e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
Strategi Pengembangan Kurikulum Tingkat Lembaga Pendidikan Berbasis Moderasi Beragama di Madrasah Ibtidaiah Al-Asyhar Malang
Islamic educational institutions must be serious in producing students who have a moderate attitude in practicing religion, so it is important to conduct an in-depth study of the systematic efforts of educational institutions carried out by MI Al-Asyhar Malang, both related to the integration of religious moderation values in the development of educational curriculum and related to the forms of activities in implementing programs that emphasize strengthening the values of religious moderation. This study utilizes a qualitative approach with a case study type, and uses interview, observation, and documentation data collection techniques. The results of this study indicate that 1) the integration of religious moderation values is described in the development of a curriculum that focuses on intracurricular, co-curricular, and extracurricular; and 2) the institution carries out several activities that can strengthen the values of religious moderation, including integrated learning, flag ceremonies, commemoration of religious holidays, social services, scouting activities, competitions, and the habituation of commendable attitudes
Implementasi Etika Islam (Ilmu Hal) dalam Kitab Ta\u27lim Al-Muta\u27allim: Strategi Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Qur\u27an Singosari
This research is motivated by the phenomenon in contemporary Islamic education where many people have knowledge but do not practice it (al-\u27alim ghairu al-\u27amil), so Ilmu Hal as a religious foundation that includes akidah, fiqh, and morals becomes a strategic solution to shape the character of santri. This study aims to analyze the implementation of Ilmu Hal from the book of Ta\u27lim al-Muta\u27allim in shaping the character of students and identify the supporting and inhibiting factors at Hidayatul Qur\u27an Islamic Boarding School in Singosari Malang. With a descriptive qualitative approach and case study method, data were collected through in-depth interviews with 10 informants (ustadz and santri), participatory observation, and document study, then analyzed interactively through data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the implementation of Hal Science is realized in four domains: (1) to God through orderly worship such as congregational prayer and recitation of the Qur\u27an, (2) to teachers through respect and obedience, (3) to fellow students through social solidarity, and (4) to society through polite communication, with the main supporting factors in the form of exemplary ustadz and positive habituation, while the main inhibiting factor is the influence of a less conducive external environment
Evaluasi Pembelajaran Coding Scratch Berbasis Computational Thinking dengan Model Kirkpatrick di Sekolah: Coding Scratch Learning Evaluation based on Computational Thinking with the Kirkpatrick Model in Schools
Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana program pembelajaran coding dengan menggunakan platform Scratch yang telah diterapkan di SMP Negeri 2 Kamang Magek sejak tahun 2022 berjalan secara efektif. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran ini mengacu pada Computational Thinking, dan proses evaluasinya mengadopsi model Kirkpatrick yang mencakup empat tingkat penilaian: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Coding dianggap sebagai salah satu kemampuan esensial di era abad ke-21 karena mampu mengasah logika, pola pikir terstruktur, dan kreativitas siswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi. Evaluasi dilakukan melalui berbagai instrumen seperti survei kepuasan peserta, tes sebelum dan sesudah pembelajaran, observasi terhadap proyek yang dihasilkan siswa, serta analisis terhadap dampak program terhadap minat mereka dalam bidang STEM dan penerapan keterampilan coding dalam mata pelajaran lain. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran coding ini mendapatkan tanggapan positif dari siswa, adanya peningkatan pengetahuan mengenai konsep coding, dan perbaikan dalam perilaku seperti kemampuan berpikir logis dan keterlibatan dalam proyek teknologi. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya, antara lain waktu pembelajaran yang terbatas, perbedaan tingkat pemahaman antar siswa, kendala bahasa pada istilah pemrograman, keterbatasan perangkat yang dimiliki siswa, serta kebutuhan akses internet. Temuan dari evaluasi ini memberikan wawasan komprehensif mengenai keunggulan dan tantangan dari implementasi pembelajaran coding, serta menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan digital di sekolah.
