eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
TEPUNG TALAS VARIETAS BARU SEBAGAI BAHAN BAKU COOKIES KWT SAWARGI KELURAHAN SITU GEDE KECAMATAN BOGOR BARAT
The purpose of the following community service activity is to educate KWT Sawargi members through counselling on the use of new varieties of taro plants Febi521 and its post-harvest processing for processed taro production houses, as well as preparing activity plans for implementing the use of new varieties of taro Febi521 and its post-harvest processing. The target group of this activity are the residents of the Women Farmers Group (KWT) Sawargi, Situ Gede Village, West Bogor District, Bogor City. This Community Service activity can be divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity have a positive impact on increasing knowledge and skills and have the potential to improve the economy of the community. KWT members have a new understanding of the new taro variety Febi521, which has the advantage of not itching due to low levels of calcium oxalate. KWT also knows the nutritional value of Febi521 taro. In addition, KWT members also understand Febi521's post-harvest processing techniques and skills in processing taro products in the form of cookies made from taro flour. Sustainability support of this activity, the team provided new varieties of taro seeds Febi521 and production tools for post-harvest processing of taro.Keywords: taro; Febi521, post-harvest, taro flour, cookiesAbstrakKegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk edukasi kepada mitra KWT Sawargi melalui penyuluhan pemanfaatan tanaman talas varietas baru Febi521 dan pengolahan pascapanennya dan menyusun rencana aktivitas implementasi pemanfaatan tanaman talas varietas baru Febi521. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam tiga tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Anggota KWT memiliki pemahaman yang baru tentang talas varietas baru Febi521 yang memiliki keunggulan tidak gatal karena rendahnya kadar kalsium oksalat. KWT juga memiliki pengetahuan tentang nilai gizi talas Febi521. Selain itu, para anggota KWT juga memahami teknik pengolahan pascapanen talas Febi521 serta memiliki keterampilan dalam mengolah produk olahan talas berupa cookies berbahan dasar tepung talas. Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ini, tim memberikan bibit talas varietas baru Febi521 dan alat produksi olahan talas pascapanen.Kata Kunci: talas, Febi521, pascapanen, tepung talas, cookie
Potential of Pepper Leaf (Piper nigrum L.) Ethanol Extract As Ovicide for Aedes aegypti
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has an increasing number of infections almost every year in Indonesia. Efforts to prevent this disease are carried out by using insecticides to reduce the spread of the Aedes aegypti mosquito as a disease vector. However, the continuous use of synthetic insecticides for a relatively long time can cause various environmental problems and cause mosquitoes to become resistant. Therefore, it is preferable to use natural insecticides derived from plants with the same effectiveness as ovicides. The content of essential oils and secondary metabolites, such as alkaloids, flavonoids and saponins in pepper plants (Piper nigrum L.), is known to act as an insecticide. This study aims to determine the ovicidal mosquito Ae. aegypti by pepper leaf extract (P. nigrum L.). This study used a completely randomized design (CRD) with 6 variations of extract concentration (0% (control); 0.40%; 0.60%; 0.80%; 1.00%) and four replications for each treatment. Data analysis was carried out using one way ANOVA and post hoc LSD statistical tests. Significantly different results (p<0.05) were obtained, indicating a different effect between control and treatment with variations in extract concentration on mosquito eggs. The concentration of the extract with the most potential as an ovicidal mosquito Ae. aegypti is 1.20%.Keywords:Â Â Ae. aegypti;Â Â pepper leaf;Â ovicideABSTRAKPotensi Ekstrak Etanol Daun Lada (Piper nigrum L.) sebagai Ovisida Nyamuk Aedes aegyptiDemam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan jumlah infeksi hampir setiap tahun di Indonesia. Upaya pencegahan penyakit ini, dilakukan dengan menggunakan insektisida untuk mengurangi persebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit. Namun penggunaan insektisida sintetik secara kontinu pada waktu yang relatif lama, dapat memunculkan berbagai permasalahan pada lingkungan dan menyebabkan nyamuk menjadi resisten. Oleh karena itu, lebih disarankan penggunaan insektisida alami yang berasal dari tumbuhan dengan efektivitas yang sama sebagai ovisida. Kandungan minyak atsiri dan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid dan saponin yang