E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
Not a member yet
918 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEWAJARAN HARGA, CITRA PERUSAHAAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PENGGUNA PENERBANGAN DOMESTIK GIA DI DENPASAR
Competition of airline industry in Indonesia is not only due to globalization, but more because customers are increasingly savvy, price conscious and demanding. Garuda Indonesia as the first airline in Indonesia felt the impact of competitive domestic flight services in Indonesia. Currently the market share of Garuda Indonesia for domestic flights in Indonesia get second rank after the Lion Air who earned a market share of 30 percent. Decline in market share caused by the decline in customer satisfaction on Garuda Indonesia that caused by poor corporate image and price unfairness. Of course this is a lesson for Garuda Indonesia to increase customer satisfaction and loyalty through price fairness and corporate image. This study aims to determine the effect of price fairness and corporate image on customer satisfaction and customer loyalty of Garuda Indonesia's customer in Denpasar (Studies on Garuda Indonesia domestic flight services' customers in Denpasar). The population of this study was all Garuda Indonesia domestic flight passengers, while the sample in this study was 140 respondents using purposive sampling technique for sample determination. To answer the research problem and research hypothesis testing the analytical techniques used Structural Equation Modelling (SEM) using AMOS aid 16. The results showed that 1) the price fairness does not affect customer satisfaction, 2) Corporate image affects customer satisfaction, 3) customer satisfaction affects loyalty, 4) the prices fairness has no effect on customer loyalty, 5) corporate image does not affect on customer loyalty and 6) overall, customer satisfaction is the only construct that can affect customer loyalty
ANALISIS MOTIVASI DAN EKSPEKTASI MAHASISWA DALAM MENEMPUH PENDIDIKAN TINGGI AKUNTANSI
Pendidikan tinggi akuntansi di Indonesia antara lain diselenggarakan oleh politeknik dan universitas. Belum diketahui apakah ada perbedaan motivasi dan ekspektasi mahasiswa pada kedua jenis pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan faktor motivasi yang paling dominan mendorong mahasiswa menempuh pendidikan tinggi akuntansi di politeknik dan di universitas, serta membandingkan faktor ekspektasi yang paling dominan dimiliki oleh mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi akuntansi di politeknik dan di universitas. Sampel penelitian dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa tahun pertama pada Program Diploma Empat Jurusan Akuntansi di empat Politeknik Negeri dan Program Strata Satu Jurusan Akuntansi di empat Universitas Negeri. Data penelitian adalah data kualitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner dan diukur dengan Skala Likert. Metode analisis adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan diri merupakan faktor motivasi yang paling dominan mendorong mahasiswa menempuh pendidikan tinggi akuntansi di politeknik, diikuti oleh fokus pada karir dan norma sosial. Sementara itu, fokus pada karir merupakan faktor motivasi yang paling dominan mendorong mahasiswa menempuh pendidikan tinggi akuntansi di universitas, diikuti oleh pengembangan diri dan norma sosial, (2) Keyakinan akademik merupakan faktor ekspektasi yang paling dominan dimiliki oleh mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi akuntansi baik di politeknik maupun di universitas, diikuti oleh peningkatan intelektual dan peluang sosial
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARI’AH DI INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja keuangan perusahaan dan pengaruh modal intelektual periode sebelumnya terhadap kinerja keuangan periode berikutnya pada perbankan syari’ah di Indonesia periode 2009-2013. Pemilihan perbankan syari’ah dikarenakan perkembangan bank berbasis prinsip syari’ah di Indonesia kini tengah mengalami kemajuan yang pesat. Perbankan syari’ah di Indonesia memerlukan strategi yang tepat dalam mengkomunikasikan produk dan layanan perbankan syari’ah ke masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah explanatory research. Variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan Return on Asset (ROA), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Financing to Deposit Ratio (FDR). Variabel independen dari penelitian ini adalah modal intelektual yang dikur dengan meggunakan metode Value Added Intellectual Capital (VAICTM). Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh anggota sampel sebanyak 18 bank syari’ah. Data penelitian diolah dengan analisis deskriptif dan analisis two way ANOVA dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dan intellectual capital pada periode sebelumnya berpengaruh terhadap kinerja keuangan periode berikutny
