eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
Inhibitory Capacity of Clay Mask 96% Ethanol Extract from Bitter Melon (Momordica charantia L.) Against Staphylococcus aureus
Momordica charantia L. commonly known as bitter melon plant, is widely used as a treatment for various diseases, including skin infections. The purpose of this study was to determine the highest concentration of bitter melon extract and infusion in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This research was conducted using the disc diffusion method and evaluation of the quality of the clay mask was carried out on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The results showed that 96 % ethanol extract of bitter melon at a concentration of 100% had an inhibitory effectiveness of 6.32 mm and was higher than that of 4.85 mm of bitter melon infusion. The clay mask formula of 96% ethanol extract of bitter melon with concentrations of 5 % (F1), 7.5 % (F2) and 10 % (F3) gave a fairly good evaluation of physical quality with an inhibition zone of 5.0 mm; 7.06 mm and 7.30 mm, respectively. The clay mask of 96% ethanol extract of bitter melon fruit F1, F2 and F3 belongs to the medium category in inhibiting bacteria.keywords: inhibition; ethanol extract; clay mask; Momordica charantia L.; Staphylococcus aureusABSTRAKDaya Hambat Masker Clay Ekstrak Etanol 96% Buah Pare (Momordica charantia L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureusMomordica charantia L. umumnya dikenal dengan tanaman pare, digunakan sebagai pengobatan terhadap berbagai penyakit, diantaranya infeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tertinggi ekstrak dan infusa buah pare dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan evaluasi mutu masker clay dilakukan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96 % buah pare pada konsentrasi 100 % memiliki efektivitas daya hambat sebesar 6,32 mm dan lebih tinggi dibandingkan dengan infusa buah pare 4,85 mm. Formula masker clay ekstrak etanol 96 % buah pare konsentrasi 5 % (F1) ; 7,5 % ; (F2) dan 10 % (F3) memberikan hasil evaluasi mutu fisik yang cukup baik dengan zona hambat berturut-turut 5,0 mm ; 7,06 mm dan 7,30 mm. Masker clay ekstrak etanol 96% buah pare F1, F2 dan F3 termasuk ke dalam kategori sedang dalam menghambat bakteri.Kata kunci: daya hambat; ekstrak etanol; masker clay; Momordica charantia L.; Staphylococcus aureusÂ
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MEMAJUKAN KELOMPOK TANI DI DESA CIPELANG, KABUPATEN BOGOR
ABSTRACTStrengthening and developing farmer groups is a necessity in agricultural development which aims to increase agricultural productivity, fulfill national food needs, increase farmers' welfare, and realize national security stability. An element that plays an important role in the development of farmer groups is agricultural extension workers, namely as educators, facilitators, motivators, innovators and dynamicators for farmers both individually and in groups. Cipelang Village, Cijeruk District, has several farmer groups with different levels of activity. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the development of farmer groups and the relationship between the role of agricultural extension workers and the development of farmer groups. The research population was lowland rice farmers, the determination of the number of research samples with the slovin formulation, and the sampling was done by simple random sampling. Primary data was collected through interviews with respondents using a questionnaire, while secondary data was collected from related agency documents and reports. Analysis of the role of agricultural extension workers in the development of farmer groups using descriptive statistical analysis and the relationship between the role of agricultural extension workers and the development of farmer groups was analyzed using Spearman rank correlation analysis. The results of the study indicate that the role of extension workers in the development of farmer groups is very high. The role of agricultural extension agents as facilitators, dynamists, motivators and educators is significantly related to the development of farmer groups, while the role of extension workers