eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
Determination of Nitrite and Nitrate Level in Wastewater Discharge from Smoked Fish Industry
This research aimed to determine nitrite and nitrate contamination in wastewater discharge from the smoked fish industry around the fishpond area in Penatarsewu village, Sidoarjo East Java. Samples were taken from ten locations along The Alo River from September to November 2020. Nitrate and nitrite levels were determined by the Standard Method for Examination of Water and Wastewater 4500-NO2-B dan 4500-NO3-B. Nitrite formed a reddishpurple azo dye produced by coupling diazotized sulfanilamide with N-(1-naphthyl)-ethylene-diamine dihydrochloride after a visible spectrophotometer measured the complexes nitrite at wavelength 543 nm. Meanwhile, the Nitrate level was determined by ultraviolet spectrophotometer at a wavelength of 220 nm. The standard nitrite calibration curve was shown by the line equation y= 3,30361x-0,0028 and a determination coefficient of 0.9999. Whereas the standard nitrate was showed by the line equation y=0,2507x + 0,0067 and a determination coefficient 0,9996. The level of nitrate and nitrite in the sample ranged from 0.05-0.93mg / L 1,2-1,6 mg / L. According to a quality standard threshold value for nitrite and nitrate-based on the Government Regulation of the Republic of Indonesia (PPRI) No.82 2001 is 0,06mg/L and 10 mg/L, therefore it can be concluded that some samples are above the threshold value for nitrite level.Keywords: Alo River,  nitate,  nitrite,  smoked fish,  spectrophotometerPenentuan Kadar Nitrit dan Nitrat Pembuangan Limbah Cair Industri Ikan AsapABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menentukan tingkat kontaminasi nitrat dan nitrit pada limbah industri ikan asap di sekitar kawasan tambak ikan asap di Desa Penatarsewu, Sidoardjo, Jawa Timur. Sampel diambil dari 10 titik di areal sekitar tambak sepanjang badan Sungai Alo pada bulan September sampai November 2020. Penentuan kadar nitrat dan nitrit mengacu pada Standard Methods for the Examination Water and Wastewater 4500-NO2-B dan 4500-NO3-B. Nitrit membentuk kompleks ungu kemerahan yang dihasilkan dari kopling sulfanilamida dengan N-(1-naptil)-etilena-diamina dihidroklorida kemudian kadarnya ditentukan dengan spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 543 nm. Kadar nitrat ditentukan menggunakan spektrofotometer ultraviolet pada panjang gelombang 220 nm. Hasil pengukuran standar nitrit menghasilkan persamaan garis y=3,30361x-0,0028 dengan koefesien determinasi 0,999 dan standar nitrat menghasilkan persamaan garis y=0,2507x+0,0067 dengan koefesien determinasi 0,9996. Kadar nitrit dan nitrat secara berturut-turut berkisar antara 0,05-0,93 mg/L dan 1,2-1,6 mg/L. Berdasarkan nilai ambang batas baku mutu nitrit dan nitrat berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) No.82 tahun 2001 adalah 0,06 mg/L dan 10 mg/L, maka dapat disimpulkan bahwa beberapa sampel mengandung kadar nitrit di atas ambang batas.Kata kunci : ikan asap, nitrat, nitrit, Sungai Alo, spektrofotomete
Antibacterial Activity and Phytochemical Screening of The Fraction of Endophytic Fungus Derived from Sambiloto Flowers (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees)
