eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
KOMODITAS PERKEBUNAN UNGGULAN DI KAWASAN AGROPOLITAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA
Kabupaten Bangka memiliki kawasan perkebunan yang telah dikembangkan dengan investasi besar yang tersebar di Kecamatan Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali dan Mendo Barat, di mana di dalamnya terdapat Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Baik di Kabupaten maupun kawasan agropolitannya terdapat lima komoditas terbesar pada subsektor perkebunan, yaitu lada, karet, kelapa, kelapa sawit dan kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komoditas mana yang akan menjadi komoditas unggulan yang mampu menjadi sektor penggerak perekonomian Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan pengamatan, serta studi literatur dari dokumen-dokumen yang tersedia. Metode analisis penentuan komoditas unggulan dilakukan dengan menggunakan perhitungan Location Quotient (LQ) dan Metode Bayes untuk melengkapinya. Hasil perhitungan LQ menunjukkan komoditas lada dan karet memiliki nilai LQ > 1, artinya Kawasan Agropolitan Mendo Barat dapat swasembaga komoditas lada dan karet. Hasil analisis Bayes dari lima komoditas tersebut menunjukkan lada merupakan tanaman yang memiliki prospek paling tinggi untuk dikembangkan mulai kesesuaian lahan, penerimaan masyarakat, peluang ekspor, harga komoditas, dan keterkaitan dengan hilir yang kuat. Meski demikian, masih ada terkerbatasan modal usaha dan penguasaan teknologi budidaya maupun pascapanen. Komoditas kedua yang layak dipertimbangkan adalah karet, di mana tanaman ini memiliki kesesuaian lahan yang tinggi, peluang ekspor yang masih tinggi dan memiliki areal tanam yang terluas. Selain itu adanya dukungan dari pabrik pengolahan di lokasi. Di sisi lain, komoditas karet sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga di dunia, sulitnya pemeliharaan tanaman serta penguasaan teknologi pascapanen.
Bangka Regency has plantation areas that have been developed with large investments spread across the Districts of Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali and West Mendo, wherein there is the West Mendo Agropolitan Area. In both the regency and its agropolitan areas, the five largest commodities are in the plantation sub-sector, namely pepper, rubber, coconut, oil palm and cocoa. The purpose of this research is to determine which commodities will become flagship commodities that are capable of becoming a driving sector for the economy of the West Mendo Agropolitan Region. Data collection was carried out through surveys, interviews and observations, as well as desk studies of the available documents. The analytical method for determining superior commodities is carried out using Location Quotient (LQ) calculations and the Bayes method to complete the LQ analysis. The results of the LQ calculation show that pepper and rubber commodities have an LQ value of > 1, meaning that the West Mendo Agropolitan Region can be self-sufficient in pepper and rubber commodities. The results of the Bayes analysis of the five commodities show that pepper is a plant that has the highest prospects for development, starting from land suitability, public acceptance, export opportunities, commodity prices, and strong downstream linkages. However, there are still limited business capital and mastery of cultivation and post-harvest technology. The second commodity worth considering is rubber, where this plant has high land suitability, high export opportunities and has the largest planting area. In addition, there is support from processing factories on site, but on the one hand it is heavily influenced by price fluctuations in the world, lack of plant maintenance and low mastery of postharvest technology
PENYULUHAN ASPEK MORFOLOGI, PENYIMPANAN SALAK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK SALAK SUWARU (Salacca zallacca var Suwaru) di P4S INTAN
AbstractSalak suwaru is one of the typical local potentials of Malang, which P4S Intan utilizes to make salak chips and lunkhead. P4S Intan is a training center for agricultural products, which is also a small business that produces various snacks from local potential. Based on the situation analysis, there needed to be material on the morphology and storage of salak in the training program. In addition, the packaging does not contain information on nutritional content. The purpose of this community service program is to increase knowledge about the morphology and storage of salak fruit and also to provide assistance with nutrient analysis. The method was conducted in an in-depth discussion until it compiled the morphology and storage of local salak suwaru. The ITKM Bachelor of Nutrition Science carried out nutritional content analysis assistance to complete information on the nutritional content of salak chips and salak dodol products. The results of this program can increase knowledge about the morphological aspects and storage of salak on the part of partners so that a handout can be used as additional material in the training program. The importance of including information on nutritional content on product packaging was also conveyed to partners. The results of the healthy content test are submitted to the P4S Intan owner, which is expected to be included in the packaging.Keywords: Salak, Morphology, Storage, Nutrition