Telaah Kritis Kurikulum Inklusi dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu: (Critical Review of Inclusive Curriculum in Learning for Children with Special Needs at Integrated Islamic Elementary School)
This study aims to critically examine the implementation of an inclusive curriculum in learning for children with special needs at MI Ar-Roihan Lawang. The background of this study is based on the issue of gender equality and the right to education for all Indonesian people. MI Ar-Roihan is interesting because not all schools, especially madrasahs, implement an inclusive system. This study uses a descriptive qualitative method to explore aspects of implementing the inclusive curriculum. The results of the study show: (1) psychological tests were conducted to determine the abilities and obstacles of students; (2) each class has a special learning style, including a special therapy class for children with special needs; and (3) learning objectives for children with special needs are adjusted to certain limits that are different from children in general. This study provides an original contribution in explaining how inclusive madrasahs can be implemented and have a positive impact on society while opening up opportunities for further studies on inclusion in religious-based educational institutions
Pendampingan Penulisan Teks Berita Melalui Pendekatan Wacana dan AI di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang
Abstract
The community service was carried out at the Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang which focused on improving abilities of santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang in writing news texts and media releases. The methods used are interactive training and intensive mentoring. In the training and mentoring process, the material presented is about News Texts in Public Discourse, Emotions in Journalism, Creativity in News Writing, and Artificial Intelligence Journalism. The results of this community service activity show some indicators of achievement in increasing the ability of Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang students in writing news texts and media releases. The community service activity also has a positive impact on this institution whose activities can be covered and reported on in real time through the institution official website and social media accounts.
Keywords: Al-Hikam Malang, Media Release, News Text, Training
Abstrak
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang yang berfokus pada peningkatan kemampuan santri dalam menulis teks berita dan rilis media. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif dan pendampingan intensif. Dalam proses pelatihan dan pendampingan, materi yang disampaikan tentang Teks Berita dalam Wacana Publik, Emosi dalam Jurnalistik, Kreativitas Menulis Berita, dan Jurnalistik Artificial Intelegence. Hasil dalam kegiatan pengabdian ini menunjukkan indikator capaian peningkatan kemampuan santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dalam penulisan teks berita dan rilis media. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan dampak positif terhadap pesantren yang kegiatan-kegiatannya dapat diliput dan diberitakan secara aktual melalui laman (website) dan akun sosial media resmi pesantren.
Kata Kunci: Al-Hikam Malang, Rilis Media, Teks Berita, Pelatiha
Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Kenjo Banyuwangi
Abstract
A clean environment is not only beneficial for health, but also reflects a family\u27s adequate and sustainable access to income and resources to meet its basic needs, such as food, clean water, public services, education, housing, community participation, and social integrity. This healthy environment awareness activity is very important in fostering motivation within the community, especially within families. Therefore, more intensive and relatively long-term guidance is needed to ensure the assistance is more effective. The community service students (KKN) have taken steps to address this issue. Their efforts include organizing awareness campaigns on healthy environments and waste management, encouraging the community to maintain cleanliness by conducting regular "Clean Friday" activities, and installing trash bins in areas frequently visited by many residents.
Keywords: Enhancing Public Awareness, Environment Cleanliness, Kenjo
Abstrak
Lingkungan yang bersih tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mencerminkan akses keluarga yang memadai dan berkelanjutan terhadap pendapatan dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makanan, air bersih, layanan publik, pendidikan, perumahan, partisipasi dalam masyarakat, dan integritas sosial. Kegiatan penyadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat ini sangat penting untuk menumbuhkan motivasi di dalam masyarakat, terutama dalam lingkup keluarga. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang lebih intensif dan relatif jangka panjang agar pendampingan dapat berjalan lebih efektif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah mengambil langkah-langkah untuk menangani permasalahan ini. Upaya mereka meliputi penyelenggaraan kampanye penyadaran akan pentingnya lingkungan sehat dan pengelolaan sampah, mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan melalui kegiatan rutin “Jumat Bersih”, serta pemasangan tempat sampah di area yang sering dikunjungi oleh banyak warga.
