e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
    997 research outputs found

    Peningkatan Komunikasi Dakwah Santri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Jam’iyah Muballighin di Pesantren : (Improving the Communication of Islamic Preaching of Students through Extracurricular Activities of the Muballighin Jam\u27iyah in Pesantren)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk dan mengeksplorasi berbagai strategi santri dalam membangun kecakapan komunikasi dakwah di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jam’iyah Muballighin berfungsi sebagai sarana pembinaan sekaligus media pelatihan dakwah yang efektif bagi para santri. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, memperkuat rasa percaya diri, dan mengasah keterampilan menyampaikan pesan dakwah secara terstruktur dan menarik. Para santri juga menunjukkan inisiatif tinggi dalam melakukan latihan mandiri, seperti berbicara di depan cermin, diskusi kelompok, dan menyimak ceramah para tokoh melalui media digital. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi dakwah santri. Keberhasilan program ini ditopang oleh metode pelatihan yang sistematis, lingkungan pesantren yang suportif, serta dorongan internal dari para santri sendiri.

    Moderasi Indoktrinasi dan Penalaran: Upaya Membangun Berpikir Kritis dalam Pendidikan Islam: (Indoctrination and Reasoning Moderation: an Effort to Build Critical Thinking in Islamic Education)

    Get PDF
    Islamic education often employs indoctrinative patterns in its teaching processes. This indoctrinative approach tends to create authoritarian relationships, which are considered effective for instilling doctrinal values but offer limited opportunities for students to develop critical perspectives toward the doctrines being taught. This study aims to examine the indoctrinative approach and its impact on students’ reasoning abilities. Using a literature review method, the research seeks to identify a moderate approach that balances indoctrination and reasoning within Islamic education. The findings suggest that indoctrination is both inevitable and necessary in Islamic education due to its unique characteristics—particularly in conveying ta‘abbudi (devotional) Islamic materials, especially regarding matters of faith and worship. However, for Islamic teachings that involve ta‘aqquli (rational) content, especially in social transactions (mu‘amalah), reasoning must be emphasized to cultivate students’ critical thinking and problem-solving skills. With enhanced reasoning and critical capacities, students are less likely to be indoctrinated by radical ideologies and terrorist movements

    PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN- NAHDLIYAH PADA SISWA

    No full text
    Abstract : A teacher is a professional educator who distributes education or knowledge whose job is to teach Islamic teachings to students. Guiding students to understand and practice Islamic values in everyday life. The values of Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah are one of the schools of thought in Islam that teach us to be balanced, tolerant, and beneficial to others. The values contained therein are very relevant to the challenges of the modern era. The focus of this research is How is the Role of Teachers in Instilling the Values of Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah in Students. This research method employed qualitative research methods. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis included data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study demonstrate the crucial role of teachers in instilling the ASWAJA values of An Annahdliyah at MA Ahmad Yani Jabung. Teachers are not merely educators but also mentors and supervisors. The ASWAJA values instilled in students include Ta\u27awun (mutual assistance), Tasamuh (tolerance), Tawazun (balance), and Amar Ma\u27ruf Nahi Munkar (enjoining good and forbidding evil). Supporting factors in instilling these ASWAJA values include being in a pesantren environment, sharing the same ASWAJA ideology, good cooperation between teachers and students, and parental support. Inhibiting factors in instilling these ASWAJA values include a lack of discipline and boredom. Keywords: Teachers, Values of Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah

    THE ROLE OF EDUCATIONAL STAFF ON IMPROVING STUDENT SERVICE QUALITY AT MTSN 1 BONDOWOSO

    No full text
    Educational staff hold a strategic role as the primary support in creating a conducive, effective, and efficient learning environment. This study aims to examine the role of educational staff in improving the quality of student services at MTsN 1 Bondowoso. This research employs a qualitative approach. The method used for data collection is the participatory observation method, in which the researcher observes the speech and service strategies of educational staff through recording and note-taking techniques, complemented by interviews. Once the data were collected, the researcher conducted data analysis, including transcription, reduction, classification, tabulation, validation, interpretation, and conclusion drawing. The results indicate that the quality of student services at MTsN 1 Bondowoso through the drumband activity involves three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage includes systematic program design, guidance by professionals, learning of music notation, recruitment based on students’ interests and potential, effective distribution of musical instruments, and structured talent development. In the implementation stage, the drumband serves as a strategy for improving service quality through Qirab Devile and Display performances, which integrate Islamic values, discipline, teamwork, and meaningful learning. Meanwhile, the evaluation highlights the strategic role of the activity in holistic education, training effectiveness, member selection and coaching, parental involvement, team coordination, and the tangible contribution of educational staff to the program’s success. Thus, the drumband activity has proven to be an effective medium for enhancing the quality of educational services and fostering comprehensive student character development