as innovators has not shown a significant relationship to the development of farmer groups. ABSTRAKPenguatan dan pengembangan kelompok tani merupakan kebutuhan dalam pembangunan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, pemenuhan kebutuhan pangan nasional, peningkatan kesejahteraan petani, dan secara lebih luas mewujudkan stabilitas ketahanan nasional. Salah satu elemen yang berperanan untuk pengembangan kelompok tani adalah penyuluh pertanian lapang, yaitu sebagai edukator, fasilitator, motivator, inovator dan dinamisator bagi petani baik secara individu maupun kelompok. Desa Cipelang, Kabupaten Bogor memiliki beberapa kelompok tani dengan tingkat keaktifan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran penyuluh pertanian lapang dalam pengembangan kelompok tani serta hubungan antara peran penyuluh pertanian dengan perkembangan kelompok tani. Populasi penelitian adalah petani padi sawah, penentuan jumlah sampel penelitian dengan formulasi slovin, dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode secara acak sederhana. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terhadap responden dengan menggunakan kusioner, sedangkan data sekunder dari dokumen dan laporan intansi terkait. Analisis peran penyuluh pertanian lapangan menggunakan statistik deksriptif dan hubungan antara peran penyuluh pertanian lapangan dengan perkembangan kelompok tani dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh terhadap pengembangan kelompok tani tergolong sangat tinggi. Peran penyuluh pertanian lapang sebagai fasilitator, dinamisator, motivator dan edukator berhubungan signifikan dengan pengembangan kelompok tani, sementara itu peran penyuluh sebagai inovator belum menunjukan hubungan yang signifikan terhadap pengembangan kelompok tani
PEMBUATAN JALUR WISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA MALASARI KECAMATAN NANGGUNG KABUPATEN BOGOR
Most Malasari village areas were a part of Gunung Halimun Salak National Park. The people of Malasari village are farmers. Besides that, they also worked as an illegal miner (Gurandil) in an Aneka Tambang co-mining area. Ltd. Malasari Village has the potential natural beauty that can be used as a tourist-visit area. Malasari Village's people formed a tourism awareness group based on its natural beauty potential. Mapping of tourism potential is needed to develop natural tourism in Malasari Village. This community service activity aimed to map tourism potential, create paths and install interpretation boards, and assist the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) related to group legality management. All these activities are carried out with the community to get accurate results per the objectives. The results of this service are the availability of tourist maps, interpretation paths, interpretation board facilities and infrastructure, installation of interpretation boards and directions to tourist destinations, and the formation of the Sacred Village Tourism Awareness Group, which is a legal entity. Keywords: Malasari village, the potency of tourism, interpretation track Abstrak Desa Malasari sebagian besar wilayahnya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Mata pencaharian masyarakatnya selain bertani juga menjadi gurandil, yaitu menambang emas secara ilegal dalam kawasan konsesi PT Aneka Tambang. Desa Malasari memiliki keindahan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan, sangat potensial sebagai daerah kunjungan wisata. Mempertimbangkan potensi ini, masyarakat desa membentuk Kelompok Sadar Wisata. Dalam rangka pengembangan wisata alam di Desa Malasari, perlu dilakukan pemetaan potensi wisata. Pengabdian kepada masyarakat ini, bertujuan untuk memetakan potensi wisata, pembuatan jalur dan pemasangan papan interpretasi, serta pendampingan pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berkaitan dengan pengurusan legalitas kelompok. Untuk mendapatkan hasil yang realistis sesuai dengan tujuan, seluruh kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat. Hasil pengabdian ini adalah tersedianya peta wisata, jalur interpretasi, sarana dan prasarana papan interpretasi, pemasangan papan-papan interpretasi dan penunjuk arah ke lokasi tujuan wisata, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Kampung Keramat yang berbadan hukum. Kata Kunci : Desa Malasari, potensi wisata, jalur interpretas
