eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
Reforestation in The Reclamation Area of Pongkor Gold Mining
Ex-mining land is categorized as land with a high level of degradation. The loss of biodiversity, low soil fertility, loss of several layers of soil horizons, unbalanced texture, and even contamination can occur due to mining activities. Reforestation of mining land has been carried out with the approaches of improving the physical properties of the soil, selecting plant types, and improving soil biology in ex-gold mining land in Bogor. The addition of compost significantly increased organic matter content, C/N ratio, macronutrients (N, P, K) content, and improved soil texture. The application of Mycorrhiza and Rhizobium significantly increased the growth of forest plants such as trembesi (Samanea saman), gmelina (Anthocepalus cadamba), and ganitri (Elaeocarpus angustifolus) in ex-gold mining areas. Applying that significantly improved vegetation diversity on ex-gold mining land, including more than eight types of understory plants, and more than five plants were from the trees group. The result showed that reforestation of ex-mining land was feasible if it was carried out with a comprehensive approach
PERAN STORE ATMOSPHERE DAN VISUAL MERCHANDISING DALAM MENINGKATKAN IMPULSIVE BUYING MELALUI POSITIVE EMOTION PENGUNJUNG DI PUSAT PERBELANJAAN
Konsumen sering secara tidak terencana melakukan sebuah keputusan pembelian yang sering terjadi karena dipengaruhi karena adanya stimuli yang menarik dan memotivasi mereka dalam sebuah tempat transaksi. Karena adanya peningkatan keputusan pembelian secara tidak terencana atau impulsive buying tersebut, produsen atau penjual khususnya ritel toko modern di pusat-pusat perbelanjaan berlomba-lomba untuk meningkatkan rangsangan-rangsangan yang dapat menstimuli konsumen dalam ritel mereka dengan memajang merchandise, display produk, atau menata toko retail mereka semenarik mungkin melalui perasaan dan emosi positif. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory reseacrh yang bertujuan untuk menganalisis determinan store atmosphere dan visual merchandising pada impulse buying dengan variabel intervening positive emotion pada konsumen pusat-pusat perbelanjaan di kota Surabaya. Responden diambil sebanyak 200 sampel dengan teknik non probability sampling dan bersyarat (purposive sampling) sampel harus memenuhi syarat pernah mengunjungi dan melakukan transaksi pembelian di pusat-pusat perbelanjaan Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) memakai AMOS versi 24. Hasil analisis menyimpulkan bahwa store atmosphere dapat mempengaruhi positive emotion; visual merchandising dapat mempengaruhi positive emotion; store atmosphere dapat mempengaruhi impulse buying; visual merchandising dapat mempengaruhi impulse buying; positive emotion dapat mempengaruhi impulse buying; store atmosphere dapat mempengaruhi impulse buying melalui positive emotion; namun visual merchandising berpengaruh positif tidak signifikan terhadap impulse buying melalui variabel positive emotion
EKSPLORASI WISATA PANTAI EKASOGHI UNTUK MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR
Pantai Ekashogi adalah salah satu pantai yang berada di kabupaten Sumenep. Pantai Ekasoghi berada di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Pantai ini menjadi salah satu objek wisata yang paling banyak diminati dari segala kalangan. Pantai Ekasoghi menyajikan panorama yang menakjubkan dengan pasir putih yang dikeliling hutan mangrove. Jembatan bambu berdiri kokoh diatas laut yang biru menjadi incaran para pengunjung untuk menikmati indahnya sunrise dan sunset dari pantai Ekasoghi. Pantai merupakan tempat wisata yang dapat dijadikan sebagai objek dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013 memiliki tema pembelajaran yang berhubungan dengan tempat wisata yaitu pantai. Dalam hal ini, pendidik dapat melakukan pengembangan pembelajaran yaitu memasukkan tempat wisata yang ada di sekitar lingkungan siswa dengan tema yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka atau Library Research Pengembangan pembelajaran dapat dengan membuat perangkat pembelajaran seperti RPP dan LKPD yang relevan. Pendidik dapat memasukkan kegiatan pembelajaran dalam RPP yaitu mengenai Pantai Ekasoghi. LKPD juga dapat menjadi penunjang dalam kegiatan pembelajaran. Pendidik dapat membuat LKPD semenarik mungkin dengan menambahkan gambar pantai Ekasoghi serta gambar yang berhubungan dengan pantai. Sehingga dalam hal ini, Pantai Ekasoghi dapat menjadi objek serta menjadi pengetahuan yang nyata kepada peserta didik khususnya di sekolah dasar
