Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
KEPASTIAN HUKUM PEMBATALAN AKTA PERJANJIAN PENGAKUAN HUTANG DIHADAPAN NOTARIS OLEH PENGADILAN TERKAIT SUKU BUNGA PINJAMAN YANG TINGGI
Perjanjian pengakuan hutang merupakan salah satu instrumen hukum perdata yang sering digunakan untuk mempertegas hubungan utang-piutang antara debitur dan kreditur. Perjanjian tersebut umumnya dibuat dalam bentuk akta autentik di hadapan notaris agar memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna. Namun, dalam praktiknya muncul persoalan hukum ketika klausula perjanjian, khususnya mengenai suku bunga dan denda, dinilai melampaui batas kewajaran serta bertentangan dengan prinsip kepatutan maupun ketentuan hukum perbankan. Permasalahan tersebut menimbulkan banyak gugatan pembatalan akta pengakuan hutang di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) kedudukan hukum akta pengakuan hutang yang dibatalkan pengadilan terkait klausula bunga pinjaman yang tinggi, serta (2) bentuk kepastian hukum dari pembatalan tersebut bagi para pihak dan notaris. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, analitis, dan konseptual, serta mengkaji bahan hukum primer berupa KUHPerdata, Undang-Undang Jabatan Notaris, serta putusan pengadilan, didukung bahan hukum sekunder dari literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formil, akta pengakuan hutang tetap berkedudukan sebagai akta autentik, tetapi secara materiil klausul yang tidak adil dapat dibatalkan sebagian atau seluruhnya oleh pengadilan. Pembatalan tersebut sejalan dengan prinsip pacta sunt servanda yang dibatasi asas kepatutan, serta mencerminkan penerapan teori kepastian hukum Jan Michiel Otto. Dengan demikian, pembatalan akta oleh pengadilan bukanlah bentuk pelemahan terhadap kewenangan notaris, melainkan upaya untuk menjaga keseimbangan kontraktual, melindungi masyarakat dari praktik pinjaman yang merugikan, dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak.
Kata kunci: Perjanjian, Akta Pengakuan Hutang, Notaris, Pembatalan, Suku Bunga Pinjama
KAJIAN YURIDISALIHSTATUSPEGAWAIKOMISI PEMBERANTASANKORUPSIMENJADI APARATURSIPIL NEGARA
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Untuk mengetahui Apakah Pengalihan Status Pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara mempengaruhi status Independensi KPK dan Apa saja peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang alih status pegawai KPK menjadi ASN, dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan 1. Pengalihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara sama sekali tidak mempengaruhi status independen dari pada lembaga KPK karena dalam proses pengalihan status hanya mengikat pegawai secara profesi serta ketentuan mengenai ASN lainya dan tidak mempengaruhi kinerja KPK. 2. Pengalihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020. Proses alih status pegawai KPK menjadi ASN juga secara jelas di atur dalam Peraturan Komisi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2021 dan juga Putusan MK Nomor 34/PUU-XIX/2021. Perkom 1 Tahun 2021 merupakan sarana atau tool berupa norma umum yang berlaku bagi pegawai KP
TINJAUAN HUKUM TENTANG KEPEMILIKAN MEREK WARUNG GAMBRENG BUK HESTI DAN WARUNG MAKAN IBU GAMBRENG
Merek merupakan identitas usaha yang memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya apabila didaftarkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini membahas sengketa penggunaan kata “Gambreng” sebagai merek dagang antara Warung Makan Ibu Gambreng dan Warung Gambreng Buk Hesti, yang memunculkan persoalan hukum terkait daya pembeda dan penggunaan istilah umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian penggunaan kata “Gambreng” sebagai merek dagang berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis serta menelaah pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 988 K/Pdt.Sus-HKI/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata “Gambreng” merupakan istilah umum yang tidak memiliki daya pembeda yang kuat, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa meskipun terdapat tambahan unsur pembeda pada merek tertentu. Penelitian ini menegaskan pentingnya kehati-hatian Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam menilai pendaftaran merek yang mengandung unsur generik serta perlunya pelaku usaha memilih merek yang unik guna menjamin kepastian hukum.
