e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
INTERNALIZATION OF THE READING HABIT CHARACTER THROUGH THE DOLAN LITERACY PROGRAM FOR ELEMENTARY SCHOOL-AGED CHILDREN
This study examines the internalization of the character of reading enjoyment through the Dolan Literacy Program for elementary school-aged children at the Community Reading Center (Taman Bacaan Masyarakat) in Tunggur Village, Slogohimo Subdistrict, Wonogiri Regency. The program is designed as a form of literacy education based on enjoyable, contextual, and inclusive activities, integrated with a character-building approach. This research employs a qualitative descriptive method. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The data were analyzed using descriptive analysis. The findings show that the internalization of the reading habit character is carried out through three main approaches: conditioning (positive habituation), providing understanding (value-based comprehension), and uswatun hasanah (role modeling). Activities such as open reading corners, group reading outings, storytelling competitions, and book exploration picnics have effectively increased children\u27s engagement in reading activities. In addition, the development of indicators of the reading enjoyment character in elementary-aged children can be observed through increased curiosity, independence, reading consistency, and the ability to retell the content of what they have read. This program is also in line with Minister of Education and Culture Regulation Number 64 of 2013, which emphasizes the importance of fostering a love for reading as part of character education in primary education. Overall, the Dolan Literacy Program has successfully created a collaborative and enjoyable literacy ecosystem that not only enhances children\u27s reading interest but also strengthens character values in a sustainable manner
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SLOW LEARNER) DI MADRASAH IBTIDAIYAH TERPADU AR-ROIHAN LAWANG MALANG
This study aims to determine the values of Islamic Religious Education that are internalized in children with special needs (slow learners) and to find out the implementation in the internalization of Islamic Religious Education values in children with special needs (slow learners). The type of research used is a qualitative research method with data collection procedures using observation, interviews, and documentation. Data validity checking uses data triangulation techniques which are divided into two stages, namely triangulation of techniques and sources. The results of the research that has been conducted are the values of Islamic Religious Education that are internalized in children with special needs (slow learners) and the implementation carried out in the internalization of Islamic Religious Education values. The results showed that the values of Islamic Religious Education internalized in children with special needs (slow learners) are Al-Qur\u27an values, worship values, sharia values, creed values and moral values. In internalizing these values, good implementation is needed and in accordance with the obstacles of students. The implementation carried out by special mentor teachers is exemplary, habituation and repetition, advice, demonstration and role playing.
Keywords: Islamic Religious Education Values, Implementation, Children with Special Needs (Slow Learner)
Dari Rak Ke Cloud: Evolusi Manajemen Perpustakaan Dalam Mendukung Akses Pengetahuan: From Shelves to the Cloud: The Evolution of Library Management in Supporting Knowledge Access
Perubahan manajemen perpustakaan dari rak yang berbentuk konvensional menuju sistem yang berbasis cloud menandakan evolusi yang signifikan di dalam penyediaan kemudahan akses ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk meneliti serta menganalisis perubahan praktik manajemen perpustakaan dari format tradisional yang berbentuk fisik ke bentuk digital, dengan lebih berfokus pada strategi peningkatan efisiensi, akses, serta keterlibatan pengguna layanan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang diambil dari berbagai sumber artikel dan makalah. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan yang terintegrasi dengan cloud memberikan pengalaman pencarian informasi yang lebih cepat, mengurangi ketergantungan terhadap ruang fisik, serta memperluas jangkauan pengambilan informasi tanpa terkendala masalah geografis. Sekalipun demikian, masih terdapat kendala-kendala yang perlu diatasi, seperti kesenjangan literasi di bidang digital, kesiapan infrastruktur penunjang, dan keamanan data-data perpustakaan. Artikel ini memberikan kesimpulan bahwasannya implementasi teknologi cloud dalam manajemen perpustakaan bukan hanya sekedar peningkatan secara teknis, namun juga merupakan transformasi jangka panjang yang mengartikan ulang arti peran perpustakaan di era digital dan kemudahan akses informasi sebagai pusat informasi dan pengetahuan yang terpercaya
MANAJEMEN KERJA SAMA SMK DENGAN DUDIKA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KERJA SISWA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEWS 2020-2024
Kesenjangan antara keterampilan lulusan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam pengembangan SDM di Indonesia, hal ini tercermin dari tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang mencapai 9,01% pada Agustus 2024. Systematic Literature Review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kerja sama SMK-DUDIKA dalam pengembangan keterampilan kerja siswa. Penelitian menggunakan protokol PRISMA dengan menelaah artikel empiris periode 2020-2024 dari database scopus, google scholar dan portal Indonesia (Sinta, Garuda), dari 1235 artikel yang diidentifikasi, 47 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk analisis final.
