e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTATION OF MAQASID AL-SHARI’AH AS A PREVENTIVE MEASURE AGAINST CRIMINAL ABUSE IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS (CASE STUDY IN MALANG): Implementasi Maqasid al-Syari’ah sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di Pesantren (Studi Kasus di Malang)
Criminal acts of abuse are increasingly widespread and sadly this has occurred in educational institutions which are supposed to be places where ethics and science are taught. The Abuse even took place in Islamic boarding schools. This Phenomenon is not in line with the goals of Islamic boarding schools which prioritize morals, because Islamic boarding schools are one of the oldest educational institutions in Indonesia and are taught by Kyai who have noble knowledge and ethics. Persecution of students occurred in Islamic boarding scholls in Malang, at 2022 there were abuses in different Islamic boarding schools. This article provides alternatives for preventing and resolving abuse from a Maqasid al-Shari’ah perspective. This article includes empirical research using qualitative methods in the form of describing the data researched and analyzed and presented in the form of descrptive text. The research results show that abuse in Islamic boarding schools occurs due to intimidation and seniority, and the monitoring mechanism for students is not optimal. This practice of intimidation goes against the law and religious goals, while the perpetrators take advantage of power relations and distort religious narratives to carry out the persecution. Understanding the goals of religion (Maqasid al-Shari’ah) is an important instrument for minimizing violence in the form of persecution. A person may (even must) resist bullying and persecution in any form.
Tindak pidana penganiayaan semakin marak dan mirisnya pernah terjadi di lembaga pendidikan yang semestinya merupakan tempat mengajarkan etika dan ilmu pengetahuan. Bahkan penganiayaan berlangsung di pesantren. Fenomena ini tidak sejalan dengan tujuan pesantren yang mengedepankan akhlak, sebab pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan diasuh oleh Kyai yang mempunyai ilmu dan etika yang luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penganiayaan terhadap santri yang tinggal di pesantren Kabupaten Malang. Sebab dalam rentang waktu 3 tahun, terdapat 5 kasus penganiayaan terhadap santri di pesantren Kabupaten Malang. Artikel ini memberi alternatif pencegahan dan penyelesaian penganiayaan dengan perspektif Maqasid al-Syariah. Artikel ini termasuk penelitian empiris dengan metode kualitatif berupa memaparkan data yang diteliti dan dianalisis, serta disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganiayaan di pesantren terjadi karena intimidasi dan senioritas, kemudian mekanisme pengawasan terhadap santri tidak optimal. Praktik intimidasi tersebut berlawanan Undang-Undang dan tujuan beragama, sementara pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan menyelewengkan narasi agama untuk penganiayaan yang dilakukan. Pemahaman terhadap tujuan beragama (Maqasid al-Syariah) adalah instrumen penting guna meminimalisasi kekerasan dalam wujud pdana penganiayaan. Seseorang boleh (bahkan wajib) melawan perundungan dan persekusi dalam wujud apapun.
Keywords: Islamic Boarding School; Maqasid al-Shari’ah; Persecution
GARBAGE FOR PROJECT BASED LEARNING MEDIA TO FORM PANCASILA STUDENT PROFILES IN MADRASAH IBTIDAIYAH
Garbage disrupted the sustainability of nature and human health, so it needs to be addressed by recycling garbage into learning media. This study aims to find the steps of Project Based Learning (PjBL) model using garbage, as well as to test its influence on the formation of Pancasila Student Profile in Madrasah Ibtidaiyah. The study uses a quantitative approach of True Experiment type. The population and sample of this study were students of Madrasah Ibtidaiyah in Tuntang District, Semarang Regency. Data collection using questionnaire, interview, observation methods. Data analysis using the Shapiro Wilk formula, F-test, t-test, and Gainscore. The results of the study found nine steps in PjBL model by garbage, namely; 1) student conditioning; 2) delivery of learning objectives; 3) asking essential questions; 4) project explanation; 5) making and monitoring project; 6) presentation of results; 7) reflection; 8) drawing conclusions; 9) evaluation. This study also proves that Project Based Learning model has a significant influence on the formation of Pancasila Student Profile and can increase the formation of Pancasila Student Profile character by 17.4%. Theoretically, the results of this study have contributed to developing the PjBL learning model, both in terms of developing steps and learning media.
