eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
    534 research outputs found

    SOSIALISASI KURIKULUM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) BAGI STAKEHOLDER DI KABUPATEN BIREUEN

    Get PDF
    AbstractCommunity service activities began with the problem of limited S1 graduates in the Social Education field to continue their education to the postgraduate level in Aceh Province, especially in Bireuen Regency. The objectives of community service activities are 1) as a manifestation of the Tridarma of Higher Education lecturers in the Social Science Education Study Program, Postgraduate Program, Almuslim University, 2) to provide feedback on curriculum development by stakeholder needs before it is implemented. The implementation of community service activities was carried out at the Ampon Check Peusangan Hall, Almuslim University. The results of community service activities included stakeholders strongly supporting the sustainability of the Social Science Education Study Program, Postgraduate Program, Almuslim University in improving the quality of education in Aceh Province, especially Bireuen Regency. The service results were a curriculum draft for the Social Studies Education Study Program.AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat berawal dari permasalahan keterbatasan lulusan S1 Bidang Ilmu Pendidikan Sosial untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat S2 di Provinsi Aceh, terutama Kabupaten Bireuen. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah 1) Sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi dosen pada Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Almuslim, 2) Memberikan umpan balik tentang pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan stakeholder sebelum diimplementasikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gedung Aula Ampon Check Peusangan Universitas Almuslim. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara lain stakeholder sangat mendukung keberlanjutan Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Almuslim dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen. Hasil pengabdian berupa draft kurikulum Program Studi Magister Pendidikan IPS

    Effect of Ethanol Extract from Herbal Consortium for Pytirosporum ovale Inhibition

    Get PDF
    Dandruff is a skin disease caused by the fungus Pytirosporum ovale. The use of chemical compounds for dandruff is very limited and can cause side effects, such as toxicity to the eyes and hair becoming too dry. The consortium of herbal plants was hope had greater inhibitory activity than the single plants. The purpose of this study was to determine the antifungal effectiveness of a consortium of herbs (soursop leaves, basil leaves, bay leaves and green betel leaves) in a 1:1:1:1 ratio against Pytirosporum ovale. Extraction method using maceration method and 70% ethanol solvent. The extract of the herbal consortium was made in series with concentrations of 10, 25, 40, 55 and 70%, a negative control and a positive control by disc diffusion method. Data analysis using Post Hoc LSD test, correlation, and linear regression. The results showed that all concentrations of extract of the herbal consortium could inhibit the activity of the fungus Pytirosporum ovale. The minimum inhibitory concentration was at a concentration of 10% with a diameter of 7.33 mm while the optimum inhibitory at a concentration of 70% with a diameter of 15.55 mm. The inhibition zone diameter in positive control of 24.66 mm. The results of the correlation test show a very strong and unidirectional relationship. The results of the linear regression test obtained the value of y=0.138x+5.889. The diameter of the fungal inhibition zone was influenced by the extract concentration of 99.99% (r2=0.9999), the remaining 0.01% was influenced by other factors such as temperature, radiation, light, humidity, pH and others. The ethanol extract of the herbal consortium was not effective in inhibiting the growth of the fungus Pytirosporum ovale when compared to positive control.Keywords: Herbal consortium; Ethanol extract; Antifungal; MIC; Pytirosporum ovaleABSTRAKEfektivitas Ekstrak Etanol Konsorsium Herbal terhadap Pytirosporum ovaleKetombe merupakan penyakit kulit yang disebabkan adanya jamur Pytirosporum ovale. Konsorsium herbal diharapkan mempunyai potensi antijamur yang lebih besar dari pada herbal tunggalnya. Penelitian dengan menggunakan daun sirsak, daun kemangi, daun salam dan daun sirih hijau, bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak konsorsium herbal perbandingan 1:1:1:1 terhadap Pytirosporum ovale. Ekstraksi senyawa aktif menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 70%. Ekstrak konsorsium herbal dibuat seri konsentrasi 10, 25, 40, 55 dan 70%; kontrol negatif dan kontrol positif dengan metode difusi cakram. Data dianalisis menggunakan uji Post Hoc LSD, korelasi dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan semua konsentrasi ekstrak konsorsium herbal berpotensi menghambat aktivitas jamur Pytirosporum ovale. Daerah hambat terkecil terdapat pada konsentrasi ekstrak 10% dengan diameter daerah hambat sebesar 7,33 mm sedangkan daerah hambat terbesar terjadi pada konsentrasi ekstrak 70% dengan diameter daerah hambat sebesar 15,55 mm. Diameter daerah hambat pada kontrol positif sebesar 24,66 mm. Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan yang sangat erat antara konsentrasi ekstrak dengan diameter daerah hambat. Hasil uji regresi linier diperoleh nilai y=0,138x+5,889. Diameter daerah hambat jamur terpengaruhi oleh konsentrasi ekstrak sebesar 99,99% (r2=0,9999), sisanya sebesar 0,01%  oleh faktor lingkungan, Ekstrak etanol konsorsium herbal belum efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Pytirosporum ovale bila dibandingkan dengan kontrol positifnya.Kata kunci: Konsorsium herbal, Ekstrak etanol, Antijamur, KHM, Pytirosporum oval