Sambiloto is one of the plants in Acanthaceae family obtaining antibacterial compounds. Another source to identify the antibacterial compounds from sambiloto is endophytic fungus. The study aimed to observe the antibacterial activity and phytochemical constituents of the fractions of endophytic fungus isolated from sambiloto flowers (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees). Endophytic fungus was extracted using ethyl acetate to give the crude extract. The crude extract was fractioned by Vacuum Liquid Chromatography (VLC) using hexane-ethyl acetate as the solvents to give 17 fractions. In addition, 7 fractions were created by combining the identical stain patterns on the chromatograms. The phytochemical composition of the isolate fraction has been tested, and it was proven that it contained terpenoid and steroid components. The antibacterial activity of the 7 fractions was also examined using the disc diffusion method with a concentration of 5%. The semi-polar fraction actively inhibits bacterial growth.Keywords: antibacterial; Andrographis paniculata; fractination; phytochemical; endophytic fungus ABSTRAKAktivitas Antibakteri dan Kandungan Fitokimia dari Fraksi Jamur Endofitik pada Bunga Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees)Sambiloto adalah salah satu tanaman dalam famili Acanthaceae yang dilaporkan menghasilkan senyawa antibakteri. Sumber lain untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri dari tumbuhan sambiloto adalah jamur endofitik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati aktivitas antibakteri serta kandungan fitokimia dari fraksi jamur endofitik pada bunga sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees). Jamur endofitik diekstraksi dengan etil asetat dan menghasilkan ekstrak pekat. Ekstrak pekat difraksinasi menggunakan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV) menghasiilan 17 fraksi. Berdasarkan analisis noda pada kromatogram, fraksi tersebut digabungkan sehingga diperoleh tujuh fraksi. Ketujuh fraksi tersebut diuji kandungan fitokimianya yang menunjukkan positif mengandung senyawa terpenoid dan steroid. Ketujuh fraksi juga diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak 5% . Fraksi yang bersifat semipolar lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Andrographis paniculata; antibakteri; fitokimia; fraksinasi; jamur endofiti
USAHATANI BUAH SEMANGKA DI DESA MANGGIS, MOJONGSONO, BOYOLALI
AbstractThe purpose of this study was to determine the production costs incurred, revenue, profits and feasibility of watermelon farming in Manggis Mojosongo Boyolali Village. Determination of the reseach location was done purposively. The sample of respondents in this study was based on qualitative descriptive through direct interviews with farmers. Watermelon products in Manggis Village have 2 kinds of watermelon shapes, namely circular and oval watermelons. From the results of the study,it can be seen that the total costs incurred for cultivation in one season are Rp67.700.000. in one hectare land area and the total amount of watermelon revenue is Rp102.000.000. so that the average profit obtained is Rp34.300.000. the results of the analysis of the B/C ratio on watermelon cultivation in the Village of Manggis Mojosongo Boyolali, of 1.5 shows that watermelon cultivation is feasible to cultivate.AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biaya produksi yang dikeluarkan, penerimaan, keuntungan yang diperoleh serta kelayakan usahatani buah semangka di Desa Manggis, Mojosongo, Boyolali. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Sampel responden di penelitian ini berdasar Deskriptif Kualitatif dengan melalui wawancara langsung kepada petani. Produk semangka di Desa Manggis ada 2 macam bentuk semangka yaitu semangka berbentuk lingkaran dan lonjong. Dari hasil penelitian dapat diketahui jumlah biaya yang dikeluarkan untuk budidaya dalam satu musim sebesar Rp67.700.000 dalam luasan lahan satu hektar dan jumlah keseluruhan penerimaan buah semangka sebesar Rp102.000.000 sehingga rata-rata. Keuntungan yang diperoleh sejumlah Rp.34.300.000. Hasil analisis B/C Rasio pada budidaya Semangka di Desa Manggis, Mojosongo Boyolali sebesar 1,5 yang menunjukkan budidaya tanaman semangka ini layak untuk diusahakan
APLIKASI GIBERELIC ACID (GA3) TEKNIS DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BUAH MANGGIS (Garcinia Mangostana L.)