AbstrakSalak suwaru adalah salah satu potensi lokal khas Malang yang dimanfaatkan oleh P4S Intan untuk membuat keripik dan dodol salak. P4S Intan merupakan salah satu pusat pelatihan produk pertanian, yang juga UKM yang memproduksi berbagai cemilan dari potensi lokal. Berdasarkan analisis situasi didapatkan fakta belum ada materi morfologi dan penyimpanan salak dalam program pelatihan. Selain itu, pada kemasan belum tertera informasi kandungan gizi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang morfologi dan penyimpanan salak, dan juga memberikan pendampingan analisis zat gizi. Metode dilakukan secara diskusi mendalam sampai tersusun materi morfologi dan penyimpanan salak lokal suwaru. Pendampingan analisis kandungan gizi dilakukan oleh S1 Ilmu Gizi ITKM untuk melengkapi informasi kandungan gizi pada produk keripik salak dan dodol salak. Hasil program ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang aspek morfologi dan penyimpanan salak pihak mitra, sampai tersusun suatu hand out yang dapat digunakan sebagai materi tambahan dalam program pelatihan. Pentingnya pencantuman informasi kandungan gizi pada kemasan produk juga disampaikan pada pihak mitra. Hasil uji kandungan gizi disampaikan kepada pemilik P4S Intan yang selanjutnya diharapkan akan dicantumkan pada kemasan.Kata Kunci: Salak, Morfologi, Penyimpanan, Nutrisi
PEMANFAATAN ARANG AKTIF TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DI SENTRA PRODUKSI TAHU KAMPUNG IWUL, BOGOR
AbstractTofu is one of the highly nutritious food ingredients, a source of vegetable protein that is needed by the community, has a relatively low price so that it can be reached by the community, and can replace rather expensive animal protein sources. Bojong Sempu Village, Parung District, Bogor Regency, is a tofu production centre village with business actors included in the Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) criteria. One of the partners' problems is the need for a wastewater treatment plant (IPAL) for tofu liquid waste. This service informs tofu artisans about processing liquid waste by adsorbing activated charcoal from empty palm oil bunches (Arif-Takosa). The activities carried out in the implementation of community service are counselling, filling out pretest and post-test questionnaires for participants, submitting drums for processing tofu liquid waste, stainless steel pans, Arif-Takosa and monitoring liquid waste storage and tofu liquid waste disposal channels. The results achieved by counselling on making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste increased the knowledge and understanding of tofu artisans about making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste. We have seen this from the post-test after counselling. Each tofu artisan was given a drum and Arif-Takosa for processing tofu liquid waste at the factory. Based on monitoring at partner locations, the liquid waste from tofu production had not been processed and was immediately discharged into the environment.Keywords: Adsorption, Arif-Takosa, Tofu Artisans
AbstrakTahu merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi, sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yang memiliki harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat dan dapat menggantikan sumber protein hewani yang relatif mahal. Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor adalah salahsatu desa sentra produksi tahu dengan pelaku usaha termasuk dalam kriteria Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu permasalahan UMKM tahu ini sebagai mitra adalah belum ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair tahu. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para pengrajin tahu tentang pengolahan limbah cair tahu secara adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit (Arif-Takosa). Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan, pengisian kuisioner pretest dan post test peserta, penyerahan drum untuk pengolahan limbah cair tahu, panci stainless steel, Arif-Takosa, dan pemantauan penampungan limbah cair dan saluran pembuangan limbah cair tahu. Hasil yang dicapai dengan dilakukannya penyuluhan pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pengrajin tahu tentang pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu, hal ini ditunjukkan dari post test setelah penyuluhan. Para pengrajin tahu masing-masing diberikan 1 buah drum dan Arif-Takosa yang dapat digunakan pada pengolahan limbah cair tahu di pabriknya karena berdasarkan pemantauan di lokasi mitra, limbah cair produksi tahu belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan.Kata Kunci: Adsorbsi, Arif-Takosa, Pengrajin Tah
The Extract of Bellucia pentamera Naudin Leaves as Bioherbicide of The Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob. Germination and Growth
Threats that can cause loss of biodiversity include the presence of invasive foreign plants. One of these invasive plants is from the Melastomataceae family with the species Bellucia pentamera Naudin, and this species can trigger a decline in ecosystem diversity. B. pentamera contains a chemical compound that can be used as an herbicide, phenolic, and flavonoid compounds, which can retard the growth of other plants that surround them like noxious weeds. Bioherbicides need to be used as an environmentally friendly alternative drug control method to overcome and reduce their adverse effects. This research was carried out to determine the impact and concentration of administering B. pentamera leaf extract on the germination and growth of Chromolaena odorata. The study used experimental methods with a completely randomized design (CRD) with six variations consisting of treatment of 0, 10, 15, 20, 25, and 30% with a four-time repetition. The research results showed the effect of giving greater concentrations of B. pentamera leaf extract, causing the germination and growth of C. odorata to be increasingly hampered. Providing extracts with concentrations of 20% and 25% are effective for inhibiting the germination and growth of C. odorata