Keywords: Project Based Learning; Garbage; Pancasila Student Profil
FACILITIES AND INFRASTRUCTURE AS SUPPORTING FACTORS FOR LEARNING QUALITY
The rapid transformation of education in the 21st century, characterized by globalization, digitalization, and complex sociocultural shifts, demands a paradigm shift in Islamic educational institutions. This study explores the implementation of Personalized Education in an Islamic boarding school (Islamic boarding school) context through a reflective field study conducted at Darul Mursyid Modern Integrated Islamic Boarding School in South Tapanuli, Indonesia. The research focuses on the Project Roadmap of Santri Aspirations, a structured mentoring program designed to guide students (santri) in discovering their potential, setting personal goals, and aligning their aspirations with Islamic moral and spiritual values. Using a qualitative reflective methodology that combines field observation, participatory workshops, and community engagement, the study investigates how educators, mentors, and parents collaborate to integrate academic, spiritual, and personal development. Findings reveal that the Roadmap Project promotes self-awareness, motivation, and goal orientation among students, transforming teachers into reflective mentors and fostering strong partnerships between the pesantren and families. The program demonstrates the adaptability of Islamic education to modern pedagogical approaches without compromising its spiritual essence. This article argues that personalized, reflective, and value-based education can serve as a model for Islamic boarding schools seeking to balance tradition with innovation in the era of global educational reform.
Keywords: Personalized Education, Islamic Boarding School, Reflective Learning, Humanistic Education, Educational Transformation, Character Formation
Abstrac
Transformasi pendidikan yang pesat di abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran sosio-kultural yang kompleks, menuntut pergeseran paradigma di lembaga pendidikan Islam. Studi ini mengeksplorasi implementasi Pendidikan Personalisasi dalam konteks pesantren (pesantren) melalui studi lapangan reflektif yang dilakukan di Darul Mursyid Modern Integrated Islamic Boarding Madinah di Tapanuli Selatan, Indonesia. Penelitian ini berfokus pada Proyek Peta Jalan Aspirasi Santri, sebuah program pendampingan terstruktur yang dirancang untuk membimbing santri dalam menemukan potensi mereka, menetapkan tujuan pribadi, dan menyelaraskan aspirasi mereka dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Dengan menggunakan metodologi reflektif kualitatif yang menggabungkan observasi lapangan, lokakarya partisipatif, dan keterlibatan masyarakat, studi ini menyelidiki bagaimana pendidik, mentor, dan orang tua berkolaborasi untuk mengintegrasikan perkembangan akademik, spiritual, dan pribadi. Temuan menunjukkan bahwa Proyek Peta Jalan mendorong kesadaran diri, motivasi, dan orientasi tujuan di antara siswa, mengubah guru menjadi mentor reflektif dan membina kemitraan yang kuat antara pesantren dan keluarga. Program ini menunjukkan kemampuan pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan pendekatan pedagogis modern tanpa mengorbankan esensi spiritualnya. Artikel ini berpendapat bahwa pendidikan yang personal, reflektif, dan berbasis nilai dapat berfungsi sebagai model bagi sekolah berasrama Islam yang berupaya menyeimbangkan tradisi dengan inovasi di era reformasi pendidikan global.