    Formulation Fermented Milk with Prebiotics from Beetroot (Beta vulgaris L.) and Yellow Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) for Improvement Viability lactic acid bacteria

    Get PDF
    Fermented milk is milk that is fermented by lactic acid bacteria (LAB). LAB can improve the immune system in the human body. The amount of LAB can be increased by the addition of prebiotics. Prebiotics can be found in various natural food sources, including beetroot and yellow sweet potato. This study aimed to determine the effect of adding beetroot and yellow sweet potato prebiotics to the amount of LAB in fermented milk. The research design was experimental using Completely Randomized Design (CRD). There were 6 Formulas which was F1 (0% beetroot: 0% yellow sweet potato); F2(10% beetroot:0% yellow sweet potato); F3(0% beetroot:10% yellow sweet potato); F4(5% beetroot: 5% yellow sweet potato); F5 (6% beetroot:4% yellow sweet potato); F6 (4% beetroot:6% yellow sweet potato). Analysis of the amount of LAB of fermented milk using the TPC method. Proximate analysis using SNI and AOAC methods. The analysis of fermented milk selected from the results of the number of LAB and the hedonic test was F6. The results of the study showed that number of LAB 8 x 108 CFU/mL; pH 3,984; water content 81,46%; 0,61% ash content; protein content 2,36%; fat content 3,48%; carbohydrate content 12,09%; Pb contamination 0,01 mg/kg; Hg contamination <0,005 mg/kg; negative Coliform and Salmonella bacteria contamination; and organoleptically preferred by the panelists. In conclusion, fermented milk F6 with the addition of 4% beetroot and 6% yellow sweet potato can increase the amount of LAB.Keywords: fermented milk; lactic acid bacteria; prebiotics; beetroot; yellow sweet potato ABSTRAKFormulasi Susu Fermentasi dengan Prebiotik dari umbi Bit (Beta vulgaris L.) dan Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L.) untuk Peningkatan Viabilitas Bakteri Asam Laktat Susu fermentasi merupakan susu yang difermentasikan oleh bakteri asam laktat (BAL). Dalam jumlah yang cukup BAL dapat meningkatkan sistem kekebalan imun pada tubuh manusia. Jumlah BAL dapat meningkat dengan penambahan prebiotik. Prebiotik dapat ditemukan dalam berbagai sumber pangan di alam, salah satunya yaitu umbi bit   dan ubi jalar kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan prebiotik umbi bit  dan ubi jalar kuning terhadap jumlah BAL pada susu fermentasi. Desain penelitian, yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 6 Formula yaitu F1 (0% umbi bit: 0% ubi jalar kuning); F2(10% umbi bit:0% ubi jalar kuning); F3(0% umbi bit:10% ubi jalar kuning); F4(5% umbi bit: 5% ubi jalar kuning); F5 (6% umbi bit:4% ubi jalar kuning); F6 (4% umbi bit:6% ubi jalar kuning). Analisis jumlah BAL susu fermentasi menggunakan metode TPC. Analisis proksimat menggunakan metode SNI dan AOAC. Analisis susu fermentasi terpilih dari hasil jumlah BAL dan hasil uji hedonik adalah F6 (umbi bit 4% dan ubi jalar kuning 6%). Hasil penelitian yaitu jumlah BAL 8 x 108 CFU/mL; nilai pH 3,984; kadar air  81,46%; kadar abu 0,61%; kadar protein 2,36%; kadar lemak 3,48%; kadar karbohidrat 12,09%; kadar cemaran Pb 0,01 mg/kg; kadar cemaran Hg <0,005 mg/kg; negatif cemaran bakteri Coliform dan Salmonella; dan secara organoleptik disukai oleh panelis. Kesimpulan, susu fermentasi dengan penambahan umbi bit 4% dan ubi jalar kuning 6% dapat meningkatkan jumlah BAL.Kata kunci: susu fermentasi, bakteri asam laktat, prebiotik, umbi bit, ubi jalar kunin

