eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
    534 research outputs found

    POTENSI PESTISIDA BERBAHAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA UNTUK PENGENDALIAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius)

    Get PDF
    Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia karena menjadi makanan pokok lebih dari separuh penduduk negara Indonesia. Cara untuk menanggulangi serangan serangga pada tanaman padi secara efisien, ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan manusia, diperlukan asap cair tempurung kelapa sebagai insektisida organik. Tempurung kelapa tersusun atas lignin, selulosa dan hemiselulosa. Kandungan yang terkandung dalam komponen utama yaitu pada asap cair adalah alkohol, fenol dan asam asetat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2022 dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan (0% sebagai kontrol, 2%, 5%, dan 8%) dan 6 kali pengulangan dengan total 24 perlakuan. Total walang sangit yang digunakan dalam penelitian yaitu 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair menyebabkan perbedaan warna pada tubuh walang sangit. Warna tubuh yang lebih gelap/cokelat kehitaman diakibatkan telah masuk dan bekerjanya pestisida organik asap cair tempurung kelapa pada tubuh walang sangit. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang paling efektif mengendalikan walang sangit yaitu konsentrasi 8%. Semakin tinggi konsentrasi asap cair maka semakin besar tingkat mortalitas. Berdasakan data didapatkan nilai LC50 yaitu 4,10% yang artinya, konsentrasi sebesar 4,10% efektif membunuh 50% walang sangit. Rice is the main food crop in Indonesia because it is the staple food for more than half of Indonesia's population. The way to deal with insect attacks on rice plants efficiently, environmentally friendly, and safe for human health, requires coconut shell liquid smoke as an organic insecticide. Coconut shell is composed of lignin, cellulose and hemicellulose. The main components contained in liquid smoke are alcohol, phenol and acetic acid. The study was conducted in August – November 2022 in a completely randomized design consisting of 4 treatments (0% as control, 2%, 5%, and 8%) and 6 repetitions for a total of 24 treatments. The total number of walang sangit used in this study was 120 individuals. The results showed that the liquid smoke caused color differences in the stink bug's body. The body color is darker/dark brown due to the entry and operation of organic pesticides from coconut shell liquid smoke on the body of the stink bug. The most effective concentration of coconut shell liquid smoke in controlling stink bugs is 8%. The higher the concentration of liquid smoke, the greater the mortality rate. Based on the data, the LC50 value was 4,10%, which means that a concentration of 4.10% is effective in killing 50% of the rice bug

    PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SMA ISLAM AL GHOZALI BOGOR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruhkepemimpinan dan motivasiterhadap kinerja guru di sma islam al ghozali bogor. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Variabel terikatnya adalah kinerja guru, dan variabel bebasnya adalah kepemimpinan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji F menunjukkan masa kerja dan prestasiKepemimpinan dan motivasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMA Islam Al Ghozal

    PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BUMI PSIKOLOGI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Bumi Psikologi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif kuantitatif menggunakan skala Likert. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kuesioner. Data penelitian ini diolah menggunakan uji validitas, realibilitas kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi, uji F dan uji t. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli sampai bulan agustus 2019 yang dilaksanakan di Bumi Psikologi Indonesia. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa disiplin preventif tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan, sedangkan disiplin korektif berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, disiplin preventif dan disiplin korektif berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Bumi Psikologi Indonesi

    Diversity of Mammals in 8 Years of Jati (Tectona grandis Linn. f) Unggul Nusantara (JUN)

    Get PDF
    Mammals had several ecological functions and roles. The existence of mammals plays an essential role in the balance of natural ecosystems. The Experimental garden in Cogreg Village is one of the possible places to become a habitat for a diversity of mammals. The diversity of mammals found and identified in the Cogreg Experimental Garden consists of 6 types: Pteropus vampyrus, Tupaia javanica, Callosciurus notatus, Rattus argentiventer, Herpestes javanicus, and Suncus murinus, with a total of 165 individuals. The mammal habitat found in the Cogreg Experimental Garden is secondary forest or JUN Forest (Tectona grandis Linn. f) with INP Index of 195.91%.Keywords:  Diversity;  Mammals;  Cogreg; HabitatKeanekaragaman Mamalia pada Tegakan Trubusan Jati (Tectona grandis Linn. f) Unggul Nusantara (JUN) Umur 8 TahunABSTRAKMamalia memiliki beberapa fungsi dan peran ekologis. Keberadaan mamalia sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem alam. Kebun Percobaan di Desa Cogreg adalah salah satu tempat yang memungkinkan untuk menjadi habitat bagi keanekaragaman mamalia. Keanekaragaman mamalia yang ditemukan dan teridentifikasi di Kebun Percobaan Cogreg terdiri dari 6 jenis mamalia Pteropus vampyrus, Tupaia javanica, Callosciurus notatus, Rattus argentiventer, Herpestes javanicus, dan Suncus murinus dengan jumlah total keseluruhan 165 individu. Habitat mamalia yang terdapat di Kebun Percobaan Cogreg yaitu hutan sekunder atau hutan tegakan Jati (Tectona grandis Linn. f) Unggul Nusantara (JUN) dengan indeks nilai penting (INP) sebesar 195,91%.Kata Kunci: Keanekaragaman; Mamalia; Cogreg; Habita