Kata kunci: Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, Kebersihan Lingkungan, Kenjo
STRENGTHENING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ RELIGIOUS CHARACTER THROUGH A CONTEXTUAL-BASED ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION MODEL
Religious character is an essential aspect that must be considered in the learning process because strong religious values can serve as a safeguard against anarchic attitudes, moral decline, and various criminal behaviors commonly found in primary education. Therefore, this study focuses on: (1) how a contextual‑based Islamic Religious Education (PAI) learning model is implemented to strengthen the religious character of elementary school students; (2) the strategies used by PAI teachers to develop and reinforce students’ religious character through contextual learning; and (3) the implications of applying the contextual PAI model on strengthening students’ religious character. Islamic Religious Education as a problem‑solving approach cannot be effective if taught merely textually; it needs to be presented contextually. This research employs a qualitative approach with observation, interviews, and documentation as data collection methods, and uses Miles and Huberman’s data analysis techniques, including data grouping, data processing, data verification, and conclusion drawing. The results of the study produced: (1) a contextual‑based PAI learning model for forming students’ religious character; (2) teacher strategies in shaping students’ religious character; and (3) the implications of the contextual PAI model for strengthening students’ religious character
BRANDING STRATEGY FOR DARUL ISLAH TAHFIDZ HOUSE THROUGH SOCIAL MEDIA AND PRINT MEDIA
This study aims to analyze the branding strategy implemented by Rumah Tahfidz Darul Islah in building its institutional image in the digital era. Amidst limitations in resources and underutilization of both social and printed media, the institution must design an effective and relevant approach to become more widely recognized by the public. This research employs a descriptive qualitative method using a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that although the institution has a well-structured tahfidz program and a supportive environment, the absence of social media presence and printed promotional materials remains a major barrier to public outreach. Community involvement, alumni participation, and enhancement of visual communication play a significant role in the branding process. An effective branding strategy not only boosts the institution’s appeal but also contributes to character development, learning motivation, and the long-term reputation.
Keywords: Branding, Tahfidz House, Social Media, Educational Institution, Print Media.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang diterapkan oleh Rumah Tahfidz Darul Islah dalam membangun citra kelembagaan di era digital. Di tengah tantangan keterbatasan sumber daya dan belum optimalnya pemanfaatan media sosial maupun cetak, lembaga ini perlu merancang pendekatan yang efektif dan relevan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki program tahfidz yang terstruktur dan lingkungan yang mendukung, belum tersedianya media sosial dan brosur promosi menjadi hambatan utama dalam menjangkau publik. Pelibatan masyarakat, alumni, dan penguatan peran komunikasi visual menjadi poin penting dalam strategi branding. Branding yang efektif bukan hanya meningkatkan daya tarik lembaga, tetapi juga mendorong pertumbuhan karakter, semangat belajar, dan reputasi jangka panjang.
Kata Kunci: Branding, Rumah Tahfidz, Media Sosial, Lembaga Pendidikan, Media Ceta
Pengambangan Gamifikasi Sebagai Media Promosi Perpustakaan SMP Mardi Yuana Cilegon
Perpustakaan Nirmala SMP Mardi Yuana Cilegon telah mengimplementasikan permainan digital Ular Tangga sebagai media promosi layanan. Penggunaan gamifikasi, yaitu penerapan elemen permainan untuk memecahkan masalah, bertujuan untuk menarik perhatian siswa dan membuat mereka memahami layanan perpustakaan dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode Game Development Life Cycle (GDLC) yang sistematis dan terdiri dari enam tahapan: inisiasi (penentuan masalah dan konsep), pra-produksi (pembuatan desain dan narasi), produksi (pembuatan visual, audio, dan kode), pengujian (mencari kesalahan teknis), beta (uji coba terbatas dengan pengguna), dan rilis (penyempurnaan produk). Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dua dosen ahli di bidang teknologi pendidikan dilibatkan sebagai validator media dan materi, sementara siswa SMP Mardi Yuana Cilegon menjadi subjek penelitian. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert dan catatan statistik kunjungan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan, yaitu game Ular Tangga berbasis digital, sangat layak. Uji coba ahli media memperoleh validitas 97%, ahli materi 71,6%, dan uji coba skala kecil 90%. Secara keseluruhan, pengembangan gamifikasi ini terbukti efektif dalam menarik minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Game Ular Tangga ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga media interaktif yang berhasil menyampaikan informasi layanan perpustakaan secara efisien
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Pembelajaran di Prodi MPI
Penelitian ini memaparkan tentang, Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Pembelajaran di Program Studi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Selanjutnya Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analitik yaitu uraian naratif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan secara bertahap, yaitu data reduction, data display, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Proses Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Pembelajaran di Prodi MPI IAIN Curup dilakukan secara kondisional dalam pelaksanaan pembelajaran matakuliah pancasila dan kewarganegaraan, selanjutnya dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab. Hal ini hanya pada tataran menyimak dan menanggapi dalam proses pelaksanaannya bahwa pendekatan yang diterapkan pada pembelajaran yang diajarkan adalah pendekatan deduktif Pendekatan deduktif merupakan pembelajaran yang bersifat penjelasan kepada murid yang bersifat umum, lalu guru diarahkan pada hal bersifat khusus