Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
    6827 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN BACA (PANCA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1 DI SD N 3 LEBAK

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri 3 Lebak, di mana 45,16% siswa masih kesulitan mengenal huruf dan 22,58% masih berada pada tahap membaca suku kata, serta 32,26% sudah pada tahap membaca kata. Hal tersebut disebabkan oleh kurang menariknya penggunaan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media Papan Baca (PANCA) yang layak digunakan dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, uji validitas oleh ahli media dan ahli materi, serta uji kelayakan oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PANCA dikategorikan sangat layak. Kelayakan didukung oleh persentase validitas ahli media 92% dan ahli materi 88%. Respons siswa mencapai 94% dan guru 96%. Kesimpulannya, media PANCA terbukti layak, dan sesuai digunakan untuk mendukung siswa dalam mengenal huruf, menyusun suku kata, dan membaca kata secara bertahap. Keywords : Media Pembelajaran, Kemampuan Membaca, Papan Baca

    THE EFFECTIVENESS OF "FRESHIMA" ON KNOWLEDGE OF PREVENTING TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT YAYASAN CAHAYA YATIM AL IKHLAS

    No full text
    Keterbatasan sarana, parasana dan akses informasi kesehatan,hilangnya fungsi pengawasaan dan bimbingan dari orang tua membuat santri di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas rentan memiliki faktor risiko yang memicu T2DM seperti kebiasaan mengkonsumsi minuman kemasan berpemanis atau jajanan tinggi natrium, riwayat DM keluarga hingga minimnya kesempatan memperoleh informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program FRESHIMA terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan T2DM pada santri di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen pada pretest dan posttest tanpa kontrol kepada 60 santri remaja sebagai responden. Intervensi upaya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan T2DM pada santri remaja di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas dilaksanakan menggunakan metode fasilitasi menggunakan media edukasi lembar balik FRESHIMA yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dalam upaya melaksanakan pencegahan T2DM. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor sebesar 11,33 pada posttest dengan rata-rata skor responden 88,30 dibandingkan dengan skor pretest sebelum intervensi sebesar 77,17 serta diketahui nilai p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada α = 5%), sehingga disimpulkan bahwa intervensi program Fasilitasi FRESHIMA efektif meningkatkan pengetahuan tentang perilaku pencegahan T2DM pada santri remaja di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas. Efektivitas ini dipengaruhi pendekatan pembelajaran partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses belajar, dan diskusi kelompok, sehingga mampu memotivasi untuk mengaplikasikan dalam perilaku kesehatan sehari-hari. Diperlukan upaya pengembangan dan pemanfaatan program FRESHIMA melalui peningkatan keterlibatan dan kolaborasi interprofesi antara akademisi, petugas kesehatan dan unit pelayanan kesehatan serta unit terkait lainnya untuk memperluas cakupan implementasi intervensi dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pencegahan T2DM pada remaja

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG TRADISI MARAPULAI BASUNTIANG DI DAERAH INDERAPURA PESISIR SELATAN

    No full text
    Tradisi marapulai basuntiang merupakan bagian dari adat pernikahanMasyarakat Minangkabau yang menampilkan pengantin laki-laki mengenakan suntiang, hiasan kepala yang secara umum identik dengan perempuan. Hal ini menimbulkan perdebatan fiqih karena dianggap menyerupai lawan jenis (tasyabbuh), yang dilarang dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum pemakaian suntiang oleh marapulai dalam perspektif hukum Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, serta kajian terhadap hadis,konsep ‘urf, niyyah, dan maqashid al-syari’ah, ditemukan bahwa praktik ini tidak termasuk dalam kategori  tasyabbuh  yang  diharamkan.  Pemakaian  suntiang  tidak dimaksudkan untuk menyerupai perempuan, melainkan sebagai simbol tanggung jawab dan penghormatan terhadap adat. Dengan demikian, tradisi ini dapat diterima dalam bingkai syariat selama tidak mengandung unsur niat menyerupai lawan jenis secara identitas. Kata Kunci: marapulai, suntiang, tasyabbuh, hukum Islam, adat Minan