Peningkatan kualitas buah manggis dapat dilakukan dengan aplikasi Gibberellic Acid (GA3) pada koleksi tanaman manggis (Garcinia mangostana L.) di Kebun Percobaan Tajur dan Pasirkuda Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yaitu aplikasi Gibberellic Acid (GA3) teknis dengan taraf 0, 50, 100 dan 150 ppm yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Larutan Gibberellin (GA3) diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada bunga di sore hari. Penyemprotan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada umur bunga satu minggu sebelum mekar, bunga mekar dan satu minggu setelah mekar. Aplikasi penyemprotan Gibberellic Acid (GA3) teknis menunjukkan tidak berbeda nyata pada kriteria diameter buah, panjang buah, panjang tangkai buah, bobot buah dan padatan total terlarut baik buah dari Kebun Tajur maupun Kebun Pasirkuda. Kriteria ukuran buah manggis dapat disesuaikan dengan kriteria pasar yang tersedia. Buah manggis dari Kebun Pasirkuda memiliki kriteria sesuai pasar Malaysia, Thailand maupun Australia pada kriteria diameter buah, bobot buah dan total padatan terlarut, sedangkan buah hasil Kebun Tajur dapat digolongkan ke dalam mutu standar kelas tiga pada ASEAN standar
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN PT. WIRATAMA ANUGERAH PERKASA JAKARTA
Tujuan penelitian, untuk mengetahui sistem akuntansi penggajian yang diterapkan pada PT. Wiratama Anugerah Perkasa Jakarta, mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian internal pada sistem akuntansi penggajian PT Wiratama Anugerah Perkasa Jakarta sudah sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal, mengetahui evaluasi sistem akuntansi penggajian pada PT Wiratama Anugerah Perkasa Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah desktiptif kualitatif. Teknik pengmpulan data menggunakan teknik observesi, wawancara, dokumentasi. analisis data dalam penelitian deskriptif kualitatif, proses analisis yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan serta analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal terhadap sistem akuntansi penggajian PT Wiratama Anugerah Perkasa Jakarta sudah sesuai dengan teori hanya saja kelemahannya perhitungan gaji karyawan menggunakan komputerisasi “Microsoft Office Excel
Diversity of herpetofauna and mammals on reclamation land PT. Refined Bangka Tin Bangka
The success indicators of land reclamation can be seen in the presence of plants and animals. The more types of plants and animals that can live and reproduce, the better the condition of the land ecosystem. One of the indicators is the presence of herpetofauna and mammals, so this study aims to determine the diversity of wild animals consisting of herpetofauna, in this case, are reptiles and amphibians, and to determine the diversity of mammals in the area of PT. Refined Bangka Tin (PT. RBT). The research method was the Visual Encounter Survey (VES) for collecting herpetofauna data and the Path Transect method for collecting data on mammals. The results showed that seven species of reptiles were found with a diversity of 1.51, while there were three types of amphibians with a diversity of 1.04. The diversity of reptiles and amphibians based on the Shannon-Wiener diversity index is moderate. There are four species of mammals with a diversity of 1.12 based on the Shannon-Wiener diversity index value that the diversity of mammals is moderate.Keywords: herpetofauna, diversity, reclaimed land, mammalsKeanekaragaman herpetofauna dan mamalia pada lahan reklamasi PT. Refined Bangka Tin, Bangka ABSTRAK Suatu perusahaan dikatakan berhasil mengelola lahan reklamasinya ditandai dengan adanya flora dan fauna. Semakin tinggi keanekaragaman flora dan fauna pada lahan reklamasi maka semakin baik keadaan ekosistem pada lahan reklamasi tersebut.   Salah satu fauna yang terdapat pada lahan reklamasi adalah herpetofauna dan mamalia, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman satwa liar yang terdiri dari herpetofauna dalam hal ini adalah reptil dan amfibi serta untuk mengetahui keanekaragaman mamalia di kawasan PT. Refined Bangka Tin (PT. RBT). Metode penelitian adalah Visual Encounter Survey (VES) untuk pengambilan data herpetofauna dan metode Transek Jalur untuk pengambilan data mamalia. Hasil penelitian adalah satwa reptil ditemukan sebanyak 7 jenis dengan keanekaragaman 1,51, sedangkan amfibi ditemukan sebanyak 3 jenis dengan keanekaragaman sebesar 1,04. Keanekaragaman reptil dan amfibi yang berdasar pada indeks keanekaragaman Shannon-Wiener adalah sedang. Satwa mamalia ditemukan sebanyak 4 jenis dengan keanekaragaman sebesar 1,12 termasuk sedang berdasar nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener.Kata kunci : herpetofauna, keanekaragaman, lahan reklamasi, mamali
