e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
GARBAGE FOR PROJECT BASED LEARNING MEDIA TO FORM PANCASILA STUDENT PROFILES IN MADRASAH IBTIDAIYAH
Garbage disrupted the sustainability of nature and human health, so it needs to be addressed by recycling garbage into learning media. This study aims to find the steps of Project Based Learning (PjBL) model using garbage, as well as to test its influence on the formation of Pancasila Student Profile in Madrasah Ibtidaiyah. The study uses a quantitative approach of True Experiment type. The population and sample of this study were students of Madrasah Ibtidaiyah in Tuntang District, Semarang Regency. Data collection using questionnaire, interview, observation methods. Data analysis using the Shapiro Wilk formula, F-test, t-test, and Gainscore. The results of the study found nine steps in PjBL model by garbage, namely; 1) student conditioning; 2) delivery of learning objectives; 3) asking essential questions; 4) project explanation; 5) making and monitoring project; 6) presentation of results; 7) reflection; 8) drawing conclusions; 9) evaluation. This study also proves that Project Based Learning model has a significant influence on the formation of Pancasila Student Profile and can increase the formation of Pancasila Student Profile character by 17.4%. Theoretically, the results of this study have contributed to developing the PjBL learning model, both in terms of developing steps and learning media.
Keywords: Project Based Learning; Garbage; Pancasila Student Profil
FACILITIES AND INFRASTRUCTURE AS SUPPORTING FACTORS FOR LEARNING QUALITY
The rapid transformation of education in the 21st century, characterized by globalization, digitalization, and complex sociocultural shifts, demands a paradigm shift in Islamic educational institutions. This study explores the implementation of Personalized Education in an Islamic boarding school (Islamic boarding school) context through a reflective field study conducted at Darul Mursyid Modern Integrated Islamic Boarding School in South Tapanuli, Indonesia. The research focuses on the Project Roadmap of Santri Aspirations, a structured mentoring program designed to guide students (santri) in discovering their potential, setting personal goals, and aligning their aspirations with Islamic moral and spiritual values. Using a qualitative reflective methodology that combines field observation, participatory workshops, and community engagement, the study investigates how educators, mentors, and parents collaborate to integrate academic, spiritual, and personal development. Findings reveal that the Roadmap Project promotes self-awareness, motivation, and goal orientation among students, transforming teachers into reflective mentors and fostering strong partnerships between the pesantren and families. The program demonstrates the adaptability of Islamic education to modern pedagogical approaches without compromising its spiritual essence. This article argues that personalized, reflective, and value-based education can serve as a model for Islamic boarding schools seeking to balance tradition with innovation in the era of global educational reform.
Keywords: Personalized Education, Islamic Boarding School, Reflective Learning, Humanistic Education, Educational Transformation, Character Formation
Abstrac
Transformasi pendidikan yang pesat di abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran sosio-kultural yang kompleks, menuntut pergeseran paradigma di lembaga pendidikan Islam. Studi ini mengeksplorasi implementasi Pendidikan Personalisasi dalam konteks pesantren (pesantren) melalui studi lapangan reflektif yang dilakukan di Darul Mursyid Modern Integrated Islamic Boarding Madinah di Tapanuli Selatan, Indonesia. Penelitian ini berfokus pada Proyek Peta Jalan Aspirasi Santri, sebuah program pendampingan terstruktur yang dirancang untuk membimbing santri dalam menemukan potensi mereka, menetapkan tujuan pribadi, dan menyelaraskan aspirasi mereka dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Dengan menggunakan metodologi reflektif kualitatif yang menggabungkan observasi lapangan, lokakarya partisipatif, dan keterlibatan masyarakat, studi ini menyelidiki bagaimana pendidik, mentor, dan orang tua berkolaborasi untuk mengintegrasikan perkembangan akademik, spiritual, dan pribadi. Temuan menunjukkan bahwa Proyek Peta Jalan mendorong kesadaran diri, motivasi, dan orientasi tujuan di antara siswa, mengubah guru menjadi mentor reflektif dan membina kemitraan yang kuat antara pesantren dan keluarga. Program ini menunjukkan kemampuan pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan pendekatan pedagogis modern tanpa mengorbankan esensi spiritualnya. Artikel ini berpendapat bahwa pendidikan yang personal, reflektif, dan berbasis nilai dapat berfungsi sebagai model bagi sekolah berasrama Islam yang berupaya menyeimbangkan tradisi dengan inovasi di era reformasi pendidikan global.
