eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
    534 research outputs found

    Cultivation of Chlorella sp. in broiler chicken waste media and its metabolite profile by GC-MS analysis

    Get PDF
    Broiler Chicken Waste (LTAB) contained Nitrogen, Phosphorus and Potassium. LTAB can be used as an alternative medium for the cultivation of Chlorella sp. In this study, Chlorella sp. was cultured in LTAB at various concentrations (2,4,6,8, and 10%). Growth of Chlorella sp. was measured based on optical density values at a wavelength of 680 nm. Biomass was extracted using chloroform. The extract obtained was identified using Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). LTAB 2% was the best medium for the growth of Chlorella sp. (amongst other concentrations). The highest growth rate was on the 10th day. Based on the results of KG-MS, chloroform extract of Chlorella sp. cultured on LTAB 2% contained oleic acid, methyl ester and gamma-sitosterol.Keywords: Chlorella sp, Medium, Waste, chromatographyABSTRAKKultivasi Chlorella sp. pada media limbah ayam broiler dan profil metabolitnya dengan analisis GC-MSLimbah Ternak Ayam Broiler (LTAB) mengandung Nitrogen, Fosfor dan Kalium. LTAB dapat dijadikan media alternatif untuk kultivasi Chlorella sp. Pada penelitian ini, Chlorella sp. dikultur pada LTAB pada berbagai konsentrasi  (2,4,6,8, dan 10%). Pertumbuhan Chlorella sp. diukur berdasarkan nilai optical density pada panjang gelombang 680 nm. Biomassa  diekstrak menggunakan  kloroform. Ekstrak yang diperoleh diidentifikasi meggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). LTAB 2% merupakan media terbaik untuk  pertumbuhan Chlorella sp. (diantara konsentrasi lainnya). Laju pertumbuhan tertinggi yaitu pada hari ke-10. Berdasarkan hasil KG-MS, ekstrak kloroform Chlorella sp. yang dikultur pada LTAB 2% mengandung senyawa asam oleat, metil ester dan gamma-sitosterol.Kata kunci: Chlorella sp., media, limbah, Kromatograf

    NILAI EKONOMI KEGUNAAN WISATA ALAM SITUGUNUNG TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

    Get PDF
    The Situgunung area has direct usability value as recreation place and natural tourism. This study aims to determine the perception of visitors and the economic value usability on the natural tourism of Situgunung. This research method uses descriptive methods as well as traveling expenses or the Travel Cost Method (TCM). Testing the perception of visitors using validity and reliability tests were analyzed descriptively using a Likert scale and the economic value use was analyzed using the concept of travel cost (TCM). This result of the study indicates the index of visitors’ perceptions of Situgunung Nature Tourism from the beauty is 89,25% very beautiful, the security aspect is 83,5 % very safe, the hygiene aspect is 77,5% very clean, the accessibility aspect is 77,75% very easy, the facility aspect is 74,25% complete. And the economic value of the use of Situgunung Nature Tourism is Rp.49.197.122.816/year, with the average traveling expenses calculated based on the zone or distance from the area from which the visitor came to the tourist location. With the high perception of visitors and the value of economic use of Situgunung Nature Tourism objects, a more professional management is needed without reducing the concept of natural sustainability. Â

    ANALISIS PENERAPAN E-FAKTUR DAN PELAPORAN SPT MASA PPN TERHADAP KEPATUHAN PAJAK (Studi Kasus pada PT Sigma Pikir Teladan)

    Get PDF
    Penelitian dilakukan di PT Sigma Pikir Teladan, sebuah perusahaan dibidang Jasa Konsultan Kehutanan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan e-faktur terhadap pelaporan SPT Masa PPN beserta pelaksanaan pelaporan SPT Masa PPN terhadap perusahaan dan dampaknya terhadap kepatuhan pajak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan untuk kemudian dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Melakukan pembuatan e-faktur atas transaksi yang terjadi, pelaporan SPT Masa PPN dan melakukan analisis tingkat kepatuhan wajib pajak perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN sesuai dengan aturan yang berlaku, lebih mudah cara pengaplikasiannya, menghemat waktu, tidak perlu tandatangan karna sudah ada tandatangan elektronik, dan tidak perlu dicetak. Meskipun terdapat kemudahan tetapi perusahaan mengalami hambatan yang sering muncul adalah kegiatan seperti mengupload pelaporan, gagal dan reject atau kesalahan dalam menginput data. Perusahaan perlu meningkatkan pemahaman user/ karyawan yang bersangkutan dengan diadakannya pelatihan dan penguasaan aplikasi pajak agar pemahaman user/ karyawan semakin meningkat lagi, dan perusahaan memperhatikan waktu setiap pelaporan SPT Masa PPN agar terhindar dari keterlambatan pelapora

    ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI JAHE GAJAH DI TINGKAT PETANI

    Get PDF
    Penelitian tentang analisis pendapatan usahatani jahe gajah di tingkat petani, dilakukan di Kelompok Tani Ridoamanah XIIB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani jahe gajah. Teknik pengambilan sampel yakni dilakukan secara “purposiveâ€. Objek pengambilan sampel penelitian dilakukan terhadap anggota kelompok tani yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus/lapangan. Sedangkan untuk melihat analisis pendapatan usahatani jahe gajah menggunakan rumus R/C ratio, BEP dan profitabilitas yang menjadi acuan suatu pendapatan dan kelayakan usahatani yang dijalankan di kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelompok tani, dapat disimpulkan bahwa usahatani jahe gajah tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan pendapatan sebesar Rp122.970.000, BEP produk sebesar 684,51 kg, BEP harga sebesar Rp 3.802,00/kg, R/C ratio 3,10, dan profitabilitas usahatani jahe gajah dalam penelitian ini sebesar 2,15%. Upaya meningkatkan pendapatan usahatani sebaiknya petani jahe gajah menerapkan teknologi terbaru dan menambah luasan tanam untuk meningkatkan produksi jahe gajah.Penelitian tentang analisis pendapatan usahatani jahe gajah di tingkat petani, dilakukan di Kelompok Tani Ridoamanah XIIB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani jahe gajah. Teknik pengambilan sampel yakni dilakukan secara “purposiveâ€. Objek pengambilan sampel penelitian dilakukan terhadap anggota kelompok tani yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus/lapangan. Sedangkan untuk melihat analisis pendapatan usahatani jahe gajah menggunakan rumus R/C ratio, BEP dan profitabilitas yang menjadi acuan suatu pendapatan dan kelayakan usahatani yang dijalankan di kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelompok tani, dapat disimpulkan bahwa usahatani jahe gajah tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan pendapatan sebesar Rp122.970.000, BEP produk sebesar 684,51 kg, BEP harga sebesar Rp 3.802,00/kg, R/C ratio 3,10, dan profitabilitas usahatani jahe gajah dalam penelitian ini sebesar 2,15%. Upaya meningkatkan pendapatan usahatani sebaiknya petani jahe gajah menerapkan teknologi terbaru dan menambah luasan tanam untuk meningkatkan produksi jahe gajah

    PENGARUH PERLAKUAN PERENDAMAN TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG TALAS BOGOR (Colocasia esculenta L. Schott) PADA KLON YANG BERBEDA