    Preparation, Characterization and Phenol Adsorption of Mangifera kemanga Blume Seed

    Get PDF
    The potential of Mangifera kemanga Blume., an inexpensive biosorbent, for removing of hazardous substances such as phenols from its aqueous solution has been studied. The authors used Scanning Electron Microscope (SEM), Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectrometers, and quantification to study the morphology and characterization of Mangifera kemanga Blume. seeds (MKS) biomass, as well as batch experiments to determine the percentage of phenol removed when pH, contact period, biosorbent dosage, and phenol concentration were varied. The Langmuir, Freundlich, Temkin, and Dubinin–Radushkevich isotherm models had been used to interpret the experimental results. The optimal values found in our research correspond to a pH of 6 for an MKS dosage of 35 g/L and a contact time of 45 minutes for initial phenol concentrations ranging from 5 to 25 mg/L.  The result indicated that MKS was a particularly successful adsorbent for phenol chemisorption from aqueous solution.Keywords: adsorption;  endemic; Bogor; Mangifera kemanga; pheno

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PUSPA SARI, KOTA BOGOR DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TANAMAN OBAT KELUARGA

    Get PDF
    The Women Farmers Group (KWT) Puspa Sari is one of the KWTs in Bogor that has succeeded in empowering members and the surrounding community to use vacant land to be productive. Currently, KWT Puspa Sari in Bogor City has business activities, including plant production, medicinal plant processing, marketing processed medicinal plants and microfinance businesses. However, some of the problems faced by KWT include the lack of knowledge related to postharvest handling of medicinal plants into ready-to-sell products. For this reason, it is necessary to increase the knowledge and skills of the management and members of KWT as well as the community around handling harvests, especially TOGA, so that they have added value and increased the selling price. Increased value added can be done by utilizing postharvest technology such as making simplicia followed by packaging and labelling. Packaging equipped with labelling will make the product more durable and attractive. This service activity consists of several stages, including the preparation stage, which provides surveys, targeting, and preparation of materials/materials and tools. The implementation stage includes exposure to material and practice and the training evaluation stage through satisfaction questionnaires and measurement of training activities before and after questionnaires training. This community service activity showed an increase in knowledge and skills in TOGA postharvest management by 18.60 percent after this training. Based on the satisfaction questionnaire distributed to the training participants, 80.31 percent were satisfied with this training activity. Hopefully, with this training, it is hoped that KWT Puspa Sari Bogor City can increase the added value of TOGA and can develop the marketing of cultivation products and postharvest handling of TOGA.Key words : Postharvest, the added value, TOGA, KWTAbstrakKelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Sari merupakan salah satu KWT di Kota Bogor yang berhasil memberdayakan anggota dan masyarakat di sekitarnya dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif. Saat ini KWT Puspa Sari Kota Bogor memiliki kegiatan usaha meliputi produksi tanaman, pengolahan tanaman obat, pemasaran hasil olahan tanaman obat, dan usaha keuangan mikro. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi KWT diantaranya masih minimnya pengetahuan terkait penanganan pascapanen tanaman obat menjadi produk siap dijual. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota KWT serta masyarakat sekitar tentang penanganan pascapanen khususnya tanaman obat keluarga agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan harga jualnya. Peningkatan nilai tambah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pascapanen seperti pembuatan simplisia yang dilanjutkan dengan pengemasan dan pelabelan. Pengemasan yang dilengkapi dengan pelabelan akan menjadikan produk lebih awet dan lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya : tahap persiapan yang meliputi survei, penentuan sasaran, penyusunan bahan / materi, dan persiapan alat, tahap pelaksanaan meliputi paparan materi dan praktek. Tahap evaluasi pelatihan melalui angket kepuasan dan pengukuran kegiatan pelatihan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap penanganan pascapanen tanaman obat keluarga (TOGA) sebesar 18,60 % setelah adanya pelatihan ini. Berdasarkan angket kepuasan yang disebarkan kepada peserta pelatihan menunjukkan bahwa 80,31 % dengan adanya kegiatan pelatihan ini. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini KWT Puspa Sari Kota Bogor dapat meningkatkan nilai tambah TOGA dan dapat mengembangkan pemasaran hasil budidaya dan pengelolaan pascapanen TOGA.Kata Kunci : Pascapanen, nilai tambah, TOGA, KW