Hasil penelitian mengungkapkan empat aspek kunci manajemen kerja sama: (1) perencanaan strategis berbasis analisis kebutuhan industri, (2) pengorganisasian tim lintas institusi yang efektif, (3) implementasi program terintegrasi seperti prakerin dan teaching factory, serta (4) evaluasi berkelanjutan dengan pelibatan multi-stakeholderds. Teaching factory menunjukkan efektifitas tertinggi dalam pengembangan technical skills, sementara program guru tamu unggul dalam pengembangan softskills.
Pengembangan keterampilan kerja memerlukan proporsi seimbang antara technical skills (38%), softskills (34%), dan adaptive skills (28%). Keberhasilan implementasi ditentukan oleh kepemimpinan transformasional, komunikasi intensif, dan ketersediaan sumber daya, meski masih menghadapi tantangan kesenjangan teknologi dan perbedaan kultur organisasi. Temuan ini memberikan kerangka kerja bagi penguatan kerja sama SMK-DUDIKA dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan
DAMPAK IMPLEMENTASI EVALUASI DIRI MADRASAH BERBASIS ELEKTRONIK TERHADAP PENCAPAIAN MUTU MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KABUPATEN TANGERANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjaminan mutu pendidikan Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tangerang melalui implementasi kebijakan evaluasi diri madrasah berbasis elektronik. Evaluasi diri madrasah merupakan suatu proses penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, dan penerapan teknologi informasi dalam evaluasi diri dapat mempermudah dan mempercepat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait kebijakan evaluasi diri madrasah berbasis elektronik. Sumber data penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru, dan staf administrasi madrasah yang terlibat dalam implementasi kebijakan ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pertama, Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tangerang dalam melakukan evaluasi diri madrasah berbasis elektronik dimulai dengan pembentukan Tim Penjamin Mutu Madrasah, Pembagian ruang lingkup kerja berdasarkan lima indikator budaya mutu, pengumpulan bukti untuk setiap indikator pada masing-masing budaya mutu, rapat kerja Tim Penjamin Mutu untuk menvalidasi data serta menentukan tingkat pencapaian masing-masing indikator dan rekomendasi yang akan diinputkan pada aplikasi e-EDM. Kedua, Tantangan yang dihadapi Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tangerang dalam melakukan evaluasi diri madrasah berbasis elektronik diantaranya adalah dokumen pembuktiaan pada sebagian indikator mutu belum terdokumentasikan secara baik, tidak adanya template umum untuk dokumen pembuktian masing-masing indiktor mutu sehingga membuat madrasah membuat sendiri template yang akan digunakan setiap tahunnya, Sumber Daya Manusia untuk dijadikan Tim Penjamin Mutu Madrasah yang belum maksimal dikarenakan terbagi dengan tugas pokoknya pada jabatan lain, dan Aplikasi baru yang memerlukan waktu dalam memahami cara kerja aplikasinya serta akses terhadap Aplikasi yang terkadang masih menemui kendala. Ketiga, dampak implementasi evaluasi diri madrasah berbasis elektronik memberikan dampak yang positif terhadap mutu Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tangerang diantaranya efisiensi dan efektfitas kerja tim penjamin mutu dalam melakukan evaluasi diri madrasah karena dilakukan secara digital, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas madrasah sebagai lembaga pendidikan kepada stakeholders terkait dan berdasarkan pada kesimpulan hasil pengisian e-EDM tahun 2024 dengan rata-rata mendapatkan nilai 89,46 termasuk pada kategori peringkat Sangat Baik.