Kata_kunci: Merek, Keadilan, Kepastian Hukum
 
PENGARUH PENINDAKAN PELANGGARAN KENDARAAN OVERDIMENSI DAN OVERLOADING TERHADAP ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BUKITTINGGI (STUDI KASUS POLRESTA BUKITTINGGI)
Sejak tahun 2009, isu mengenai kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) telah menjadi perhatian serius di Indonesia. Kendaraan dengan muatan yang melebihi kapasitas dan dimensi ini tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mengendalikan permasalahan ODOL, kenyataannya pelanggaran masih sering terjadi di lapangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah. Bagaimana Tingkat Pelanggaran kendaraan Overdimensi Overloading (ODOL), Bagaimana Proses Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka kecelakaan lalu lintas dan Bagaimana Upaya Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka Kecelakaan lalu lintas Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dan empiris yang berguna memberikan data dan informasi mengenai Pelanggaran Kendaraan Overdimensi dan Overloading terhadap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Bukittinggi. Kemudian data dianalisis secara sistematis. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) masih belum berjalan secara optimal. Masih ada sejumlah hambatan yang membuat upaya penertiban kendaraan ODOL di lapangan kurang efektif. Salah satu hambatan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya para pengemudi dan pelaku usaha transportasi, terhadap bahaya dan dampak dari pelanggaran ODOL. Selain itu, pengawasan dan penindakan dari pihak berwenang juga masih lemah, baik karena keterbatasan sumber daya, kurangnya fasilitas, maupun belum maksimalnya koordinasi antar instansi.
Kata Kunci: Overdimensi, Overloading, Kecelakaan lalu linta
ANALISIS PENERIMAAN INTERACTIVE E-COMIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUTUHAN VOKASIONAL: PERSPEKTIF TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: ANALYSIS OF THE ACCEPTANCE OF INTERACTIVE E-COMICS AS AN ENGLISH LANGUAGE LEARNING MEDIUM BASED ON VOCATIONAL NEEDS: A TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PERSPECTIVE
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan kompetensi bahasa Inggris yang selaras dengan bidang kejuruan spesifik mereka. Namun, materi pembelajaran yang tersedia saat ini sering kali tidak memiliki relevansi kontekstual, dan adopsi teknologi digital masih berada pada tingkat yang kurang optimal. Tujuan penellitian ini adalah untuk menginvestigasi faktor-faktor penentu utama penerimaan siswa terhadap integrasi interactive e-comic dalam pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka kerja teoretis. Pengumpulan data dilakukan melalui metodologi survei kuantitatif dengan sampel sebanyak 99 siswa. Partisipan ini direkrut dari tiga program kejuruan yang berbeda (Multimedia, Teknik Komputer Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak) di SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang. Analisis statistik dilaksanakan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 26.0. Hasil temuan utama secara krusial menunjukkan bahwa Perceived Usefulness (β=0,428) dan Perceived Ease of Use (β=0,341) secara signifikan memprediksi Attitude Toward Using e-comic, dengan kedua hubungan tersebut mencapai ambang batas signifikansi statistik (p<0,001). Selanjutnya, analisis mengungkapkan adanya efek moderasi yang signifikan secara statistik dari Content Relevance (β=0,293, p=0,003) terhadap prediksi Attitude dari Perceived Usefulness. Dengan demikian, pengaruh Perceived Usefulness terhadap Attitude siswa bersifat kondisional berdasarkan tingkat relevansi konten. Model yang diuji mampu menjelaskan 69,1% varians dalam Behavioral Intention. Penerimaan e-comic didorong terutama oleh persepsi kemanfaatan (Perceived Usefulness) dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris kejuruan dan persepsi kemudahan penggunaannya (Perceived Ease of Use). Penyelarasan konten (Content Relevance) dengan bidang kejuruan siswa secara signifikan meningkatkan penerimaan teknologi.