    Aplication of Turmeric Rhizome Pigmen as Acid-Base Titration Indicator

    Get PDF
    Turmeric rhizome is a source of natural yellow pigment which can be applied as a pH indicator. This pigment was extracted from turmeric rhizomes using ethanol as a solvent. The purpose of this study was to examine the application of turmeric rhizome pigment extract (TRPE) as an indicator to determine the concentration of H+, the precision and accuracy of the use of TRPE as an indicator of acid base titration. As a comparison, in this study used also a standard indicator, such as phenolphthalein (PP) and methyl red (MR). Titration was carried out on samples without spike and spike samples. The result showed that the rendement of TRPE was 35.72%. The concentration of H+ on the sample without spikes in the titration of strong acid-strong base (SASB) and strong acid-weak base (SAWB) using TRPE, PP and MR indicators gave the same result, namely 0.041 M. The concentration of H+ on spike samples in SASB and SAWB titrations using TRPE, PP and MM indicators gave the same result, namely 0.165 M. The use of TRPE in the titration of SASB, SAWB, weak acid-strong base (WASB) and weak acid-weak base (WAWB) provided good precision with the coefficient of variation (CV) obtained in the titration of samples without spikes and titrations of spike samples, respectively are 1.2% and 0.35%, but only give good accuracy in SASB and SAWB titration with the recovery in the range of 102.3%-102.7%.Keywords: accuracy; acid base; precision; titration; turmeric ABSTRAKAplikasi Pigmen Rimpang Kunyit Sebagai Indikator Titrasi Asam-BasaRimpang kunyit merupakan salah satu sumber pigmen kuning alami yang dapat diaplikasikan sebagai indikator pH. Pigmen ini diperoleh dengan cara mengekstraksinya dari rimpang kunyit menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji aplikasi ekstrak pigmen rimpang kunyit (EPRK) sebagai indikator untuk menentukan konsentrasi H+ dalam sampel, presisi dan akurasi dari penggunaan EPRK sebagai indikator titrasi asam basa. Sebagai pembanding maka dalam penelitian ini digunakan pula indikator standar yakni fenolftalin (PP) dan metil merah (MM). Titrasi dilakukan terhadap sampel tanpa spike dan sampel spike. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rendemen EPRK sebanyak 35,72%. Konsentrasi H+ dalam sampel  tanpa spike pada titrasi asam kuat-basa kuat (AKBK) dan asam kuat-basa lemah (AKBL)  menggunakan indikator EPRK, PP dan MM memberikan hasil yang sama yaitu 0,041 M.  Konsentrasi H+ dalam sampel  spike pada titrasi AKBK dan AKBL menggunakan indikator EPRK, PP dan MM memberikan hasil yang sama yaitu 0,165 M.  Penggunaan EPRK dalam titrasi AKBK, AKBL, asam lemah-basa kuat (ALBK) dan asam lemah-basa lemah (ALBL) memberikan presisi yang baik dengan coefficient of variation (CV) yang diperoleh  pada titrasi sampel tanpa spike dan titrasi sampel spike berturut-turut adalah ˂ 1,2%  dan  ˂ 0,35%, tetapi hanya memberikan akurasi yang baik pada titrasi AKBK dan AKBL dengan recovery yang diperoleh adalah pada kisaran 102,3%-102,7%.Kata Kunci: akurasi; asam basa; presisi; titrasi; kunyi