SOSIALISASI PENYUSUNAN BIAYA PRODUKSI BAGI KEBERLANJUTAN USAHA: PADA USAHA ULTRA MIKRO AFF CILENGSI
The problems almost faced by MSMEs in Indonesia are business sustainability, knowledge about the market, sense of competition, financial reporting, product or production costs, access to capital, marketing and other difficulties. The problem will increase and impact the business's continuity in the future if it is not resolved. The issues should be solved one by one and gradually. The primary purpose of this PKM is to educate and assist SMEs (SMEs Azka Frozen Food Cilengsi) about the cost of product or production costs; introduction of types of production costs, identification and calculation of production costs and the implications of the application of production costs to business continuity or sustainability. PKM is carried out in training and other activities such as sharing sessions, consultations and mentoring, calculating production costs and financial management and reporting. After implementing this PKM, AFF SMEs have gained knowledge about simple production costs and can calculate their product costs. Having some knowledge becomes the provision for managing the business better, and also it is expected that AFF SMEs can make improvements in calculating production costs. Accurate calculation of production costs has implications for more competitive selling prices and other strategic movements.Keywords: Production Cost, Sustainability, Mentoring, SMEsAbstrakPada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh usaha ultra mikro di Indonesia adalah tentang keberlanjutan usaha di masa mendatang, pengetahuan tentang pasar, persaingan dan pengelolaan dan pencatatan keuangan, biaya produksi, permodalan, pemasaran dan kesulitan khas lainnya. Permasalahan tersebut akan semakin bertambah dan menyebabkan terganggunya keberlangsungan usaha bilamana tidak diselesaikan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang biaya produksi dan aspek bisnis lainnya dan juga untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola usaha ultra mikro mitra (Azka Frozen Food Cilengsi/AFF). Metode PKM diantaranya dengan memberikan pelatihan dasar tentang biaya produksi secara online dan pendampingan menghitung biaya produksi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa usaha ultra mikro AFF mendapatkan pengetahuan dan pemahaman lebih baik tentang biaya produksi, serta dapat menghitung biaya produksi sendiri. Perhitungan biaya produksi usaha ultra mikro AFF dapat dilakukan sendiri dan dimanfaatkan dalam menjalankan usaha, seperti melakukan penghematan dan pengelolaan bahan baku. Dampak dari pelaksanaan PKM ini usaha ultra mikro AFF sudah dapat menghitung biaya produksi, paham tentang biaya overhead, dan mengetahui manfaat melakukan perhitungan biaya produksi bagi keberlangsungan usaha.Kata Kunci: Biaya Produksi, Keberlanjutan Usaha, Pendampingan, Ultra Mikr
Simultaneous Isolation of 6-Gingerol, 6-Shogaol, and 6-Paradol from Zingiber Officinale Using Vaccum Liquid Chromatography
Zingiber officinale (Ginger) was widely known as one of the most herbal medicines containing many bioactive compounds claimed to be useful as an antioxidant, anti-inflammatory, anti-cancer, and anti-coagulant. Gingerol, shogaol, and paradol are some of the most bioactive compounds found in ginger. Several studies have been conducted to isolate the bioactive compounds. However, a study about simultaneous isolation with a fast and effective methodology has yet to be found in Indonesia. Therefore, this study aimed to simultaneously isolate the bioactive compounds such as 6-gingerol, 6-shogaol, and 6-paradol in ginger using Vacuum Liquid Chromatography (VLC). Etil acetate (EA) fraction from the ginger crude extract was treated with VLC using a mix of hexane-EA as a mobile phase to gain the isolates, and then it was purified using HPLC semi-prep. 6-gingerol and 6-shogaol were found in the fraction of VLC 80% hexane. Meanwhile, 6-paradol was found in the fraction VLC 90% hexane. Further isolation of each compound was conducted using