    E-CERTIFICATES IN SCHOOLS TO IMPROVE ADMINISTRATIVE EFFECIENCY IN THE SOCIETY 5.0 ERA

    No full text
    The era of Society 5.0 has brought many changes in various aspects of life, including in the management of educational administration, namely certificate. E-certificate or electronic certificate are digital documents that serve as proof of graduation. This study uses a literature review method, where the researcher collects information from sources such as books, articles, the internet, and other sources related to the title. Through his study, it can be seen that the use of technology in e-certificate management is supported by several technologies, such as blockchain, QR codes, the web, electronic signatures, and cloud storage. E-ijazah as a form of administrative digitization presents several important benefits, including, 1) operational efficiency, 2) security and accountability, and 3) accountability. In addition, the implementation of e-certificates has advantages as well as challenges that must be faced. The advantages are security and authenticity, transparency and accountability, and process efficiency. Meanwhile, the challenges faced are a) infrastructure readiness, b) compliance with regulations, and c) adoption by stakeholders. Keywords: E-certificate; Administrative Efficiency; Society 5.0   Abstrak Era Society 5.0 membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pengelolaan administrasi pendidikan yaitu ijazah. E-ijazah atau ijazah elektronik merupakan dokumen bukti kelulusan yang disajikan secara digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dimana peneliti mengumpulkan informasi dari sumber bacaan seperti buku, artikel, internet, maupun sumber informasi lainnya yang berkaitan dengan judul. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan e-ijazah didukung oleh beberapa teknologi seperti blockchain, QR code, web, tanda tangan elektronik, maupun penyimpanan cloud. E-ijazah sebagai bentuk digitalisasi administrasi menawarkan beberapa manfaat penting, yaitu 1) efisiensi operasional, 2) keamanan dan akuntabilitas, dan 3) akuntabilitas. Selain itu, implementasi e-ijazah memiliki keunggulan sekaligus tantangan yang harus dihadapi. Keunggulan tersebut yaitu, keamanan dan keaslian, transparansi dan akuntabilitas, serta efisiensi proses. Sedangkan tantangan yang dihadapi yaitu, a) kesiapan infrastruktur, b) kepatuhan terhadap regulasi, dan c) adopsi dari stakeholder. Keywords: E-ijazah; Efisiensi Administrasi; Society 5.

    Pemanfaatan Media Digital sebagai Penguat Motivasi Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Digital Media Utilization as a Motivation Enhancer in Islamic Education Learning

    No full text
    Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana media digital dapat memperkuat motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pertanyaan utama yang dibahas adalah bagaimana media digital, sebagai produk perkembangan teknologi, mampu berkontribusi pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam konteks PAI. Berposisi sebagai kajian teoretis, artikel ini menganalisis konsep motivasi dalam pendidikan Islam serta memadukannya dengan perspektif pedagogi digital kontemporer. Pembahasan dilakukan melalui telaah literatur mengenai motivasi belajar, teori pendidikan Islam, dan pemanfaatan media digital, khususnya terkait unsur multimedia, interaktivitas, dan gamifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital efektif dalam meningkatkan motivasi belajar karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakter generasi digital. Selain itu, integrasi media digital menuntut kreativitas guru serta penguatan etika

    Peningkatan Kesadaran Anti Perundungan pada Remaja Melalui Seminar “Santri Keren Tanpa Bully”

    No full text
    Abstract Bahrul Ulum Islamic Boarding School in Tajinan Malang has male and female students, the majority of whom are aged 12-18 years. The students have different family and aregional backgrounds. There social lift mast be carried out away from parental supervision. The interaction that occur require a strong filter so that bullying dose not occur in Islamic boarding schools. All parties are aware of the importance of socialization as a means of providing students with knowledge and a filter to prevent bullying in Islamic boarding schools. This event activity also an effort made to create a child-friendly Islamic boarding school. That comfortable and fun Islamic boarding scool for students to study. this socialization activity also received support from all Islamic boarding school residents who attended and participated in making the event and adminidtrasion by asking questions to the presenters. This is a from of active and interracitive response and students attention when gaining knowledge about students awareness of anti-bullying actions. Keywords: Islamic Boarding School, Teenager, Anti Bulliying. Abstrak Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tajinan memiliki santri putra dan putri yang mayoritas berusia 12-18 tahun. Para santri memiliki latar belakang keluarga dan daerah yang berbeda-beda. Kehidupan sosial mereka harus dilakukan dengan jauh dari pantauan orang tua. Interaksi yang terjadi memerlukan filter yang kuat supaya tidak terjadi bullying di pesantren. Seluruh pihak menyadari pentingnya sosialisasi sebagai bekal pengetahuan santri dan filter untuk tidak melakukan bullying di pesantren. Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Pesantren yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar para santri. Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat dukungan dari seluruh warga pesantren yang hadir dan ikut serta dalam mensukseskan acara tersebut. Adanya kegiatan sosialisasi juga mendapat antusiasme yang tinggi dari para santri serta para pengurus dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri. Hal tersebut merupakan wujud respon yang aktif dan interaktif serta perhatian santri ketika mendapatkan pengetahuan mengenai kesadaran santri terhadap tindakan anti bullying. Kata kunci: Pondok Pesantren, Remaja, Anti Perundungan

