tinggi, motivasi kerja juga tergolong tinggi dan kinerja guru cenderung tinggi (2) ada pengaruh supervisi kepala madrasah terhadap kinerja guru yang dijelaskan dengan hasil nilai signifikansi t-test yang mempunyai besaran 0,02, (3) tidak ada pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru yang dijelaskan dengan hasil nilai signifikansi t-test yang mempunyai besaran 0,406, (4) ada pengaruh supervisi kepala madrasah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru yang dijelaskan dengan hasil uji F yang mempunyai besaran nilai signifikansi 0,003. Adapun besaran pengaruh supervisi kepala madrasah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru hanya sebesar 18% dan 82% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain selain kedua variabel tersebut sebagaimana yang ditunjukkan oleh hasil Uji Anova yang mempunyai besaran R Square sebesar 0,182.
Kata Kunci. Supervisi Kepala Madrasah, Motivasi Kerja, Kinerja Guru
Karakteristik dan Kompetensi Etika Guru Milenial di Era Digital
Dunia nyata dan maya menjadi saksi benih-benih pelanggaran kode etik keguruan, seperti bullying dan pelecehan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya. Problem ini juga mendera guru milenial yang merujuk pada guru yang lahir antara tahun 1981-1996. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi literatur, dengan tujuan mengeksplorasi bahasan tentang etika guru milenial di era digital. Bahasan pertama menyangkut hakikat etika keguruan secara umum yang meliputi integritas, toleran, profesional dan tanggung jawab. Bahasan kedua terkait karakteristik guru milenial yang meliputi kemampuan adaptasi, berpikir kritis, peduli pada kesejahteraan siswa dan kemitraan dengan orang tua murid. Bahasan ketiga tentang kompetensi etika guru milenial di era digital, yaitu menjaga kode etik profesi guru, sensitif dan empatik terhadap keberagaman siswa, mengembangkan kemampuan literasi digital serta menjaga privasi dan keamanan data
METODE HIWAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL GHAZALI
Abstract: This research aims to describe and clarify clearly how the interaction of the two components of education, namely educators and students, in the form of dialogue in Islamic education from al-Ghazali\u27s perspective. Research results state that Islamic education is very important because it is the main reference for a person\u27s life from birth to death. According to al-Ghazali, a child\u27s success is determined by the strength of his or her parents and teachers. The emphasis on educators\u27 impact on students is due to this. One of his discoveries on the educational side is the concept of educational interaction in teaching activities between educators and students; this is similar to one of the well-known Islamic educational methods, namely hiwar, or dialogue. This discussion of knowledge or education must be conducted with the full understanding that the speaker\u27s goals include both educating and guiding his or her listener toward maturity. Keywords: Al Ghazali, islamic education, hiwar Abstrak: Riset ini ditujukan guna menguraikan dan memaparkan secara jelas interaksi dua komponen pendidikan.yakni pendidik dan anak didik berbentuk dialog dalam edukasi islam perspektif al.Ghazali. Pengerjaan riset dilakukan melalui pencarian data jadi dari penelusuran dengan media internet. Hasil riset menyatakan edukasi Islam teramat penting karena menjadi acuan utama bagi kehidupan seseorang sejak dia lahir hingga wafat. Bagi al.Ghazali, seorang anak itu tergantung atas bagaimana daya orang tua serta pengajarnya. Dimana ini menjadi penyebab penitikberatan pengaruh pendidik atas anak didik. Satu di antara yang ada atas penemuannya di sisi pendidikan ialah konsep educational interaction dalam aktivitas pengajaran antara pendidik dan anak didik, dan ini serupa dengan satu di antara sejumlah metode edukasi Islam terkenal yakni hiwar atau dialog. Dialog berisi ilmu atau edukasi ini mesti dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa dia bermaksud mendidik juga membimbing kawan bicaranya pada maturitas. Keywords: Al Ghazali, edukasi Islam, hiwar
PENATARAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BERBASIS MUATAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Abstract: This research aims to describe the value education of Multicultural Islamic Education based on local content as a curriculum development strategy. This research is a literature review using trusted references as research data. The results of this research indicate that the policy formulation to resolve problems in an effort to divert the goal of developing the Multicultural Islamic Education curriculum is to make upgrading the values of Multicultural Islamic Education local content. Through learning local content, the values of Multicultural Islamic Education can be taught more freely in both material and practice. So that students have the skills and attitudes needed to interact and collaborate with people from different cultural and religious backgrounds Keywords: Upgrading, Value of Multicultural Islamic Education, Local Content, Curriculum Development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penatran nilai Pendidikan Islam Multikultural berbasis muatan lokal sebagai strategi pengembangan kurikulum. Penelitian ini merupakan penelitian literatur review dengan menjadikan referensi-referensi terpercaya sebagai data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi kebijakan untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam upaya perwujudan tujuan pengembangan kurikulum Pendidikan Islam Multikultural adalah menjadikan penataran nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural sebagai muatan lokal. Melalui pembelajaran muatan lokal tersebut, nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural bisa secara lebih leluasa diajarkan baik materi maupun prakteknya. Sehingga siswa menjadi memiliki keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda Kata kunci: Penataran, Nilai Pendidikan Islam Multikultural, Muatan Lokal, Pengembangan Kurikulu
LEADERSHIP LEARNING FOR STUDENTS THROUGH STRENGTHENING ORGANIZATIONAL EMPOWERMENT IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS
This study analyses the learning process of student leadership in Islamic boarding schools through organizational empowerment. This research was conducted at the Nurul Jadid Islamic Boarding School, Probolinggo, with a qualitative approach through case studies. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data analysis was carried out in a structured and systematic manner, starting from data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The study results show that the learning process of learning student leadership is carried out through five stages: direction, training, assignment, escort, and approach. This leadership study shows that the organization\u27s cadre system can run well and create good leaders who can carry out the mandate and carry out their duties properly