semi-prep HPLC. LC-MS was used to confirm the molecular weight of each isolate compared to the literature. This study obtained isolate 6-gingerol, 6-shogaol, and 6-paradol with a purity of 99%, 94%, and 92%, respectively.Keywords:Â Isolation;Â Zingiber officinale;Â 6-gingerol;Â 6-shogaol;Â 6-paradol;Â VLCABSTRAKIsolasi 6-Gingerol, 6-Shogaol, dan 6-Paradol dari Tanaman Zingiber officinale (Jahe) secara Simultan dengan Menggunakan Metode Vaccum Liquid Chromatography (VLC)Zingiber officinale (jahe) merupakan salah satu dari jenis tanaman obat yang memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang bermanfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan antikoagulan. Gingerol, shogaol, dan paradol adalah beberapa jenis senyawa aktif yang umumnya dapat ditemukan pada tanaman ini. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk proses isolasi senyawa tersebut. Akan tetapi, di Indonesia, isolasi senyawa tersebut belum dilakukan secara simultan dan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa aktif 6-gingerol, 6-shogaol, dan 6-paradol secara simultan menggunakan metode Vaccum Liquid Chromatography (VLC). Fraksi etil asetat dari ekstrak jahe di VLC dengan campuran perlarut heksan-etil asetat (EA) untuk memperoleh isolat senyawa dan kemudian dimurnikan dengan menggunakan HPLC semi-prep. Pada hasil VLC 80 % heksana didapatkan senyawa 6-gingerol dan 6-shogaol. Sementara senyawa 6-paradol didapatkan pada VLC 90 % heksana. Selanjutnya, konfirmasi berat molekul senyawa dilakukan menggunakan LC-MS untuk mecocokkan dengan literatur yang sudah ada. Dari hasil penelitian didapatkan isolat senyawa aktif jahe berupa 6-gingerol, 6-shogaol, dan 6-paradol, masing-masing dengan kemurnian 99 %, 94 %, dan 92 %.Kata kunci : Isolasi, Zingiber officinale, 6-gingerol, 6-shogaol, 8-paradol, VL
Identifikasi Benih Beberapa Varietas Melon (Cucumis Melo L.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital
As technology advances, digital images can be used to identify the morphology of various agricultural commodities. Identification of varieties through seeds can be an alternative identification technique in studying varietal diversity. The purpose of this study was to identify the seed shape of several melon varieties using a digital image analysis approach. Six melon varieties were used in this study, namely Gracia, Japonika, Roxy, Golden Aroma, Red Aroma, and Cantaloupe. Digital images were obtained using scanning techniques and processed using ImageJ V1 47q software. Geometry analysis and shape analysis were carried out on the resulting images. The results showed that digital image analysis was more sensitive, precise, and accurate in identifying seed shape characteristics compared to visual observation by naked eye, especially seeds that were outside the range of the specified numbers. The variables or parameters selected to differentiate melon seed varieties were area, circularity, feret angle, and aspect ratio.
Seiring berkembangnya teknologi, citra digital dapat digunakan untuk mengidentifikasi morfologi berbagai komoditas pertanian. Identifikasi varietas melalui biji dapat menjadi teknik identifikasi alternatif dalam hal mempelajari keragaman varietas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk benih dari beberapa varietas melon dengan pendekatan analisis citra digital. Enam varietas melon digunakan dalam penelitian ini yaitu Gracia, Japonika, Roxy, Golden Aroma, Red Aroma, dan Cantaloupe. Citra digital didapatkan dengan teknik scanning dan diolah melalui software ImageJ V1 47q. Analisis geometri dan analisis bentuk dilakukan terhadap citra yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis citra digital lebih sensitif, teliti, dan akurat untuk mengidentifikasi karakter bentuk benih dibandingkan dengan pengamatan secara visual secara kasat mata, khususnya benih yang berada pada luar kisaran angka yang ditetapkan. Variable atau parameter terpilih sebagai pembeda varietas benih melon ialah area, circular, feret angle, dan aspect rati
PEMBERDAYAAN PETANI JAMBU KRISTAL (Psidium guajava L.) MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN BERKELANJUTAN DI DESA BANTARSARI, KABUPATEN BOGOR