ada pada tanaman lada (Piper nigrum L.), diketahui dapat berperan sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ovisida nyamuk Ae. aegypti oleh ekstrak daun lada (P. nigrum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 variasi konsentrasi ekstrak (0% (kontrol); 0,40%; 0,60%; 0,80%;, 1,00%) dan empat kali ulangan untuk setiap perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik one way ANOVA dan post hoc LSD. Hasil beda nyata (p<0,05) yang didapatkan menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda antara control dengan perlakuan variasi konsentrasi ekstrak terhadap telur nyamuk. Konsentrasi ekstrak yang paling berpotensi sebagai ovisida nyamuk Ae. aegypti yaitu 1,20%.Kata kunci: Ae. aegypti;Â daun lada; ovisid
Determination of The Parents Based on Molecular Analysis for Soybean Lines Development
Soybean is the third most important food commodity in Indonesia, which is a cheap source of protein and rich in different nutritional contents for humans. This study aimed to analyze the four genotypes of the crossing parents using SSR primers and select one SSR polymorphic primer to confirm the F1 generation alleles compared to their parents. The research was conducted in the laboratory and greenhouse of the Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (ICABIOGRAD). The research activities included a polymorphic primers survey, population formation, and confirmation of crossing populations using one polymorphic primer. A total of 20 SSR primers were used to amplify the DNA of the four crossing parents (Biosoy 1, Biosoy 2, Demas, and Tanggamus). The results of the polymorphic SSR survey showed that 6 SSR primers could distinguish the combination of Biosoy 2 vs Demas parents, then 7 SSR primers could distinguish the combination of Biosoy 1 vs Tanggamus and Biosoy 2 vs Tanggamus parents. Satt 406 polymorphic primer was chosen to analyze F1 hybrid lines of three crossings. Based on phenotypic observation, two individuals were suspected to be hybrid lines. Molecular analysis using Satt 406 showed that alleles from male parents were not found in 16 F1 individuals from the three crossings. Selection using molecular markers such as Satt 406 polymorphic SSR can help breeders screen heterozygous populations in F1 generations to check successful crossings.Keywords: biosoy 1; biosoy 2; Demas; Tanggamus; Al tolerance; SSR markers ABSTRAKPenentuan Tetua Berbasis Analisis Molekuler Untuk Pembentukan Galur KedelaiKedelai merupakan komoditas pangan penting ketiga di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai sumber protein yang murah dan kaya berbagai kandungan gizi bagi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis 4 genotip tetua persilangan menggunakan primer SSR dan memilih satu primer polimorfik SSR untuk mengonfirmasi alel-alel generasi F1 dibandingkan dengan para tetuanya. Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen). Kegiatan penelitian terdiri dari survei primer polimorfik, pembentukan populasi, dan konfirmasi populasi persilangan menggunakan satu primer polimorfik. Sebanyak 20 primer SSR digunakan untuk mengamplifikasi DNA dari empat tetua persilangan kedelai (Biosoy 1, Biosoy 2, Demas, dan Tanggamus). Hasil survei polimorfisme SSR menunjukkan bahwa 6 primer SSR dapat membedakan kombinasi tetua Biosoy 2 vs Demas, serta 7 primer SSR dapat membedakan Biosoy 1 vs Tanggamus dan Biosoy 2 vs Tanggamus. Primer polimorfik Satt 406 terpilih untuk menganalisis hibrida F1 dari tiga persilangan. Berdasarkan hasil pengamatan fenotipik, diperoleh 2 nomor individu F1 yang diduga sebagai generasi hibrida. Analisis molekuler menggunakan Satt 406 menunjukkan bahwa alel-alel dari tetua jantan tidak ditemukan pada 16 nomor tanaman dari 3 populasi persilangan. Seleksi menggunakan marka molekuler seperti SSR polimorfik Satt 406 membantu pemulia dalam menskrining populasi heterozigot pada generasi F1 untuk mengetahui keberhasilan persilangan.Kata kunci: biosoy 1, biosoy 2, Demas, Tanggamus, toleransi Al, marka SS
The Effectiveness of Chlorine Tablets to Reducing Coliform in Wastewater Treatment Plant