INDIKATOR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT): SEBUAH PERSPEKTIF RUANGAN
Pertumbuhan kola diseluruh dunia, khususnya di negara-negara herkembang seperti Malays ia telah mengakibatkan timbulnya pros es pem ekaran kota (urban sprawl). Proses tersebut berkaitan langsung dengan alokasi penggunaan tanah dan lanskap kota serta kawasan sekitarnya. Tanpa adanya pengendalian yang sempurna maka akan terjadi pergeseran tata-ruang yang akan menyulitkan pemhangunan jangka panjang sebuah kota. Untuk itu perlu diwujudkan indikator yang menunjukkan tingkat pembangunan sebuah kota. Ada banyak indikator yang dapat diciptakan, misal: indikator ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya, namun dalam kajian ini akan difokuskan pada indikator ruangan.Alat dan kaedah penggunaan tanah merupakan hal penting bagi pemerintah kota dalam tugasnya mengukur menilai dan memantau perubahan guna tanah. Kertas kerja ini mencoba melihat peranan yang dapat dilakukan oleh informasi Ijin real estate (Ijin Pengembangan. Real Estate) dalam mewujudkan indikator pembangunan berkelanjutan dalam perspektif "ruangan. Sistem lnformasi Geografi akan digunakan sebagai alat untuk membantu analisis dan pemaparan indikator yang dihasilkan pada skala ruang
PENGARUH PELANGGARAN PERATURAN PERBANKAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pelanggaran peraturan perbankan terhadap kinerja keuangan bank di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BI dan OJK, serta laporan keuangan bank yang terkait bank pelanggar peraturan perbankan di Indonesia dengan rentang tahun 2010-2013. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan partially least squere. Ditemukan fakta empiris bahwa pelanggaran peraturan perbankan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan, sehingga perlu dilakukan kajian lebih jauh atas efektifitas peraturan keuangan yang mengikat bank-bank di Indonesia dari segi teori dan konteks sosial ekonomi Indonesia. Namun demikian, penelitian ini menemukan fakta, ukuran bank pelanggar peraturan keuangan (SIZE) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap abnormalitas ROA dan ROE yang sering menjadi proksi dalam mengukur masalah pelanggaran peraturan keuangan, sehingga dapat dikaji lebih jauh sebagai salah satu tanda terjadinya pelanggaran peraturan keuangan di perbankan. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pengembangan literatur akuntansi khususnya yang terkait dengan konteks perbankan dan memberikan pertimbangan kepada pihak berwenang atas kebijakan dan pengontrolan bisnis melalui pengujian keefektifan peraturan perbankanyang hingga kini berlaku di Indonesia
REALITAS DALAM CERMIN RETAK: LABA AKUNTANSI DALAM BINGKAI PENAFSIRAN PRAKTISI BISNIS NON-AKUNTAN
Laba akuntansi merupakan salah satu dari banyak simbol dalam laporan keuangan yang digunakan untuk merepresentasikan realitas tertentu dalam ruang komunikasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami interpretasi laba akuntansi oleh praktisi bisnis non-akuntan dan konsep akuntansi yang mendasarinya. Informan dalam studi ini terdiri atas praktisi bisnis non-akuntan yang berprofesi sebagai manajer keuangan, analis kredit, penasihat investasi, dan investor individual. Berbasis pada pendekatan hermeneutika-kritis, hasil studi ini memberikan pemahaman bahwa dalam bingkai penafsiran praktisi bisnis non-akuntan, realitas yang direpresentasikan oleh simbol laba akuntansi tidak jelas. Simbol laba akuntansi tidak merepresentasikan realitas ekonomik maupun realitas keuangan, tetapi sekadar merepresentasikan realitas akuntansi yang dapat dengan mudah diubah oleh akuntan melalui penerapan standar akuntansi keuangan. Oleh karena itu, kebermanfaatan informasi laba akuntansi bagi masing-masing informan dalam pengambilan keputusan adalah rendah. Secara analogis, dalam perspektif praktisi bisnis non-akuntan, realitas yang direpresentasikan oleh simbol laba akuntansi tidak berbeda dengan realitas yang terefleksi dari permukaan cermin retak. Cermin retak merefleksikan realitas yang terdistorsi. Dalam hal ini, analogi cermin retak ditujukan pada standar akuntansi keuangan yang menghasilkan informasi laba akuntansi yang realitas referensialnya tidak mudah untuk difahami
PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Balai Pelayanan Teknis Industri Kulit Di Magetan)
The objective of this research is to analize the impact of the Quality of Work Life (QWL) to the Employee Productivity of Technical Leather Industry Unit Service in Magetan simustaneously either partial and also recognize that the Extencive Training is the dominant variable. The research population are 41 people, all the employees of Technical Leather Industry Unit Service in Magetan, and used multiple regression method to test hypotheses. Base on the research, the QWL that consist of; job security, selective hiring, self management team, equitable compensation, extensive training, reduced differences in status, and sharing information simultaneously have impact to the employee productivity (F) value 11,5206. So, With partial QWL to the employee productivity with (t) value; job security 4,4070, selective hiring 3,1928, self management team 6,4529, equitable compensation 4,1858, extensive training 7,1086, reduced differences in status 5,0497, and sharing information 4,0763, and the extencive training is the dominant variable to the employee productivit