    PENGARUH APLIKASI BENZIL AMINO PURIN TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TALAS (Colocasia esculenta L.) SECARA KULTUR JARINGAN

    Get PDF
    ABSTRACTOne way to produce seeds in a short time is through vegetative propagation by in vitro culture. This study aims to determine the effect of the application of a certain concentration of Benzyl Amino Purine (BAP) on the multiplication of taro shoots (Colocasia esculenta L.). The research was carried out at the Laboratory of the Food and Agriculture Security Service of Bogor City, in August 2020 – February 2021. The test was carried out with a one factor completely randomized design, namely the concentration of BAP with 4 treatment levels and one control. The treatments of growth regulators (ZPT) were P0 (Control), P1 (0.5 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P2 (1 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P3 (1.5 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA), P4 (2 mg/L BAP + 0.2 mg/L NAA). The replications number for each treatment and control level was 4, so that the total experimental units were 20. Observation parameters included height of shoot, number of shoots, leaves, and roots. This research showed that the application of BAP on Murashige and Skoog basic media affected the number of shoots also the roots in the multiplication of taro plants. The P2 was the best treatment in stimulating the multiplication of bentul taro plants in vitro. This treatment could induce shoot height, number of shoots, and leaves while the P1 treatment increased the number of roots. ABSTRAKSalah satu cara untuk mengadakan bibit dalam waktu yang singkat adalah melalui perbanyakan vegetatif secara kultur in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi konsentrasi Benzil Amino Purin (BAP) dengan konsentrasi tertantu terhadap multiplikasi tunas talas (Colocasia esculenta L.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, pada Agustus 2020 – Februari 2021. Pengujian dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu konsentrasi BAP dengan 4 taraf perlakuan dan satu kontrol. Perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu P0 (Kontrol), Pl (0,5 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P2 (1 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P3 (1,5 mg/L BAP + 0,2 mg/L NAA), P4 (2 mg/L BAP+0,2 mg/L NAA). Jumlah ulangan untuk setiap taraf perlakuan dan kontrol adalah 4, sehingga keseluruhan unit percobaan berjumlah 20. Parameter pengamatan mencakup tinggi tunas, jumlah tunas, daun, dan akar. Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BAP pada media Murashige dan Skoog berpengaruh terhadap jumlah tunas dan akar pada multiplikasi tanaman talas. P2 merupakan perlakuan terbaik dalam memicu multiplikasi tanaman talas bentul secara in vitro. Perlakuan tersebut dapat menginduksi tinggi tunas, jumlah tunas, dan daun sedangkan perlakuan P1 mendorong peningkatan jumlah akar

    Strategi Pemasaran Produk Sayuran Pada Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor

    Get PDF
    ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan pada 4 KWT, dengan jumlah responden 20 orang yang dipilih secara sengaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan internal kelompok wanita tani yang merupakan kekuatan dan kelemahan; dan faktor lingkungan eksternal kelompok wanita tani yang merupakan peluang dan ancaman; alternatif strategi pemasaran hortikultura sayuran yang tepat dan dapat diterapkan oleh KWT. Hasil kajian penerapan strategi pemasaran diketahui menggunakan IFAS dan EFAS diketahui 2 KWT (Kentagor Mandiri dan Griya Amanah) berada di kuadran I dengan alternatif strategi SO: strategi yang dirancang dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut peluang pasar, KWT Puspasari terletak pada kuadran II, dengan alternatif strategi ST: strategi dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki KWT untuk menghadapi ancaman, KWT Srikandi terletak pada kuadran III, dengan alternatif strategi WO: strategi yang dirancang dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalkan kelemahan perusahaan.  ABSTRACT   This research was conducted at 4 KWT, with the number of respondents 20 people who were chosen deliberately. The purpose of this study was to analyze the internal environmental factors of the women farmer groups which are their strengths and weaknesses; external environmental factors for women farmer groups which are opportunities and threats; alternative marketing strategy for vegetable horticulture that is appropriate and can be implemented by KWT. The results of the study on the implementation of marketing strategies are known to use IFAS and EFAS, it is known that 2 KWT (Kentagor Mandiri and Griya Amanah) are in quadrant I with an alternative SO strategy: a strategy made by utilizing all strengths and opportunities to seize the market, KWT Puspasari is located in quadrant II, with alternative ST strategy: a strategy using the strengths of KWT to overcome threats, KWT Srikandi is located in quadrant III, with an alternative WO strategy: a strategy that is implemented by taking advantage of the opportunities KWT has to minimize company weaknesses