    Efektivitas Strategi Promosi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban Melalui Aplikasi Sosial Media Tiktok

    Get PDF
    Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban merupakan lembaga pendidikan tinggi kegamaan Islam swasta yang menggunakan aplikasi Tiktok sebagai salah satu media promosinya. Tiktok dinilai sebagai platform yang mampu menjangkau lebih banyak audiens dan menghasilkan engagement rate yang terpantau. Dalam penelitian Efektivitas Strategi Promosi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban melalui Aplikasi Sosial Media Tiktok ini diukur menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Model analisis yang digunakan yaitu three layers of social media yang mencakup media analysis, conversation analysis, dan network analysis dan yang kedua metode yang digunakan Analisis SWOT. Hasil pengukuran three layers of social media terhadap konten video yang ada di akun Tiktok @iainutuban mendapatkan respon positif dan mendapatkan engagement rate sebesar 4,38%. Hasil dari analisis SWOT memberikan gambaran strategi yang bisa diambil untuk pengembangan konten Tiktok @iainutuban, khususnya dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB)

    Perempuan dan Keterlibatan Radikalisme: Upaya Preventif Melalui Pendidikan Keluarga

    Get PDF
    Radikalisme menjadi ancaman serius yang mengganggu stabilitas sosial dan keamanan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dalam konteks ini, perempuan sering kali dijadikan target rekrutmen oleh kelompok radikal, yang mengeksploitasi kerentanan mereka akibat kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan trauma psikologis. Peran perempuan dalam mencegah radikalisasi melalui pendidikan keluarga menjadi sangat penting. Pendidikan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat menurunkan risiko keterlibatan generasi muda dalam radikalisme. Komunikasi terbuka dan pengawasan orang tua dalam penggunaan media oleh anak-anak turut menjadi strategi penting untuk melindungi mereka dari pengaruh ideologi ekstremis. Pendekatan berbasis nilai-nilai lokal dan tradisi agama mampu menciptakan karakter anak yang toleran dan inklusif. Melalui pendidikan keluarga yang proaktif, perempuan dapat berperan sebagai agen preventif yang efektif dalam membangun masyarakat yang lebih damai dan menghargai keberagaman

    PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK DI TAMAN ASUHAN KANAK-KANAK (TASKA) JUNIOR KHALIFAH UL HUSNA SELANGOR MALAYSIA: Children’s Character Development at Taman Asuhan Kanak-Kanak (Taska) Junior Khalifah Ul Husna Selangor Malaysia

    Get PDF
    This study aims to analyze the parenting pattern applied at Khalifah Ul Husna Junior Kindergarten (Taska) Selangor Malaysia, and its impact on children\u27s character development. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the parenting pattern applied at Taska prioritizes affection, positive discipline, and values-based approaches. This parenting style contributes significantly to children\u27s character development, such as social skills, empathy, and moral values. In addition, good interactions between educators and parents play an important role in supporting the parenting process. Further research can be conducted by comparing the effectiveness of this program with similar programs in other institutions. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asuh yang diterapkan di Taman Asuhan Kanak-Kanak (Taska) Junior Khalifah Ul Husna Selangor Malaysia, serta dampaknya terhadap pengembangan karakter anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan di Taska mengedepankan pendekatan kasih sayang, disiplin positif, dan berbasis nilai-nilai. Pola asuh ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter anak, seperti keterampilan sosial, empati, dan nilai-nilai moral. Selain itu, interaksi yang baik antara pendidik dan orang tua berperan penting dalam mendukung proses pengasuhan. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan membandingkan efektifitas program ini dengan program yang serupa di lembaga lain. Kata Kunci : Pengembangan Karakter; Pola Asuh; Taska

    752

    full texts

    997

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