    Get PDF
    Talas Bogor (Colocasia esculenta L. Schott) merupakan salah satu ikon Kota Bogor.  Hal yang kurang disukai dari talas bogor adalah adanya kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal pada kulit, mukosa mulut, dan kerongkongan. Salah satu cara untuk menghilangkan rasa gatal pada talas adalah dengan merendam talas selama satu malam di dalam air, namun, metode perendaman yang paling efektif dan pengaruhnya terhadap karakteristik tepung talas belum diketahui. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F) dengan dua faktor, yaitu faktor klon dan perendaman. Klon talas bogor yang digunakan klon B-1511 dan B-1023, dipanen pada umur 9 bulan, dikupas, dirajang dan diberi perlakuan perendaman. Perendaman yang dicobakan: kontrol atau tanpa perendaman (K), perendaman dalam air A), dan dalam 5% larutan garam G). Setelah direndam, ditiriskan dan dikeringkan dengan drying oven pada suhu 55o C. Chip yang sudah kering diolah menjadi tepung untuk kemudian dinilai karakteristiknya. Variabel yang diamati adalah rendemen, kadar air, densitas kamba, amilosa, amilopektin, kadar pati, dan kadar kalsium oksalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara klon dan perlakuan perendaman terhadap kadar amilosa, kadar amilopektin dan kadar pati. Perlakuan perendaman dalam larutan garam 5% selama 30 menit dapat menurunkan kadar kalsium oksalat pada tepung talas baik klon B-1511 maupun B-1023.  Rata-rata rendemen tepung pada klon B-1511 26,53% sedangkan untuk klon B-1023 26,40%.Talas Bogor (Colocasia esculenta L. Schott) merupakan salah satu ikon Kota Bogor. Seperti produk hasil pertanian pada umumnya, talas bogor tidak tahan lama disimpan dalam keadaan segar.  Hal yang kurang disukai dari talas bogor adalah adanya kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal pada kulit, mukosa mulut, dan kerongkongan. Salah satu cara untuk menghilangkan rasa gatal pada talas adalah dengan merendam talas selama satu malam di dalam air, namun, metode perendaman yang  paling efektif dan pengaruhnya terhadap karakteristik tepung talas belum diketahui. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F) dengan dua faktor, yaitu faktor klon dan perendaman. Klon talas   bogor yang digunakan  klon B-1511 dan B-1023,  dipanen pada umur 9 bulan, dikupas, dirajang dan diberi perlakuan perendaman. Perendaman yang dicobakan : kontrolatau  tanpa perendaman (K), perendaman dalam air A), dan dalam 5% larutan garam G). Setelah direndam, ditiriskan dan dikeringkan dengan drying oven pada suhu 55 o C.  Chip yang sudah kering  diolah menjadi tepung untuk kemudian dinilai karakteristiknya. Variabel  yang diamati adalah rendemen, kadar air, densitas kamba, amilosa, amilopektin, kadar pati, dan kadar kalsium oksalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara klon dan perlakuan perendaman terhadap  kadar amilosa,  kadar amilopektin dan kadar pati. Perlakuan perendaman dalam larutan garam 5% selama 30 menit dapat menurunkan kadar kalsium oksalat pada tepung talas baik klon  B1511 maupun B 1023.  Rata-rata rendemen tepung pada klon B 1511  26,53 % sedangkan untuk klon B 1023 26,40%

    Screening and morphological observations of endophytic mold origin of pennywort (Centella asiatica (L.) Urban) as extracellular enzyme producer

    Get PDF
    Pennywort is a biological plant that is included in the medicinal plant species. The analysis was carried out to obtain information and to find out that endophytic molds from pennywort (Centella asiatica (L.) Urban) can produce extracellular enzymes (amylase, cellulase, pectinase, protease, glucanase, and laccase). Based on the analysis that has been carried out, several conclusions are obtained, endophytic fungi from pennywort with isolate codes MB 20, MM 1, MM 6, MM 8, and MM 16 capable of producing extracellular amylase enzymes, endophytic fungi from pennywort with isolate codes MM 1, MM 12, MM 16, MM 18, MM 19, MM 20 and MM 21 were able to produce extracellular cellulase enzymes, endophytic fungi from pennywort with isolate codes MB 1, MB 3, MB 4, MB 6, MM 1, MM 9, MM 11, MM 13, MM 14, MM16, MM 19, MM 20 and MM 21 were able to produce extracellular glucanase enzymes, endophytic mold isolates from pennywort were proven to be unable to produce extracellular enzymes laccase, pectinase, and protease, and endophytic molds from pennywort with isolate codes MB 1, MB 20, MM 14 and the MM 16 is capable of producing siderophores.Keywords: Centella asiatica (L.) Urban, extracellular enzymes, endophytic typite, isolatesABSTRAKSkrining pengamatan morfologi kapang endofit asal tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai penghasil enzim ekstraselulerTanaman pegagan merupakan tanaman hayati yang termasuk dalam jenis tanaman obat. Analisis dilakukan untuk mendapatkan informasi dan mengetahui bahwa kapang endofit asal tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dapat menghasilkan enzim ekstraseluler (Amilase, selulase, pektinase, protease, glukanase, dan lakase). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan di peroleh beberapa kesimpulan, diantanya. yaitu kapang endofit asal tanaman pegagan dengan kode isolat MB 20, MM 1, MM 6, MM 8 dan MM 16 mampu menghasilkan enzim amilase ekstraseluler, kapang endofit asal tanaman pegagan dengan kode isolat MM 1, MM 12, MM 16, MM 18, MM 19, MM 20 dan MM 21 mampu menghasilkan enzim selulase ekstraseluler, kapang endofit asal tanaman pegagan dengan kode isolat MB 1, MB 3, MB 4, MB 6, MM 1, MM 9, MM 11, MM 13, MM 14, MM16, MM 19, MM 20 dan MM 21 mampu menghasilkan enzim glukanase ekstraseluler, isolat kapang endofit asal tanaman pegagan terbukti tidak mampu menghasilkan enzim ekstraseluler lakase, pektinase dan protease, dan kapang endofit asal tanaman pegagan dengan kode isolat MB 1, MB 20, MM 14 dan MM 16 mampu menghasilkan siderofor.Kata Kunci: Centella asiatica (L.) Urban, enzim ekstraseluler, kapang endofit,  isolatÂ

