e-Jurnal STIE AMKOP Makassar (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
Not a member yet
4094 research outputs found
Sort by
Strategi Pengembangan Pariwisata Olahraga G9 Paralayang Di Bukit Piramida Rowosari Tembalang Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata olahraga G9 Paralayang di Bukit Piramida Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Destinasi ini memiliki keunggulan berupa kondisi topografi yang mendukung aktivitas paralayang, panorama alam perkotaan dari ketinggian, serta kedekatan dengan pusat kota dan kawasan pendidikan. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, fasilitas umum yang belum memadai, kejelasan status lahan, minimnya dukungan kelembagaan, serta faktor cuaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang tepat meliputi revitalisasi bangunan piramida, perbaikan aksesibilitas dan fasilitas dasar, penguatan kelembagaan berbasis masyarakat, penyusunan standar operasional keselamatan paralayang, serta promosi digital dan penyelenggaraan event wisata olahraga. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mewujudkan pengembangan sport tourism yang berkelanjutan di Kota Semaran
Pengaruh Disiplin Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja pada Perusahaan Industri di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja pada perusahaan industri di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima poin. Teknik analisis data menggunakan path analysis untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan, sedangkan beban kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan. Kepuasan kerja terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan serta berfungsi sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan disiplin kerja yang baik serta pengaturan beban kerja yang seimbang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan pada sektor industri
Pengaruh Komunikasi, Motivasi, Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Toko Een Underwaer
Bertujuan pada bagaimana komunikasi, motivasi, dan disiplin kerja memengaruhi kinerja karyawan pada Toko Een Underwear. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif. Semua karyawan tetap sebanyak 33 orang sebagai sampel, dengan metode pengambilan sampel jenuh. Kuesioner skala likert digunakan untuk pengumpulan data. Proses analisis meliputi uji validitas, reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji t dan F, serta uji koefisien determinasi, menggunakan SPSS versi 25 sebagai alat bantu. Temuan ini menunjukkan komunikasi dan motivasi meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan, sementara disiplin kerja justru menurunkannya. Secara keseluruhan, ketiga variabel secara bersamaan berkontribusi signifikan terhadap kinerja karyawan. Sehingga, pentingnya strategi manajerial yang tidak hanya mengandalkan aturan kerja formal, tetapi juga memperkuat komunikasi dan motivasi sebagai fondasi peningkatan produktivitas.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Perilaku Wisatawan pada Era Digital
AbstrakPerkembangan pariwisata pada era digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi dan mengambil keputusan perjalanan, khususnya melalui pemanfaatan media sosial. Media sosial berperan sebagai sumber informasi visual dan interaktif yang membentuk persepsi, preferensi, serta perilaku wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran media sosial dalam membentuk perilaku wisatawan pada pariwisata digital. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan topik media sosial dan perilaku wisatawan. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antar konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai stimulus yang memengaruhi respon psikologis wisatawan, seperti persepsi destinasi dan pengaruh sosial, yang selanjutnya berdampak pada keputusan berkunjung, perilaku selama perjalanan, serta aktivitas berbagi pengalaman pasca-wisata. Temuan ini menegaskan relevansi kerangka stimulus–organism–response (S-O-R) dalam menjelaskan perilaku wisatawan di era digital
Pengaruh Pemasaran Digital Menggunakan Traveloka terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Pariwisata Kelautan di Pahawang)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pemasaran Digital terhadap Keputusan Pembelian wisatawan dalam konteks pariwisata kelautan di Pahawang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada wisatawan yang menggunakan platform digital dalam menentukan pilihan destinasi wisata. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Pemasaran Digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai t hitung = 5.134 > t tabel = 1.987 dan p-value = 0.000 < 0.05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 21.023 + 0.328X1, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 satuan dalam Pemasaran Digital akan meningkatkan Keputusan Pembelian sebesar 0.328, dengan asumsi faktor lain tetap. Selain itu, nilai koefisien Beta sebesar 0.480 menunjukkan bahwa Pemasaran Digital memiliki kontribusi yang cukup kuat dalam mempengaruhi Keputusan Pembelian wisatawan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Pemasaran Digital seperti Traveloka, dapat meningkatkan daya tarik wisatawan untuk memilih destinasi wisata kelautan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami peran pemasaran digital dalam industri pariwisata serta memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan minat dan keputusan pembelian wisatawan. Kata Kunci: Pemasaran Digital, Keputusan Pembelian, Traveloka, Pahawang
The Effect Of Emotional Intelligence, Work–Life Balance, And Job Satisfaction On Employee Engagement Among Generation Z Workers In Denpasar
Employee engagement is essential for sustaining organizational performance, particularly among Generation Z employees who have distinct work expectations and values. The rapid growth of the service and tourism sector in Denpasar requires organizations to understand key psychological and organizational factors that foster engagement among young workers. Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction are considered important resources within the Job Demands Resources framework that can strengthen motivation and work involvement.This study examines the influence of Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction on Employee Engagement among Generation Z employees in Denpasar. A quantitative explanatory approach was used, with data collected through structured questionnaires from employees in the service and tourism industries. Multiple regression analysis was applied to assess both partial and simultaneous relationships among the variables.The results show that Emotional Intelligence, Work Life Balance, and Job Satisfaction positively affect Employee Engagement, with Work Life Balance emerging as the most influential factor. This reflects Generation Z’s strong preference for flexibility and psychological well-being. Emotional Intelligence enhances resilience and interpersonal effectiveness, while Job Satisfaction strengthens motivation and attachment to work. These findings highlight the importance of integrating personal capabilities and supportive organizational practices to enhance engagement among Generation Z employees