Usnic Acid Isolated from Lichen Usnea sp. from Ciwidey, West Java
Indonesia is a tropical country that has a variety of plants. Plants are one potential source of medicine. One of them is Lichen Usnea sp., which is used by the community to treat several diseases, so further research is needed to study the chemical composition contained and other potentials of this plant. Research on the chemical constituent of Lichen Usnea sp. consists of various stages: sample preparation, maceration using methanol, fractionation by Vacum Liquid Chromatography (VLC) and radial chromatography guided by Thin Layer Chromatography (TLC) eluting with n-hexane, chloroform and ethyl acetate obtaining an isolated compound. The isolated compound was analyzed by various spectroscopic data (UV-Vis, FT-IR, 1H-NMR and 13C-NMR). Based on the spectra, the isolated compound was usnic acid.Keywords:  Usnic acid;  Lichen; Usnea sp.ABSTRAKIsolat Asam Usnat dari Lichen Usnea sp. Asal Ciwidey, Jawa BaratIndonesia adalah negara tropis dengan banyaknya spesies tumbuhan. Tumbuhan adalah salah satu sumber bahan baku yang potensial untuk obat–obatan. Salah satunya Lichen Usnea sp. yang digunakan masyarakat dalam pengobatan beberapa penyakit, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung dan potensi lainnya dari tanaman ini. Penelitian kandungan kimia dari Lichen Usnea sp. asal Ciwidey, Jawa Barat, terdiri dari berbagai tahapan, yaitu, persiapan sampel, maserasi dengan pelarut metanol, fraksinasi dan pemurnian dengan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan kromatografi radial yang dipandu dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen n-heksana, kloroform dan etil asetat dan menghasilkan satu senyawa. Senyawa yang diperoleh tersebut dianalisis dengan berbagai data spektroskopi (UV, IR, 1H-NMR, dan 13C-NMR). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah asam usnat.Kata kunci: Asam usnat; Lichen; Usnea sp
PENGARUH PEMBERIAN ASAM GIBERELAT (GA3) TERHADAP KANDUNGAN ASAM ASKORBAT BUAH (Psidium guajava L. “Kristal”)
Jambu kristal merupakan salah satu buah favorit di Indonesia karena daging buahnya yang renyah dan buah yang minim biji. Jambu kristal memiliki kandungan senyawa antioksidan potensial seperti senyawa fenolik dan flavonoid, asam askorbat, karotenoid, dan likopen. Hal ini membuat jambu kristal berpotensi besar untuk dikembangkan dan dibudidayakan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat. Pemberian hormon asam giberelat (GA3) dilakukan untuk meningkatkan kandungan buah, merangsang pembentukkan dan perkembangan buah serta meningkatkan biosintesis metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam askorbat pada buah jambu kristal dengan pemberian hormon asam giberelat. Rancangan percobaan menggunakan enam level perlakuan RAL 6 level konsentrasi yaitu konsentrasi GA3 0 mg/L (G0), 60 mg/L (G1), 120 mg/L (G2), 180 mg/L (G3), 240 mg/L (G4), dan 300 mg/L (G5). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 unit eksperimen (tanaman) Parameter yang diteliti adalah kadar asam askorbat pada kulit buah, daging buah, dan buah utuh tanpa biji dari buah jambu kristal menggunakan metode 2,6,-diklorofenolindofenol (DCIP) dan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam askorbat pada bagian kulit buah meningkat dengan pemberian GA3 dibandingkan dengan kontrol (G0), tetapi kadar asam askorbat pada bagian daging buah dan buah utuh tanpa biji menurun. Bagian buah utuh tanpa biji menunjukkan nilai kadar asam askorbat tertinggi diikuti oleh bagian daging buah dan kulit. Asam askorbat tertinggi pada bagian kulit buah dihasilkan pada perlakuan G3 (180 mg/L)
Nutrition Levels of Liquid Organic Fertilizer from Onion Skin (Allium cepa. L) with EM-4 Bioactivator
The high production of shallots (Allium cepa. L) causes a large amount of shallot waste in the form of shallot skins, which are organic wastes with a light weight, easily dispersed, disturbing the landscape and polluting the environment as well as being a source of disease. So that it is necessary to process waste into materials that have useful and even economic value, one of which is Liquid Organic Fertilizer (POC). The purpose of this study was to determine the levels of macro and micro nutrients in POC with varying concentrations of EM-4 bioactivator. In this study, the manufacture of POC with various concentrations of bioactivator 0, 25, 50, and 100 mL with a fermentation time of 14 days. Then carried out physicochemical observations, namely observing physical and chemical changes ranging from viscosity, color, odor and the presence or absence of gas in the POC made. The resulting POC was then tested