Kata kunci: Pendidikan Personal, Sekolah Berasrama Islam, Pembelajaran Reflektif, Pendidikan Humanistik, Transformasi Pendidikan, Pembentukan Karakte
FREE NUTRITIOUS MEAL POLICY FROM THE PERSPECTIVE OF FOOD SECURITY, EDUCATION, AND SOCIAL JUSTICE
Abstract
This study examines the implementation of the Free Nutritious Meal (MBG) policy in schools as a strategy to strengthen food security, improve education, and realize social justice. The study is motivated by high levels of nutritional vulnerability among school-age children, which affect learning concentration, attendance, and academic achievement. This research employs a library research and qualitative-critical analysis approach, reviewing relevant scientific journals from the last five years on MBG, food policy, education, and social development. Results indicate that MBG significantly enhances children’s access to nutritious food, promotes educational participation, and reduces social inequality through equitable and inclusive benefit distribution. Additionally, MBG supports local economic empowerment by involving local food producers and contributes to sustainable development by integrating social, economic, and environmental aspects. In conclusion, MBG is a multidimensional public policy effectively addressing nutritional, educational, and social inequality issues while supporting sustainable national development goals.
Keywords: Free Nutritious Meal, Food Security, Education, Social Justice, Sustainable Development
Abstrak
Penelitian ini membahas implementasi kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendidikan, dan mewujudkan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kerawanan gizi pada anak usia sekolah yang berdampak pada konsentrasi belajar, kehadiran, dan prestasi akademik. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kualitatif-kritis, dengan telaah literatur jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan mengenai MBG, kebijakan pangan, pendidikan, dan pembangunan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG secara signifikan meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, mendorong partisipasi pendidikan, serta mengurangi ketimpangan sosial melalui distribusi manfaat yang merata dan inklusif. Selain itu, MBG mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan produsen pangan setempat dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui integrasi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kesimpulannya, MBG merupakan kebijakan publik multidimensi yang efektif mengatasi isu gizi, pendidikan, dan ketimpangan sosial sekaligus mendukung tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kata kunci: Makanan Bergizi Gratis, Ketahanan Pangan, Pendidikan, Keadilan Sosial, Pembangunan Berkelanjuta
Model Konseling Qalbun Salīm: Konstruksi Teoretis Berdasarkan Integrasi Ayat-ayat Penyucian Jiwa (Q.S. Asy-Syams: 9-10) dan Teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT): The Qalbun Salīm Counseling Model: A Theoretical Construction Based on the Integration of the Verses of Soul Purification (Q.S. Asy-Syams: 9-10) and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Techniques
This article aims to construct an integrative counseling model "Qalbun Salīm" through a conceptual study combining the concept of soul purification (tazkiyatun nafs) in Q.S. Asy-Syams: 9-10 with Cognitive Behavioral Therapy (CBT) techniques. Using an integrative-philosophical approach involving Quranic hermeneutics and conceptual synthesis, this study yields a theoretical model with four pillars: spiritual awareness (al-waʿī), tawhid-based cognitive restructuring, directed behavioral change (al-ʿamal al-ṣāliḥ), and continuous evaluation (muḥāsabah). This model offers a coherent framework for counseling practice sensitive to Islamic culture and spirituality, while contributing to the enrichment of Islamic psychology and the expansion of cross-cultural CBT perspectives. Implications include recommendations for empirical research to validate the model and develop counselor training modules integrating clinical competence with spiritual understandin
Kegiatan Gerak dan Lagu sebagai Upaya Mengembangkan Koordinasi Motorik Kasar Anak di Taman Kanak-kanak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kegiatan gerak dan lagu sebagai upaya mengembangkan koordinasi motorik kasar anak Kelompok A di TK Al-Ihsan, Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gerak dan lagu mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, seperti keseimbangan, koordinasi tangan dan kaki, serta kemampuan mengikuti ritme. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif pada perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatnya kepercayaan diri, kerja sama, dan interaksi antar teman. Guru berperan penting dalam memberikan instruksi jelas, variasi gerakan, serta lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga anak dapat berpartisipasi aktif. Secara keseluruhan, gerak dan lagu terbukti menjadi strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar secara holistik pada anak usia din
Edukasi Lingkungan tentang Bahaya Pembakaran Sampah Liar dan Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Kompos di Desa Karanglo
Abstract
Environmental education activities regarding the dangers of illegal waste burning and the use of organic waste as compost in Karanglo Village aimed to raise public awareness of the negative impacts of waste burning on health and the environment, as well as to optimize organic waste management through composting. The implementation method includes preparation, socialization and training, and evaluation. Results showed an increase in public understanding of the dangers of toxic gases from waste burning and skills in processing organic waste into compost. This program is expected to reduce the practice of illegal waste burning and encourage the implementation of a circular economy through the use of compost for agriculture.