Kata kunci: Pendidikan Personal, Sekolah Berasrama Islam, Pembelajaran Reflektif, Pendidikan Humanistik, Transformasi Pendidikan, Pembentukan Karakte
FREE NUTRITIOUS MEAL POLICY FROM THE PERSPECTIVE OF FOOD SECURITY, EDUCATION, AND SOCIAL JUSTICE
Abstract
This study examines the implementation of the Free Nutritious Meal (MBG) policy in schools as a strategy to strengthen food security, improve education, and realize social justice. The study is motivated by high levels of nutritional vulnerability among school-age children, which affect learning concentration, attendance, and academic achievement. This research employs a library research and qualitative-critical analysis approach, reviewing relevant scientific journals from the last five years on MBG, food policy, education, and social development. Results indicate that MBG significantly enhances children’s access to nutritious food, promotes educational participation, and reduces social inequality through equitable and inclusive benefit distribution. Additionally, MBG supports local economic empowerment by involving local food producers and contributes to sustainable development by integrating social, economic, and environmental aspects. In conclusion, MBG is a multidimensional public policy effectively addressing nutritional, educational, and social inequality issues while supporting sustainable national development goals.
Keywords: Free Nutritious Meal, Food Security, Education, Social Justice, Sustainable Development
Abstrak
Penelitian ini membahas implementasi kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendidikan, dan mewujudkan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kerawanan gizi pada anak usia sekolah yang berdampak pada konsentrasi belajar, kehadiran, dan prestasi akademik. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kualitatif-kritis, dengan telaah literatur jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan mengenai MBG, kebijakan pangan, pendidikan, dan pembangunan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG secara signifikan meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, mendorong partisipasi pendidikan, serta mengurangi ketimpangan sosial melalui distribusi manfaat yang merata dan inklusif. Selain itu, MBG mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan produsen pangan setempat dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui integrasi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kesimpulannya, MBG merupakan kebijakan publik multidimensi yang efektif mengatasi isu gizi, pendidikan, dan ketimpangan sosial sekaligus mendukung tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kata kunci: Makanan Bergizi Gratis, Ketahanan Pangan, Pendidikan, Keadilan Sosial, Pembangunan Berkelanjuta
Model Konseling Qalbun Salīm: Konstruksi Teoretis Berdasarkan Integrasi Ayat-ayat Penyucian Jiwa (Q.S. Asy-Syams: 9-10) dan Teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT): The Qalbun Salīm Counseling Model: A Theoretical Construction Based on the Integration of the Verses of Soul Purification (Q.S. Asy-Syams: 9-10) and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Techniques
This article aims to construct an integrative counseling model "Qalbun Salīm" through a conceptual study combining the concept of soul purification (tazkiyatun nafs) in Q.S. Asy-Syams: 9-10 with Cognitive Behavioral Therapy (CBT) techniques. Using an integrative-philosophical approach involving Quranic hermeneutics and conceptual synthesis, this study yields a theoretical model with four pillars: spiritual awareness (al-waʿī), tawhid-based cognitive restructuring, directed behavioral change (al-ʿamal al-ṣāliḥ), and continuous evaluation (muḥāsabah). This model offers a coherent framework for counseling practice sensitive to Islamic culture and spirituality, while contributing to the enrichment of Islamic psychology and the expansion of cross-cultural CBT perspectives. Implications include recommendations for empirical research to validate the model and develop counselor training modules integrating clinical competence with spiritual understandin
Kegiatan Gerak dan Lagu sebagai Upaya Mengembangkan Koordinasi Motorik Kasar Anak di Taman Kanak-kanak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kegiatan gerak dan lagu sebagai upaya mengembangkan koordinasi motorik kasar anak Kelompok A di TK Al-Ihsan, Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gerak dan lagu mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, seperti keseimbangan, koordinasi tangan dan kaki, serta kemampuan mengikuti ritme. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif pada perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatnya kepercayaan diri, kerja sama, dan interaksi antar teman. Guru berperan penting dalam memberikan instruksi jelas, variasi gerakan, serta lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga anak dapat berpartisipasi aktif. Secara keseluruhan, gerak dan lagu terbukti menjadi strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar secara holistik pada anak usia din
Edukasi Lingkungan tentang Bahaya Pembakaran Sampah Liar dan Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Kompos di Desa Karanglo
Abstract
Environmental education activities regarding the dangers of illegal waste burning and the use of organic waste as compost in Karanglo Village aimed to raise public awareness of the negative impacts of waste burning on health and the environment, as well as to optimize organic waste management through composting. The implementation method includes preparation, socialization and training, and evaluation. Results showed an increase in public understanding of the dangers of toxic gases from waste burning and skills in processing organic waste into compost. This program is expected to reduce the practice of illegal waste burning and encourage the implementation of a circular economy through the use of compost for agriculture.