    DEVELOPMENT OF ILMUONE CLOUD AS A LEARNING RESOURCE AT SMK MUHAMMADIYAH 6 LEUWILIANG: A LITERATURE STUDY

    No full text
    This research aims to develop and examine IlmuOne Cloud as a Learning Management System (LMS) to improve the effectiveness and flexibility of online learning at SMK Muhammadiyah 6 Leuwiliang. The study focuses on addressing the limitations of conventional classroom-based instruction, particularly restricted access to learning materials and the absence of real-time evaluation. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through literature analysis, needs analysis, expert validation results, and findings from previous LMS-based development studies relevant to vocational education. The results indicate that LMS development using the ADDIE model produces a system that is systematically designed, user-oriented, and adaptable to learners’ needs. The integration of cloud-based access and real-time online quizzes enhances learner interaction, supports immediate feedback, and promotes independent learning. The research demonstrates that IlmuOne Cloud has the potential to increase learning effectiveness, motivation, and instructional quality. The impact of this study provides a conceptual and practical reference for developing LMS-based digital learning systems in vocational schools, especially in supporting sustainable and inclusive education in the digital era

    Rekayasa Nilai dalam Tahap Reviu Perencanaan Konstruksi (Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Terintegrasi di PPN Pengembangan Bali)

    No full text
    The ongoing construction of the project requires a fairly large allocation of funds, and it is necessary to reconsider whether the design used is optimal. This can be done by reviewing the project planning design so that it is possible to make cost savings by identifying and reducing unnecessary costs without reducing the level of quality, reliability and function of the project itself. Carrying out value engineering techniques, namely carrying out cost analyzes by comparing the costs per item with the details of each job from the contractor's offer to find the cheapest price up to the negotiation stage for cost savings and efficiency. The AHP (Analytic Hierarchy Process) method can be used as a solution to problems in finding decisions, and for assessment using a Likert scale questionnaire. Value engineering in the planning review by taking a case study of an ongoing project in the Pengambengan area of ​​Bali, namely the integrated fishing port project. There are 3 alternatives compared to the planning budget, namely breakdown analysis techniques (Work Breakdown Structure), cost modeling techniques (Cost modeling techniques), and Delphi techniques (Delphi Teqhnique). In value engineering, you can see the price comparison for each work item for planning reviews. The results for the final review based on value engineering RAB planning estimate Rp. 1,626,877,637,500. The stages in the AHP method analysis are determining the objective of the analysis, namely value engineering in selecting contractors, determining the analysis criteria: Cost Budget Plan, Detailed Drawings, Technical Specifications, and Implementation Time, as well as determining alternative optionsPembangunan proyek yang sedang berjalan sangat membutuhkan alokasi dana yang cukup besar, dan perlu dipertimbangkan lagi apakah desain yang digunakan telah optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali desain perencanaan proyek sehingga memungkinkan untuk melakukan penghematan biaya dengan cara mengidentifikasi, dan mereduksi biaya-biaya yang tidak perlu tanpa mengurangi tingkat mutu, keandalan, serta fungsi proyek itu sendiri. Melakukan teknik rekayasa nilai yaitu melakukan analisis-analisis pada biaya dengan membandingkan biaya per item dengan detail setiap pekerjaan dari penawaran kontraktor untuk mencari harga yang termurah sampai dengan tahap negoisasi untuk penghematan dan efisiensi biaya. Metode AHP (Analytic Hierarcy Process) dapat digunakan sebagai solusi permasalahan dalam mencari keputusan, dan untuk penilaiannya menggunakan kuesioner skala likert. Rekayasa nilai dalam reviu perencanaan dengan mengambil sebuah studi kasus proyek yang sedang berjalan didaerah Pengambengan Bali yaitu proyek pelabuhan perikanan terintegrasi. Terdapat 3 alternatif dibandingkan dengan anggaran perencanaan yaitu teknik analisis breakdown (Work Breakdown Structure), teknik model biaya (Cost modeling techniques), dan teknik Delphi (Delphi Teqhnique). Pada rekayasa nilai dapat melihat perbandingan harga tiap item pekerjaan untuk reviu perencanaan. Hasil untuk reviu akhir berdasarkan rekayasa nilai RAB perencanaan estimasi Rp.1.626.877.637.500. Tahapan dalam analisis metode AHP ialah menentukan tujuan analisis yaitu rekayasa nilai dalam pemilihan kontraktor, menentukan kriteria analisis: Rencana Anggaran Biaya, Gambar Detail Rinci, Spesifikasi Teknis, dan Waktu Pelaksanaan, serta menentukan alternative pilihan

