e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    Sosialisasi Hadits tentang Kebersihan Lingkungan di Pondok Pesantren Al-Hayatul Islamiyah Kota Malang

    Full text link
    Abstract This devotion is based on the phenomenon of low knowledge and understanding of religious foundations regarding environmental cleanliness. The target of this activity is students who live in Islamic boarding schools. The aim of this activity is to change the environmental conditions of Islamic boarding schools towards a clean and orderly environment. The methods used in this service include outreach and demonstration. First, analyze the conditions in the Islamic boarding school environment when community service is carried out. Second, socialization and delivery of material about hadiths related to environmental cleanliness. Third, the internalization stage and implications of hadith socialization activities regarding environmental cleanliness. The result of this service is to create a clean Islamic boarding school environment which begins with increasing the knowledge and understanding of the Islamic boarding school community regarding the rules or guidelines. The level of knowledge and understanding of the guidelines will be applied if accompanied by assistance and approach. Keywords: environmental cleanliness, islamic boarding school, socialization. Abstrak Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya pengetahuan dan pemahaman yayasan keagamaan mengenai kebersihan lingkungan. Sasaran kegiatan ini adalah para santri yang tinggal di pesantren. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengubah kondisi lingkungan pesantren menuju lingkungan yang bersih dan tertib. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan demonstrasi. Pertama, menganalisis kondisi lingkungan pesantren pada saat dilakukan pengabdian masyarakat. Kedua, sosialisasi dan penyampaian materi tentang hadis terkait kebersihan lingkungan. Ketiga, tahap internalisasi dan implikasi kegiatan sosialisasi hadis mengenai kebersihan lingkungan. Hasil dari pengabdian ini adalah terciptanya lingkungan pesantren bersih yang diawali dengan peningkatan pengetahuan dan pemahaman civitas pesantren mengenai aturan atau pedoman. Tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap pedoman akan diterapkan jika dibarengi dengan pendampingan dan pendekatan. Kata Kunci: kebersihan lingkungan, pondok pesantren, sosialisasi

    Pendampingan Penguatan Kapasitas Financial Report Melalui Pendekatan Community Based Research

    Full text link
    Abstract Cooperatives are the cornerstone of the Indonesian economy. One form of cooperative that exists is a savings and loan cooperative and sharia financing whose members are women in one association (fatayat/muslimat). The Community Based Research (CBR) method has found three problems namely non-performing financing, cannot conducting RAT, lack of knowledge and skills. Then some solution was found jointly between researchers and KSPPS administrators. The CBR method is research carried out with a commitment from the community to provide support, resources, and also involvement in the research process to produce research products that are beneficial to them and the researchers involved in the research process. The assistance provided by the researcher, based on the problems faced by KSPSS Az Zahra that are members of the Sharia Economic Forum (FES) organization of the Sidoarjo Regional Coordinator of East Java. Keywords: Financial Report, Cooperative, CBR, KSPPS Az Zahra. Abstrak Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Salah satu bentuk koperasi yang ada adalah koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang anggotanya adalah perempuan dalam satu perkumpulan (fatayat/muslimat). Metode Community Based Research (CBR) menemukan tiga permasalahan yaitu pembiayaan bermasalah, tidak dapat melakukan RAT, kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Kemudian ditemukan solusi bersama antara peneliti dan pengurus KSPPS. Metode CBR merupakan penelitian yang dilakukan dengan komitmen masyarakat untuk memberikan dukungan, sumber daya, dan juga keterlibatan dalam proses penelitian sehingga menghasilkan produk penelitian yang bermanfaat bagi dirinya dan para peneliti yang terlibat dalam proses penelitian tersebut. Bantuan yang diberikan peneliti, berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh KSPSS Az Zahra yang tergabung dalam organisasi Forum Ekonomi Syariah (FES) Koordinator Regional Sidoarjo Jawa Timur. Kata Kunci: Laporan Keuangan, Koperasi, CBR, KSPPS Az Zahra

    Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Bercocok Tanam pada Masyarakat

    Full text link
    Abstract Women\u27s empowerment is a strategic effort to enhance their roles and contributions to community development. This research aims to explore and analyze the impact of farming activities on the empowerment of women in RW.05 Telogowaru Village, Kedung Kandang, Malang City. The economic empowerment of women is also evident through the increased access they have to economic resources, such as local markets and agricultural product distribution chains. This not only enhances women\u27s income but also makes a positive contribution to family well-being and enhances the role of women in decision-making at the household level.Furthermore, these farming activities create an inclusive social environment and strengthen solidarity among women. Through the exchange of experiences and knowledge among community members, social networks that support women\u27s empowerment in a sustainable manner are formed. Keyword : Women\u27s empowerment, farming. Abstract Pemberdayaan perempuan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak kegiatan bercocok tanam terhadap pemberdayaan perempuan di RW.05 Kelurahan Telogowaru, Kedung Kandang, Kota Malang. Pemberdayaan ekonomi perempuan juga terlihat melalui peningkatan akses mereka terhadap sumber daya ekonomi, seperti pasar lokal dan rantai distribusi produk pertanian.Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan perempuan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan keluarga dan meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga. Selain itu, kegiatan bercocok tanam ini juga menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan memperkuat solidaritas antarperempuan. Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara anggota masyarakat, terbentuklah jaringan sosial yang mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Bercocok Tanam

    Penguatan Kompetensi Guru Melalui Workshop Desain Pembelajaran dan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Kurikulum Merdeka

    Full text link
    Abstract This community service project focused on enhancing teachers\u27 competencies through a workshop on lesson design and scientific article writing based on the Merdeka Curriculum. The objectives were to improve the teachers\u27 ability to create differentiated learning designs and write structured scientific articles. The method used was a service-learning approach involving a series of workshops and follow-up mentoring. The results indicated a significant increase in participants\u27 understanding and ability to implement the Merdeka Curriculum and produce scientific articles. The project contributed positively to the professional development of teachers, particularly in educational design and academic writing. Keywords: Teacher Competency, Lesson Design, Scientific Article Writing, Merdeka Curriculum, Professional Development. Abstrak Proyek pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru melalui workshop tentang perancangan pembelajaran dan penulisan artikel ilmiah berbasis Kurikulum Merdeka. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat desain pembelajaran yang terfokus dan menulis artikel ilmiah yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan service-learning yang melibatkan serangkaian workshop dan pendampingan lanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta menghasilkan artikel ilmiah. Proyek ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan profesional guru, khususnya dalam desain pendidikan dan penulisan artikel ilmiah. Kata kunci: Kompetensi Guru, Desain Pembelajaran, Penulisan Artikel Ilmiah, Kurikulum Merdeka, Pengembangan Profesional

    Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Anak Melalui Pendekatan Whole School

    Full text link
    Abstract Bullying is one of the phenomena that often appears in the world of education, including education in elementary schools, where this behavior is an aggressive behavior that hurts children, both physically and psychologically. The purpose of this activity is to educate children about the dangers and impacts of bullying behavior as a preventive effort to prevent bullying through a whole school approach. The socialization activities focused on children at Sidodadi State Elementary School, Aceh Tamiang. This socialization is also carried out through school programs that synergize with parenting programs through a whole-school approach. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method, which involves the participation of schools and parents through concrete actions. The activity resulted in cooperation between schools, teachers, and parents in overcoming the problem of bullying. In addition, children become more aware of the problem of bullying and know the fatal dangers of this behavior; this socialization is also an initial step that contributes in the long term to synergize school programs by activating the role of each component in the school. Keywords: Children, Bullying, Preventive Efforts, Whole School. Abstrak Bullying merupakan salah satu fenomena yang sering muncul dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan di sekolah dasar, dimana perilaku tersebut merupakan perilaku agresif yang menyakiti anak, baik secara fisik maupun psikis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada anak tentang bahaya dan dampak perilaku bullying sebagai upaya preventif pencegahan bullying melalui pendekatan whole school. Kegiatan sosialisasi difokuskan pada anak di SD Negeri Sidodadi, Aceh Tamiang. Sosialisasi ini juga dilakukan melalui program sekolah yang bersinergi dengan program parenting melalui pendekatan whole school. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peran serta sekolah dan orang tua melalui tindakan nyata. Kegiatan ini menghasilkan kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mengatasi masalah bullying. Selain itu, anak menjadi lebih peduli terhadap masalah bullying dan mengetahui bahaya fatal dari perilaku tersebut, sosialisasi ini juga merupakan langkah awal yang berkontribusi dalam jangka panjang untuk mensinergikan program sekolah dengan mengaktifkan peran masing-masing komponen yang ada di sekolah. Kata Kunci: Anak, Bullying, Upaya Pencegahan, Whole School