    SOSIALISASI EKONOMI SIRKULAR BAGI MASYARAKAT DESA CICADAS BOGOR

    Get PDF
    The challenges society faces in the 21st century are increasing, especially with the decreasing resources for human survival. So far, economic life has followed a linear economic model: take, make, and waste. A linear economy causes an increase in garbage and decreased resources used continuously without control. The circular economy model is a new economic model that tries to improve the previous concept. The concept of a circular economy needs to be socialized to the public to raise awareness of protecting the environment so that the sustainability of the ecosystem can be maintained. Problems that arise in society due to a lack of concern for environmental sustainability include the increasing amount of plastic waste. Through the community service program (PKM), Trilogi University has conducted socialization of the circular economy concept for the community in Cicadas Village, Bogor. This activity aims to raise public awareness of the importance of implementing the circular economy concept in everyday life to reduce plastic waste in society and other social issues. The PKM method is carried out through several activities: exploring cooperation, preparing work plans (planning) and creating socialization materials, implementing activities (socialization and education), evaluation, and reflection. Most participants needed to learn about the circular economy and gain awareness of protecting the environment and managing plastic waste. Through this outreach activity, participants are starting to understand the circular economy concept and its application in everyday life. It can be seen from the participants' enthusiasm in answering every question given and by providing real-life examples. Apart from that, several questions asked by participants after participating in the socialization showed that the material provided was still remembered and understood by the participants. Overall, the objectives of the socialization activities can be achieved, and the activities run according to the expected plans and targets, namely providing education and raising public awareness to implement a circular economy in life to reduce plastic waste in society. Keywords: Circular Economy, Environment, Community, Sustainability Abstrak Tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di abad ke-21 semakin meningkat, terutama dengan semakin berkurangnya sumber daya bagi kelangsungan hidup manusia. Selama ini kehidupan ekonomi berjalan mengikuti model ekonomi linear, yaitu take, make dan waste. Ekonomi linear menyebabkan semakin bertambahnya sampah dan berkurangnya sumber daya yang digunakan secara terus menerus tanpa kendali. Model ekonomi sirkular menjadi model ekonomi baru yang mencoba untuk memperbaiki konsep sebelumnya. Konsep ekonomi sirkular perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan agar keberlangsungan ekosistem dapat terjaga. Persoalan yang muncul di masyarakat akibat kurang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan diantaranya adalah sampah plastik yang semakin banyak. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Trilogi telah mengadakan sosialisasi konsep ekonomi sirkular bagi masyarakat di Desa Cicadas, Bogor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu upaya mengurangi masalah sampah plastik di masyarakat dan permasalahan sosial lainnya. Metode PKM dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu penjajakan kerjasama, menyusun rencana kerja (perencanaan) dan pembuatan materi sosialisasi; pelaksanaan kegiatan (sosialisasi dan edukasi); evaluasi dan refleksi. Sebagian besar peserta belum mengetahui tentang ekonomi sirkular, dan masih kurang tingkat kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah plastik. Melalui kegiatan sosialisasi ini terlihat peserta mulai mengetahui konsep ekonomi sirkular dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan dan dengan memberikan contoh-contoh nyata yang ada dalam kehidupan. Selain itu, dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta setelah mengikuti sosialisasi menunjukkan bahwa materi yang diberikan masih diingat dan dipahami oleh peserta. Secara keseluruhan tujuan dari kegiatan sosialisasi dapat tercapai dan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang diharapkan, yaitu memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan ekonomi sirkular dalam kehidupan sebagai upaya mengurangi sampah plastik di masyarakat. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Lingkungan, Masyarakat, Sustainabilit

    POTENSI TUMBUHAN PAKAN LEBAH MADU (Apis cerana) DI WILAYAH MATA AIR PASIR LEUTIK DAN HUTAN RAKYAT DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN

    Get PDF
    Tumbuhan berbunga merupakan bahan makanan bagi lebah, berupa nektar dan polen. Lebah madu (Apis cerana) berperan melakukan penyerbukan terhadap tumbuhan. Pakan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi peternakan lebah madu, Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi tanaman pakan lebah madu di Hutan Rakyat Citundagan dan Mata Air Pasir Leutik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey  ke lokasi menggunakan metode garis kotak-kotak secara sistematis. Petak sampel dibentuk areal melingkar dengan radius ± 350 meter dengan petak contoh 8 petak. Hasil pengamatan menunjukkan di Hutan Rakyat Citundagan ditemukan 53 jenis tanaman, 31 jenis diantaranya merupakan jenis tanaman yang menjadi pakan lebah madu atau 58,5 % dari seluruh tanaman. Mata Air Pasir Leutik ditemukan 45 jenis tanaman, terdapat 26 jenis tanaman sumber pakan lebah madu atau 57,7 %.  Indeks keanekaragaman jenis (H’) pakan lebah madu di Hutan Rakyat Citundagan sebesar 11,45 artinya tinggi. Indeks keanekaragaman jenis H’ di Mata Air Pasir Leutik yaitu sebesar 9,78 artinya tinggi. Indeks kelimpahan jenis tumbuhan pakan lebah madu di Hutan Rakyat Citundagan sebesar 24,19 artinya persebaran mengelompok, demikian pula di Mata Air Pasir Leutik dengan Jenis Kelimpahan (e) sebesar 17,55. Indeks Dominansi (ID) jenis tumbuhan pakan lebah madu di Hutan Rakyat Citundagan sebesar 0,58 artinya didominasi beberapa spesies, demikian pula di Mata Air Pasir Leutik dengan Indeks Dominansi sebesar 0,86. Jadi peluang untuk pembudidaya lebah madu akan lebih baik di daerah Hutan Rakyat Citundagan daripada di dekat Mata Air. &nbsp

    Biodiversity of Mangrove Pool Ecosystem in PT Antam UBPP Logam Mulia

    Get PDF
    Planting Mangroves in the ponds of PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia, Pulogadung, Jakarta, is one of the environmental management activities in the reforestation area as a form of social and environmental responsibility. The existence of mangrove plants in ponds which have reached the age of 2 years recently, could have an ecological impact. Field observations were made by measuring the type and density of flora in the pond by census, and the frequency of biological encounters based on time search for fauna. The results showed that there were 4 types of plants in the ponds, namely mangrove (Rhizophora mucronata), lotus (Nymphaea lotus), needle grass (Adropogon aciculatus), and Moss (Taxiphyllum barbieri). Identified as many as 11 species of fauna, 5 species of insects, 1 species of aves, 1 species of macro benthic, and 3 species of fish. The diversity index of flora and fauna in the ponds was still in the low category (H' < 1). The growth of R. mucronata type mangroves aged 2 years in ponds reached an average height of 47 cm with a diameter of 1.3 cm, with a total biomass of 36.77 kg and contributed to absorbing CO2 of 54.41 kg or 5.4 ton/ha. Biodiversity in the pond ecosystem of PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia has the potential to continue to grow and contribute to carbon sequestration.Keywords: Pool; Mangroves; Biodiversity; Rhizophora mucronataABSTRAKKeanekargaman Hayati Ekosistem Kolam Mangrove Kawasan PT Antam Tbk. UPBB Logam MuliaPenanaman mangrove pada kolam PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia di Pulogadung, merupakan salah satu kegiatan pengelolaan lingkungan di area penghijauan sebagai wujud tanggung jawab sosial dalam mendukung pelestarian lingkungan. Keberadaan tanaman mangrove pada kolam yang saat ini telah mencapai umur 2 tahun, diharapkan dapat memberikan dampak ekologis. Untuk mengetahui dampak tersebut dilakukan observasi lapangan dengan mengidentifikasi jenis dan kerapatan tumbuhan secara sensus, dilakukan juga perhitungan frekuensi pertemuan jenis fauna berdasarkan periode tertentu (time search). Hasil pengamatan menunjukan terdapat sebanyak 4 jenis tumbuhan pada kolam, yaitu mangrove (Rhizophora mucronate Poir.), teratai (Nymphaea lotusL.), rumput jarum (Adropogon aciculatus Retz.), dan lumut (Taxiphyllum barbieri).  Teridentifikasi sebanyak 11 jenis flora, 5 jenis insekta, 1 jenis aves, 1 jenis makro bentos, dan 3 jenis ikan.  Indeks Keanekaragaman flora dan fauna pada kolam masih dalam katagori rendah (H’< 1). Pertumbuhan mangrove jenis R. mucronata umur 2 tahun pada kolam mencapai rata-rata tinggi 47 cm dengan diameter 1,3 cm, dengan biomasa total mencapai 36,77 kg dan berkontribusi dalam menyerap CO2 sebesar 5,4 ton/ha. Biodiversitas pada ekosistem kolam PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia berpotensi senantiasa berkembang dan berkontribusi dalam penyerapan karbon.Kata kunci: Kolam; Mangrove; Indeks keanekaragaman hayati; Rhizophora mucronat

    KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI HUTAN GAMBUT KAWASAN RESTORASI EKOSISTEM RIAU

    Get PDF
    Forests have different species and structure compositions depending on local conditions. One of the forests that has a specific character is Peat Forest. The condition of the peat forest footprint explicitly influences the types of flora and fauna that can adapt to the condition of the forest. When there is a disturbance to the peat forest ecosystem, it is necessary to know how the effort is to reverse the condition of the forest ecosystem. Efforts can be made to restore the condition of the ecosystem by restoring the ecosystem. This study aimed to determine the composition, INP, diversity index, and stratification of peat forests in the Riau ecosystem restoration area in Pelalawan District. Data collection methods were carried out with vegetation analysis, field observations, and literature studies. The results of this study indicate that there are 11 species found in the Young Shrub land cover, with the dominant is Ficus carica L, in the Old Shrub land cover found 28 species with the dominating is Shorea sp, while in the Secondary Forest land cover found 55 species, with the type what dominates is the Syzygium sp. The species diversity index in the Young Shrub land cover is of low value, while the Old Shrub and Secondary Forest is of medium value. Based on field observations, canopy closure conditions in the study sites consisted of strata A, B, C, D, and E, which were dominated by Stratum C (4-20 m).

    Daily Behavior of Binturong (Arctictis binturong) in Ex-situ Conservation Taman Margasatwa Ragunan

    Get PDF
    Binturong (Arctictis binturong) is a mammal in the family of Viverridae, which includes animals such as civets. Binturong is a species with VU (Vulnerable) status, which means that it faces the risk of extinction in the wild in the future based on the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List and has Appendix III based on the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). This research aimed to determine the behavior at Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Wildlife Park) from July to September 2022. Taman Margasatwa Ragunan is an ex-situ conservation for flora and fauna, which is also helpful as a place for research, education, and recreation. This research determined the behavior, frequency, and duration of binturong’s daily activities at Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Wildlife Park). This study used a scan sampling method, and the objects were three individual binturongs, namely male Sumatran binturong (Martin), male Kalimantan binturong (Amoy), and female Kalimantan binturong (Gaza). The results obtained showed that the highest activity was found in resting behavior (6444 minutes; 82,64%) and the lowest was in agonistic behavior (3 minutes; 0,03%) carried out by Martin, then the highest activity was in resting behavior (6607 minutes; 84,75%) and the lowest was the behavior of defecation (5 minutes; 0,06%) carried out by Amoy, then the highest activity was in resting behavior (6833 minutes; 87,61%) and the lowest was the behavior of defecation (1 minute; 0,01%) carried out by Gaza

    KARAKTERISTIK USAHATANI MANGGA VARIETAS GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON

    Get PDF
    Mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas buah potensial di Jawa Barat. Meskipun produksinya cukup besar, namun Indonesia belum masuk kedalam negara pengekspor utama mangga di dunia. Salah satu varietas mangga unggulan yang banyak ditemukan di Jawa Barat adalah gedong gincu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik usahatani mangga gedong gincu di kabupaten cirebon. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, data primer dikumpulkan dari 30 petani mangga gedong yang diambil secara acak. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Survei dilakukan di kecamatan Sedong, kabupaten Cirebon. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa usahatani mangga gedong gincu di lokasi kajian memberikan keuntungan yang layak, hal ini dapat dilihat dari nilai R/C ratio yang mencapai 3,26. Terdapat dua periode harga pada saat panen mangga. Harga tertinggi dicapai pada bulan April – Juni dan harga terendah dicapai pada periode bulan Oktober – Desember. Tujuan petani menanam mangga secara umum (90,63 %) adalah untuk dijual. Adapun permasalahan utama yang dihadapi petani dalam pengusahaan mangga yaitu hama dan penyakit serta permodalan. Mango (Mangifera indica L.) is a potential fruit commodity in West Java. Despite its large production, Indonesia is not yet one of the world's major mango exporting countries. Gedong gincu is a superior mango variety that can be found in West Java. The goal of this research was to identify the characteristics of gedong gincu mango farming in the Cirebon district. The survey method was used in the study, Primary data was obtainerd from 30 random farmers, while secondary data was obtained from the Food Crops Agriculture Office. The survey was carried out in the Sedong district of Cirebon. According to the findings of the farming analysis, gedong gincu mango farming in the study area generates a reasonable profit, this can be seen from the value of the R/C ratio which reaches 3.26. During the mango harvest, there are two price periods. The highest price is reached between April and June, and the lowest price is reached between October and December. Farmers' primary goal in growing mangoes (90.63 percent) is to sell them. Pests and diseases, as well as capital, were the main issues for the farmers

    509

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Nusa Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