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN TEH PUCUK HARUM (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS NUSA BANGSA)

    Get PDF
    Meningkatnya konsumsi minuman ringan terutama di industri teh siap minum yang terjadi di pasar Indonesia membuktikan bahwa pasar teh siap minum memiliki prospek yang cerah. PT Mayora sebagai produsen dengan merek Teh Pucuk Harum melihat peluang tersebut, dan memproduksi teh siap minum dalam kemasan. Salah satu target konsumen Teh Pucuk Harum adalah mahasiswa di lingkungan kampus. Sebagai upaya meningkatkan penjualan, tentu perlu memahami perilaku konsumen sehingga perusahaan mengetahui dan memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengidentifikasi karakteristik konsumen, mengetahui proses pengambilan keputusan membeli, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian Teh Pucuk Harum. Penelitian ini dilakukan di Universitas Nusa Bangsa. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Kemudian dianalisis menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, uang bulanan, pendapatan, pengeluaran per bulan, sumber dana, asal daerah dan tempat tinggal. Pada proses keputusan pembelian, atribut produk sangat dipertimbangkan oleh konsumen. Konsumen melakukan pembelian berdasarkan inisiatif sendiri dan harga. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian berdasarkan hasil analisis faktor adalah faktor produk dan faktor promosi

    Opportunity and benefits of functional food from the sea: A Rewiew

    Get PDF
    Functional food has been believed to prevent and reduce the possibility of chronic diseases such as obesity, diabetes, coronary heart disease, hypertension and cancer. The sea offers resources that can be used as a source of functional food. Research on bioactive compounds from marine life has been carried out, which have biological activity. For example, omega-3 consist of two types of acids, namely docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentanoic acid (EPA), which is contained in fish. Carotenoids and xanthophylls are abundant in macroalgae. Likewise with phenolic compounds and polysaccharides derived from algae. The protein hydrolysate from fish waste which is used as an alternative product has biological activity. Chitin and chitosan were extracted from crustacean shells and marine mollusk. Referring to the diversity of compound bioactivity from marine resources, this review emphasizes more on the potential of functional food ingredients owned by marine resources and their opportunities and benefits..Keywords: Functional food, Marine, Bioactive compounds, Chronic diseases, Biological activityABSTRAKPeluang dan manfaat pangan fungsional dari laut: Telaah PustakPangan fungsional telah dipercayai dapat mencegah dan menurunkan kemungkinan penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, jantung koroner, hipertensi dan kanker. Laut menawarkan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan fungsional. Penelitian mengenai senyawa bioaktif dari biota laut sudah banyak dilakukan yang memiliki aktivitas biologis.  Sebagai contoh, Omega-3 terdiri atas dua jenis asam yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA) yang terkandung pada ikan. Karotenoid dan xantofil yang banyak terkandung pada makroalga. Begitu pun dengan senyawa fenolik dan polisakarida yang berasal dari alga. Hidrolisat protein dari limbah ikan yang dimanfaatkan sebagai produk alternatif memiliki aktivitas biologis. Kitin dan kitosan yang diekstrak dari limbah cangkang krustasea dan moluska laut. Mengacu pada keragaman bioaktivitas senyawa dari sumberdaya kelautan, review ini lebih menekankan pada potensi bahan pangan fungsional yang dimiliki oleh sumberdaya kelautan serta peluang dan manfaatnya.Kata kunci : Pangan fungsional, Laut, Senyawa bioaktif, Penyakit kronis, Aktivitas biiolog