Wastewater originating from experimental animal cages that are not treated properly can be a source of pollution because it contains organic, inorganic materials and even pathogenic microorganisms. Disinfection using chlorine is the last step in the wastewater treatment process to reduce microorganisms. This study aimed to determine the effectiveness of chlorine tablets in reducing the content of Coliform from experimental animal cage wastewater at the Wastewater Treatment Plant (WWTP) to meet the Total Coliform quality standard in the Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 68 of 2016 concerning domestic wastewater quality standards. The research was conducted using laboratory experiments pre and post-test. Wastewater samples were taken from 2 points, namely, the point inlet (before treatment) and outlet (after chlorination), the MPN test Coliform (SNI 2897 2008) were repeated twice, and the measured pH and temperature to analyze environmental factors. The results showed that 200 g of chlorine tablets could effectively reduce Coliform up to 98.55% and meet the quality standards used as a reference.Keywords: Coliform, Chlorine, Wastewater, WWTP, Quality standard Efektivitas Tablet Klorin Dalam Menurunkan Kandungan Coliform Pada Instalasi Pengolahan Air LimbahABSTRAKAir limbah yang berasumber dari kandang hewan coba yang tidak diolah dengan tepat dapat menjadi sumber pencemaran karena mengandung bahan organik, anorganik bahkan mikroorganisme pathogen. Desinfeksi meggunakan klorin merupakan tahapan terakhir pada proses pengolahan air limbah untuk mengurangi mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas tablet klorin dalam menurunkan kandungan Coliform dari air limbah kandang hewan coba di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar memenuhi baku mutu Total Coliform dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan eksperimen laoboratorium pre dan post test. Sampel air limbah diambil dari 2 titik yaitu titik inlet (sebelum pengolahan) dan outlet (sesudah klorinasi), uji MPN Coliform (SNI 2897 2008)  dilakukan dua kali ulangan, serta mengukur pH dan suhu untuk menganalisis faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan tablet klorin sebanyak 200 g efektif dapat menurunkan Coliform hingga 98,55 % dan memenuhi baku mutu yang dijadikan acuan.Kata Kunci: Coliform, Klorin, air limbah, IPAL dan baku mutu
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT (POKMAS) DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN CIBADAK
Abstract The problem of household waste in the city of Bogor is included in the Cibadak Village, is still the main problem because the volume continues to increase along with the population are increased. Improper handling of waste will cause environmental pollution and have an impact on people’s health. Therefore, it needs to manage waste at the household and community levels through empowering waste management groups at the RW level. The results of community service activities in the Cibadak village already have TPS3R RW 04 and TPS Kukupu RW 08. The manager of TPS3R and TPS Kukuku RW 08 has carried out household waste collection activities as well as sorting organic and non-organic waste. Organic waste has not been processed into compost and non-organic waste has not been used as raw material for handicrafts, but is directly sold to collectors. The household compost produced has the potential to be used as commercial compost because it has compost specifications (based on SNI 19-7030-2004), some of them are black in color and have a total N nutrient content of 0.45%, higher than the minimum limit. Community empowerment can improve the skills of waste managers. Community empowerment in household waste management also has a positive impact because it can improve cleanliness and reduce the level of environmental pollution. In community empowerment activities in household waste management, the partner role is needed for increase the role of TPS3R and TPS managers through community empowerment independently.AbstrakPermasalahan sampah rumah tangga yang ada di Kota Bogor termasuk di Kelurahan Cibadak, masih menjadi masalah utama karena volumenya terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Penanganan sampah yang kurang baik akan meningkatkan pencemaran lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. Oleh karenanya perlu dilakukan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan masyarakat melalui pemberdayaan kelompok-kelompok pengelola sampah di tingkat RW. Hasil kegiatan pengabdian di kelurahan Cibadak sudah ada pada TPS3R RW 04 dan TPS Kukupu RW 08. Pengelola TPS3R dan TPS Kukupu RW 08 sudah melakukan kegiatan pengumpulan sampah rumah tangga serta melakukan pemilahan sampah organik dan non organik. Sampah organik belum diolah menjadi kompos dan sampah non organik belum dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, tetapi langsung dijual ke pengepul. Kompos sampah rumah tangga yang dihasilkan berpotensi untuk dijadikan kompos komersial karena memiliki spesifikasi kompos (berdasarkan SNI 19-7030-2004) diantaranya warna kehitaman dan memiliki kandungan hara N total 0,45%, lebih tinggi dari batas minimumnya. Pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan mengelola sampah. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga juga berdampak positif karena dapat meningkatkan kebersihan dan mengurangi tingkat pencemaran lingkungan. Pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, peran mitra sangat diperlukan untuk meningkatkan peran pengelola TPS3R dan TPS melalui pemberdayaan masyarakat secara swadaya