    TINGKAT KEPUASAN PETANI DAN STRATEGI KEBERLANJUTAN KEMITRAAN INTI-PLASMA KELAPA SAWIT DI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    ABSTRACT Plantation is one of the sector that drive economy of the community. However, plantation management at the farmer level still has problems. One of the ways to improve the welfare of farmers is by empowering farmers through partnership programs. This study aims to determine the level of satisfaction of smallholder palm oil farmer on inti-plasma partnership and the strategy for partenrship sustainabiliy at PT. Bumitama Gunajaya Agro, Nanga Tayap District, West Kalimantan. The Snowball sampling method was used for sample determination. Data were collected by observation, questionnaires, and interviews. Analysis model in this study is used a Likert scale and SWOT analysis. The results showed that the level of satisfaction of plasma farmers on the partnership pattern with PT. Bumitama Gunajaya Agro is in the satisfied category. Strategy for the partnership sustainability was grouped into four strategies, namely the S-O (strength-opportunity): collaborating with Ketapang Regency Cooperative office in plasma financial accountability reporting activities; the W-O (weakness-opportunity): Involving plasma smallholders in the management of plasma plantations by collaborating with the plantation office, and core companies must have ISPO and GAP certificates; the S-T (strength-threat): Provide compensation to members of plasma farmers if at any time there is theft of fruit or land fires; and the W-T (weakness-threat): The core company cooperates with plasma farmers in training activities for handling land fires, as well as providing training to plasma farmers outside the plantation scope. ABSTRAK Perkebunan menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakat. Peningkatan kesejahteraan petani dapat diupayakan salah satunya dengan memberdayaan petani melalui program kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan petani kelapa sawit terhadap pola kemitraan inti-plasma dan mengetahui strategi keberlanjutan pola kemitraan inti-plasma di PT. Bumitama Gunajaya Agro Kecamatan Nanga Tayap, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi, kuesioner dan wawancara. Metode analisis dan pembentukan model menggunakan skala likert dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan petani plasma terhadap pola kemitraan dengan PT. Bumitama Gunajaya Agro berada pada kategori puas. Strategi keberlanjutan pola kemitraan inti-plasma tergolong dalam empat strategi, yaitu strategi S-O (strength-opportunity): Menjalin kerjasama dengan dinas koperasi Kabupaten Ketapang dalam kegiatan laporan pertanggung jawaban keuangan plasma; Strategi W-O (weakness-opportunity): Melibatkan petani plasma dalam pengelolaan kebun plasma dengan melakukan kerjasama kepada dinas perkebunan, dan perusahaan inti wajib memiliki sertifikat ISPO dan GAP; Strategi S-T (strength-threat): Memberikan ganti rugi kepada anggota petani plasma jika sewaktu-waktu terjadi pencurian buah ataupun kebakaran lahan; dan Strategi W-T (weakness-threat): Perusahaan inti bekerja sama dengan petani plasma dalam kegiatan pelatihan penanganan kebakaran lahan, serta memberikan pelatihan kepada petani plasma diluar lingkup perkebunan.ABSTRACTPlantation is one of the sector that drive economy of the community. However, plantation management at the farmer level still has problems. One of the ways to improve the welfare of farmers is by empowering farmers through partnership programs. This study aims to determine the level of satisfaction of smallholder palm oil farmer on inti-plasma partnership and the strategy for partenrship sustainabiliy at PT. Bumitama Gunajaya Agro, Nanga Tayap District, West Kalimantan. The Snowball sampling method was used for sample determination. Data were collected by observation, questionnaires, and interviews. Analysis model in this study is used a Likert scale and SWOT analysis. The results showed that the level of satisfaction of plasma farmers on the partnership pattern with PT. Bumitama Gunajaya Agro is in the satisfied category. Strategy for the partnership sustainability was grouped into four strategies, namely the S-O (strength-opportunity): collaborating with Ketapang Regency Cooperative office in plasma financial accountability reporting activities; the W-O (weakness-opportunity): Involving plasma smallholders in the management of plasma plantations by collaborating with the plantation office, and core companies must have ISPO and GAP certificates; the S-T (strength-threat): Provide compensation  to members of plasma farmers if at any time there is theft of fruit or land fires; and the W-T (weakness-threat): The core company cooperates with plasma farmers in training activities for handling land fires, as well as providing training to plasma farmers outside the plantation scope.ABSTRAKPerkebunan menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakat. Peningkatan kesejahteraan petani dapat diupayakan salah satunya dengan memberdayaan petani melalui program kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan petani kelapa sawit terhadap pola kemitraan inti-plasma dan mengetahui strategi keberlanjutan pola kemitraan inti-plasma di PT. Bumitama Gunajaya Agro Kecamatan Nanga Tayap, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi, kuesioner dan wawancara. Metode analisis dan pembentukan model menggunakan skala likert dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan petani plasma terhadap pola kemitraan dengan PT. Bumitama Gunajaya Agro berada pada kategori puas. Strategi keberlanjutan pola kemitraan inti-plasma tergolong dalam empat strategi,  yaitu  strategi S-O (strength-opportunity): Menjalin kerjasama dengan dinas koperasi Kabupaten Ketapang dalam kegiatan laporan pertanggung jawaban keuangan plasma; Strategi W-O (weakness-opportunity): Melibatkan petani plasma dalam pengelolaan kebun plasma dengan melakukan kerjasama kepada dinas perkebunan, dan perusahaan inti wajib memiliki sertifikat ISPO dan GAP; Strategi S-T (strength-threat): Memberikan ganti rugi kepada anggota petani plasma jika sewaktu-waktu terjadi pencurian buah ataupun kebakaran lahan; dan Strategi W-T (weakness-threat): Perusahaan inti bekerja sama dengan petani plasma dalam kegiatan pelatihan penanganan kebakaran lahan, serta memberikan pelatihan kepada petani plasma diluar lingkup perkebunan

    PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH, MUSYARAKAH DAN QARDH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS (Studi Kasus PT. BPRS Al-Salam Amal Salman Periode 2013-2019)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah, dan Qardh Terhadap Tingkat Profitabilitas yang diproksikan dengan ROA (Return on Assets) dengan studi pada PT. BPRS AL Salaam Amal Salman periode 2013-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif pendekatan kuantitatif. Metode asosiatif digunakan untuk menjelaskan tentang pengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari pembiayaan Mudharabah, Musyarakah dan Qardh terhadap dependen tingkat profitabilitas PT. BPRS Al Salaam Amal Salman. Metode kuantitatif digunakan untuk menghitung besarnya tingkat profitabilitas pada PT. BPRS Al Salaam Amal Salman. Data akan diolah dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak spss 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: secara parsial pembiayaan mudharabah dan qardh tidak berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas, pembiayaan musyarakah berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas. Secara simultan ketiga variabel pembiayaan mudharabah, musyarakah dan qardh mempengaruhi tingkat profitabilitas. PT. BPRS Al Salaam Amal Salman lebih berhati-hati dalam memilih nasabah yang akan bekerja sama dengan menggunakan pembiayaan mudharabah, dikarenakan pembiayaan ini lebih memiliki risiko yang lebih tinggi daripada pembiayaan musyarakah

    509

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Nusa Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