PENGARUH ROA DAN EPS TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN INFLASI DAN SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di BEI Tahun 2019)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh ROA dan EPS terhadap harga saham dengan inflasi dan suku bunga sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI Tahun 2019. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling dan pengujian hipotesis menggunakan Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, EPS berpengaruh terhadap Harga Saham, Inflasi tidak memoderasi pengaruh ROA terhadap Harga Saham tetapi memoderasi Pengaruh EPS terhadap Harga Saham dan Suku Bunga memoderasi Pengaruh ROA dan EPS terhadap Harga Saham
Fluktuasi Harga Beras di Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2022
Harga produk pangan penting akan mempengaruhi tingkat kepuasan konsumsi masyarakat. Kepuasan akan menentukan kesejahteraan masyarakat. Ketika harga tinggi maka daya beli masyarakat melemah dan sebaliknya. Fluktuasi harga dipengaruhi oleh faktor alam atau pasar dan faktor intervensi kebijakan pemerintah. Peran pemerintah dalam menstabilkan harga beras dapat dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti kebijakan fiskal dan moneter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data harga beras di Kabupaten Tangerang bulan Januari sampai Desember 2020-2021 dan bulan Januari sampai April 2022. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa fluktuasi harga mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat dengan mengganti konsumsi beras kualitas tinggi dengan beras kualitas sedang. Fluktuasi harga beras dipengaruhi oleh faktor-faktor utama yaitu: di satu sisi disebabkan oleh fluktuasi pendapatan masyarakat yang tidak stabil pada masa pandemi Covid-19, di sisi lain karena ketergantungan masyarakat Tangerang terhadap pasokan beras ke Kramat utama, Pasar Jati, dan Pasar Induk Jatiuwung di Kota Tangerang, sehingga harga beras di Kabupaten Tangerang ditentukan dari kedua pasar induk tersebut.
The price of important food products will influence the level of satisfaction with people's consumption. Satisfaction will determine people's welfare. When prices are high, people's purchasing power weakens and vice versa. Price fluctuations are influenced by nature or the market and government policy intervention factors. The government's role in stabilizing prices rice can be done through various policies, such as fiscal and monetary policies. The aim of this research is to describe rice price data in Tangerang Regency from January to December 2020-2021 and January to April 2022. The analysis method used is descriptive statistical analysis method. The results of the analysis show that price fluctuations influence changes in people's consumption patterns by changing consumption of high quality rice with medium quality rice. Fluctuations in rice prices are influenced by main factors, namely: on the one hand due to the unstable thickness of people's income during the Covid-19 pandemic, on the other hand due to the dependence of the people of Tangerang on rice supplies to the Kramat Utama, Pasar Jati and Pasar Induk Jatiuwung in Tangerang City, so that the price of rice in Tangerang Regency is determined from these two main markets
FUNGSI PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN DANA BOS (BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH ) PADA SMK NEGERI 5 KOTA TANGERANG
SMK Negeri 5 Kota Tangerang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang ada di kota Tangerang Provinsi Banten, Indonesia. Memulai pelaksanaan pada tahun 2007-2008 sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Nomor : 421.5/Kep. 179-Disc. P&K, tentang pemberian izin untuk mendirikan SMK Negeri 5 Kota Tangerang. Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pelayanan masyarakat dibidang pendidikan yang lebih berdayaguna, bersih, bertanggung jawab dan tentunya bebas dari korupsi, dalam aktivitasnya yang berkaitan dengan masalah penerimaan dan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), yakni dengan cara mengelola penerimaan dan penggunaan dana BOS sesuai dengan prosedur yang berlaku. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan Pemerintah yang diberikan kepada masyarakat dalam bidang pedidikan. Bantuan Operasional Sekolah ini muncul disebabkan karena banyaknya siswa yang putus sekolah dikarenakan tidak adanya biaya untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah kejuruan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur dan sistem pengendalian internal penerimaan dan penggunaan dana BOS sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa SMK Negeri 5 kota Tangerang telah melaksanakan prosedur penerimaan dan penggunaan dana BOS sesuai dengan aturan berlaku. Hal ini ditandai dengan adanya penerapan Standar Akuntansi Pemerintah berdasarkan peraturan Menteri Keuangan nomor : 217/PMK.05/2015, tentang pernyataan Standar Akuntasi Pemerintah (PSAP) berbasis akrual nomor 13 tentang penyajian laporan keuangan. Adapun hasil yang dirasakan oleh sekolah dengan adanya dana BOS sangat positif bagi siswa, guru dan orang tua siswa.