for macro-nutrients (N, P, K and C-organic) and micro-nutrients (Fe, Mn, and Cu) using AAS and UV-Vis spectrophotometer. In this study, the best POC of onion peel waste was obtained at a concentration of 100 mL bioactivator with macronutrients N, P, K, C-Organic, each of which was 0.71; 1.45; 0.36 and 4.7%; while the content of micronutrients Fe, Mn, and Cu were 0.037, respectively; 0.0052, and 0.198%. It can be concluded that the levels of macro and micro nutrients have complied with SNI 19-7030-2004 except for C-organic elements which are still far below the standard, and POC made from onion skin has a high phosphorus content, so it is very suitable for use in plants that have high levels of phosphorus. require growth regulators (ZPT), especially for root growth
PENDAMPINGAN PETANI HUTAN KELOMPOK TANI RIMBA LESTARI DALAM AGROFORESTRI TANAMAN KOPI PADA LAHAN MIRING DI DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG
AbstractNyungcung Village is at the foot of Mount Halimun Salak and is directly adjacent to the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) area. It has the responsibility to participate in conserving forest areas. The steep topography with an average slope of 50% (45ᵒ) is prone to flooding and landslides. Therefore, land management must consider soil and water conservation to meet people's food needs. The condition of the land and the people in Nyungcung village require assistance from the parties so that the community can obtain solutions to existing problems. UNB, together with partners in the village, namely the Rimba Lestari Farmers Group (KT Rimba Lestari), organized activities aimed at increasing community knowledge about terracing planting techniques and coffee cultivation, assisting in the provision of seeds and coffee seeds to build Village Forests in Malasari Village; assisting in the process of planting coffee plant seeds and providing infrastructure for coffee plant agroforestry activities for KT Rimba Lestari. This PKM activity includes three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation and monitoring stage. The results obtained by the partners have: (1) Increased public insight and knowledge about planting techniques on sloping land and coffee cultivation by an average of 28%, (2) Increased facilities and infrastructure in cultivating land with an agroforestry system which can later improve people's welfare, (3) Contribute to soil and water conservation and can be developed into a tourist destination.Keywords: Agroforestry, Coffee Plants, Fruits Plants, Nyungcung Village
AbstrakKampung Nyungcung berada di kaki Gunung Halimun Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan kawasan hutan. Topografi yang terjal dengan kelerengan rata-rata 50% (45ᵒ) merupakan lahan yang rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sangat penting memperhatikan konservasi tanah dan air. Kondisi lahan dan masyarakat yang ada di kampung Nyungcung membutuhkan pendampingan dari para pihak agar masyarakat dapat memperoleh solusi dari masalah yang ada. Pihak UNB bersama dengan mitra di kampung tersebut, yaitu Kelompok Tani Rimba Lestari (KT Rimba Lestari) menyusun kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman secara terasering dan tentang budidaya tanaman kopi; membantu penyediaan bibit dan benih kopi untuk membangun Hutan Desa di Desa Malasari; mendampingi dalam proses penanaman bibit tanaman kopi dan penyediaan sarana prasarana kegiatan agroforestry tanaman kopi untuk KT Rimba Lestari. Kegiatan PKM ini meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dan monitoring. Hasil yang diperoleh mitra diantaranya: (1) Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman di lahan miring dan budidaya kopi rata-rata sebesar 28%, (2) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menggarap lahan dengan system agroforestry yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (3) Memberikan kontribusi pada konservasi tanah dan air serta dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.Kata Kunci: Agroforestri, Kampung Nyungcung, Tanaman Buah, Tanaman Kop
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI BKPSDA KOTA BOGOR.: The Effect of Providing Incentives on Employee Performance of the Personnel Agency and the Development of Apparatus Resources (BKPSDA) of Bogor City
