eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
    534 research outputs found

    PELATIHAN DIGITAL MARKETING MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN MARKETPLACE BAGI PELAKU UMKM DESA KALIKEJAMBON, JOMBANG

    Get PDF
    The development of information technology has had a significant influence on various aspects of life, one of which is people's consumption patterns. For people who initially depended on offline markets, digital marketing has become inseparable from people's consumption patterns. Therefore, business actors, especially Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), should use digital marketing optimally. To help business actors in digital marketing, digital marketing outreach and training activities are a form of community service (abdimas). Partners in this activity are MSMEs in Kalikejambon Village, Tembelang District, Jombang Regency, East Java, consisting of MSMEs making salted eggs, mask artisans, frame artisans, and catfish breeders. Carrying out service activities applies the Community Based Research (CBR) method focusing on socialization and digital marketing training using social media Instagram and the GoFood and Shopee marketplaces. The activity results showed that the movement effectively increased participants' knowledge about digital marketing, features, and how to use social media, Instagram, and marketplaces (GoFood and Shopee) in digital marketing. With this training, MSME players are also helped in technical matters ranging from registration to marketplace management. This socialization and training also change MSME business patterns, namely that stores can be accessed every hour, and the promotional reach is wider at minimal costs. Keywords: Community service, MSMEs, Digital marketing, Marketplace Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah membawa pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya, yaitu pola konsumsi masyarakat. Masyarakat yang pada awalnya tergantung pada pasar offline, kini pemasaran secara digital telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pelaku usaha, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hendaknya memanfaatkan pemasaran digital secara optimal. Sebagai upaya membantu pelaku usaha dalam pemasaran digital, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital yang merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Mitra dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang terdiri dari UMKM pembuat telur asin, pengrajin topeng, pengrajin pigura, dan peternak ikan lele. Pelaksanakan kegiatan pengabdian menerapkan metode Community Based Research (CBR) dengan fokus pada sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial Instagram dan marketplace GoFood dan Shopee. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang pemasaran digital, fitur, dan cara menggunakan media sosial Instagram dan marketplace (GoFood dan Shopee) dalam pemasaran digital. Dengan adanya pelatihan ini, pelaku UMKM juga terbantu dalam hal teknis mulai dari pendaftaran sampai pengelolaan marketplace. Sosialisasi dan pelatihan ini juga memberikan perubahan dalam pola bisnis UMKM, yaitu toko dapat diakses setiap jam nya dan jangkauan promosi lebih luas dengan biaya minimal. Kata Kunci: Pengabdian kepada masyarakat, UMKM, Pemasaran digital, Marketplac

    KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS POHON DI KAWASAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN PT. ANTAM UBPE PONGKOR, BOGOR

    Get PDF
    Post-mining land revegetation is one of PT. ANTAM UBPE Pongkor committed to restoring the impact of both mining and non-mining activities in its concession area, comprising 3 locations (GHSNP Critical Land, Cepu Landslide Block, and Mount Puntang Block). This study aimed to identify the species composition, diversity, evenness, and richness of tree species. This research was carried out by observation at 12 locations following checkered paths, parallel to intersecting contour lines. Observation sample plots for the tree, pole, sapling, and seedling were measured on areas 20x20 m, 10x10 m, 5x5 m, and 2x2 m, respectively, with maximum sampling intensity of 10%. Vegetation composition and structure were observed by measuring the Importance Value Index (IVI), the Biodiversity Index (H'), Species Evenness Index, and Richness Index (Dmg). Sixty species of trees were found in the IUP area of PT. ANTAM UBPE Pongkor, in the growth phase of trees, saplings, poles, and seedlings, dominated by Puspa, Rasamala, Waru Lot Mara, Calik Angin, Huru, Kaliandra, and Ganitri, which were spread almost evenly in each location, with IVI value of 50% -300 %. Species diversity with a high category (H' =3.23) was found in the natural forest in the Baching Plant, the medium category was in the cepu landslide block reclamation area (2.67), while the small diversity was in the reclamation area around the administration office (1.61). The evenness index (E) ranged from 0 to 1, and the species richness index (Dmg) ranged from 0 – 7.58, indicating that the IUP area is quite diverse regarding its biodiversity