Keywords: Socialization, Training, Compost Making, Organic Waste.
Abstrak
Kegiatan edukasi lingkungan mengenai bahaya pembakaran sampah ilegal dan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos di Desa Karanglo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi dan pelatihan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang bahaya gas beracun dari pembakaran sampah dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos. Program ini diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran sampah ilegal dan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kompos untuk pertanian.
Kata kunci: Sosialisasi, Pelatihan, Pembuatan Pupuk Kompos, Sampah Organik
Manajemen Pondok Pesantren di Era 5.0: Mengoptimalkan Pendidikan Berbasis Teknologi dan Inklusi
Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional di Indonesia, perlu mengalami transformasi yang signifikan untuk menghadapi era 5.0. Pada era 5.0 ini perlu adanya integrasi teknologi digital dalam semua aspek kehidupan, termasuk didalamnya adalah manajemen pendidikan di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pondok pesantren yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan pendidikan pondok pesantren di era 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan yakni dengan mengumpulkan serta menganalisis berbagai sumber literatur yang berupa artikel jurnal, buku, ataupun penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam beradaptasi dengan era 5.0 manajemen pondok pesantren perlu menekankan inovasi, inklusi, dan pengembangan yang berkelanjutan. Diantaranya dengan transformasi Manajemen di Pondok Pesantren, Teknologi dalam Pengelolaan Administrasi dan Komunikasi, Inklusi dan Diversitas dalam Pendidikan, dan Pendidikan Karakter sebagai modal kesiapan abad 21. Dengan mengintegrasikan teknologi, mendorong inklusi, dan memperkuat kolaborasi, pondok pesantren dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat. Transformasi ini bukan hanya tentang meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga tentang menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang mendalam
Telaah Praktik Pewarisan Beda Agama Menurut Wahbah Al-Zuhaily (Studi Kasus Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri)
Pewarisan adalah peralihan antara harta pewaris kepada ahli waris yang masih hidup. Berdasarkan observasi yang dilakukan, di Desa Tanon terdapat beragam agama dan budaya. Mayoritas masyarakat di Desa Tanon beragama Islam, sedangkan agama yang minoritas di Desa Tanon adalah agama Hindu, Katolik, dan Budha. Dalam fenomena ini, ada pendapat yang tidak memperbolehkan pewarisan beda agama, yakni menurut pendapat Wahbah Al-Zuhaily. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris yaitu metode penelitian yang menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia, baik berupa perilaku verbal yang didapat dari wawancara, observasi dan dokunmensi. Dan data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dan disimpulkan. Hal ini bertujuan untuk menganalisis pewarisan beda agama pada keluarga Islam di Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, dan untuk menganalisis praktik pewarisan beda agama pada keluarga Islam di Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri menurut pendapat Wahbah Al-Zuhaily
Strategi Pelatihan dan Pengembangan Guru di Era Kecerdasan Buatan (AI) untuk Optimalisasi Sumber Daya Manusia
Advances in technology, especially artificial intelligence (AI), have dramatically changed the field of education. Teachers now not only teach, but also help students use technology to enhance their learning. This study examines methods of training and developing teachers to adapt to the AI era and optimize HR in schools. The main problems faced by teachers are limited infrastructure, their inability to use technology, and lack of pedagogical understanding of the application of AI. Therefore, teachers should be educated about artificial intelligence tools, new pedagogical methodologies, and the value of lifelong learning. This study found that, in addition to the flexibility and adaptability required to improve interaction and personalize learning, the use of AI is also necessary for effective training. In addition, the successful use of AI in schools also depends on the collaboration between technology and pedagogy and adequate infrastructure support. It is expected that properly trained teachers can utilize AI to create more effective and interactive learning experiences, improve the quality of education, and produce human resources who are ready to face the challenges of the digital era