    Implementasi Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Keterampilan Praktik Wudhu Siswa Kelas 2C di SDN Duren 3 Karawang: Implementation of Demonstration Method in Improving the Practical Wudhu Skills of Class 2C Students at SDN Duren 3 Karawang

    Full text link
    This article aims to determine the effectiveness of using the demonstration method in improving students\u27 ritual ablution (wudu) skills in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam or PAI) subjects at SDN Duren 3 Karawang. This article uses the Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas or PTK) method involving 30 Class II C students. The PTK used is Hopkins Model which includes several stages: Introduction, Planning, Action, Observation and Reflection. This PTK consists of two cycles, and each cycle consists of one session. In each cycle, researchers collect data through observation techniques, documentation, assessment instruments and field notes. The research results showed that Class II C students succeeded in improving their wudu practice skills. In Cycle I, students’ skills in performing wudu only reached 41%. After reflection and continuing to Cycle II, students’ skills increased to 88% or an increase of 47% compared to Cycle I. It can be concluded that the use of the demonstration method in Cycles I and Cycle II succeeded in improving students’ practical wudu skills, thus providing a positive impact on each individual’s learning. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan keterampilan wudhu siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Duren 3 Karawang. Artikel ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 30 siswa Kelas IIC. PTK yang digunakan adalah Model Hopkins yang meliputi beberapa tahapan: Pendahuluan, Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. PTK ini terdiri dari dua Siklus, dan masing-masing Siklus terdiri dari satu sesi. Dalam setiap Siklus, peneliti mengumpulkan data melalui teknik observasi, dokumentasi, instrumen penilaian dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas IIC berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu. Pada Siklus I, keterampilan siswa dalam berwudhu hanya mencapai 41%. Setelah refleksi dan dilanjutkan ke Siklus II, keterampilan siswa meningkat menjadi 88% atau meningkat 47% dibandingkan Siklus I. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi pada Siklus I dan Siklus II berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu siswa, sehingga memberikan dampak positif terhadap pembelajaran setiap individu. Kata Kunci: Keterampilan Wudhu; Metode Demonstrasi; Penelitian Tindakan Kelas; SDN Duren 3 Karawang