RESPON TANAMAN SAWI PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMBERIAN AIR DI WADAH TANAM BATANG PISANG
Abstract Water soil reduction during the dry season impact on production failure, therefore it is necessary to use water efficiently. The purpose of the study was to determine the effect of watering frequency and composition of planting media on the growth and yield of mustard (Brassica juncea L) planted using banana stem planting containers. The study used a 2 factorial Completely Randomized Design (CRD). First factor was planting media: M1 = 50% husk, 25% soil, 25% goat manure (2:1:1), M2 = 25% husk, 50% soil, 25% goat manure (1:2:1) , M3 = Husk 25%, soil 25%, goat manure 50% (1:1:2), M4 = 100% Soil. Second factor was: the frequency of watering every day (S1), the frequency of watering every 3 days (S2), and watering every 6 days (S3). The results showed that the composition of the planting media M1, M2 and M3 showed different effects on the treatment of M4 soil media without husks and manure on plant height, leaf length, number of leaves, and harvest weight. There was no significant difference between M1, M2 and M3 treatments on plant growth and leaf wet weight yield. The highest leaf wet weight was found in the M1 treatment, which was 3,8 times higher than the M4 treatment. The frequency of watering also affects the growth and yield of leaf wet weight. The results of the highest leaf wet weight in the S1 treatment, the frequency of watering once a day was 2 times higher than the frequency of watering every 3 days.AbstrakPenurunan kadar air di dalam tanah pada musim kemarau dapat berdampak pada kegagalan produksi, oleh karena itu perlu efisiensi penggunaan air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L) yang di tanam menggunakan wadah tanam batang pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama yaitu media tanam: M1 = Sekam 50%, tanah 25%, pupuk kandang kambing 25% (2:1:1), M2 = Sekam 25%, tanah 50%, pupuk kandang kambing 25% (1:2:1), M3 = Sekam 25%, tanah 25%, pupuk kandang kambing 50% (1:1:2), M4 = 100% Tanah. Faktor kedua yaitu penyiraman: frekuensi penyiraman setiap hari (S1), frekuensi penyiraman 3 hari sekali (S2), dan penyiraman 6 hari sekali (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam M1, M2 dan M3 memperlihatkan pengaruh yang berbeda terhadap perlakuan M4 media tanah tanpa sekam dan pupuk kandang pada tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, dan bobot panen. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan M1, M2 dan M3 pada pertumbuhan tanaman dan hasil bobot basah daun. Bobot basah daun tertinggi terdapat pada perlakuan M1 3,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan M4. Frekuensi penyiraman juga mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bobot basah daun. Hasil bobot basah daun tertinggi pada perlakuan S1 frekuensi penyiraman setiap hari sekali 2 kali lebih tinggi dibandingkan perlakuan frekuensi penyiraman 3 hari sekali
Galangal Rhizome (Alpinia galanga (L.) Willd) Essential Oil as a Natural Preservative of Chicken Fillets
Cold storage and the addition of preservatives are ways of preserving fillet products to maintain their quality. The addition of preservatives to fillet products can be in the form of synthetic or natural ingredients. Galangal rhizome contains essential oils that are active as antifungal and antibacterial. This study aimed to know the concentration of essential oils and effective storage time in maintaining the quality of the broiler chicken fillet. The method used is a laboratory experiment, using the concentration of red galangal essential oil (0; 0.5; 1; 1.5%), storage time (0, 8, 12, 16 days), repeated three times and treatment negative control. Microbiological analysis was carried out based on SNI 3924:2009, including Eschercia coli, Staphylococcus aureus and Salmonella sp tests. The results showed that 1.5% volatile oil concentration with a storage time of 8 days was the most effective in maintaining the quality of chicken fillet with a total plate count (TPC) of 9x105 cfu/g. The number of Escherichia coli bacteria is 0x101kol/g, Salmonella sp bacteria is negative per 25 grams, the water content is 72.03%, and the pH value is 6.31. The concentration of 1.5% essential oil with a storage time of 16 days obtained the number of Staphylococcus aureus bacteria as much as 100 cfu/g. This result does not exceed the maximum limit of SNI 3924:2009, which is 1x102 cfu/g.The highest organoleptic value of appearance and taste was found in adding 1% galangal