    Analisis Kinerja Konsultan Manajemen Konstruksi Proyek EPC pada Pembangunan Fasilitas Pengolahan Batu Bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan

    No full text
    Engineering, Procurement, and Construction (EPC) projects face complex challenges such as multidisciplinary coordination, tight schedules, material procurement risks, and design change dynamics, which require the crucial role of Construction Management Consultants (CMCs) in ensuring the achievement of time, cost, and quality targets. This study analyzes the influence of expert competence, quality management, and communication on CMC performance in the coal processing facility construction project in Tanjung Enim, South Sumatra. The study employs a quantitative approach using research instruments developed based on indicators of expert competence, quality management, and communication. Instrument validation was conducted using item analysis with Pearson's product-moment correlation coefficient, while reliability was measured using Cronbach's Alpha coefficient. Data were analyzed using partial correlation and multiple regression techniques. The results of the study indicate: (1) Expert competence has a significant positive effect on KMK performance (ry1 = 0.377 > 0) with the regression equation Ŷ = 19.843 + 0.144 X1; (2) Quality management has a significant effect (ry2 = 0.543 > 0) with the equation Ŷ = 19.040 + 0.174 X2; (3) Communication makes an important contribution (ry3 = 0.471 > 0) with the equation Ŷ = 19.590 + 0.152 X3. Multiple regression analysis shows that the three variables together explain 82% of the variance in performance (ry123 = 0.9272 > 0) with the equation Ŷ = 3.9547 + 0.200 × X1 + 0.1995 × X2 + 0.2237 × X3. These findings confirm that the performance of construction management consultants on EPC projects is significantly influenced by expert competence, quality management, and communication. The study recommends the need for standardization of competencies, implementation of an integrated quality management system, and development of an effective communication model to improve the performance of CMC on similar projects.Proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) menghadapi tantangan kompleks seperti koordinasi multidisplin, ketatnya jadwal, risiko pengadaan material, dan dinamika perubahan desain, yang memerlukan peran krusial Konsultan Manajemen Konstruksi (KMK) dalam memastikan pencapaian target waktu, biaya, dan kualitas. Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi tenaga ahli, manajemen mutu, dan komunikasi terhadap kinerja KMK pada proyek pembangunan fasilitas pengolahan batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen penelitian yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator kompetensi tenaga ahli, manajemen mutu, dan komunikasi. Validasi instrumen dilakukan menggunakan analisis butir dengan koefisien korelasi product moment Pearson, sedangkan reliabilitas diukur dengan koefisien Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi parsial dan regresi jamak. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompetensi tenaga ahli berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja KMK (ry1 = 0,377 > 0) dengan persamaan regresi Ŷ = 19.843 + 0.144 X1; (2) Manajemen mutu berpengaruh signifikan (ry2 = 0,543 > 0) dengan persamaan Ŷ = 19.040 + 0.174 X2; (3) Komunikasi memberikan kontribusi penting (ry3 = 0,471 > 0) dengan persamaan Ŷ = 19.590+ 0.152 X3. Analisis regresi berganda menunjukkan ketiga variabel bersama-sama menjelaskan 82% variansi kinerja ry123 = 0,9272 > 0  dengan persamaan Ŷ= 3.9547  +0.200 × X1+0.1995 × X2 +0.2237 ×X3. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kinerja konsultan manajemen konstruksi pada proyek EPC secara signifikan dipengaruhi oleh kompetensi tenaga ahli, manajemen mutu, dan komunikasi. Penelitian merekomendasikan perlunya standarisasi kompetensi, penerapan sistem manajemen mutu terintegrasi, dan pengembangan model komunikasi efektif untuk meningkatkan kinerja KMK pada proyek sejenis

