e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DISKUSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN SIDOARJO: The Effect Of Discussion Learning Methods On Students\u27 Learning Motivation In Islamic Religious Education Subjects At Sma Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo
This research aims to determine the effect of the discussion learning method on students\u27 learning motivation in Islamic religious education subjects at SMA Wachid Hasyim 2, Taman Sidoarjo. The research method used is quantitative with an Ex Post Facto approach, where the researcher does not manipulate variables. Primary data was obtained from a questionnaire distributed to 119 class XI students, with 9 statement items for the variables of discussion learning methods and learning motivation. Testing the validity and reliability of the instrument using SPSS version 26 shows that all items are valid and reliable. Data were analyzed using simple linear regression and a t-test. The results showed that the discussion learning method had a significant effect on students\u27 learning motivation, with a significance value of 0.000. The coefficient of determination shows that the discussion method explains 40.3% of the variation in learning motivation, while the rest is influenced by other factors, variations in student learning motivation, but there are still other factors that need to be explored furthe
PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDADOGIK GURU DI TKS BUSTANUDDIN GALIS PAMEKASAN
Supervisi dalam dunia Pendidikan khususnya pada Lembaga Pendidikan sangat perlu dilakukan, karena sebagai bentuk pembinaan dan juga pengawasan kepada guru dalam system pembelajarannya yang ada di kelas. sorang pendidik yang ada di Lembaga Pendidikan memerlukan sebuah pengembangan terhadap system pembelajaran yang digunakan. Sehingga adanya supervisi kepala sekolah disini mampu menjadi sebuah tolak ukur serta bahan evaluasi bagi guru. Dalam penelitian ini, peneliti mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif yang menghasilkan temuan terkait pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi pedadogis guru yakni kepala sekolah selain memberikan sebuah penilaian dan pengawasan kepala sekolah juga memberikan sebuah pembinaan, bimbingan dan juga motivasi kepada guru sebagai bentuk peningkatan kompetensi yang dimikili guru. Faktor pendukung dan juga hasil pelaksanaan yaitu dengan adanya Kerjasama antara kepala sekolah dengan guru dan juga membangun komonikasi yang efektif, Dengan demikian, kepala sekolah dapat memberikan bimbingan serta motivasi kepada para guru. Namun dalam pelaksanaanya juga terdapat hasil dalam pelaksanaan supervisi kepala sekolah yaitu sudah memiliki keprofesionalan tinggi dan juga sudah memiliki kompetensi yang berkembang sehingga dalam kegiatan sistem pembelajarannya sudah menerapkan kegiatan belajar yang efekti
Quality Control in HR Management: Ensuring Accreditation in Higher Education
The aim of this research is to analyze more deeply the implementation of the Quality Control concept in Human Resources (HR) management in higher education, as well as its influence on the sustainability of accreditation quality. In this research, several methods were used to produce findings from the research, namely conducting interviews with related parties, such as the Chancellor or Rectorate, lecturers, administrative staff, as well as the Coordinator or Head of the Study Program. to collect data related to the implementation of a data-based Quality Control system in monitoring lecturer suitability standards, teaching quality and human resource welfare. The results of this research show that effective implementation of Quality Control can increase openness and continuous monitoring of HR performance, which can provide support for meeting accreditation standards and improving the quality of education. The impact of this research is the importance of structured and data-based human resource management in order to directly ensure the sustainability of accreditation quality in higher education, as well as strengthening quality management practices that are easily adaptable to developments and can adjust according to educational needs
Pendampingan Pembuatan Tas Cantik dari Sampah Plastik
Abstract
Assistance in training on making beautiful bags from plastic waste aims to provide insight and knowledge to the residents of Salamwates Village, Dongko District, Trenggalek Regency regarding environmental protection. It is hoped that this training can increase income in the form of profits (money). The waste that has been a problem all this time can be recycled back into something of value and worth. One of the main goals of the steps to make beautiful bags is to reduce the amount of plastic that ends up in landfills or pollutes the environment. By processing plastic waste into bags, this can indirectly reduce the volume of plastic that must be thrown away and minimize its negative impact on the environment. In the training process for making beautiful bags from plastic waste, there are no problems, namely difficulties in applying the procedures for making them, the thing that is difficult to do is when attaching the end of the lid of one plastic cup to another, but with the patience of the mothers and done repeatedly, finally the process runs well.
Keywords: Training, Plastic Waste, beautiful bag.