THE EXISTENCE OF THE SOROGAN METHOD IN THE 21ST CENTURY: ITS EFFECTIVENESS, ROLE, AND RELEVANCE IN MODERN EDUCATION
The Sorogan method is a traditional learning approach that remains popular and widely implemented in both formal and non-formal educational institutions. Its enduring existence over time demonstrates the uniqueness of this method in terms of adaptability and resilience to changing eras. This study aims to describe the findings of a systematic literature review (SLR) concerning the effectiveness and relevance of the Sorogan method in the context of contemporary Islamic education, explore its role in learning, and provide recommendations for improving education quality. The research employed the SLR method, utilizing data sources from accredited national and international journal articles published within the last ten years, as well as books, academic manuscripts, and other relevant references. The study was conducted systematically through six stages: (1) topic determination, (2) literature search, (3) article selection and reduction, (4) data presentation, (5) analysis and discussion, and (6) conclusion drawing. The results indicate that the Sorogan method remains effective for modern learning when innovation and adjustments are made in line with current developments. Its relevance is still strong in addressing contemporary educational needs, particularly in enhancing learning effectiveness, motivating students, and strengthening the teacher-student relationship. Recommendations to improve the effectiveness of the Sorogan method include: (1) considering students\u27 readiness for learning, (2) integrating it with other relevant teaching methods, (3) utilizing information and communication technology, and (4) encouraging teachers to actively adapt instruction to students\u27 needs.
Keywords: Sorogan Method, Effectiveness and Role, Relevance in Modern Education.
Abstrak
Metode Sorogan merupakan pendekatan pembelajaran tradisional yang tetap populer dan banyak diterapkan di lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal. Eksistensinya yang bertahan dari masa ke masa menunjukkan keistimewaan metode ini baik dari segi adaptabilitas maupun pamornya terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kajian systematic literature review (SLR) terkait efektivitas dan relevansi metode Sorogan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, mengeksplorasi perannya dalam pembelajaran, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional terakreditasi dalam sepuluh tahun terakhir, serta buku, naskah akademik, dan sumber relevan lainnya. Penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui enam tahapan; 1) penentuan topik, 2) pencarian literatur, 3) seleksi dan reduksi artikel, 4) penyajian data, 5) analisis dan pembahasan, dan (6) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode Sorogan masih cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran modern masa kini dengan diberikan inovasi dan penyesuaian yang berorientasi pada perklembangan zaman. Relevansinya tetap kuat dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi peserta didik, dan mempererat hubungan guru dengan siswa. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas metode Sorogan meliputi: (1) perhatikan kesiapan belajar siswa dalam penerapan metode ini, (2) pengintegrasian dengan metode pembelajaran lain yang relevan, (3) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta (4) guru hendaknya berperan aktif dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Kata Kunci: Metode Sorogan, Efektivitas dan Peran, Relevansi pada Pembelajaran Masa Kin
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA DI SMA NEGERI 7 MALANG
The values of tolerance in social life need to be formed through education, including in the context of learning Islamic Religious Education (PAI). This study aims to describe the form of mutual respect in religion as well as the strategies of PAI teachers in instilling the value of tolerance among students. This study aims to analyze the form of students\u27 religious tolerance attitude and identify the strategies of PAI teachers in building tolerance character at SMAN 7 Malang. This study used a descriptive qualitative approach with field research method. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, involving the principal, PAI teachers, and students. Data analysis included data reduction, data presentation, and verification using source triangulation. The research findings show two main aspects: (1) The form of students\u27 inclusive attitude includes mutual respect for religious differences, freedom of belief, and fair and good behavior among others; (2) PAI teachers\u27 strategies in instilling tolerance include habituation (intra- and extracurricular), exemplary, and coaching
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MASJID: STUDI LITERATUR ATAS FUNGSI MASJID SEBAGAI INSTITUSI EDUKASI