    Analisis Kepuasan Pengguna Jalan pada Akses Pendidikan di Kabupaten Toraja Utara

    No full text
    This study aims to analyze the level of road user satisfaction on three access roads leading to educational areas in North Toraja Regency, namely the Rantepao–Palopo, Rantepao–Sa’dan–Batusitanduk, and Rantepao–Bolu corridors. Data were collected through questionnaires administered to 312 respondents who actively use these routes. The research instrument was tested using validity and reliability tests, and all variables were found to be valid and reliable. Descriptive analysis revealed variations in user perceptions across road classes. The Customer Satisfaction Index (CSI) was employed to measure overall satisfaction and indicated that the national road section achieved the highest satisfaction score, followed by the provincial and district roads. Multiple linear regression analysis was conducted to determine which service attributes significantly influenced user satisfaction. The results show that, for the provincial road, traffic flow, environmental comfort, and traffic management significantly influenced satisfaction, while for the district road, pavement condition and traffic flow were the primary determinants. Importance–Performance Analysis (IPA) was used to identify priority improvements for each road section, demonstrating that different strategies are needed depending on the characteristics of each road class and user perception. The findings of this study are expected to support decision-making and planning efforts aimed at improving road service quality in educational access areas in North Toraja.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna jalan pada tiga ruas akses menuju kawasan pendidikan di Kabupaten Toraja Utara, yaitu Jalan Rantepao–Palopo, Jalan Rantepao–Sa’dan–Batusitanduk, dan Jalan Rantepao–Bolu. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 312 responden yang merupakan pengguna aktif ketiga ruas tersebut. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan item, dan seluruh variabel dinyatakan valid serta reliabel. Analisis deskriptif menunjukkan adanya perbedaan pola penilaian pengguna pada setiap kelas jalan. Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan keseluruhan dan menunjukkan bahwa ruas nasional memperoleh nilai kepuasan tertinggi, disusul ruas provinsi dan kabupaten. Analisis regresi linear digunakan untuk mengidentifikasi variabel pelayanan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ruas provinsi, variabel kelancaran lalu lintas, kenyamanan lingkungan, serta manajemen lalu lintas berpengaruh signifikan, sedangkan pada ruas kabupaten, kondisi fisik jalan dan kelancaran arus merupakan faktor utama. Importance–Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan pada masing-masing ruas, dan hasilnya menunjukkan bahwa setiap kelas jalan membutuhkan strategi peningkatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik pelayanan dan persepsi pengguna. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait peningkatan kualitas pelayanan jalan pada akses menuju kawasan pendidikan di Toraja Utara

    Model pengajaran adab untuk generasi Z dan alpha

    No full text
    Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation. Abstrak Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital.Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation. Abstrak Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital

    Student Perceptions of the Implementation of Green Human Resource Management in Higher Education: Analysis of Determining Factors

    No full text
    This study aims to explore students' perceptions of the implementation of Green Human Resource Management (GHRM) in higher education. With increasing awareness of environmental issues, GHRM has become important in the context of higher education. This study used a quantitative approach by distributing questionnaires to students at several universities in Indonesia. The results showed a positive relationship between students' understanding of GHRM and their attitudes toward sustainability. This study also identified determinants that influence students' perceptions, including education, experience, and involvement in environmental activities. This study recommends that universities pay attention to improving education, providing support for students, and creating a supportive organizational environment for students to be more involved in GHRM. These findings are expected to provide insights for universities in developing more effective GHRM policie

    The Effect of Risk Management on the Financial Performance of Insurance Companies in Indonesia

    No full text
    The purpose of this study is to analyze various types of financial risks on the performance of insurance companies in Indonesia by including control variables such as leverage, age of the firm, size of the firm, and an additional variable, namely board size. The risks analyzed include credit, market, operational, liquidity, underwriting, and solvency risks. This study uses a quantitative method with secondary data from 32 conventional insurance companies for the period 2020–2024. The focus on conventional insurance was chosen because it has better data completeness, consistent reporting standards, and a significant role in the national insurance market to provide a clear picture of financial risk patterns in the industry. In addition, this sector is interesting to study because it has a complex business structure, broad risk exposure, and high sensitivity to changes in economic conditions. The analysis was conducted using panel data regression, and the fixed effects model was determined to be the most appropriate model. The novelty of this study lies in the addition of board size to assess the supervisory role in the relationship between financial risk and profitability. The results of the study show that credit risk has a positive impact on performance, while other variables such as market risk, operational risk, leverage, and age of the firm have a negative impact. Meanwhile, liquidity risk, underwriting risk, solvency risk, size of the firm, and board size do not show a significant effect, emphasizing the importance of effective risk management and operational efficiency

    5,932

    full texts

    6,827

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