    IMPLICATIONS OF USING FINGERPRINT ATTENDANCE ON TEACHER WORK DISCIPLINE

    Full text link
    Fingerprint attendance is a biometric-based system that uses hardware, software, and databases to accurately record teacher attendance, offering a more efficient method compared to traditional attendance systems. This research aimed to explore the impact of fingerprint attendance on teacher work discipline at SDIT Nur Fatahillah, involving 20 teachers, consisting of 16 permanent foundation teachers (GTY) and 4 non-permanent teachers (GTT). The study employed a descriptive qualitative approach, with a random sampling technique. The findings indicated that the use of fingerprint attendance significantly improves teacher discipline by simplifying the attendance process, ensuring more accurate records, and fostering greater punctuality. Teachers expressed increased satisfaction with the system’s ease of use, which in turn boosted their sense of accountability. Moreover, the implementation of the system led to a noticeable improvement in teacher work discipline, as it encouraged teachers to adhere more closely to their working hours. The study also highlighted that the system provided benefits not only in terms of attendance accuracy but also in terms of enhancing teacher morale and job satisfaction. As a result, fingerprint attendance systems can be considered a valuable tool for educational institutions, promoting better teacher performance, administrative efficiency, and a more disciplined work environment, ultimately contributing to improved overall educational quality.  Keywords: Fingerprint Attendance; Teacher Work Discipline; Integrated Islamic School. Abstrak Absensi sidik jari merupakan sistem berbasis biometrik yang menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, dan basis data untuk mencatat kehadiran guru secara akurat, sehingga lebih efisien dibandingkan dengan sistem absensi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh absensi sidik jari terhadap disiplin kerja guru di SDIT Nur Fatahillah, dengan melibatkan 20 guru, yang terdiri dari 16 guru tetap yayasan (GTY) dan 4 guru tidak tetap (GTT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan absensi sidik jari secara signifikan meningkatkan disiplin guru dengan menyederhanakan proses absensi, memastikan pencatatan lebih akurat, dan mendorong ketepatan waktu yang lebih baik. Guru menyatakan kepuasan yang meningkat terhadap kemudahan penggunaan sistem, yang pada gilirannya meningkatkan rasa tanggung jawab. Selain itu, penerapan sistem tersebut berdampak pada peningkatan disiplin kerja guru yang nyata, karena mendorong guru untuk lebih mematuhi jam kerja. Penelitian ini juga menyoroti bahwa sistem tersebut memberikan manfaat tidak hanya dalam hal akurasi kehadiran tetapi juga dalam hal peningkatan moral dan kepuasan kerja guru. Oleh karena itu, sistem absensi sidik jari dapat dianggap sebagai alat yang berharga bagi lembaga pendidikan, yang meningkatkan kinerja guru yang lebih baik, efisiensi administrasi, dan lingkungan kerja yang lebih disiplin, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata Kunci: Absensi Sidik Jari; Disiplin Kerja Guru; Sekolah Islam Terpadu

    TRANSFORMATION OF PESANTREN ORGANIZATIONAL CULTURE: STRATEGIES FOR PESANTREN TO BECOME CENTERS OF INNOVATION IN THE DIGITAL ERA

    Full text link
    This study examines the transformation of organizational culture in pesantren (Islamic boarding schools) in response to the challenges and opportunities of the digital era. It explores how pesantren can become centers of innovation while preserving traditional values. Using a qualitative case study approach, the research gathered data through interviews, observations, and documentation from pesantren leaders, administrators, teaching staff, and students. The data were analyzed using an interactive model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that visionary and inclusive leadership plays a crucial role in driving innovation within pesantren, despite facing internal resistance to change. Pesantren that manage the process of change effectively demonstrate the potential to become hubs of innovation by integrating digital technology with traditional Islamic education. These pesantren preserve their core values while adopting new tools and approaches to enhance learning and administration. The study concludes that pesantren can thrive in the digital era by strategically managing cultural transformation, fostering innovation, and staying true to their educational mission. The results suggest that pesantren leaders must prioritize flexibility, collaboration, and adaptability to create an environment conducive to innovation and digital transformation. Keywords: Organizational Culture Transformation; Innovation Strategy; Pesantren; Digital Era. Abstrak Penelitian ini mengkaji transformasi budaya organisasi di pesantren sebagai jawaban terhadap tantangan dan peluang di era digital. Guna mengeksplorasi bagaimana pesantren dapat menjadi pusat inovasi dengan tetap melestarikan nilai-nilai tradisional. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pimpinan pesantren, pengurus, staf pengajar, dan santri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan bahwa kepemimpinan visioner dan inklusif memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di pesantren, meski menghadapi hambatan internal terhadap perubahan. Pesantren yang mengelola proses perubahan secara efektif menunjukkan potensi untuk menjadi pusat inovasi dengan mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan Islam tradisional. Pesantren-pesantren ini melestarikan nilai-nilai inti mereka sambil mengadopsi alat dan pendekatan baru untuk meningkatkan pembelajaran dan administrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa pesantren dapat berkembang di era digital dengan mengelola transformasi budaya secara strategis, mendorong inovasi, dan tetap setia pada misi pendidikannya. Hasilnya menunjukkan bahwa pimpinan pesantren harus memprioritaskan fleksibilitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan transformasi digital. Kata Kunci: Transformasi Budaya Organisasi; Strategi Inovasi; Pesantren; Era Digital.