    NILAI USAHA INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU PADA CV SINAR JAYA DI KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

    Get PDF
    Community forests are the source of raw materials for the Primary Wood Forest Products Industry at CV Sinar Jaya in Cigudeg District, Bogor Regency. Optimizing the use of these raw materials can affect the business value of the wood processing industry. The purpose of this study was to determine the yield value and to analyze the business value of sawmill activities at CV. Sinar Jaya. The research method was carried out by means of quantitative analysis methods of collecting production data by direct measurement and interviews as well as calculating the value of economic income obtained from sawmill activities and overall waste utilization, the size of wood raw materials includes 10 centimeters to 30 centimeters with a length of 2 ,8 meters to 3 meters. The results showed that the average yield value is 55%, productivity is 1.51 m3/hour round wood, sawn wood is 0.83 m3/hour production cost is Rp 1,181,600,000.0/year, Income value is Rp. 1,509,600,0000.00/year, net profit value is Rp. 328,000.00/year, the value of marketing costs is Rp. 0 the value of the benefit cost ratio is 1.28/year and the work performance value of logs is Rp. 12,712.89 sawn wood Rp. 22,867.14. To increase the yield, the skills of the sawing workforce must be improved to minimize damage toeach sortimen. In order for business value to increase, productivity must be intensified and the availability of raw materials must be sustainable.Â

    Dinamika Kelompok Tani Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor

    Get PDF
    AbstrakDesa Rumpin, Cipinang, Sukasari, dan Mekasari adalah empat desa pertanian padi sawah. Pada keempat desa ini terdapat 13 kelompok tani difasilitasi oleh satu orang penyuluh namun memiliki dinamika yang bervariasi, yang ditunjukkan oleh perbedaan status perkembangan masing-masing kelompok tani tersebut, yang dikelompokkan menjadi kelas pemula dan kelas lanjut. Peneliti berusaha menjawab permasalahan ini melalui penelitian dengan tujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan dinamika Kelompok Tani Padi Sawah (Oryza sativa L.) Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai November 2020. Populasi adalah kelompok tani lanjut dan pemula sebanyak 80 orang. Selanjutnya pengambilan sampel dari setiap kelompok tani dilakukan secara acak proposional. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan diidentifikasi secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa dinamika kelompok Tani di Kecamatan Rumpin termasuk kategori rendah dan sedang. Dengan tingkat kedinamisan dalam kategori sedang dan rendah tersebut diharapkan anggota kelompok Tani Harapan Maju, Telaga Jaya, Rumpin Indah dan Aul Makmur dapat lebih memotivasi dan menggerakkan anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan kegiatan demi tercapainya tujuan kelompok, dan memahami unsur-unsur dinamika kelompok.AbstractRumpin, Cipinang, Sukasari, and Mekasari villages are four lowland rice farming villages. In these four villages, there are 13 farmer groups facilitated by one extension worker but have varying dynamics, which is indicated by the different development status of each farmer group, which is grouped into beginner and advanced classes. The researcher tries to answer this problem through research with the aim of identifying and describing the dynamics of the Padi Sawah Farmer Group (Oryza sativa L.) Sukasari Village, Rumpin District, Bogor Regency. The research was carried out from October to November 2020. The population was 80 advanced and novice farmer groups. Furthermore, sampling from each farmer group was carried out proportionally randomly. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data obtained from the results of this study will be identified descriptively qualitatively. The results showed that the dynamics of farmer groups in Rumpin sub-district were categorized as low and medium. With the level of dynamics in the medium and low categories, it is hoped that the members of the Harapan Maju, Telaga Jaya, Rumpin Indah, and Aul Makmur farmer groups can motivate and move group members in carrying out activities to achieve group goals and understand the elements of group dynamics.Â

    509

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Nusa Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