Optimising sustainable land use by integrating crystal guava plants and food crops commodities can increase land's carrying capacity and farmers' incomes. The extension and training activities aim to provide the understanding and improve skills in agricultural land management through optimising sustainable land use. The approach method used in this technical guidance program is to conduct counselling and demonstration plots. Activities that will be held in December 2021 were attended by 23 farmers who are representatives of the crystal guava farmer group in Bantarsari Village, Bogor Regency. This activity took place in three stages. The first stage contains counselling, socialisation and early questionnaire session about optimising sustainable land use. In the second stage, technical training in demonstration plots and selecting suitable commodities for intercropping with guava crystals and how to cultivate environmentally friendly food crops. The third stage was discussion and evaluation through filling out questionnaires to determine the response and the extent of farmers' understanding of optimising sustainable land use after socialisation and technical training. The evaluation results show that farmers are enthusiastic about implementing optimal land management of crystal guava integrated with food and medicinal plants sustainably. Keywords: Cultivation, Crystal Guava, Land Management, Crops Abstrak Optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan dengan mengintegrasikan tanaman jambu kristal dan komoditi dari tanaman pangan dapat meningkatkan daya dukung lahan serta pendapatan petani. Tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan lahan pertanian melalui optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam program bimbingan teknis ini adalah melakukan penyuluhan dan pelatihan demplot. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 diikuti oleh petani yang merupakan wakil dari kelompok petani jambu kristal sebanyak 23 orang di Desa Bantarsari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung tiga tahap. Tahap pertama berisi penyuluhan, sosialisasi dan pengisian kuesioner awal tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Pada tahap ke dua, pelatihan teknis di demplot dan memilih komoditi yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jambu kristal serta cara budidaya tanaman pangan berbasis ramah lingkungan. Tahap ke tiga diskusi dan evaluasi melalui pengisian kuesioner untuk mengetahui respon dan sejauh mana pemahaman petani tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan setelah dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani sangat antusias untuk menerapkan pengelolaan lahan jambu kristal secara optimal yang terintegrasi dengan tanaman pangan dan tanaman obat secara berkelanjutan.                                                                                            Kata Kunci: Budidaya, Jambu Kristal, Pengelolaan Lahan, Tanaman PanganÂ
Aplikasi Mikoriza dan Rock Phosphate terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Jagung Ketan
The use of mycorrhizal fungi based biofertilizers and rock phosphate in stimulating growth of corn plants has been widely developed. This study aims to increase the growth and yield of maize by combining mycorrhizae and rock phosphate. The research was conducted for 3 months in Sengir, Sumberharjo, Prambanan, using an experimental method with factorial randomized complete block design (RCBD) consisting of 2 treatment factors. The first is the dose of mycorrhizal fungi which consists of 3 levels, namely zero, 5 g/plant, and 10 g/plant mycorrhizal fungi then the doses of rock phosphate consisting of 4 levels, namely zero, 100 kg/ha (1.75 g/plant), 200kg/ha (3.50 g/plant), and 300 kg/ha (5.25 g/plant) rock phosphate. Data were analyzed using Anova and DMRT PostHoc test with a level of 5%. The results showed that there was an independent effect of giving Mycorrhizal fungi on plant height, stem diameter, ear weight, ear length, and ear diameter, with the 10 g/plant as the best dose. Meanwhile, the independent effect of rock phosphate was found in the parameters of leaf number, stem diameter, ear weight, ear length, and ear diameter, with 9,83 tons/ha best yields on 300 kg/ha dose.