Keywords: Socialization, Training, Compost Making, Organic Waste.
Abstrak
Kegiatan edukasi lingkungan mengenai bahaya pembakaran sampah ilegal dan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos di Desa Karanglo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang bahaya gas beracun dari pembakaran sampah dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos. Program ini diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran sampah ilegal dan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kompos untuk pertanian.
Kata kunci: Sosialisasi, Pelatihan, Pembuatan Pupuk Kompos, Sampah Organik
EFEKTIVITAS STANDAR KECAKAPAN UBUDIYAH DAN AKHLAKUL KARIMAH (SKUA) DALAM MENCETAK KARAKTER RELIGIUS SISWA: The Effectiveness of Standard of Ubudiyah and Akhlakul Karimah Competence (SKUA) in Shaping Students\u27 Religious Character
This paper aims to analyze the effectiveness of the Ubudiyah and Akhlakul Karimah Competency Standards (SKUA) program in shaping the religious character of students at MAN 2 Mojokerto. The SKUA program is deemed appropriate to serve as a platform for students to develop their religiosity through activities that enhance knowledge and practice of worship and noble character. This research uses a descriptive quantitative type with a population of 11th-grade students from MAN 2 Mojokerto, with a sample taken at 10%. Data collection was conducted through a questionnaire using a Likert scale, which was structured based on four indicators of program success, including program understanding, targeting accuracy, timeliness, goal achievement, and real change. The research results show that the SKUA program has met the effectiveness criteria for each indicator, including 77% program understanding, 72% targeting accuracy, 75% timeliness, 79% goal achievement, and 76% real change. This shows that the SKUA program has been effective in accommodating students in shaping their religious character at MAN 2 Mojokerto. As for future research efforts, it is expected to expand the scope of research objects at different grade levels and develop the research through observation and interviews in order to obtain more comprehensive and in-depth data so that it can be a reference for the development of similar programs in a sustainable manner.
Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas dari program Standar Kompetensi Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA) dalam membentuk karakter religius siswa di MAN 2 Mojokerto. Program SKUA dipandang tepat untuk menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan religiusitas mereka melalui kegiatan peningkatan pengetahuan dan praktik kemampuan ubudiyah dan akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif, dengan populasi siswa kelas XI MAN 2 Mojokerto yang diambil sampel sebanyak 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui angket menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan empat indikator keberhasilan program meliputi pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SKUA telah mencapai kriteria efektif pada tiap indikatornya meliputi 77% pemahaman program, 72% ketepatan sasaran, 75% ketetapatan waktu, 79% tercapainya tujuan, dan 76% pada perubahan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa program SKUA efektif dalam mengakomodasi siswa dalam membentuk karakter religius siswa di MAN 2 Mojokerto. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan objek penelitian pada tingkat-tingkat kelas yang berbeda serta mengembangkan penelitian melalui observasi dan wawancara guna mendapatkan data yang lebih komprehensif dan mendalam, sehingga dapat menjadi acuan bagi pengembangan program-program serupa secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Karakter Religius; SKUA; Ubudiyah
ANALISIS EFISIENSI ANGGARAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Analysis of Education Budget Efficiency in an Islamic Perspective
This study analyzes the efficiency of the education budget from an Islamic perspective by highlighting the principles of transparency, accountability, and resource optimization. In Islam, the efficiency of the education budget aims to avoid waste and ensure fair and sharia-compliant financial distribution. This study uses a literature study method by analyzing various relevant literature. The results of the study indicate that the principle of efficiency in Islam can be applied through funding sources such as zakat, waqf, and alms that are managed professionally. In addition, community participation in financing education can increase the effectiveness of budget use. However, the budget efficiency policy also faces challenges, especially in the context of government policies, such as cutting the education budget which risks reducing the welfare of educators and the quality of education. Therefore, the implementation of efficiency must consider the balance between savings and meeting the needs of quality education, by involving strict supervision and public participation to remain in line with the principles of justice in Islam.
Penelitian ini menganalisis efisiensi anggaran pendidikan perspektif Islam dengan menyoroti prinsip transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi sumber daya. Dalam Islam, efisiensi anggaran pendidikan bertujuan menghindari pemborosan serta memastikan distribusi keuangan yang adil dan sesuai syariah. Studi ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip efisiensi dalam Islam dapat diterapkan melalui sumber pendanaan seperti zakat, wakaf, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan juga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. Namun, kebijakan efisiensi anggaran menghadapi tantangan, terutama dalam konteks kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan anggaran pendidikan yang berisiko mengurangi kesejahteraan tenaga pendidik dan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, implementasi efisiensi anggaran harus mempertimbangkan keseimbangan antara penghematan dan pemenuhan kebutuhan pendidikan berkualitas, dengan melibatkan pengawasan ketat dan partisipasi publik agar selaras dengan prinsip keadilan dalam Islam.