essential oil and a storage time of 0 days. For the odour, the highest value was found in adding 0.5% galangal essential oil and a storage time of 12 days.Keywords: Chicken Fillet, Essential Oil, E.coli, Staphylococcus aureus, Salmonella sp. ABSTRAKMinyak Atsiri Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) sebagai Pengawet Alami Daging AyamPenyimpanan suhu dingin dan penambahan pengawet merupakan salah satu cara pengawetan produk fillet untuk mempertahankan mutunya. Penambahan bahan pengawet pada produk fillet dapat berupa bahan sintetis atau bahan alami. Rimpang lengkuas diketahui memiliki kandungan minyak atsiri lengkuas yang bersifat aktif sebagai antijamur dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri lengkuas dan waktu penyimpanan yang efektif dalam mempertahankan fillet daging ayam ras. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan menggunakan konsentrasi minyak atsiri lengkuas (0; 0,5; 1; 1,5%), lama penyimpanan (0, 8, 12, 16 hari), diulang 3 kali dan perlakuan kontrol negatif. Analisis mikrobiologi dilakukan berdasarkan SNI 3924:2009, meliputi uji Eschercia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonela sp. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minyak atsiri lengkuas 1,5% dengan waktu penyimpanan 8 hari merupakan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas fillet ayam dengan nilai total plate count (TPC) sebesar 9x105 cfu/g. Jumlah bakteri Escherichia coli yaitu 0x101kol/g, bakteri Salmonella sp yaitu negatif per 25 gram, kadar air yaitu 72,03%, serta nilai pH sebesar 6,31. Konsentrasi minyak atsiri lengkuas 1,5% dengan waktu penyimpanan 16 hari didapatkan jumlah bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 100 cfu/g, hasil ini tidak melebihi batas maksimum SNI 3924:2009 yaitu 1x102 cfu/g. Nilai organoleptik kenampakan dan rasa paling tinggi terdapat pada penambahan minyak atsiri lengkuas 1% dan waktu penyimpanan 0 hari, sedangkan untuk aroma nilai paling tinggi terdapat pada penambahan minyak atsiri lengkuas 0,5% dan waktu penyimpanan 12 hari.Kata Kunci: filet ayam, minyak atsiri lengkuas, waktu penyimpanan, E.coli, S. aureu
Utilization of Iron Scrap for Palm Oil Mill Effluent Treatment by Fenton and Foto-Fenton Processes
The increase in the amount of palm oil production impacts increasing the total liquid waste from the processing of palm oil. Palm oil mill effluent (POME) has high chemical oxygen demand (COD) and biochemical oxygen demand (BOD) parameters that can cause environmental pollution. This study processed POME using the Fenton mechanism using reagents derived from scrap iron. The Fenton mechanism is one of the advanced oxidation process technology (AOPs) in wastewater treatment. To improve the performance of the Fenton mechanism, the researchers integrated it with UV-rays in the photo-Fenton mechanism scheme. Fenton and photo-Fenton processes effectively reduce the pH, BOD, and COD of POME. The COD removal efficiency was 99.91%, while the BOD removal efficiency was 99.93%. The more FeSO4 added to the wastewater, the more significant the reduction of BOD and COD in the Fenton and photo-Fenton processes. Also, photo-Fenton is more effective than the Fenton process to reduce BOD and COD in the POME.Keywords:Â POME;Â Fenton;Â Photo-Fenton; Scrap ironABSTRAKPemanfaatan Besi Bekas untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Melalui Proses Fenton dan Foto-FentonMeningkatnya jumlah produksi kelapa sawit, berdampak pada peningkatan total limbah cair dari hasil pengolahan kelapa sawit. Limbah cair industri kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) memiliki nilai parameter chemical oxygen demand (COD) dan biochemical oxygen demand (BOD) yang tinggi sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Di dalam penelitian ini, dilakukan pengolahan POME menggunakan mekanisme Fenton menggunakan reagen yang berasal dari besi bekas. Mekanisme Fenton adalah salah satu pengembangan dari teknologi proses oksidasi maju (AOPs) dalam pengolahan air limbah. Â Untuk meningkatkan performa dari mekanisme Fenton, peneliti mengintegrasikan system tersebut dengan sinar-UV dalam skema mekanisme foto-Fenton. Proses Fenton dan foto-Fenton sangat efektif dalam menurunkan pH, BOD dan COD dari POME. Efisiensi penyisihan COD mencapai 99,91%, sedangkan efisiensi penyisihan BOD mencapai 99,93%. Semakin banyak FeSO4 yang ditambahkan ke dalam air limbah maka semakin besar reduksi BOD dan COD dalam proses Fenton dan foto-Fenton. Selain itu, foto-Fenton lebih efektif dibandingkan dengan proses Fenton dalam mereduksi BOD dan COD dalam POMEKata kunci : POME; Fenton; foto-Fenton; besi beka
Tindakan Pengembalian Limbah Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Upaya Memaksimalkan Zero Waste.