Determinants of Financial Accounting Standards Implementation in Malaysian Commercial Banks: The Mediating Role of Internal Control Systems
The implementation of Financial Accounting Standards (FAS) is essential for ensuring transparency and reliability of financial reporting in the banking sector. This study examines the determinants of FAS implementation in Malaysian commercial banks by focusing on key organizational and regulatory factors, namely management commitment, accounting staff competency, and regulatory pressure. Internal control systems are incorporated as a mediating variable to explain how these factors influence the effectiveness of accounting standards implementation.Using a quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire administered to accounting and finance professionals in Malaysian commercial banks. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to analyze the relationships among variables. The results show that management commitment, accounting staff competency, and regulatory pressure have significant positive effects on FAS implementation, while internal control systems partially mediate these relationships. These findings contribute to the accounting and banking literature by emphasizing the importance of the implementation process rather than mere adoption of accounting standards and provide practical implications for regulators and bank management in strengthening governance, professional capacity, and internal control mechanisms.Keywords: Financial accounting standards; internal control systems; management commitment; regulatory pressure; Malaysian commercial banks
Integrasi Big Data Analytics dalam Perencanaan Anggaran: Implikasi pada Akurasi Keuangan dan Pengembangan SDM di Instansi Pemerintah Kota Makassar
Transformasi digital mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi pendekatan perencanaan anggaran berbasis data guna meningkatkan akurasi dan akuntabilitas keuangan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat integrasi Big Data Analytics (BDA) dalam perencanaan anggaran instansi pemerintah Kota Makassar serta implikasinya terhadap akurasi perencanaan anggaran dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap aparatur sipil negara yang terlibat dalam proses perencanaan dan pengelolaan anggaran. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat integrasi Big Data Analytics di Pemerintah Kota Makassar berada pada kategori menengah menuju tinggi, namun belum sepenuhnya optimal dalam pemanfaatan analitik prediktif. Integrasi Big Data Analytics terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap akurasi perencanaan anggaran. Selain itu, Big Data Analytics juga berpengaruh positif terhadap pengembangan SDM, khususnya dalam peningkatan literasi data dan kompetensi analitik aparatur. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan SDM memediasi secara signifikan pengaruh Big Data Analytics terhadap akurasi perencanaan anggaran.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan perencanaan anggaran berbasis Big Data Analytics tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan dan pengembangan SDM. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi penguatan tata kelola keuangan daerah berbasis data di Kota Makassar. Kata Kunci: Big Data Analytics, perencanaan anggaran, akurasi keuangan, pengembangan SDM, pemerintah daera
The Influence of Financial Performance on Company Value with Debt to Equity as a Moderating Variable
This research endeavor seeks to investigate the influence of financial performance on corporate value, utilizing the Debt to Equity Ratio (DER) as a moderating variable. Financial performance is represented through the proxies of Return on Equity (ROE) and Return on Assets (ROA), while corporate value is quantified via total equity. The investigation employs secondary data derived from 44 companies in the basic materials sector that are listed on the Indonesia Stock Exchange over the period from 2022 to 2024, culminating in a total of 132 panel observations. The analysis adopts panel data regression techniques, specifically incorporating Moderated Regression Analysis (MRA) to evaluate the proposed hypotheses. The findings reveal that ROA exerts a positive and statistically significant impact on corporate value, whereas ROE demonstrates a negative and statistically significant effect when the moderating variable is factored in. Moreover, the DER serves as a significant moderator in the relationship between ROE and ROA concerning corporate value, thereby underscoring the critical role of capital structure in intensifying or diminishing the influence of profitability on corporate value. These results underscore the necessity for effective asset management and an optimal capital structure to enhance corporate value within the basic materials industry
Determinasi Kinerja Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja
Sektor industri pengolahan botol kaca dicirikan oleh kompleksitas operasional yang substansial, yang mencakup karakteristik produksi berintensitas energi tinggi, potensi risiko keselamatan kerja yang signifikan, serta tuntutan terhadap tingkat presisi dan konsistensi yang tinggi. Dalam konteks tersebut, kinerja sumber daya manusia menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepemimpinan transformasional, sistem kompensasi, dan kondisi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan pengolahan botol kaca yang berlokasi di Surabaya. Metodologi penelitian mengadopsi pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 58 responden melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert lima poin, sementara analisis data dilakukan melalui teknik regresi linear berganda dengan dukungan perangkat lunak statistik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional, kompensasi, dan lingkungan kerja secara simultan maupun parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Model penelitian ini menunjukkan kapasitas penjelasan yang memadai dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,616. Implikasi penelitian menegaskan bahwa peningkatan kinerja dalam industri manufaktur berintensitas tinggi memerlukan pendekatan terintegrasi yang mencakup kepemimpinan inspiratif, sistem kompensasi berkeadilan, serta lingkungan kerja kondusif dalam kerangka strategi pengembangan sumber daya manusia dan keberlanjutan organisasi