---Penggunan pupuk hayati mikoriza dan batuan fosfat (rock phosphate) dalam memacu pertumbuhan tanaman jagung telah banyak dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan mengombinasikan antara penggunaan mikoriza dan rock phosphate. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Dusun Sengir, Sumberharjo, Prambanan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di lapangan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk hayati mikoriza yang terdiri dari 3 level yaitu tanpa mikoriza, mikoriza 5 g/tanaman, dan mikoriza 10 g/tanaman. Faktor kedua yaitu berbagai dosis pupuk rock phosphate yang terdiri dari 4 level yaitu tanpa rock phosphate, 100 kg/ha (1,75 g/tanaman), 200kg/ha (3,50 g/tanaman), dan 300 kg/ha (5,25 g/tanaman) rock phosphate. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Anova dan uji lanjut DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mandiri pemberian Mikoriza pada tinggi tanaman, diameter batang, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, dengan hasil terbaik pada dosis 10g/tanaman. Sementara itu, pengaruh mandiri rock phosphate terdapat pada parameter jumlah daun, diameter batang, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, dengan hasil produksi terbaik pada dosis 300kg/ha yaitu 9,83 ton/ha.Pengguanan pupuk hayati mikoriza dan batuan fosfat (rock phosphate) dalam memacu pertumbuhan tanaman jagung telah banyak dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan mengkombinasikan antara penggunaan mikoriza dan rock phosphate. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Dusun Sengir, Sumberharjo, Prambanan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di lapangan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk hayati mikoriza yang terdiri dari 3 level yaitu tanpa mikoriza, mikoriza 5 g/tanaman, dan mikoriza 10 g/tanaman. Faktor kedua yaitu berbagai dosis pupuk rock phosphate yang terdiri dari 4 level yaitu tanpa rock phosphate, rock phosphate 100 kg/ha (1,75 g/tan), 200kg/ha (3,50 g/tan), dan 300 kg/ha (5,25 g/tan). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji Anova dan uji lanjut DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh mandiri pemberian Mikoriza pada tinggi tanaman, diameter batang, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, dengan hasil terbaik pada dosis 10g/tan. Sementara itu, pengaruh mandiri rock phosphate terdapat pada parameter jumlah daun, diameter batang, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, dengan hasil terbaik pada dosis 300kg/ha
Isolation and Molecular Identification of Endophytic Bacteria of Clove Leaf (Syzygium aromaticum L) and Mechanism of Action Antibacterial
Endophytic bacteria are microorganisms that live in plant parts. Endophytic bacteria from clove (Syzygium aromaticum L.) leaves with antibacterial activity are rarely reported. Therefore, this study aims to isolate endophytic bacteria from clove leaves (Syzygium aromaticum L.), screen and determine potential endophytic bacteria as antibacterial compounds, identify molecularly with 16S rRNA, analyze bacterial growth curves and detect bioactive compounds produced by potential bacteria. Endophytic bacteria were isolated as many as 7 pure isolates including IRV1, IRV2, IRV3, IRV4, IRV5, IRV6, IRV7. IRV3 isolates showed the most dominant activity in inhibiting the growth of test bacteria and as the most potential producer of antibacterial compounds. Molecular identification with PCR (polymerase chain reaction) amplification in the 16S rRNA gene showed IRV3 isolate as Staphylococcus sp. with a 99% similarity value. Besides, the results of GCMS analysis of secondary metabolites of IRV3 isolates showed pyrazine content as a dominant compound, which has been known as a bioactive compound in inhibiting bacterial growth. Therefore, the results of this study revealed that IRV3 isolates that were successfully isolated and identified would be able to contribute to further research to find new antibiotic sources.Keywords: Antibacterial, Endophytic, Clove Leaves, Bioactive, Syzygium aromaticumIsolasi dan Identifikasi Molekuler Bakteri Endofit Daun Cengkeh (Syzigium aromaticum L) dan Mekanisme Aksinya Sebagai AntibakteriABSTRAKBakteri endofit adalah mikroorganisme yang hidup di dalam bagian tanaman. Bakteri endofit dari daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan aktivitas antibakteri masih jarang dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.), skrining dan menentukan bakteri endofit potensial sebagai penghasil senyawa antibakteri, mengidentifikasi secara molekuler dengan 16S rRNA, menganalisis kurva pertumbuhan bakteri dan mendeteksi senyawa bioaktif yang diproduksi oleh bakteri potensial. Bakteri endofit yang berhasil diisolasi sebanyak 7 isolat murni diantaranya IRV1, IRV2, IRV3, IRV4, IRV5, IRV6, IRV7. Isolat IRV3 menunjukkan aktivitas yang paling dominan dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji dan sebagai penghasil senyawa antibakteri yang paling potensial. Identifikasi molekuler dengan amplifikasi PCR (polymerase chain reaction) pada gen 16S rRNA menunjukkan isolat IRV3 sebagai Staphylococcus sp. dengan nilai similaritas 99%. Selain itu, hasil analisis GCMS dari metabolit sekunder isolat IRV3 menunjukkan kandungan pirazin sebagai senyawa dominan, yang telah dikenal sebagai senyawa bioaktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa isolate IRV3 yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi akan dapat berkontribusi pada penelitian lebih lanjut untuk menemukan sumber antibiotik baru.Kata kunci: antibakteri, endofit, daun cengkeh, bioaktif, Syzigium aromaticu
Pendapatan Petani dan Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta (Coffea sp) di Kecamatan Rumpin, Bogor
ABSTRAK   Kabupaten/Kota Bogor yang masuk dalam wilayah Jawa Barat, memiliki luas lahan kopi rakyat terluas kedua di Jawa Barat yaitu 6.418,00 hektare dan Kecamatan Rumpin sebagai salah satu bagian dari wilayah tersebut yang menghasilkan kopi. Peningkatan produksi kopi akan terwujud bila diikuti dengan pembenahan tingkat pendapatan petani. Hal tersebut harus dikondisikan dengan merangsang petani untuk menambah produktivitas yaitu menambah harga yang diterima oleh petani. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pemasaran pada bagian efisiensi pemasaran. Petani kopi di Kecamatan Rumpin belum sepenuhnya mengetahui pendapatan serta efisiensi pemasaran kopi, sehingga dirasakan penting untuk melakukan penelitian tentang pendapatan petani kopi dan efisiensi pemasaran kopi robusta mulai dari petani sebagai produsen hingga konsumen atau organisasi akhir dalam pemasaran kopi robusta. Hasil penelitian diperoleh pendapatan petani kopi berada di atas Upah Minimum Provinsi Jawa Barat yaitu Rp1.810.351,36. Terdapat dua saluran pemasaran di daerah penelitian yakni saluran dari petani ke pedagang pengepul besar lalu ke pedagang eksportir. Saluran pertama berlangsung untuk jenis biji kering (green bean) curah/asalan. Saluran pemasaran kedua yaitu dari petani ke kelompok tani, kemudian dijual ke coffee shop. Saluran pemasaran kedua berlaku untuk jenis kopi biji kering sortir. Kedua saluran pemasaran tersebut sudah efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran <50%.   ABSTRACT  Bogor Regency/City, which is included in the West Java region, has the second largest community coffee area in West Java which is 6,418.00 hectares and Rumpin District as one part of the area that produces coffee. The increase in coffee production will be realized if it is followed by improving the level of farmers' income. This must be conditioned by stimulating farmers to increase productivity, namely increasing the price received by farmers. This effort can be done by improving the marketing system in the marketing efficiency section. Coffee farmers in Rumpin District do not yet fully understand the income and efficiency of coffee marketing, so it is important to conduct research on the income of coffee farmers and the marketing efficiency of robusta coffee, starting from farmers as producers to consumers or the final organization in marketing robusta coffee. The results showed that the income of coffee farmers was above the West Java Province Minimum Wage, which was Rp. 1,810,351.36. There are two marketing channels in the research area, namely the channel from farmers to wholesalers and then to exporters. The first channel is for the type of dry beans (green beans) in bulk. The second marketing channel is from farmers to farmer groups, then sold to coffee shops. The second marketing channel applies to the type of dry-sorted coffee beans. Both marketing channels are efficient because they have a marketing efficiency value of <50%