Kata kunci : Technology Acceptance Model; E-Comic; Pembelajaran Bahasa Inggris Vokasional; Media Digital; SMK
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GOOGLE FORM UNTUK UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2024/2025 DI SMP DASA SEMESTA KOTA BOGOR: THE EFFECTIVENESS OF USING GOOGLE FORMS FOR MIDTERM EXAMS IN THE SECOND SEMESTER OF THE 2024/2025 ACADEMIC YEAR AT SMP DASA SEMESTA IN BOGOR CITY
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang terjadi dalam bidang pendidikan. Banyaknya tenaga pendidik yang sudah menerapkan Google form sebagai media penilaian hasil belajar siswa membuat peneliti ingin melakukan penelitian tentang efektifitas penggunaan Google form pada ujian tengah semester di SMP Dasa Semesta Kota Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan Google form untuk ujian tengah semester dan pendapat siswa tentang penggunan Google form pada ujian. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang disebar secara online menggunakan Google form kepada responden. Hasil penelitian ini secara ringkas dapat disimpulkan penggunaan Google form tidak terlalu sulit digunakan oleh siswa serta mudah dalam menjawab pertanyaan, dari segi waktu yang digunakan lebih fleksibel dan menghemat waktu, siswa berpendapat penggunaan Google form menyenangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memakai tablet atau komputer, siswa lebih puas dalam penggunaan Google form karena lebih efektif dari pada kertas soa
DESIGN THINKING APPROACH IN VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENTS: TRENDS, IMPACTS, AND CHALLENGES
The digital transformation in education has opened up new opportunities to create more interactive, personalized, and flexible learning experiences. One pedagogical model that is currently receiving attention is the Design Thinking (DT) approach. However, the virtual format itself has the potential to undermine one of the main principles of the DT model, namely the experience-based principle. As interest in the application of DT in virtual learning contexts increases, several studies have attempted to examine its effectiveness, learning outcomes, and barriers encountered. The results of a systematic literature review indicate that the application of the DT approach in a Virtual Learning Environment (VLE) is not only possible but also has the potential to accelerate the transformation of education towards a more collaborative, human-centered, and solution-oriented model. However, its success depends on technological readiness, facilitator capabilities, and pedagogical innovation. The results of a systematic literature review show that the DT approach is effective in increasing engagement and motivation to learn even in VLEs. This approach is able to create a more active, collaborative, and meaningful learning experience, even in online and asynchronous situations. Virtual collaboration can be creatively facilitated through the DT structure. Even without physical meetings, the DT process can still be carried out effectively with the support of digital technology and appropriate learning methods
Analysis of the Impact of Mining Activities on Flooding in Pangkalpinang City
Flooding is one of the problems in Pangkal Pinang City. Tin mining activities in the districts around Pangkal Pinang City have triggered flooding in Pangkal Pinang City Apart from that, the reduction in catchment areas and sub-optimal polder system infrastructure affect the height and duration of flood inundation in Pangkal Pinang City. Flood management is currently still partial, so it is necessary to carry out integrated coordination between agencies and institutions to review the master plan for flood management in Pangkal Pinang City. To prevent flooding, it is necessary to review the things that cause flooding, so research needs to be carried out to analyze these things. This research aims to determine and analyze the influence of mining activity factors, catchment areas, polder systems and coordination on flood conditions in Pangkal Pinang City. This research uses a multiple linear regression analysis model with supporting data from historical data on the height and average duration of flood inundation in Pangkal Pinang City. The research results showed that the model equation Y = 3.216 + 0.484X1 – 0.396X2 – 0.412X3 – 0.480X4. Based on the results of data analysis using SPSS, the results showed that mining activity factors, catchment areas, polder systems and coordination had an influence on flood conditions in Pangkal Pinang City with an influence contribution of 85.0% with the most dominant variable ranking influencing flooding, namely mining activity. The regression coefficient value for the mining activity variable has a positive value of 0.484. This shows that if mining activity increases by 1%, then the height and duration of flooding as a flood indicator will increase by 0.484 times assuming other independent variables are considered constant. This model is used to project future floods. With this modeling, it is hoped that it can be used to overcome flooding in Pangkal Pinang City
Pengaruh Konsep Park and Ride pada Manajemen Lalu Lintas di Kawasan Terminal Bubulak Bogor
Bogor City is an area located in West Java Province, Indonesia. This area is located 50 km south of Jakarta and 120 km southwest of Bandung City. With an annual population growth rate of ± 1.53 percent, the population of Bogor City in 2020 is ± 1,081,009 according to the Bogor City Central Statistics Agency (BPS). The city of Bogor has an area of 118.5 square kilometers. This research was conducted to determine the feasibility level of the Park and Ride development plan in Bogor City, especially at Bubulak Terminal. Traffic counting and identification surveys were carried out on main roads which were then processed using Microsoft Excel to determine parking accumulation and determine fluctuations in motorbikes and cars. Next, the interview data was processed to determine the number of people's interest in the development of Park and Ride based on gender, age, trip duration, purpose of trip, parking duration, monthly fuel expenditure, desire for parking rates and those who agreed to use Park and Ride at the time the survey was conducted. At 06.00-21.00 WIB on the road in the Bubulak Terminal area. From the results of data processing using Microsoft Excel, it was found that the characteristics of Park and Ride facility users and also the number of requests for Park and Ride facility users for motorbikes was 2349, while for cars it was 272 with a planned lifespan of up to 2021, this proves the need for increased interest in construction of Park and Ride at Bubulak Terminal, Bogor City.