Chlorophyll content of the hope mutant clones of Bogor taro (Colocasia esculenta (L.) Schott)
The development of the Bogor taro plant genetic variation with gamma-ray radiation has resulted in three mutant clones of the hope line with high carbohydrate and low calcium oxalate advantages. The carbohydrate content may correlate with chlorophyll content which plays a role in the photosynthesis process, so it is necessary to know the chlorophyll content in the mutant clones of the Bogor taro hope line and its relationship with its growth in two locations in Kemang District and Cijeruk District, Bogor Regency. The results showed that the mutant clones of the hope line B1023 planted in Kemang District had higher chlorophyll content than the parents. Meanwhile, the mutant clones of the hope line B1511 planted in the Cijeruk District had higher chlorophyll content than the parents. The chlorophyll content of the hope mutant clones planted in Kemang District was higher than the hope mutant clones planted in Cijeruk District. High chlorophyll content showed a negative relationship with tuber wet weight and carbohydrate content but did not affect the number of leaves and tillersKeywords: Chlorophyll a, chlorophyll b, fotosyntesis, mutant clone, Colocasia esculentaABSTRAKKandungan klorofil dan pertumbuhan pada klon mutan galur harapan tanaman talas Bogor (Colocasia esculenta (L.) Schott)Pengembangan variasi genetik tanaman talas Bogor dengan radiasi sinar gamma telah menghasilkan tiga klon mutan galur harapan dengan keunggulan tinggi karbohidrat dan rendah kalsium oksalat. Kandungan karbohidrat mungkin berhubungan erat dengan kandungan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis, sehingga perlu untuk diketahui kandungan klorofil pada klon mutan galur harapan tanaman talas Bogor dan hubungannya dengan pertumbuhannya di dua lokasi Kecamatan Kemang dan Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon mutan galur harapan B1023 yang ditanam di Kecamatan Kemang memiliki kandungan klorofil lebih tinggi dari tetua. Sedangkan pada klon mutan galur harapan B1511 yang ditanam di Kecamatan Cijeruk memiliki kandungan klorofil lebih tinggi dari tetua. Kandungan klorofil klon mutan galur harapan yang ditanam di Kecamatan Kemang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan klorofil klon mutan harapan yang ditanam di Kecamatan Cijeruk. Kandungan klorofil tinggi menunjukkan hubungan negatif dengan bobot basah umbi dan kandungan karbohidrat, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah daun dan anakan. Kata kunci : Klorofil a, Klorofil b, Fotosintesis, Klon mutan, Colocasia esculent
KARAKTERISTIK SPASIAL DAN POTENSI CADANGAN KARBON DI BENTANG ALAM MBELILING NUSA TENGGARA TIMUR
Providing comprehensive information on carbon stock data on all carbon pools needs to be done to plan and measure climate change mitigation efforts that are carried out. This research was conducted by analyzing spatial characteristics and estimating carbon stocks with model development. Spatial analysis is carried out to provide an overview of the distribution of spatial values that can use the built model. Estimation of carbon stock is carried out by building a carbon stock estimator model that correlates the value of remote sensing parameters with the value of carbon stocks in all carbon storage sources. The characteristics of the vegetation index value in the forest category are greater than in the non-forest category and vice versa for the distribution of the digital number average value. The model development is only carried out on aboveground biomass and belowground biomass carbon pools. The results of the analysis of the estimation of carbon stocks based on the selected model showed the potential for aboveground biomass was 5,200,841.45 tC and the potential for belowground biomass was 1,317,948.10 tC
Nilai Strategis Komoditas Unggulan Kawasan Perdesaan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat
Sektor pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan masih merupakan ujung tombak pembangunan perdesaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Dalam rencanaan pembangunan kawasan perdesaan (RPKP) diperlukan identifikasi dan analisis potensi komoditas unggulan daerah perdesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi potensi pengembangan komoditas unggulan Kabupaten Pesisir Selatan, melakukan penilaian kontribusi produksi hasil komoditas unggulan dibandingkan komoditas lainnya, melakukan analisis peluang penyerapan tenaga kerja pada komoditas unggulan dan melakukan analisis studi kelayakan dalam peningkatan pendapatan dan pengurangan kemiskinan. Metode penilaian yang digunakan adalah membandingkan dua kondisi, yaitu saat sebelum ada RPKP dan setelah ada kegiatan RPKP. Sebelum ada kegiatan RPKP, pertumbuhan ekonomi kawasan mengikuti kondisi alamiah yang telah ada tanpa ada campur tangan. Sedangkan kondisi setelah RPKP adalah kondisi ekonomi kawasan setelah ada upaya bantuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Nilai produksi komoditas menunjukkan bahwa ternak sapi, tanaman pangan padi, tanaman hortikultura cabai dan perkebunan kelapa sawit adalah komoditas yang memiliki nilai kontribusi ekonomi tertinggi di masing-masing kelompok komoditas. Tanaman pangan memberikan kontribusi tertinggi senilai Rp2.608.210.710.000,00 tahun 2022, juga dalam serapan tenaga khususnya pertanian tanaman pangan. Hasil perhitungan kelayakan investasi pengemukan sapi membutuhkan biaya operasional dalam satu tahun adalah sebesar Rp110.272.000,00, nilai NPV sebesar Rp67.212.930,00, R/C rasio sebesar 2,56, dan Net B/C menunjukkan angka sebesar 1,56 selama umur usaha 5 tahun
Identification of molecular bacterial isolate endofit bacteria Kasturi mango (Mangifera casturi Kosterm) leaves and analysis of antibacterial activity
The increase in infectious diseases caused by pathogenic bacteria impacts the increase in the incidence of pathogenic bacteria to antibiotics. This study aimed to find candidates for the endophytic bacterial isolates of kasturi mango, which have antibacterial potential. After being tested against the pathogenic bacteria, Bacterial isolates showed potential activity using the disc diffusion method. The observations of five endophytic bacterial isolates from the leaves of Kasturi mango, namely L1, L2, L3, L4, and L5, showed that L2 was the most potential compared to other isolates. The formation of a clear zone indicates the inhibitory activity. Molecular identification was carried out by PCR amplification on the 16S rRNA gene. Furthermore, the L2 isolate was identified as Enterobacter cloacae with a 99% sequence similarity. Subsequent tests on several bacteria, including S. mutans ATCC 31987, S. aureus ATCC 25323, E. coli ATCC 25922 and Shigella dysenteriae ATCC 13313. All isolates showed an inhibition zone in the five bacteria.Keywords: Endophyte, Kasturi Mango, AntibacterialABSTRAKIdentifikasi molekuler isolat bakteri endofit daun mangga Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) dan analisis aktivitas antibakteriMeningkatnya angka kejadian penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri patogen berdampak pada meningkatknya kemampuan resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandidat isolat bakteri endofit daun mangga kasturi yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Isolat bakteri yang telah diujikan terhadap bakteri patogen Propionibacterium acnes menunjukkan aktivitas potensial dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil pengamatan dari lima isolat bakteri endofit dari daun mangga kasturi yaitu L1, L2, L3, L4, dan L5 menunjukan L2 yang paling potensial dibandingkan isolat yang lain. Aktivitas penghambatan ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening. Identifikasi molekuler dilakukan dengan amplifikasi PCR pada gen 16S rRNA. Selanjutnya, isolat L2 diidentifikasi sebagai Enterobacter cloacae dengan kemiripan urutan 99%. Pengujian berikutnya dilakukan terhadap beberapa bakteri diantaranya bakteri S. mutans ATCC 31987, S. aureus ATCC 25323, E. coli ATCC 25922 dan S. dysenteriae ATCC 13313. Semua isolat menujukkan adanya zona hambat pada kelima bakteri tersebut.Kata Kunci: Endofit, Mangga Kasturi, Antibakter