Abstrak
Pendampingan pembuatan tas cantik dari sampah plastik bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada warga Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek terhadap perlindungan lingkungan. Dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan berupa cuan (uang). Sampah yang menjadi permasahalan selama ini, bisa didaur ulang kembali menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga. Salah satu tujuan utama dari langkah-langkah membuat tas cantik adalah untuk mengurangi jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari lingkungan. Dengan mengolah sampah plastik menjadi tas, maka secara tidak langsung hal tersebut dapat mengurangi volume plastik yang harus dibuang dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Didalam proses pelatihan pembuatan tas cantik dari sampah plastik ini tidak luput dari masalah yaitu kesulitan dalam menerapkan tata cara pembuatanya, hal yang sulit untuk dilakukan yaitu pada saat pengaitan antara ujung tutup gelas plastik yang satunya dengan yang lain, tetapi dengan ketelatenan para ibu-ibu dan dilakukan berulang kali akhirnya proses berjalan dengan baik.
Kata Kunci: Pendampingan, Sampah Plastik, Tas Cantik
Transformasi Pembelajaran PAUD Melalui Seni: Membangun Kreativitas dan Ekspresi Anak dengan Pendekatan Inovatif
Abstract
This study aims to evaluate the impact of implementing art-based learning at RA Hidayatul Islamiyah Tuban through a community service program. The results show positive changes in teaching methods, children\u27s engagement, teacher readiness, and the support of parents and the community. Initially conventional, the learning approach has become more interactive through the integration of art, such as storytelling with illustrations, collage art, music, and role-playing, which promote children\u27s creative expression and social interaction. Teacher training enhanced their ability to integrate art into the curriculum, while outreach efforts to parents strengthened their participation in supporting children\u27s artistic activities. Theoretically, this approach aligns with the developmental theories of Piaget, Vygotsky, and Erikson, as well as the principles of Montessori and Reggio Emilia, which emphasize independent exploration and the documentation of learning processes. Therefore, this study concludes that art-based learning contributes positively to early childhood development and should be sustainably implemented in the early childhood education curriculum.
Keywords: arts-based learning, creativity, developmental theory.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi pembelajaran berbasis seni di RA Hidayatul Islamiyah Tuban melalui program pengabdian masyarakat, dengan hasil yang menunjukkan perubahan positif dalam metode pembelajaran, keterlibatan anak, kesiapan guru, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Pembelajaran yang semula konvensional kini menjadi lebih interaktif melalui penerapan seni, seperti storytelling dengan ilustrasi, seni kolase, musik, dan permainan peran, yang mendorong ekspresi kreatif serta interaksi sosial anak. Pelatihan bagi guru meningkatkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan seni ke dalam kurikulum, sementara sosialisasi kepada orang tua memperkuat partisipasi mereka dalam mendukung aktivitas seni anak. Secara teoritis, pendekatan ini sejalan dengan teori perkembangan Piaget, Vygotsky, dan Erikson, serta prinsip Montessori dan Reggio Emilia, yang menekankan eksplorasi mandiri dan dokumentasi proses belajar. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran berbasis seni berkontribusi positif terhadap perkembangan anak usia dini dan perlu diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum PAUD.
Kata Kunci: pembelajaran berbasis seni, kreativitas, teori perkembangan
Pendampingan Orang Tua dan Anak dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Kolase Mamamia di TK Ihyaul Ulum Lamongan
Abstract
The low involvement of parents in assisting early childhood creative activities is still an important issue in the world of children\u27s education. The focus of this service is to increase the active role of parents in developing children\u27s creativity through mammal collage activities. The purpose of this pkm is to empower parents and children to create fun and meaningful educational interactions through the media of Mamamia collage. This service was carried out at Ihyaul Ulum Lamongan Kindergarten involving 30 parents and 30 children aged 4-6 years. The approach used is Participatory Action Research (PAR), with implementation methods in the form of socialization, Mammomia collage training, collaborative practices of parents and children, and participatory evaluation. The results of the service showed an increase in parental involvement in the child\u27s learning process at school and the formation of closer communication between parents and children. It can be concluded that this pkm activity is effective in encouraging family involvement in early childhood education and building collective awareness towards social transformation in the PAUD environment.
Keywords: Children\u27s Creativity, Mammal Collage, Early Childhood Education.
Abstrak
Rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas kreatif anak usia dini masih menjadi isu penting dalam dunia pendidikan anak. Fokus pengabdian ini adalah meningkatkan peran aktif orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan kolase mamamia. Tujuan pkm ini dalah mendampingi orang tua dan anak untuk menciptakan interaksi edukatif yang menyenangkan dan bermakna melalui media kolase Mamamia. Pengabdian ini dilakukan di TK Ihyaul Ulum Lamongan dengan melibatkan 30 orang tua dan 30 anak usia 4–6 tahun. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan metode pelaksanaan berupa sosialisasi, pelatihan kolase Mamamia, praktik kolaboratif orang tua dan anak, serta evaluasi partisipatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran anak di sekolah dan terbentuknya komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan anak. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pkm ini efektif dalam mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak usia dini serta membangun kesadaran kolektif menuju transformasi sosial di lingkungan PAUD.