Keywords: Park and Ride, Bubulak Bus Station, Urban Transportation.Kota Bogor merupakan sebuah daerah yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Daerah ini terletak 50 km sebelah Selatan Jakarta dan 120 km sebelah Barat daya Kota Bandung, Dengan tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahunnya mencapai ± 1.53 persen, jumlah penduduk Kota Bogor di Tahun 2020 ± 1.081.009 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor. Kota Bogor yang memiliki luas wilayah 118,5 kilometer persegi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari rencana pembangunan Park and Ride di Kota Bogor khususnya di Terminal Bubulak. Metode pengumpulan data pada pekerjaan perencanaan teknis park and ride Jabodetabek terbagi menjadi 2 (dua) tahapan yaitu metoda pengumpulan data primer dan metode pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dengan metode observasi, visualisasi, wawancara. Survey traffic counting dan identifikasi dilakukan di ruas-ruas jalan utama yang kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui akumulasi parkir sampai diketahui fluktuasi kendaraan motor dan mobil. Selanjutnya data wawancara diolah untuk mengetahui jumlah minat masyarakat terhadap pembangunan Park and Ride yang ditinjau berdasarkan jenis kelamin, usia, durasi perjalanan, maksud perjalanan, durasi parkir, pengeluaran bakar bahan perbulan, tarif parkir dan yang setuju untuk menggunakan Park and Ride waktu survey dilakukan pada pukul 06.00-21.00 WIB di jalan area Terminal Bubulak. Dari hasil pengolahan data tersebut menggunakan Microsoft Excel didapatkan karakteristik pengguna fasilitas Park and Ride dan juga jumlah demand pengguna fasilitas Park and Ride untuk sepeda motor sebesar 2349, sedangkan untuk mobil sebesar 272 dengan umur rencana hingga tahun 2021, hal ini membuktikan perlu adanya peningkatan peminatan terhadap pembangunan Park and Ride di Terminal Bubulak Kota Bogor.
Kata kunci: Park and Ride, Terminal Bubulak, Transportasi
Penilaian Kondisi Permukaan Jalan Metode Pavement Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Kapten Piere Tendean Kota Tegal
Roads have a crucial role in supporting mobility movement and allocation of goods and services, significantly impacting economic, social, and cultural growth. Damaged road conditions can impade activities and increase the risk of accidents. Road safety is influenced by various factors, including the road itself. Kapten Piere Tendean Street, part of the North Ring Road, is one of the vital routes is currently experiencing various types of damage, partly due to the increasing traffic volume. This papper aims to evaluate the surface condition of Kapten Piere Tendean street using the Pavement Condition Index (PCI) method for identify categories and levels of road damage as a basis for repair recommendations. The identification results show 13 types of damage, with the highest being shoving at 36%. At STA 0+00 – 0+100, the PCI score is 7, categorized as failed, while at STA 1+300 – 1+400, the PCI score is 92, categorized as excellent, with 32% of segments classified as very good. The average PCI score for the 2.9 km road length is 61, indicating the road is in good condition. The repair recommendations refer to Bina Marga guidelines, addressing the largest damage (shoving) with pothole patching (P5) and leveling (P6).Jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas serta distribusi barang dan jasa, yang sangat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Kondisi jalan yang mengalami kerusakan dapat menghambat aktivitas dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Keselamatan jalan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jalan itu sendiri. Jalan Kapten Piere Tendean Kota Tegal adalah bagian Jalan Lingkar Utara yang menjadi jalur vital mobilisasi. Namun pada saat ini, jalan tersebut mengalami berbagai jenis kerusakan yang salah satunya diakibatkan oleh peningkatan jumlah volume lalu lintas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kondisi permukaan Jalan Kapten Piere Tendean menggunakan metode Pavement Condition Indeks (PCI) untuk mengidentifikasi jenis beserta tingkat kerusakan jalan sebagai dasar rekomendasi perbaikan. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 13 jenis kerusakan dengan tingkat kerusakan tertinggi shoving sebesar 36%. Pada STA 0+00 – 0+100 mendapatkan nilai pci 7 yang tergolong gagal (failed) sedangkan pada STA 1+300 – 1+400 mendapat nilai 92 tergolong sempurna (excellent) serta 32 % segmen tergolong dalam kondisi yang sangat baik (very good) yaitu nilai rata-rata kondisi permukaan jalan dengan panjang 2,9 km memiliki nilai PCI 61 yang menunjukkan bahwa jalan dalam kondisi baik (good). Rekomendasi penanganan mengacu pada panduan Bina Marga pada kerusakan terbesar shoving dengan penambalan lubang (P5) serta perataan (P6)