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) adalah suatu konsep pengolahan sumber hutan dengan bentuk kerjasama antara Perum Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan. Partisipasi petani hutan dalam berbagai segi pelaksanaan PHBM, merupakan hal yang penting bagi tercapainya tujuan pengelolaan hutan. Untuk itulah maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik petani hutan yang mengelola hutan dengan sistem PHBM dan tingkat partisipasi petani hutan dalam program PHBM. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberejo Kec. Japah. Kab. Blora khususnya pada LMDH Wono lestari. Pengambilan data melibatkan 30 responden darai kelompok tani hutan (KTH).Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuisioner dan observasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan mengkaji persentase jawaban terbanyak.Hasil penelitian menjelaskan bahwa karakteristik individu dari petani hutan ini di dominasi umur 63% lebih dari 45 tahun, dengan tingkat pendidikan 50% SD. Tingkat pendapatan 67% yang menunjukkan rata-rata Rp.1.790.000, - per bulan, dimana dengan jumlah tanggungan keluarga 4 orang. Pengalamanbertani menunjukkan lebih dari 3 tahun. Karakteristik sosial menjelaskan bahwa petani hutan 73% menggarap dilahan yang sempit (0,25 hektar), dengan keikutsertaan petani hutan dalam organisasi yang rendah,73% hanya mengikuti 1 organisasi. Tingkat partisipasi petani hutan hutan dalam perencanaan PHBM rata-rata 4,52 termasuk kedalam katagori sangat tinggi. Untuk tingkat partisipasi petani hutan dalam kehadiran rapat rata-rata 4,11 termasuk kedalam kategori tinggi. Untuk tingkat partisipasi petani hutan dalam penanaman agroforestry rata-rata 4,23 dan termasuk kedalam kategori sangat tinggi. Untuk tingkat partisipasi petani hutan dalam evaluasi PHBM rata-rata 4,23 termasuk kedalam kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan PHBM ini perlu ditingkatkan
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. BANK MANDIRI AREA BEKASI JATIWARINGIN: INFLUENCE OF TIME ALLOCATION, PRACTICAL ACTIVITIES AND COMPOSITION CURRICULUM TOWARDS ACHIEVEMENT OF TRAINING OBJECTIVES AT THE BALAI BOGOR ENVIRONMENT AND FORESTRY TRAINING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dankepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank Mandiri Area BekasiJatiwaringin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan datasekunder. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatifkemudian diolah dengan cara analisis regresi linear berganda denganmenggunakan prograifm SPSS 24 for Windows. Populasi dalam penelitian iniadalah pegawai bagian Frontliner PT Bank Mandiri Area Bekasi Jatiwaringindengan sampel 114 orang. Hasil uji F menunjukkan bahwa gaya kepemimpinandan kepuasan kerja secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadapkinerja karyawan. Dalam uji t menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memilikipengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan dan kepuasan kerjaberpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Variabel yang dominandalam penelitian ini adalah variabel X1 atau Gaya Kepemimpinan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROFIL DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HILIR (Kasus di Sungai Citarum Hilir, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat)
The problem of the Citarum Hilir watershad is dominated by the low awareness of the community and local government for natural preservation. Therefore it is necessary to conduct a perception assessment to support the success of activities in the preservation of the Citarum Hilir watershad. This study aims to describe people's perceptions of sub-watershed management and their functions. The sampling method is a purposive sampling technique. The data collection method was carried out by in-depth interviews with 30 respondents. Data analysis was carried out using a Likert Scale and described in the form of the percentage (%) with the highest number of answers. The results showed that the public's perception of the watershed was included in the category of quite understanding and very understanding (50%) that the watershed is a stream that surrounds and merges with the river and its tributaries. The community's perception of the condition of the watershed is in the category of very understanding (57%) that the condition of the watershed often experiences inundation in several parts of the downstream of the village and a lot of waste. The community's perception of the impact of watershed damage is included in the very understanding category (100%). The community's perception of the utilization of watershed resources is included in the category of very understanding (70%). In the category of very understanding (63%) of using the watershed as a means of transportation, irrigation of rice fields and daily needs. The public's perception of the watershed profile is in the understanding category with a score of 4.0.