Kata Kunci: Kreatifitas Anak, Kolase Mamamia, PAU
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING OLEH GURU FIKIH PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT: Implementation of Problem-Based Learning Method by Fikih Teachers for Students of Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bima City Nusa Tenggara Barat
This study examines the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) method in learning Jurisprudence at MIN Bima City. PBL is known to be effective in improving concept understanding and critical thinking skills. This research is different from previous studies which mostly discuss PBL in the context of general education, while the focus of this research is learning Jurisprudence at the madrasah ibtidaiyah level. The method used in this research is qualitative. While data collection techniques through classroom observation, interviews with teachers, and documentation. The results showed that the implementation of the PBL method in learning Jurisprudence at MIN Bima City was in the form of project-making tasks, such as making ablution and prayer guides. PBL proved to be effective as shown by a number of indicators: Student Involvement, Student Enthusiasm, Understanding of Jurisprudence Concepts, Student Learning Experience and Teacher\u27s Role as Facilitator. While the challenges of applying the PBL method include limited facilities, teacher readiness and time management. The implication of this research is the need for training for teachers in designing and adapting the PBL method, so that it is more effective in improving the quality of Jurisprudence learning in madrasah ibtidaiyah.
Penelitian ini mengkaji implementasi metode Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Fikih di MIN Kota Bima. PBL dikenal efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas PBL dalam konteks pendidikan umum, sedangkan fokus penelitian ini adalah pembelajaran Fikih di tingkat madrasah ibtidaiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode PBL dalam pembelajaran Fikih di MIN Kota Bima berupa tugas pembuatan proyek, seperti Membuat Panduan Wudhu dan Shalat. PBL terbukti efektif yang ditunjukkan oleh sejumlah indikator: Keterlibatan Siswa, Antusiasme Siswa, Pemahaman Konsep Fikih, Pengalaman Belajar Siswa dan Peran Guru sebagai Fasilitator. Sedangkan tantangan penerapan metode PBL antara lain keterbatasan fasilitas, kesiapan guru dan manajemen waktu. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pelatihan bagi guru dalam merancang dan mengadaptasi metode PBL, agar lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah.
Kata Kunci : Fikih; Madrasah Ibtidaiyah; Metode PBL; Problem Based Learning
PENGARUH PROGRAM PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA GURU LAZUARDI GLOBAL COMPASSIONATE SCHOOL DEPOK
Keberhasilan pendidik dan personel dalam lembaga pendidikan merupakan penentu penting prestasi akademik. Pendidik kaliber tinggi dan staf pendukung yang mahir berperan penting dalam menumbuhkan suasana belajar yang kondusif. Faktor penting yang mendorong pertumbuhan profesional pendidik adalah motivasi mereka di tempat kerja, yang dapat ditingkatkan melalui inisiatif pelatihan yang ditargetkan. Program pelatihan yang disesuaikan dengan persyaratan khusus pendidik dapat menambah basis pengetahuan, keahlian, dan disposisi etika mereka, yang kemudian mempengaruhi efektivitas pedagogis mereka. Upaya penelitian ini berusaha untuk menyelidiki (1) dampak program pelatihan terhadap kinerja pendidik di Lazuardi Global Compassion School, (2) pengaruh program pelatihan terhadap tingkat motivasi pendidik, (3) hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pendidik, dan (4) peran program pelatihan dalam mempengaruhi kinerja pendidik melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan sampel yang terdiri dari 86 peserta, termasuk semua pendidik dari Lazuardi Global Compassion School, Depok, yang mencakup divisi TK, SD, dan SMP, yang terlibat pada tahun akademik 2024/2025, menggunakan teknik sampling jenuh. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) program pelatihan menghasilkan hasil positif, meskipun tanpa dampak yang signifikan secara statistik pada kinerja pendidik, (2) program pelatihan secara signifikan dan positif mempengaruhi motivasi kerja pendidik, (3) motivasi kerja menunjukkan korelasi positif dan signifikan secara statistik dengan kinerja pendidik, dan (4) program pelatihan memengaruhi kinerja pendidik melalui variabel mediasi motivasi kerja.