This study aims to comprehensively explore how mosques have fulfilled and can further develop their function as educational institutions in Islamic education. Using a qualitative approach and literature review method, this research examines various relevant academic references from journals, books, and other scholarly publications over the past ten years. The findings indicate that since the time of Prophet Muhammad (PBUH), the mosque has served as a center for education and community empowerment, encompassing spiritual, social, and intellectual dimensions. In the contemporary context, mosques carry out educational functions through programs such as Qur’anic learning centers (TPA), madrasah diniyah, Islamic study groups (majelis taklim), thematic lectures, Islamic skills training, and the integration of digital technology in learning. Mosques also serve as hubs for youth development and community building, fostering character formation and strengthening Islamic brotherhood. The success of mosque-based education largely depends on management quality, community participation, and innovation in both learning methods and media. This study concludes that mosques have great potential to serve as contextual, inclusive, and sustainable Islamic educational institutions. Therefore, revitalizing the mosque\u27s role as a learning and community development center is essential to meet the needs of the modern era
Pendidikan Bebas Sebagai Jalan Dakwah: Studi Kritis Terhadap Sistem Pendidikan Sunan Giri Di Gresik: (Free Education as a Path to Preaching: A Critical Study of Sunan Giri\u27s Education System in Gresik)
Artikel ini mengkaji sistem pendidikan bebas yang diterapkan oleh Sunan Giri sebagai strategi dakwah integratif di tengah masyarakat multikultural Gresik pada abad ke-15. Sistem ini tidak terikat pada struktur kelembagaan formal, tetapi hadir sebagai sarana dakwah yang menyatu dengan budaya dan kehidupan masyarakat. Sunan Giri menyampaikan pendidikan Islam melalui pendekatan kultural yang mencakup bahasa, adat, tradisi, hingga kesenian lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis penelitian lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan wawancara mendalam kepada tokoh budaya dan ulama lokal. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), dengan tujuan untuk mengungkap relevansi dan nilai-nilai transformatif dari sistem pendidikan bebas ala Sunan Giri. Studi kritis ini bertujuan mengevaluasi pendekatan-pendekatan pendidikan yang digunakan, serta mengkaji efektivitasnya sebagai strategi dakwah yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini bukan sekadar pengajaran agama, tetapi juga pembinaan karakter, akulturasi budaya, serta strategi dakwah non-konfrontatif yang efektif membentuk masyarakat Muslim yang moderat dan berakar budaya. Konsep ini relevan untuk dijadikan inspirasi dalam merumuskan model pendidikan Islam kontemporer yang inklusif dan transformatif
Pendampingan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Malang
Abstract
The optimization of Clean and Healthy Living Behavior at Al-Ittihad Islamic Boarding School, Poncokusumo, aims to maximize education and mentoring to improve the health quality of students. This program is designed to raise awareness of the importance of cleanliness and health through educational approaches such as interactive seminars, educational media in the form of posters, and improved hygiene facilities. This approach is strengthened by Asset-Based Community Development (ABCD) to empower the local assets of the boarding school. Over the course of onemonth, intensive mentoring was carried out through routine activities such as roan (communal cleaning), health exercises, the installation of educational stickers, and regular evaluations. The results showed increased awareness and participation of students in implementing PHBS. Collaboration among students, administrators, and the boarding school community served as a key indicator of the program\u27s success. Ongoing education and mentoring proved effective in creating a clean, healthy, and comfortable environment, while also shaping a healthy and productive young generation. This program can serve as a model for other boarding schools in supporting the health of the nation\u27s future generations.
Keywords: PHBS, Islamic Boarding School, Education, Mentoring
Abstrak
Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo bertujuan untuk memaksimalkan edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan kualitas kesehatan santri. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan melalui pendekatan edukatif, seperti seminar interaktif, media edukasi berupa poster, dan peningkatan fasilitas kebersihan. Pendekatan ini diperkuat dengan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk memberdayakan aset lokal pesantren. Selama satu bulan, pendampingan intensif dilakukan melalui kegiatan rutin seperti ro’an, senam sehat, pemasangan stiker edukasi, dan evaluasi berkala. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi santri dalam menerapkan PHBS. Kolaborasi antara santri, pengurus, dan pihak pesantren menjadi indikator keberhasilan program ini. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus membentuk generasi muda yang sehat dan produktif. Program ini dapat menjadi model bagi pesantren lainnya dalam mendukung kesehatan generasi penerus bangsa.
Kata Kunci: PHBS, Pondok Pesantren, Edukasi, Pendampinga