    STRUKTUR ANATOMI KAYU YANG DIPERDAGANGKAN DI KABUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF
    This study aims to determine the anatomical structure of wood and its possiblity uses for trade in Aceh Besar District. The research was carried out by observing 13 wood samples from the Bogorience 1915 xylarium wood collection. The observed samples included macroscopic and microscopic characteristics. Macroscopic characteristics include texture, color, pattern, texture, and grain direction of the wood. Microscopic characteristics observed were growth circumference boundaries, vessels, pores, dots, and radii based on the International Association of Wood Anatomists (IAWA) book. Each preparation was observed using a microscope and analyzed descriptively. The results showed that the anatomical structures of the macroscopic and microscopic properties of the 13 Aceh Besar wood species varied in terms of texture, grain direction, radius size, crystal type, fiber length, vessel length, and fiber wall thickness. While the pattern, color, distribution of pores, type of dots, type of perforation area, type of parenchyma cells, and the composition of the cells composing the radius show uniformity, and two kinds of wood have prismatic crystals, namely Surian wood in upright cells and Bangkirai wood in straight cells lie down. The 13 types of wood, 46% include strong class I-II for construction, bridges, pillars, and floors. Meanwhile, 54% is classified as strong class III-V as a material for making furniture, doors, windows, and products that do not require heavy strength

    MAMPUKAH POSITIVE EMOTION MEMEDIASI SHOPPING LIFE STYLE DAN HEDONIC SHOPPING VALUE TERHADAP IMPULSE BUYING GENERASI Z?

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh shopping lifestyle dan hedonic shopping value terhadap pembelian impulsif generasi Z dan positive emotion sebagai variabel intervening di marketplace Tokopedia. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 100 responden yang diambil berdasarkan teknik snowball sampling dengan nonpurposive sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan path analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa shopping lifestyle memiliki hubungan langsung positif terhadap pembelian impulsif; gaya hidup hedonic shopping value tidak memiliki hubungan langsung positif terhadap pembelian impulsif. Emosi positif memiliki hubungan positif dengan pembelian impulsif. Emosi positif dapat memediasi shopping lifestyle dan hedonic shopping value terhadap pembelian impulsif

    STIMULASI AKAR STEK PUCUK PELAWAN MERAH (Tristaniopsis marguensis Griff.) DENGAN PEMANFAATAN HORMON SINTESIS DAN ALAMI

    Get PDF
    Red Pelawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) Peter G. Wilson & J. T. Waterh is a member of the Myrtaceae family. This plant is widely spread in the forests of the Bangka Belitung Islands. This study aims to determine the success of Pelawan propagation by cuttings using a mixture of cocopeat, rice husk and rice husk charcoal as well as the application of synthetic and natural growth regulators (shallot extract). This study was designed using a factorial complete randomized design with the type of media and the type of growth regulator as the factors. Cutting material in the form of shoots, 6-10 cm in size, from a 2 - 4 years old pelawan tree in Pelawan Forest, Central Bangka. Synthetic hormones used the commercial brand Root-Up with a concentration of 15 g/10 ml, and natural hormones used shallot extract with a concentration of 200 g/300 ml of water. The results showed that the use of the two media did not have a significantly different effect, except for the percentage of surviving cuttings. Within 3 months of observation, the aplication of natural hormones, shallots, the cuttings which were able to root reached 4% with a root length of 16.5 mm, and to be sprouted as much as 2% with a shoot length of 5.5mm. Although the growth of cuttings treated with shallots was significantly lower than cuttings treated with synthetic hormones, the survival rate of cuttings reached 68% with shallot hormone treatment, indicating that shallots have the potential as an alternative natural hormone to stimulate the growth of T. merguensis cuttings

    PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KETEHNIKAN KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN (PUSTEKOLAH)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan dan Pelatihanterhadap Prestasi Kerja karyawan pada Pada Kantor Pusat Penelitian danPengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan(Pustekolah). Variabel analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahvariabel Prestasi Kerja sebagai variabel terikat. Variabel Pendidikan dan variabelPelatihan sebagai variabel bebas. Dengan menggunakan tehnik analisis regresiberganda, dapat dijelaskan bahwa variabel Pendidikan dan Variabel Pelatihanberpengaruh secara signifikan terhadap variabel prestasi kerja, dimana variabelpendidikan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap prestasi kerja.Rekomendasi yang disarankan dari hasil analisis adalah bahwa dalam rangkameningkatkan prestasi kerja karyawan, pustekolah perlu meningkatkanpendidikan para pegawainya. Sedangkan dalam kaitanya Pelatihan, pada KantorPusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan PengolahanHasil Hutan (Pustekolah) harus lebih sering memberikan pelatihan kepadapegawainya agar para pegawai dapat berprestasi lebih baik lagi dalammelaksanakan pekerjaannya

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL MELALUI PROGRAM PENANAMAN POHON DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR

    Get PDF
    The people of Ronggur Nihuta village often experience drought, which causes the soil structure to become barren and the number of trees decrease significantly. It is due to land or forest degradation in the Ronggur Nihuta Village area. These problems form the basis for implementing a community service program based on research results by a team of lecturers and students from the Anthropology Education Study Program, at Medan State University. The method of service activities is carried out by socializing and assisting in tree planting and educating the public on the importance of tree planting. Tree seeds planted include red shoots (Syzygium oleana), mahogany (Swietenia macrophylla), laban/anti-api (Vitex pinnata), and suren/surian (Toona ciliata). The activity results in the formation of village community empowerment through social networks in collaborative activities between academics and the community. Tree planting activities are a form of action to improve and anticipate land and forest degradation in the Ronggur Nihuta village area to preserve the local community's economic, social, and cultural life. The impact of activities can be seen in the preservation of nature with the growth of lush trees to support the ecological resilience of the region. Keywords: Social Networking, Empowerment, Tree Planting Abstrak Masyarakat Desa Ronggur Nihuta sering mengalami kekeringan yang mempengaruhi struktur tanah menjadi gersang dan berkurangnya jumlah pepohonan secara signifikan. Hal ini dikarenakan terjadinya degradasi lahan (land degradation) atau degaradasi hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta. Permasalahan tersebut menjadikan dasar pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil penelitian oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Medan. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan pendampingan penanaman pohon serta mengedukasi masyarakat pentingnya penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam antara lain pucuk merah (Syzygium oleana), mahoni (Swietenia macrophylla), laban/anti api (Vitex pinnata), dan suren/surian (Toona ciliata). Hasil kegiatan yaitu terbentuknya pemberdayaan masyarakat desa melalui jaringan sosial dalam kegiatan kerja sama antara akademisi dengan masyarakat. Kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu bentuk tindakan dalam memperbaiki dan mengantisispasi degradasi lahan dan hutan di wilayah Desa Ronggur Nihuta, untuk kelestarian kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat. Dampak kegiatan tampak dari terjaganya kelestarian alam dengan tumbuhnya pepohonan yang subur untuk mendukung ketahanan ekologis wilayah. Kata Kunci: Jaringan Sosial, Pemberdayaan, Penanaman Poho