    Karya Ilmiah Remaja sebagai Upaya Pengembangan Minat dan Bakat di SMA Syubbanul Wathon Tegalrejo: Youth Scientific Work as an Effort to Develop Interests and Talents at Syubbanul Wathon Tegalrejo Senior High School

    Full text link
    Youth Scientific Work (Karya Ilmiah Remaja; KIR) is an intra-school organization as an extracurricular at the junior high school, senior high school, madrasah and even Islamic boarding school (pesantren) level as a forum for developing student creativity and potential through scientific writing activities which have the main objective of advancing the development of student interests and talents. Through Youth Scientific Work, students have the opportunity to explore various topics that suit their interests, thus providing a richer and more satisfying learning experience. Therefore, the extracurricular Youth Scientific Work program can encourage students to think creatively and develop innovative ideas. This paper aims to find out the efforts to develop students\u27 interests and talents at Syubbanul Wathon Tegalrejo Senior High School through the Youth Scientific Work extracurricular program. The research methodology used in this study is a qualitative approach with a focus on observation and interviews.  The findings of this study indicate that the Youth Scientific Work extracurricular program provides benefits and positive impacts on the development of students\u27 interests and talents at Syubbanul Wathon Tegalrejo Senior High School. Through Youth Scientific Work, students\u27 skills in both research and writing can be improved. Karya Ilmiah Remaja (KIR) merupakan organisasi intra sekolah sebagai ekstrakurikuler di tingkat SMP, SMA, Madrasah bahkan pondok pesantren, sebagai wadah pengembangan kreativitas dan potensi siswa melalui kegiatan penulisan karya ilmiah yang memiliki tujuan utama untuk memajukan pengembangan minat dan bakat siswa. Melalui KIR, siswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai topik yang sesuai dengan minat mereka, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan memuaskan. Oleh karena itu, program ekstrakurikuler KIR dapat mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan mengembangkan ide-ide inovatif. Artikel ini ditujukan untuk mengetahui upaya pengembangan minat dan bakat siswa di SMA Syubbanul Wathon Tegalrejo melalui program ekstrakurikuler KIR. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler KIR memberi manfaat dan dampak positif bagi perkembangan minat dan bakat siswa di SMA Syubbanul Wathon Tegalrejo. KIR juga dapat meningkatkan keterampilan siswa pada bidang penelitian maupun penulisan. Keywords: Karya Ilmiah Remaja (KIR), Minat, Bakat, SMA Syubbanul Watho

    ANALISIS MANIFESTASI IMPLEMENTASI SCHOOL BASED MANAGEMENT PADA PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI LEMBAGA PENDIDIKAN

    Full text link
    This research aims to develop an interpretive framework for the Strengthening of the Pancasila Student Profile Project or abbreviated as P5in educational institutions which is synthesized from School-Based Management and reality in educational institutions. This research uses the library research research method which comes from books, journals, research results and other sources. The approach used is a qualitative approach with an interpretive paradigm. The results of this research found that there are several points of manifestation of School Based Management (SBM) or what is known as School Based Management (MBS) in the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile, including 1). In practice, there is an urgency for educational management, where the success of an educational institution is supported by the management of the educational institution itself. 2), There are components in School Based Management such as curriculum management, educator management, student management and culture & school environment management which are interrelated in the realization of P5PPRA. 3), the role of the community and students\u27 parents as school partners. School-Based Management is a policy program formulated by the government to officially integrate the community into the management of schools in their environment with the aim of improving their performanc

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