 
PERILAKU HARIAN RUSA TOTOL (Axis axis Erxleben, 1777) DAN TINGKAT KEBERHASILAN PENGEMBANGBIAKAN DI KHDTK SAWALA MANDAPA BDLHK KADIPATEN
Rusa totol (Axis axis) merupakan salah satu spesies rusa berasal dari daerah tropis disebut juga sebagai indian deer, spotted deer atau chital deer yang memiliki nilai ekonomi dan peranan penting dalam siklus rantai makanan di alam. Rusa totol dapat dikembangbiakan secara ex-situ dalam bentuk penangkaran. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pola perilaku harian individu dewasa rusa totol yang terbentuk, dan penelaahan tingkat keberhasilan pengembangbiakannya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga bulan Juni 2022 terhadap 2 individu jantan dan 3 individu betina dewasa rusa totol menggunakan metode Focal Animal Sampling, Scan Sampling and Ad Libitum Sampling. Persentase perilaku dihitung dengan frekuensi aktivitas dibagi total frekuensi × 100%. Pencatatan data pengamatan perilaku harian dilakukan setiap hari secara terus menerus mulai dari pagi hingga sore hari selama 25 hari pengamatan perilaku di Demplot Fauna KHDTK Sawala Mandapa BDLHK Kadipaten. Adapun penelaahan tingkat keberhasilan penangkaran dihitung berdasarkan nilai presentase kelahiran dan kematian rusa dari awal penangkaran dilakukan sampai dengan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan perilaku harian individu dewasa rusa totol meliputi perilaku makan, istiahat, berpindah dan sosial dengan aktivitas yang dominan dilakukan adalah istirahat dengan persentase 34,66% (jantan A), 36,36% (jantan B), 37,88% (betina A), 34,51% (betina B) dan 38,72% (betina C). Hasil perhitungan keberhasilan pengembangbiakan penangkarannya tergolong tinggi dengan nilai persentase kelahiran ≥ 61% yaitu 71,43% dan persentase kematiannya 28,57%
KARAKTER DAN KERAGAMAN JENIS POHON SARANG ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI STASIUN RISET SUAQ BELIMBING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
The Sumatran orangutan (Pongo abelii) is an arboreal primate that spends all its daily activities in the trees. Nest-making activities are carried out daily, selecting trees with certain characteristics to make nests. Much research has been done on the character of orangutan nest trees. However, there needs to be more information about the character of orangutan nest trees at the Suaq Belimbing Research Institute, Gunung Leuser National Park. It is known that Suaq Belimbing is a peat swamp forest ecosystem in Gunung Leuser National Park, precisely in Kluet, South Aceh, with quite diverse vegetation composition. Even so, not all vegetation is used as orangutan nest trees. This study aims to obtain data on the characteristics of orangutan nest trees in the Suaq Belimbing peat swamp forest habitat of Gunung Leuser National Park. Data was collected for three months using the line transect method. The results of the study obtained 65 individual trees used as orangutan nests. 45.15% of the nest tree characters had a height of 11-20 m, and 24.46% had a trunk diameter of 31-40 cm. The most widely used crown shape for making nests was cylindrical
Characterization of Cellulose Acetate Membrane from Nutmeg Shells
The membrane is a semipermeable selective thin layer that is used as a barrier between two phases, the feed phase and the permeate phase. Several studies have been carried out on the synthesis of cellulose acetate membranes, but research on cellulose acetate membranes from nutmeg shell waste is still rare. Therefore, the characterization of cellulose acetate membrane from a nutmeg shell was conducted. This study aims to characterize cellulose acetate membranes from nutmeg shells using the phase inversion method with variations in the weight of cellulose acetate 0.1 and 0.2 grams. The plasticizers used are polyvinyl chloride (PVC) and dope solution. Characterization was carried out in thickness, tensile strength, morphology by Scanning Electron Microscope (SEM), functional groups, membrane permeability, rejection value, degree of swelling, and membrane standards. The results obtained for good morphological characterization were found in membranes number 2 and 4, the value of rejection and flux on membrane number 2 (t = 1 minute) was 31.1%, and the flux value was 4.6 L/m2.h for membrane number 3 (t) (t = 3 minutes) 31.6% and the flux value was 0.3 L/m2 per hour. The good thickness and strength of the membrane are found in the number 1 membrane, with a thickness of 0.11 mm and tensile strength of 3.06 MPa. Swelling degree and suitable membranes are found in membrane number 1, 59.52%, and 32.2%, respectively. The functional groups contained in the FTIR spectrum include the C – H group, which is located in the wave number range of 2959.79 cm-1, C = O is located at 1722.06 cm-1, C –O acetyl is located at 1271.04 cm-1 and C – O stretching is located at 1072.13 cm-1, and the presence of a PVC group is located at 742.12 cm-1. The conclusion is that membrane number 1 is good for further application