    TEATER TUBUH MEDIA PENDIDIKAN MANUSIA PENJAGA EKOLOGI BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Kerusakan lingkungan hidup makin masif terjadi di bumi. Media pendidikan yang tepat dan dapat menyentuh kalbu manusia yaitu dengan media teater. Salah satu bentuk teater yaitu memakai bahasa tubuh, bahasa nonverbal, sehingga dapat difungsikan untuk komunikasi dengan semua atau bahasa universal. Ungkapan dan pesan teater tubuh dapat digunakan sebagai media pendidikan ekologi berkelanjutan karena mengangkat tema lingkungan dan perubahannya. Permasalahan lingkungan di Indonesia sudah dikreasi oleh pekerja teater, seperti: sutradara Rachman Sabur bersama Teater Payung Hitam (Bandung), membuat karya teater dan perusakan lingkungan karena sampah, pembukaan hutan, pertambangan, atau pertumbuhan pemukiman berdampak pada kerusakan lingkungan hidup. Teater Kubur (Jakarta) juga menyuarakan tema ekologi dengan karya teater tubuh yang unik, menarik dan tidak memakai bahasa tubuh dan puisi menjadikan apresian tidak didoktrin atau digurui dengan tema lingkungan yang harus diselamatkan, sehingga masalah ekologi dikomunikasikan secara moderat.  Metode penelitian kualitatif dengan deskripsi karya dan wawancara proses penciptaan yang kemudian dianalisis secara ko-tekstual dan kontekstual. Hasil riset menunjukkan karya teater tubuh dapat menjadi media pendidikan penyadaran lingkungan hidup dan membentuk manusia sebagai media perlawanan dan penyadaran diri pada masyarakat di semua lapisan untuk penjaga ekologi berkelanjutan dengan aksi teater tubuh dan pentas di lokasi lingkungan yang bermasalah seperti di sekolah, kampung hingga hutan, laut atau sungai, dan tempat pembuangan sampah. Namun, perlu dilakukan penguatan dengan model pelatihan bahasa tubuh yang ekspresif, komunikatif kepada partisipan dan apresiasian teater untuk edukasi lingkungan lestari. Selanjutnya, media sosialisasi karya teater tubuh bertema lingkungan hidup dioptimalkan sebagai pertunjukan di panggung teater maupun di panggung media sosial

    RENCANA PENGEMBANGAN JALUR INTERPRETASI DI KAWASAN PULAU PEUCANG TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

    Get PDF
    Jalur Interpretasi adalah suatu rute yang dibuat untuk menjarakkan pengunjung ke tempat-tempat objek interpretasi dan dijelaskan kepada pengunjung baik oleh pemandu atau dengan tanda-tanda Interpretasi. Jalur Interpretasi kawasan wisata alam Pulau Peucang sudah ada namun masih butuh pengembangan, dengan adanya pengembangan jalur Interpretasi di kawasan Pulau Peucang di harapkan dapat menjadi sarana informasi dan belajar bagi pengunjung.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rencana pengembangan jalur interpretasi di Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon dan membuat program interpretasi di jalur interpretasi di Kawasan Wisata Alam Pulau Peucang. Metode pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri atas observasi lapangan, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Pengelolaan data hasil penelitian yaitu dengan menggunakan analisis dekskriptif. Pengolahan data yang digunakan dalam membuat peta perencanaan jalur interpretasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini adalah bentuk pengembangan jalur interpretasi karang copong di wisata alam pulau peucang yang dibuat antara lain berupa pembuatan papan interpretasi, pembangunan fasilitas wisata alam dan pengembangan jalur evakuasi. Rencana program yang dibuat berupa program interpretasi dengan tema “Mengamati Kehidupan Alam Liar”. Program ini merupakan paket perjalanan wisata yang dilakukan selama 2 hari 1 malam

    Mentilin (Tarsius bancanus) The Smallest Primate at The Taman Kehati Pelawan, Central Bangka

    Get PDF
    One of the primitive primates and the smallest nocturnal is Mentilin or Tarsius. Mentilin (Tarsius bancanus) is an endemic animal scattered on the islands of Sulawesi, Kalimantan, Bangka and Belitung. Mentilins are protected animals and are listed in CITES Appendix II. The existence of forest degradation on Bangka Island due to illegal logging, conversion of land to plantation land, and illegal tin mining by the community and companies on a large scale has caused the mentilin’s habitat to decrease. This study's purpose was to determine the total population of mentilin and determine the habitat of mentilin in the Pelawan Forest. The method used is line transect and vegetation analysis. The results of this study were a total of 6 Mentilin found from two groups and a tree-level diversity of 1.67; Pole 2.48; 3.41 saplings and 3.40 seedlings. Mentilin density in Pelawan Forest is 21.4 mentilin per km2, with a sex ratio of 1:2 Dominated by Pelawan Plants

    509

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Nusa Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