ABSTRAK   Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang terus berkembang di Indonesia. Pabrik kelapa sawit mengolah buah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan juga menghasilkan 75% limbah (padat dan cair). Limbah ini menjadi isu lingkungan dan memerlukan penanganan serius. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, pengolahan limbah menjadi hal yang sangat penting saat ini. Tujuan dari pengolahan limbah selain untuk mencegah kerusakan lingkungan adalah untuk memaksimalkan zero waste. Pemanfaatan limbah menjadi bahan yang bermanfaat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan mewujudkan industri berwawasan lingkungan. Limbah pabrik kelapa sawit berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa cangkang, serat (fiber) dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar, sedangkan tandan kosong dimanfaatkan menjadi kompos, bahan baku kertas dan pakan ternak. Limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah di IPAL (Instalasi pengolahan air limbah) selanjutnya akan dikembalikan ke lahan (land application). Tindakan pengembalian limbah cair pabrik kelapa sawit ternyata memberikan pengaruh pada perbaikan kualitas tanah, penambahan unsur hara, penganekaragaman mesofauna dan makrofauna tanah, juga berpengaruh terhadap nisbah bunga jantan dan bunga betina. Selain itu limbah cair juga berpotensi menjadi biogas.    ABSTRACT   Palm oil is one of the plantation commodities that continues to grow in Indonesia. Palm oil mills process oil palm fruit into Crude Palm Oil (CPO) and also produce 75% of waste (solid and liquid). This waste is an environmental issue and requires serious handling. Along with the times and increasing awareness for environmental conservation, waste management is very important. The purpose of waste treatment in addition to preventing environmental damage is to maximize zero waste. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally industry. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally sound industry. Palm oil mill waste is in the form of solid waste and liquid waste. Solid waste in the form of shells, fiber is reused as fuel, while empty fruit bunches are used as compost, raw material for paper and animal feed. Palm oil mill effluent will be processed at the WWTP (Wastewater Treatment Plant) and will then be returned to the land (land application). The returning palm oil mill effluent turned out to have an effect on improving soil quality, adding nutrients, soil diversifying mesofauna and macrofauna, also affecting the ratio of male and female flowers. In addition, liquid waste also has the potential to become biogas
PEMANFAATAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 65 JAKARTA MENUJU KONSEP ADIWIYATA
AbstractPublic senior high school 65 Jakarta is a school guided by the DKI Jakarta provincial government in the Adiwiyata program at the national level. The school grounds are a means of supporting the achievement of a national level Adiwiyata school so that environmentally-friendly management is needed in order to create a national level Adiwiyata school. This service activity aims to improve the skills of teachers and students in using environmentally friendly land through fish farming. The method of implementing community service activities is held online (Google Meet) and outreach to teachers and students of SMA 65 Jakarta. The results of this community service show that the implementation of activities and counselling carried out with teachers and students of SMA 65 Jakarta is online. The steps to use yards during the pandemic for fish farming received a positive response and were very enthusiastic about the program of activities being implemented. The implementation of land use activities for fish farming can create a sustainable living environment in accordance with the Adiwiyata program.AbstrakSekolah Menengah Atas Negeri 65 Jakarta merupakan sekolah binaan pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam program adiwiyata tingkat nasional. Lahan pekarangan sekolah adalah sarana pendukung tercapainya sekolah adiwiyata tingkat nasional sehingga diperlukan pengelolaan yang ramah lingkungan agar terwujudnya sekolah adiwiyata tingkat nasional. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan guru dan siswa dalam pemanfaatan lahan ramah lingkungan melalui budidaya ikan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian diselenggarakan secara daring (Google Meet) dan penyuluhan bagi guru dan siswa SMA negeri 65 Jakarta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan dan penyuluhan yang dilakukan bersama guru dan siswa SMA negeri 65 Jakarta secara daring. Langkah-langkah pemanfaatan lahan pekarangan selama pandemi untuk budidaya ikan mendapatkan respon positif dan sangat antusias terhadap program kegiatan yang dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan pemanfaatan lahan untuk budidaya ikan ini dapat mewujudkan lingkungan hidup lestari sesuai dengan program Adiwiyata. Â