Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA (FISIKA) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA (Studi Kuasi Eksperimental Pada Pokok Bahasan Kalor dan Perpindahan Kalor)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran konvensional terhadap keterampilan proses IPA dan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan melibatkan 72 siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “The Post-Test Only Control Group Design”. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes keterampilan proses IPA dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dalam dua tahap yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Berdasarkan analisis statistik, diperoleh hasil: Pertama, keterampilan proses IPA siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry lebih baik dibandingkan dengan keterampilan proses IPA siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Kedua, hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Ketiga, keterampilan proses IPA dan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry lebih baik dibandingkan dengan keterampilan proses IPA dan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional
PENGARUH PROFESIONALISME GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP IBNU AQIL KECAMATAN CIOMAS KABUPATEN BOGOR
Peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan kegiatan pembelajaran serta menjadikan peserta didik / manusia yang memiliki pengetahuan serta kemampuan yang berguna baginya dalam menjalani kehidupan dimasa-masa yang akan datang. Peran dan tugas guru adalah menghidupkan kegiatan belajar mengajar menuju pencapaian tujuan belajar, baik dengan mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif, maupun dalam mendorong komponen-komponen lain yang dapat menunjang kegiatan belajar seperti program belajar, sarana dan prasarana, media, metode, dan teknik yang digunakan. Guru yang profesional sangat menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran, keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat meningkatnya prestasi belajar perserta didik, hal tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian diperoleh nilai rhitung = 0,993 sedangkan rtabel = 0,176 hal ini menunjukkan bahwa Pengaruh Profesionalisme Guru PAI Terhadap Prestasi Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Ibnu Aqil Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor Bogor Sangat erat karena rhitung = 0,993 berada pada kisaran 0,9 – 1,00 konstribusi variabel profesionalisme guru PAI terhadap prestasi belajar peserta didik menggunakan uji koefisien diterminasi yaitu r2 x 100, berdasarkan hasil koefisien korelasi rhitung = 0,993 dapat diketahuui bahwa KD = 0,9932 X 100 = 98,60%, yang artinya bahwa konstribusi variabel profesionalisme mempengaruhi prestasi belajar peserta didik sebesar 98,60% (sangat kuat) sedangkan sisanya dipengaruhi oleh varibel – variabel lain dan keberartian korelasi dengan mengunakan uji t, berdasarkan hasil perhitungan (terlampir) t hitung = 35,955 sedangkan t tabel = 1,66, yang artinya bahwa pengaruh variabel profesionalisme guru PAI terhadap Prestasi belajar peserta didik Sangat significan karena t hitung lebih besar dari t tabe
PENGARUH BUDAYA HEDONISME TERHADAP TIMBULNYA VANDALISME SISWA SMK TRI DHARMA 3 DAN SMK YKTB 2 KOTA BOGOR
Vandalisme merupakan respons negatif terhadap lingkungan fisik dan lingkungan buatan. Karena manusia pada hakekatnya dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Vandalisme dapat timbul pada diri seseorang karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi masalah psikologis, biotis dan genetik, sedang faktor eksternal meliputi lingkungan baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.Dalam penelitian ini variabel internal disumsikan konstan pengaruhnya bagi siswa.Variabel eksternal yang diteliti dibatasi pada lingkungan keluarga sebagai lingkungan primer dan lingkungan sekolah sebagai lingkungan sekunder, mengingat luasnya cakupan lingkungan masyarakat sebagai lingkungan tersier.Meskipun lingkungan masyarakat diakui berpengaruh sebagai variabel pengganggu (intervening variable) tetapi tidak dilakukan pengontrolan karena itu dianggap konstan.Vandalisme dapat dilatarbelakangi baik oleh muatan psikologis, Sosiologis maupun muatan lingkungan pada setiap orang.Obyek penelitian ini diarahkan kepada remaja karena diasumsikan memiliki andil dalam perbuatan vandalisme.Lingkungan keluarga sebagai lingkungan primer dalam kehidupan remaja mengandung muatan psikologis, sosiologis maupun lingkungan.Demikian juga halnya sekolah sebagai lingkungan sekunder. Vandalisme merupakan perbuatan yang bersifat mengganggu bahkan merusak lingkungan fisik dan buatan di sekitarnya baik yang merupakan milik orang lain (private property) maupun milik umum (public ameneties). Vandalisme yang umumnya ditemui adalah mencorat-coret dinding, jembatan, halte bis, merusak fasilitas milik umum seperti telpon umum, bis, WC umum, taman dan sebagainya.Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa hipotesis nol (H0) penelitian ini ditolak, yaitu Tidak Terdapat Pengaruh antara Budaya Hedonisme Terhadap Vandalisme Siswa di SMK Tri Dharma 3 dan SMK YKTB 2 Kota Bogor, dan menerima hipotesis alternatif (Ha) yaitu Terdapat Pengaruh antara Budaya Hedonisme Terhadap Vandalisme Siswa di SMK Tri Dharma 3 dan SMK YKTB 2 Kota Bogor
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN: PENDEKATAN DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODEL PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI
The objective of this study is to examine the influence of corporate governance index (board of director, board of commissioners, committee audit and information content) to firm performance of 73 Indonesian listed companies in 2009. MTobin’s Q as firm performance measure, with the control variables are size, debt and industry. This study by simultaneous equation approach using structural equation modeling. This research based on Zuraidah’s & Norman’s (2005) suggestion there is probability relationship between firm performance and corporate governance is simultaneously. The results obtained in all econometric approach show a positive and significant influence of firm performance related to corporate governance. The results of this study are consistent with studies by Black (2001), Black et al. (2006), Durnev and Kim (2005), Bai et al. (2003), Beiner et al. (2004) and Brown and Caylor (2004), which also used corporate governance index and found a significant positive relation between firm value and corporate governance. The result show a negative and not significant about the relationships of corporate governance to firm performance. Moreover, results by simultaneous equation approach indicate a relation of reverse causality between corporate governance index and firm performance
KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua belahan otak kiri dan belahan otak kanan dan bukan hanya berasal dari belahan otak kanan.Penekanan pada sifat-sifat otak kanan bertujuan menyeimbangkan sistem pendidikan kita yang telah cenderung memberi penekanan pada sifat belahan otak kiri, yakni hafalan, kemampuan berbahasa, aritmatika, pemikiran logis, dan urutan.Kita telah diajari untuk menemukan dan mengatakan jawaban yang “benar”.Bahkan hingga saat ini sekolah hanya memberikan sedikit kesempatan untuk berlatih imajinasi dan kemampuan berpikir alternatif
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI METODE BERMAIN MENANGKAP BOLA KECIL PADA KELOMPOK A TK PERTIWI LUWUK KABUPATEN BANGGAI
Pertumbuhan dan perkembangan fisik terbentuk sejak periode prenatal atau dalam kandungan. Perkembangan fisik manusia meliputi berbagai aspek yang dipengaruhi sistem dan fungsi organ tubuh. Sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.Sistem tulang dan otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik. Sistem hormonal atau endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku, emosi dan kepribadian. Kecerdasan kinestetik sangat penting bagi merangsang perkembangan pertumbuhan anak sangat berhubungan dengan perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ dan fungsi system susunan saraf pusat atau otak. Sistem susunan saraf pusat yang sangat berperanan dalam kemampuan motorik dan mengkoordinasi setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem saraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, melompat, naik turun tangga.Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menangkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan, berdasarkan hasil observasi penulis terhadap anak siklus I pertemuan I, tentang kecerdasan kinestetik anak yang dapat dilihat pada aspek berikut ini: anak mampu menangkap bola kecil sebesar 65% atau 13 orang anak, anak mampu menirukan gerakan menangkap bola kecil sebesar 70% atau 14 orang anak, dan anak mampu menangkap bola kecil sambil melompat 65% atau 13 orang anak.Hasil observasi siklus I pertemuan II, observasi penulis terhadap anak, kecerdasan kinestetik anak yang dapat dilihat pada aspek berikut ini : anak mampu menangkap bola kecil sebesar 75% atau 15 orang anak, anak mampu menirukan gerakan menangkap bola kecil sebesar 80% atau 16 orang anak, dan anak mampu menangkap bola kecil sambil melompat 75% atau 15 orang anakHasil observasi siklus I pertemuan I, penulis terhadap anak, kecerdasan kinestetik anak yang dapat dilihat pada aspek berikut ini : anak mampu menangkap bola kecil sebesar 85% atau 17 orang anak, anak mampu menirukan gerakan menangkap bola kecil sebesar 90% atau 18 orang anak, dan anak mampu menangkap bola kecil sambil melompat 85% atau 17 orang anak.Hasil pengamatan siklus II pertemuan II,Hasil observasi penulis terhadap anak, tentang kecerdasan kinestetik anak yang dapat dilihat pada aspek berikut ini: anak mampu menangkap bola kecil sebesar 95% atau 19 orang anak, anak mampu menirukan gerakan menangkap bola kecil sebesar 95% atau 19 orang anak, dan anak mampu menangkap bola kecil sambil melompat 100% atau 20 orang anak, yang artinya dengan adanya permainan bola kecil kecerdasan kinestetik anak menjadilebih meningkat
ANALISIS FUNDAMENTAL PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT BANK NIAGA Tbk.
Setelah digulirkannya paket deregulasi pada 24 Desember 1987 (Pakdes 24 )perkembangan pasar modal di Indonesia mengalami booming. Banyak investormemiliki cukup dana untuk berinvestasi namun tidak memiliki pengetahuan yangmemadai tentang saham. Permasalahan yang paling sering muncul pada awalpenentuan investasi dalam saham adalah bagaimana memilih saham-saham terbaik dari seluruh emiten yang tercatat dalam bursa.Langkah-langkah penentuan saham mana yang akan dipilih dalam membentuksatu portofolio saham akan disajikan berikut ini dalam bentuk teoritikal dan praktikal.Studi kasus penulis lakukan pada PT BANK NIAGA Tbk. sebagai salah satu emiten di bursa saham yang dinilai mempunyai kinerja lebih baik dari bank lainnya ditinjau dari segi kredit bermasalah. Hal ini menunjukkan tingkat risiko kredit bermasalah relatif kecil.Analisa fundamental pada PT BANK NIAGA Tbk, akan diuraikan secaralengkap dimulai dengan analisa makro ekonomi baik global maupun domestik,dilanjutkan dengan analisa prospektif perusahaan. Hasil akhir analisa fundamentalsaham perusahaan ini adalah rekomendasi jual (sell), beli (buy) atau tahan (hold)