THE URGENCY OF EDUCATIONAL FACILITIES AND INFRASTRUCTURE MANAGEMENT IN RESPONDING TO THE CHALLENGES OF THE TIMES
Education is not only about learning and skills but also a planned effort to develop the individual. The success of education is highly dependent on the effectiveness of the learning process which is influenced by various factors, including the availability of adequate facilities and infrastructure. Infrastructure is a supporting facility that is not used directly, such as classrooms, laboratories, and libraries, while educational facilities are tools and equipment used directly in the teaching and learning process, including computers, books, and stationery. Ensuring a smooth teaching and learning process requires efficient management of infrastructure and facilities. This includes planning, inventorying, structuring, utilization, maintenance and periodic elimination. Using the literature study methodology, this research gathered information from various sources, including books, journals, and other relevant references. The findings of this study highlight the importance of managing infrastructure and facilities well to facilitate an efficient teaching and learning process. Good management is expected to overcome the challenges in managing school facilities and contribute optimally to the education process.
Keywords: Education Management; Facilities and Infrastructure; Management of Facilities and Infrastructure.
Abstrak
Pendidikan tidak hanya mencakup tentang pembelajaran dan keterampilan, tetapi juga merupakan Upaya terencana untuk mengembangkan individu secara menyeluruh. Hal ini meliputi peneneman nilai-nilai dan asimilasi pengetahuan untuk membentuk pribadi yang utuh, keberhasilan Pendidikan sangat bergantung pada efektivitas proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai factor, termasuk ketersedian sarana dan prasarana yang memadai. Prasarana adalah sarana penunjang yang tidak digunakan secara langsung, seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, sedangkan sarana pendidikan adalah alat dan perlengkapan yang digunakan langsung dalam proses belajar mengajar, antara lain komputer, buku, dan alat tulis. Menjamin kelancaran proses belajar mengajar memerlukan pengelolaan infrastruktur dan fasilitas yang efisien. Hal ini mecakup perencanaan, inventarisasi, penataan, pemanfaatan, pemeliharaan dan penghapusan secara berkala. Dengan menggunakan metodologi studi literatur, penelitian ini mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, dan referensi terkait lainnya. Temuan studi ini menyoroti betapa pentingnya mengelola infrastruktur dan fasilitas dengan baik untuk memfasilitasi proses belajar mengajar yang efisien. Manajemen yang baik diharapkan dapat mengatasi tantangan dalam pengelolaan fasilitas sekolah dan memberikan kontribusi optimal bagi proses Pendidikan.
Kata Kunci: Manajemen Pendidikan; Sarana dan Prasarana; Pengelolaan Sarana dan Prasarana
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP IMPLEMENTATION BY MADRASAH PRINCIPALS TO ENHANCE GRADUATE QUALITY IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS
In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions such as madrasahs face significant challenges in enhancing graduate quality to ensure their competitiveness. Transformational leadership, recognized for its ability to inspire and empower staff, has become an essential approach for creating a dynamic and progressive educational environment. This study aims to answer the question of how transformational leadership practices of madrasah principals can improve graduate quality. Using a descriptive qualitative research method, this study examines the four main components of transformational leadership, as proposed by Bernard M. Bass: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Findings from Madrasah Aliyah Al-Jawami reveal that the madrasah principal plays a crucial role in inspiring and motivating both teachers and students through exemplary behavior, empowerment, and inclusive communication. The impact of this transformational leadership is evident in the improved quality of graduates, both academically and in non-academic skills, preparing them for challenges beyond school. These findings suggest that implementing transformational leadership can be an effective strategy for enhancing educational quality in Islamic institutions.
Keywords: Leadership; Transformational; Graduate Quality
Abstrak
Dalam era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam seperti madrasah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu lulusan agar siap bersaing secara baik. Kepemimpinan transformasional, yang dikenal mampu menginspirasi dan memberdayakan staf, menjadi pendekatan penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana praktik kepemimpinan transformasional kepala madrasah dapat meningkatkan kualitas lulusan? Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji empat komponen utama kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual yang dikemukakan oleh Bernard M. Bass. Hasil penelitian di Madrasah Aliyah Al-Jawami menunjukkan bahwa kepala madrasah memainkan peran penting dalam menginspirasi dan memotivasi guru serta siswa melalui keteladanan, pemberdayaan, dan komunikasi yang inklusif. Dampak kepemimpinan transformasional ini terlihat pada peningkatan mutu lulusan, baik secara akademis maupun dalam keterampilan non-akademik, yang mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di luar sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan islam.
Kata Kunci: Kepemimpinan; Transformasional; Mulu Lulusan