PERAN STRATEGIS INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL ANTARA PENGARUH FINANCIAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
According to the classical theory of the firm, a firm can create value and earn maximum profits through financial capital. This view is valid in a stable environment. In recent decades, environmental conditions getting really erratic. Therefore, the role of financial capital in creating value and profitability is questionable. According to the modern theory of enterprise, intellectual capital is more dominant than the financial capital. This study aimed to examine the relationship/influence of financial capital and intellectual capital, directly or indirectly, to the company's financial performance among banking companies in Indonesia. Data obtained from banks, which in a single entity. Data that qualify the requirements is processed by using Structural Equation Modeling (SEM). The analysis showed that the financial capital (assets) indirectly influential, positive, and has significant impact on the firm's financial performance through intellectual capital and non-financial performance. Indirect effect on the financial performance of assets through intellectual capital is estimated at 0.166 and through non-financial performance to financial performance estimated at 0,600 (ROA) and at 0.617 (NI). Thus it is true that intellectual capital is a strategic asset that mediates the creation of superior performance of banking companies in Indonesia
ANALISIS INVESTASI SAHAM PERUSAHAAN GO PUBLIC SEKTOR PERTANIAN DI BURSA EFEK JAKARTA
Investors, in a capital market, have to observe and analyze the companies’ stock price movements in order to minimize the risk in having stock investments. One of the techniques in analyzing companies’ performance is the stock investment analysis or portfolio analysis. By using the portfolio analysis, this research finds out the best combination of stock investment of PT PP London Sumatera Tbk. (LSIP) and PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), as go public agricultural companies listed in Jakarta Stock Exchange. After finding the best combination of stock investment of those companies, this research also finds out whether the combination is at the optimum portfolio which would be on the least risk and a particular return or on the highest return and a particular risk. The research was held in 2006 and the data was taken from January 2004 to December 2005. The data was processed by using statistical software in order to minimize the human error. The result shows that there are two best combinations of stock investment on those companies. Those combinations are at the optimum portfolio. The first combination shows 30% of stock investment in LSIP and 70% stock investment in AALI, while the second combination shows 20% stock investment LSIP and 80% stock investment AALI. Investors should choose one of these combinations, because according to the research, these combinations would give them the best return at the least risk
KINERJA SAHAM DURABLE GOODS DAN NONDURABLE GOODS MASA KRISIS FINANSIAL GLOBAL
The purpose of this research is to analyze the stock performance of “the durable goods” and “the nondurable goods” during global financial crisis of 2008. The amount of sample used is about 298 kinds of stocks with the data of individual stock index and coupon rate of government bond. The stock performance used Sharpe’s Model. The period of financial crisis divided into two periods: contraction period and recovery period. Hypothesis: (1) there are differences of stock performance between the durable goods and the nondurable goods during each of contraction period and recovery period; (2) there are differences of stock performance between recovery period and contraction period for each of durable goods and nondurable goods. The result of this research showed that: (1) the stock performance of durable goods is insignificantly different than nondurable goods neither for contraction nor recovery period; (2) the stock performance is significantly difference between contraction and recovery period for each of durable goods and nondurable goods. These result was consistant to prior research. Suggestion: the treatment policy of nondurable goods should be the same as durable goods during the contraction and recovery periods, when the global financial market shock occurre