Kata Kunci : Anggaran Pendidikan; Efisiensi Anggaran; Kebijakan Pemerintah; Kualitas Pendidikan; Perspektif Islam
ANALISIS MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA/SMK KELAS XI BAB ADAB MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL: Analysis of Islamic Religious Education Materials for High School/Vocational School Grade XI Chapter Adab Using Social Media
This study aims to analyze the material Adab in Using Social Media in the Islamic Religious Education (PAI) textbook for Grade XI Senior/Vocational High School under the Merdeka Curriculum. The method used is a literature review by examining relevant primary and secondary sources. The analysis reveals that the material contains core Islamic values such as honesty, courtesy, verification, and social responsibility. These values are presented in a communicative and accessible language, making them relevant to students in the digital era. The material contributes to shaping Islamic character; however, several shortcomings remain, such as the lack of real-life case studies, limited integration with modern digital literacy, and the absence of practical guidelines and engaging visual media. Therefore, future textbook development should be directed toward being more applicative, interactive, and contextual with teenagers’ digital lives. This study emphasizes the importance of integrating Islamic values and digital literacy to foster a wise, ethical, and responsible young generation in using social media.
Penelitian ini bertujuan menganalisis materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi PAI memuat nilai-nilai inti Islam seperti kejujuran, sopan santun, tabayyun, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut disajikan dengan bahasa komunikatif dan mudah dipahami sehingga relevan bagi peserta didik di era digital. Materi ini berkontribusi dalam pembentukan karakter Islami, namun masih ditemukan beberapa kekurangan, seperti minimnya contoh kasus aktual, keterbatasan integrasi dengan literasi digital modern, serta belum ada pedoman praktis dan media visual yang menarik. Oleh karena itu, pengembangan buku ajar di masa mendatang perlu diarahkan agar lebih aplikatif, interaktif, dan kontekstual dengan kehidupan digital remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dan literasi digital untuk membentuk generasi muda yang bijak, beretika, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Kata Kunci : Adab; Analisis Materi; Pendidikan Agama Islam; Media Sosial
MEMBANGUN PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INKLUSIF DAN MODERAT DALAM KONTEKS TUNAGRAHITA: Building an Inclusive and Moderate Islamic Education Paradigm in the Context of Tunagrahita
Islamic Education plays an important role in instilling character, morals, and spiritual values in students, including children with special needs in special schools. For students with intellectual disabilities, Islamic Religious Education material, which tends to be abstract, is often difficult to understand. Hence, teachers need to apply learning strategies that are simpler, more concrete, and appropriate to their abilities. This study used a qualitative approach with a case study method at the SLB Negeri Campurdarat. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving Islamic education teachers, classroom teachers, the principal, students, and parents. The results showed that teachers adapted the material to make it easier to understand, used multisensory methods, and instilled tolerance through role modeling, social habits, and daily practices. The obstacles that arise include students\u27 cognitive limitations, lack of supporting facilities, and lack parental involvement. This study is still limited to one location, so the findings cannot be generalized and do not describe long-term developments. These findings encourage the need for policy support in the form of special Islamic education modules for students with special needs and teacher training to integrate the values of religious moderation.
Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam menanamkan karakter, akhlak, dan nilai spiritual peserta didik, termasuk pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Bagi siswa tunagrahita, materi PAI yang cenderung abstrak sering sulit dipahami, sehingga guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih sederhana, konkret, dan sesuai dengan kemampuan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SLB Negeri Campurdarat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, guru kelas, kepala sekolah, siswa, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan materi agar lebih mudah dipahami, menggunakan metode multisensori, serta menanamkan sikap toleransi melalui keteladanan, pembiasaan sosial, dan praktik sehari-hari. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan kognitif siswa, minimnya sarana pendukung, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi sehingga temuan belum bisa digeneralisasi, dan belum menggambarkan perkembangan jangka panjang. Temuan ini mendorong perlunya dukungan kebijakan berupa modul PAI khusus bagi siswa berkebutuhan khusus serta pelatihan guru untuk mengintegrasikan nilai moderasi beragama.
Kata Kunci : Inklusif; Moderat; Paradigma; Pendidikan Agama Islam; Tunagrahita